
Sore hari tiba, akhirnya Luna dan Lidya pulang dari kegiatan mereka hari itu. Dan esok hari mereka melanjutkan lagi.dan mereka sudah sampai di rumah Luna. Lidya hanya mengantar di depan pintu gerbang. Kemudian Luna turun dari mobil
"Terima kasih ya ibu untuk hari ini, aku senang sekali, ibu gak masuk dulu ke rumah? "
Ucap Luna
"Iya nak, ibu juga senang, ini sudah sore besok lagii saja ya" ucap Lidya dengan tersenyum disertai anggukan Luna "kalau gitu ibu pulang dulu ya" sambung Lidya
"O baiklah,, hati hati ya ibu"
"Iya sayang assalamualaikum " ucap Lidya
"Waalaikumusalam " jawab Lidya
Malam hari tiba
Rendi menginap malam itu di rumah Luna, kemudian esok harinya ia pulang ke kampung karena istri dan anaknya sudah menunggu.
Pagi itu mereka sehabis sarapan Rendi hendak pamit untuk pulang
"Mak, neng, aa pulang dulu ya, anak anak aa sudah pada nanyain aa" ucap Rendi
"Loh a, kok sebentar sekali di sini nya" ucap Luna
"Iya Rendi, lagian kenapa anak kamu gak diajak"
Ucap Rani,
"Iya kan istri Rendi melarang nya"
"Istri kamu itu ya, bener bener kalewatan. Padahalmah keun wae pada ikut eta incu emak ( padahal kan biar saja pada ikut itu cucu emak) " ucap Rani
"Hmm emak kan sudah tau gimana sifat istri Rendi, udahlah mak biar keun wae, dipaksa juga gak bakalan baik. Dia keras orangnya. "
"Lagian kamu, istri sama seperti itu masih saja dipertahankan, emakmah udah gak percaya sama istri kamu itu" ucap Rani dengan nada kesal
"Iya tapi mak, Rendi pan kasian sama anak anak, kalau sampai Rendi cerai"
"Emang kenapa sama istri a Rendi mak" tanya Luna
"Dia itu tidak suka sama keluarga emak karena kita bukan orang kaya di kampung, sementara dia anak kepala desa, geulis tapi sombongna minta ampun"
"Wuss udah atuh mak, jangan jelekin Istri Rendi terus" ucap Rendi
"Tapi enya kitu pan(tapi iya begitu kan?) " ucap Rani
"Oh begitu ya mak, yaudah a Rendi sabar aja ya"ucap Luna
"Iya neng, yaudah Rendi pulang dulu nya mak, neng" ucap Rendi sambil berdiri
"Iya atuh a, sing ati ati dijalanna nya (harus hati hati di jalannya ya) " ucap Rani
"Iya a, salam buat istri sama ponakan aku ya" ucap Luna
"Iya mak, neng, aa berangkat ya, assalamualaikum "
"Iya waalaikumsalam "ucap Rani dan Luna.
Kemudian Rendi pergi berangkat untuk pulang ke kampungnya
Pagi itu Rencana Boy untuk mengikuti Lidya gagal lagi, karena ia harus mengantar Mirza pergi ke bandara, beserta adik adiknya juga ikut mengantar ayahnya itu. Boy pergi dengan Willy, karena setelah mengantar nanti ia akan langsung ke kantornya. Dan hari itu tidak sempat pula Mirza menengok Luna.
Mereka sudah sampai di bandara, dan mereka sedang menunggu Mirza berangkat naik pesawat
"Ayah semoga selamat sampai tujuan ya" ucap Lidya. Ia nampak sedih dengan keberangkatan Mirza begitupun Anak anaknya
"Iya ibu, aamiin, jangan sedih begitu ntar ayah ikut sedih tau" ucap Mirza mencoba menghibur
Kemudian Lidya tersenyum.
"Ayah, Biy akan kangen banget sama ayah, ayah jangan lama lama di sana ya" ucap bianka ia juga ikut sedih, ia memeluk Mirza
__ADS_1
"Iya ayah" ucap Bastian, ia jug memeluk Mirza disusul Briand dan Boy
"iya, ayah juga akan kangen sama kalian, kalian baik baik di sini ya jaga ibu" ucap Mirza
"Baik ayah" ucap mereka. Kemudian mereka melepas pelukannya dan tersenyum pada Mirza.
