Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Perusakan toko Luna


__ADS_3

Hari sudah berganti, kini tiba saatnya keluarga Mirza sibuk kembali melakukan aktifitasnya


Pagi itu Boy sedang mengantar Luna menunju tokonya


Dan mobil berhenti di halaman toko, Willy membukakan pintu mobil untuk Luna


Dan ia harus melihat adegan mesra Boy dan Luna hampir setiap hari. Siaal. Batinnya kesal


"Kamu cantik sekali memakai baju ini, beda banget dari dulu, dulu kamu suka berpakaian serba hitam, tapi sekarang maasyaa Allah. " puji Boy


", terima kasih suamiku, ini berkat ibu Lidya, dia perhatian banget sama aku dari dulu. Dulu aku agak tomboy kayak laki laki. Tapi sekarang aku gak mau kayak gitu lagi. Aku malu mengingatnya.. Hehe" ucap Luna.


Boy tersenyum dan mencium pipi Luna sekilas.


Makin panas aja tuh jomblo tamvan yang ada di luar.


Willy memalingkan wajahnya pura pura tidak lihat.



"Nanti sore aku jemput ya sayang, tunggu aku" ucap Boy dengan senyumannya.


"Iya kak Boy, aku akan menunggumu" ucap Luna membalas senyumannya


Kemudian Luna menyalami Boy dan mencium tangannya dan Boy mencium keningnya dengan lembut


"Ekhmm" Willy mendehem melihat Boy dan Luna


Boy dan Luna tersenyum


"Aku turun dulu suamiku, semangat kerjanya" ucap Luna dengan menatap Boy.


"Iya, baik baik di toko ya, dan ingat jangan kecapean oke"


"Siap, assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Kemudian Luna turun dari mobil


"Ck, harus begitu tiap hari apa Bos? Bikin panas aja pandang pandangan begitu" gerutu Willy


"Haha, kasian kamu jomblo mandang langit saja penuh bintang bertaburan sana. " ledek Boy


"siang bolong mana ada bintang Bos!! "Brukk, pintu ditutup Willy dengan kesal


"Hahaha.. " Boy ketawa


Luna terkekeh mendengarnya.


"Selamat beraktifitas nona" ucap Willy dengan tersenyum dan menunduk hormat kemudian bergegas kembali masuk mobil untuk menyetir


"Iya Willy " ucap Luna


Kemudian mobil pergi dari sana menuju kantor.


Luna memerhatikan mobil tersebut sampai mobil itu pergi menjauh dari pandangannya.


Lalu Luna berjalan menuju tokonya yang sudah di buka oleh Maya, Maya yang selalu membukanya lebih awal dan dia yang di percaya Luna untuk memegang kunci toko dan Luna memegang kunci cadangan.


"Assalamualaikum " ucapnya sambil masuk toko seraya tersenyum pada semuanya yanga ada di sana


"Waalaikumsalam " jawab semua karyawannya dengan senyuman yang selalu merekah pada Luna. mereka bahagia jika Luna sudah berada di sana, serasa ada aura yang berbeda jika Luna di sana.


"Kalian sudah mulai sibuk ya? Semangat oke! "


Ucap Luna memberi semangat


", semangaaatt" ucap mereka kompak.

__ADS_1


Kemudian Luna hanya memerhatikan mereka dan sesekali memeriksa ke dapur memberi arahan pada chef. Setiap hari semakin ramai saja pembeli yang berkunjung ke sana, karena rasa roti dan kue kue di toko Luna sangat berbeda rasanya dari yang lain. Luna juga menjual rotinya via Online. Dan selalu banyak pesanan setiap harinya, para karyawannya sampai sering kerepotan dibuatanya, namun Luna hanya bisa memberi semangat karena dia tidak bisa bantu bikin kue karena larangan Boy. Boy risih banget waktu itu ketika Luna belepotan kena tepung adonan kue dan Boy kesal di buatnya. Akhirnya sampai sekarang Luna gak berani bantu lagi di dapur bikin kue.


", hallo, ini dengan toko roti LUNA BAKERRY siap melayani setulus hati, ada yang bisa kami bantu? " ucap Luna ketika menerima telepon dari pelanggan yang memesan lewat online.


Luna juga tidak pernah absen untuk membagi kuenya pada para penyapu jalan atau anak anak pengamen. Karena kue di tokonya selau banyak dibuat di sana, chef juga faham kalau setiap hari Luna selalu berbagi pada orang kurang mampu jadi dia selalu bikin kue yang banyak dibantu oleh para karyawannya. Kemudian mengemasnya hingga siap untuk Luna bagikan.


Sampai akhirnya Luna bosan mandorin para karyawannya, akhirnya Luna pergi ke ruangannya untuk sekedar duduk manis, tiduran, atau main panahan. Dan sesekali membalas pesan dari Boy, karena akhir akhir ini Boy sering mengirim pesan pada Luna, hampir setiap jam.