"Salam buat Bayu ya ayah" ucap Boy,
"Baik Boy, o ya ibu maaf ayah belum bisa menemui Luna"
"Iya gapapa ayah"
"Ayah berangkat dulu ya, kalian baik baik disini
"Ayah juga" ucap Lidya disertai anggukan anak anaknya. Kemudian Mirza mengecup kening Lidya dan Bianka, dan mereka tersenyum. Kemudian Mirza pergi ke dalam untuk menuju pesawat.
"Dah ayah,, " ucap mereka sambil melambaikan tangan juga Willy, mereka tersenyum pada Mirza
"Daah.. " ucap Mirza sambil melambaikan tangan pula
Lidya dan anak anaknya menatap Mirza yang berjalan menuju pesawat. Hingga akhirnya Mirza menjauh dari pandangan.
Setelah itu, mereka berbalik kembali menuju mobil untuk pulang
"Ibu mau kemana hari ini? " tanya Boy
"Gak tau Boy, ibu mau pulang dulu" ucap Lidya
"Oh gitu ya" ahh sial. Aku pikir ibu akan langsung ke rumah Luna. Batin Boy
Kemudian Lidya pulang, Bastian Briand dan Bianka pergi ke sekolah walau agak kesiangan, tapi mereka sudah minta ijin pada pihak sekolah.
Pada akhirnya Boy berangkat ke kantor juga agak siang, setelah pulang dari bandara ia langsung ke kantornya. dia nampak kecewa karena gagal mengikuti Lidya hari itu. Karena Lidya pulang dulu ke rumahnya dan Boy tidak sempat untuk menyusulnya.
"Rencana kita gagal hari ini Will, besok kita lanjutkan lagi oke" ucap Boy ketika ia berada di dalam mobil menuju kantornya.
"Baik Bos" ucap Willy sambil menyetir. "Besok ahir pekan kan Bos? "
"Males ah Bos, saya mau istirahat, cape Bos tiap hari kerja terus kuliah.. Bos aja sendiri oke" ucap Willy dengan agak cemberut
"Ck kamu ini, ya udah oke,, biar saya saja sendiri"
"Gitu dong Bos, kau harus belajar mandiri. Hehehe"
"Meledek kau Will, itu karena saya kasian sama kau Will, huh" ucap Boy dengan nada kesal
"itu sudah seharusnya kau kasian padaku Bos"
"Alaaah,, sudah cepat nyetirnya udah siang ini"
"Iya ini juga Bos".
Kemudian Willy menyetir mobilnya dengan cepat agar cepat sampai ke kantor. Hingga beberapa saat sampailah mereka ke kantornya
******
Setelah dari rumahnya, Lidya kembali mengajak Luna untuk terapi dan kembali mengajak jalan jalan Luna
sejak hari itu luna juga sering bermain di panti menghibur anak anak panti. Dia sudah sangat akrab dengan anak anak panti serta Lidya dan ira ikut menghabiskan waktu di sana
******
Setelah Mirza sampai di turki, Bayu Terlihat senang karena Mirza telah sampai. Kemudian Bayu berbicara serius pada Mirza. Mirza ti turki tinggal di hotel miliknya yang bernama KHARISMA Turki Hottel
Kala itu mirza baru sampai di sana dan Bayu baru sampai dari kantornya. Mirza sedang duduk disofa nya kemudian Bayu datang membuka pintu dan melihat Mirza sudah sampai di sana
"Ayah, akhirnya ayah sampai juga" ucap Bayu terlihat sumringah.
Sementara Mirza nampak sedikit kesal pada Bayu
"Iya, ayah kesini buru buru karena kamu, kamu kenapa si gak bisa gitu ngurus kantor sebentar saja. Itu kan kamu yang akan mewarisinya nanti" ucap Mirza
__ADS_1
"Santai dong ayah" kemudian Bayu ikut duduk disamping Mirza "sebenarnya gini loh ayah, aku gak ada minat untuk mengurus kantor ayah di sini, aku punya cita cita sendiri ayah" ucap Bayu
"Hah benar kata ibumu, kamu gak tertarik sama bisnis ayah, terus apa cita cita kamu hah? " ucap Mirza nampak kesal
"Ayah jangan marah dong, aku lebih tertarik bisnis kuliner ayah, aku pengen mendirikan sebuah restauran di indonesia nanti, ayah kan tau kalau aku hobi masak, ayah juga suka kan sama masakan aku? Jadi boleh kan yah? "
"Ck, kamu itu, jadi itu cita cita kamu, oke oke gak masalah.. Tapi memang enak si masakan kamu.. Terus gimana dengan ayah, ayah sudah pengen pensiun, ayah pengen istirahat Bay"
"Ishh ayah, kan ada Bastian, Briand juga atau Bianka. Mereka pasti mau"
"Mereka masih kecil Bay, lagian ayah juga sudah mengatur hak waris untuk mereka"
"Hmm.. Tenang ayah, aku akan membantu ayah sambil menunggu Bastian lulus SMA dan nanti kan akan kuliah disini. Kemudian nanti Bastian yang akan mengurus perusahaan di sini. Gimana ayah"
"Ah kamu Bayu malah kamu yang mengatur, yaudah oke, kalau gitu ayah akan bantu kamu untuk modal usaha kamu"
"Gak usah ayah, aku gak mau dibantu oleh ayah, aku mau mandiri, aku akan membangun usahaku dari nol."
"Hah kamu serius Bayu? Kamu nolak pemberian ayah? "
"Aku serius ayah, jadi gini, aku akan bekerja di kantor ayah dan nanti ayah gaji aku, nah dari hasil gaji itu aku akan menabung untuk modal usahaku nanti"
Mirza terlihat senyum dan menyukai prinsip Bayu
"Oh begitu? Baiklah Bayu, ayah dukung kamu"
"Alhamdulillah,, terima kasih ayah" ucap Bayu, kemudian ia memeluk Mirza sekejap. Ia nampak bahagia atas dukungan Mirza.
"Iya Bay, kamu harus fokus sama bisnis kamu ya"
"Itu pasti ayah, nanti temenku akan membantuku mencari tempat untuk dibuat Restauran di indonesia nanti. Aku akan bekerja sambil kuliah dan membangun bisnis impianku" ucap Bayu dengan serius sambil berhayal.
"Baguslah Bayu, ayah suka caramu, o ya Bayu ada salam dari kak Boy. "
"Oo ya ayah, waalaikumsalam buat ka Boy, aku kangen sama dia"
"Begitu? "
"Iya ayah, dia kakak yang paling baik buat Bayu, o ya ayah apa dia masih jomblo aja? "
Mirza tersenyum mendengar pertanyaan Bayu
"kakakmu tidak pandai mencari wanita, eh tapi dia menyukai Luna loh Bay, kamu sudah tau kan siapa Luna? "
"O ya ayah? Iya aku tau dari ibu, jahat banget ya kak Boy waktu itu, bikin Luna sakit e sekarang malah menyukainya hahaa.. . Mungkin itu karma ayah"
"Kamu jangan bicara begitu, tapi ayah bersyukur kak Boy sudah mulai berubah menurut ayah yaa walau masih sedikit saja. O ya dia sangat cemburu jika ibumu mengatakan Luna akan dijodohkan dengan kamu kalau Boy berbuat salah, dia bisa sampai ngamuk loh Bay"
"Hah o ya ayah, emangnya seperti apa Luna itu yah?
"Ayah belum sempat melihatnya Bay, dia orangnya tertutup dan ibu juga sangat menjaganya"
"Hmm begitu ya"
"Kalau kamu gimana? Kamu sudah punya calon? "
"Ayah mau tau? Ada sih yah, dia adik kelas ku, tapi aku gak bisa mendekatinya, ya karena aku sibuk terus ayah.. namanya Zahwa. Dia cantik ayah, wajahnya seperti orang arab. Tapi dia asli indonesia. Aku selalu penasaran sama dia, orangnya baik dan pendiam juga pemalu" ucap Bayu dia sambil senyum senyum sendiri. Mirza ikut tersenyum melihat bayu
"Begitu ya Bay,, kamu dekati dia tapi dengan cara yang baik, tapi sekarang kamu fokus dulu saja dengan kuliahmu dan cita citamu oke"
"Itu pasti ayah, aku akan menabung untuk meminangnya. Huhuy" ucap Bayu dengan girangnya
"Ish kamu kepedean sekali Bay,, bay. Nanti kakakmu dulu nikahnya, baru kamu"
"Iya ayah, oke siap"
Berikut adalah Visual Bayu
Karakternya baik, sopan, dewasa, ramah dan mudah bergaul. Orangnya ganteng tinggi nya ideal, nyaris sempurna
__ADS_1