"Kak Boy lebay banget sih, ini apa lagi baru juga beberapa jam udah kangen aja. Hahaha" ucap Luna bicara sendiri ketika membuka pesan dari Boy yang selalu membrudul. Luna selalu di bikin ketawa membaca pesannya, rayuan maut dari Boy lewat pesan.


Aku juga mau dong Boy!


Setelah itu Luna lanjut memainkan panahanya


Dengan tenang dan fokus Luna membidik titik sasaran dan shot.. Suara panah melesat dan tepat sasaran. Sampai berulang kali Luna lakukan dan selalu tepat sasaran. Memanah membuatnya lebih fresh dan tenang, itu hobinya sejak kecil selain bela diri. Bela diri sudah jarang ia lakukan, Rendi anaknya Rani yang mengajarkan Luna bela diri dan memanah.


Rendi anak satu satunya Rani, ia sangat menyayangi Luna.


Sampai tiba waktunya makan siang, dan karyawannya istirahat dari membuat kue dan melayani pelanggan. Mereka istirahat satu jam sampai waktu dzuhur. Para pelanggan sudah paham jika antara jam 11-12 siang tidak akan mendapat pelayanan karena itu waktunya istirahat karyawan di toko Luna.


Kemudian Luna menyuruh Maya untuk membeli masakan padang beberapa bungkus di sebrang jalan yang berhadapan dengan toko Luna.


Setelah itu mereka makan bersama dan duduk melingkar di tempat makan, tidak Lupa berdoa sebelum makan


"Kalian makan yang banyak ya,, tenaga kalian terkuras banyak hari ini" ucap Luna ia juga ikut makan di sana


"Siap kaak" ucap mereka dengan semangat.


Dan mereka makan dengan tenang siang itu.


Sampai selesai kemudian mengobrol ringan saling curhat dan becanda mereka di sana menunggu adzan dzuhur tiba.


Beberapa menit kemudian adzan berkumandang dan mereka sholat bersama sama.


Setelah itu mereka melanjutkan aktivitasnya masing masing. Pembeli sudah menunggu di sana untuk makan siang, atau sekedar ngemil dan minum di toko Luna. Dan Luna melanjutkan memanahnya sampai bosan, busur panah sudah menancap semua di papan sasaran. Luna mengambilnya kemudian kembali melesatkan ke sana.


Sore hari tiba, sudah tiba saatnya toko Luna tutup, kemudian Maya menyerahkan hasil pendapatan hari ini pada Luna untuk Luna hitung, alhamdulillah setiap hari selalu bertambah jumlah pendapatannya dan karyawan selalu diberi bonus jika gajian nanti. Kemudian Luna membaginya untuk berbelanja kebutuhan dan bahan bahan kue nya. Selebihnya Luna simpan di tabungannya.


Tiba tiba kejadian tidak terduga terjadi pada toko Luna, segerombol anak anak berandalan mengobrak abrikan toko Luna.


Brakkk, brak... Brak..... Duar... Duarrr... Duarr.... Suara kaca pecah dengan balokan kayu.


Disertai teriakan karyawan Luna. "Aaaaa.. " ucap mereka, kemudian mereka takut sekaligus panik dan mereka bersembunyi di dapur dengan gemetar


Anak anak Berandalan itu dengan sorak dan tertawa lebar merusak toko Luna "hahahaa.. Kita hancurkan toko ini sampai puas... Huuuu hahaha" ucap salah satu dari mereka.


Semua meja dan kursi yang sudah rapih seketika berantakan kembali.


Brakk... Duar.. Duaaar... Suara itu sontak saja membuat Luna kaget dan ia habis kesabaran sekarang.


"Ternyata ancaman itu benar benar mereka lakukan, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mereka, kali ini habis pula kesabaranku!!! " ucapnya penuh emodi. Kemudian Luna mengambil beberapa busur panah dan menggendong nya di belakang. Dengan berani Luna menghampiri anak anak itu dan mengangkat panahannya di dada dan siap melesatkannya pada anak anak itu.


Luna melihat tokonya sudah berantakan, dia geram sekali "kurang ajar kalian!!!! " teriak Luna dan ia melesatkan panahnya pada anak anak itu. Yang tengah asik memborak barik toko


Shot.. Shot.. Shot.. Suara panah melesat pas sasaran mengenai kaki satu persatu dari mereka dan tergeletak menahan sakit di sana. Luna melakukannya dengan cepat penuh emosi kemudian yang lain panik dan Mereka berhamburan keluar.


"Aaa,,, tolong sakit... " ucap mereka yang kena panahan. Namun Luna tidak peduli dan ia mengejar mereka yang berhasil keluar dari sana. Luna mengangkat panahnya dengan berani siap ia lesatkan kembali


"Aaaa,, kaburr" ucap mereka ketakutan berhamburan ke sembarang arah.


Kemudian Luna melesatkan kembali pada mereka sambil berjalan mengejarnya


Shot.. Shot.. Shot... Sampai beberapa kali dan pas mengenai kaki mereka. Mereka mengerang kesakitan dan tergeletak tidak berdaya di halaman toko. Semua warga dan satpam mulai berkerumun. Mereka ingin tau apa yang terjadi di sana.


"Tooloong.. Aaaaa.. Sakiittt" ucap anak anak itu. Sekitar Lima belas orang yang kena panahan Luna. Luna puas sekarang namun ada yang berhasil kabur dari sana. Entah berapa orang jumlah anak itu.


Kemudian karyawan Luna keluar dari persembunyiannya ketika mereka rasa sudah aman


"Ayo kita keluar" ucap maya.

__ADS_1


Dan mereka melihat toko yang sudah berantakan serta ada beberapa anak berandalan tergelak menahan sakit di sana.


"Haaah" mereka kaget.


"Ayo kita bantu kak Luna" ucap maya. Kemudian mereka menyeret anak berandalan itu ke luar dan mereka berkumpul di halaman. Tidak lupa maya dan yang lainnya memukul mukul anak anak itu.


"aaa ampuun.. " ucap anak itu.


Warga juga membantu menyeret anak anak itu sampai sudah berkumpul semua di halaman toko Luna. Warga ikut geram dengan aksi anak anak itu, pasalnya mereka selalu berbuat ulah di daerah sana. Warga salut dengan keberanian Luna dan mendukungnya.


Kemudian Luna mengangkat lagi panahnya pada anak itu seraya mengancam anak anak itu.


Air matanya mulai tumpah karena ia tidak menyangka dengan apa yang ia lakukan. Tapi ia juga tidak bisa menahan amarahnya


Dengan penuh emosi Luna berbicara pada mereka


"Apa maksud kalian merusak toko ku hah ? " teiaknya


Anak anak itu hanya diam dan menahan sakit


"Jawab!! Kalau tidak, akan ku panah mata kalian!! " ancam Luna tidak main main.


"Ayo jawab!! "


"Aaa.. Ampun kak" ucap mereka


Tidak lama kemudian Boy dan willy datang dengan mobilnya dan sudah dekat di toko Luna. Mereka melihat dari kejauhan warga berkerumun di depan toko Luna.


"Itu ada apa ya Will? " tanya Boy, ia kuatir pada Luna


"Gak tau Bos" ucapnya


"Ayo cepat kesana" ucap Boy


"Iya"


Kemudian berparkir di tepi jalan. Dan mereka turun dari sana menghampiri warga Boy melihat Luna sedang marah marah sambil mengangkat panah pada anak berandalan itu. Boy dan Willy kaget.


"Kenapa kalian diam saja!!!.. " teriak Luna kembali pada anak itu kembali. Dengan air mata yang mulai tumpah..ia menangis dalam hati


"Ada apa sayang" ucap Boy dengan panik meraih bahu Luna, Boy kaget melihat disana ada anak berandalan yang terkena panahan dan mengerang kesakitan


Warga kaget ketika melihat Boy dan Willy menghampiri Luna,mereka baru tau ternyata Luna adalah istrinya Boy, Boy yang berkuasa di kota itu, hampir semua bagian di kota itu milik perusahaan KHARISMA ADIJAYA GROUP. Mereka juga kenal Willy seorang kepercayaan Boy, ganteng kalem tapi kalau sudah marah galaknya bisa seperti Beruang gunung kelaparan.


"I itu kan tuan Boy, jadi Luna adalah istrinya? " bisik salah seorang


"Iya, jadi wanita bercadar yang di nikahi tuan Boy itu adalah Luna.? " bisik yang satunya.


Pernikahan Boy waktu itu di liput oleh media dan di tayangkan di televisi.


Kemudian Luna melihat ke arah Boy dan ia menurunkan busur panahnya.


"Mereka merusak toko ku kak" ucap Luna dengan sesekali terisak sambil menunjuk anak anak itu. "Huu.. Huu.. ".


Kalau ada adegan menangis rasanya kepengen ketawa, soalnya gak bisa di bikin lebih dramatis ๐Ÿ˜†


Kemudian Boy dan Willy melihat ke arah toko, dan benar saja toko Luna sudah berantakan. Boy geram Begitu juga Willy.


"Kurang ajar kalian!! " ucap Boy penuh emosi pada anak remaja itu, kemudian ia menghajar satu persatu sampai puas.


Bukk,, bukk. Bukkk. Pukulan Boy


Nafasanya terengah karena kesal


"Willy giliranmu, urus mereka semua! Dan jangan sampai ada yang merekam dan menyebarkan ke media!! " titah Boy pada Willy, lalu ia membawa Luna ke dalam toko karena Luna menangis dari tadi.


"Siap Bos, sudah lama tanganku tidak menghajar" ucap Willy dengan senang hati


"Kalian dengar Bos Boy bilang apa? " ucap Willy pada warga

__ADS_1


"Kalau sampai dari kalian ada yang menyebarkan ke media atau orang lain tentang kejadian ini! Siap siap kalian akan saya kirim ke kutub utara. Ternak beruang di sana!!! " ucap Willy tidak main main๐Ÿ˜†


"Ba baik tuan!! " ucap warga dan menunduk hormat pada Willy


__ADS_2