Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Istri Minta duluan di ranjang?


__ADS_3

Untuk malam harinya, Bayu dan Zahwa pulang ke rumahnya. Malam itu Bayu tengah memeriksa beberapa laporan dari manajernya. Dengan fokus ia memerhatikan setiap data yang dikirim oleh Zainal, yaitu manajer di sebuah restoran Bayu.


Zahwa menghampiri Bayu dan ia sudah memakai baju tidur pendeknya.


"Honey.. " panggil Zahwa dengan manja sambil mencolek bahu Bayu.


"Hmm.." jawab Bayu


"I wan't baby, now!" ucap Zahwa


Bayu kaget


"What?" Ucap Bayu sambil melirik Zahwa


"I wan't baby, now.. Honey.. " Zahwa mengulang kata-kata nya sambil tersenyum genit padanya


..."Yaaa kalau kamu mauBaby ya harus hamil dulu sayang... " ucap Bayu sambil menyender ke kursi....


...Kemudian Zahwa duduk di pangkuan Bayu dan berhadapan dengannya...


"I wan't baby.. Now.." ucap Zahwa sambil menggoda Bayu dan memainkan bibir Bayu.


"Iya,, nanti ya, aku mau selesaikan kerjaanku dulu, kamu tunggu di kasur gih"


Zahwa menggeleng dan cemberut


"Come on honey.." rengek Zahwa.


"Nanti sayang.. Sekarang turun dulu, aku mau selesaikan tugasku,, biar cepet selesai dan nanti kita bisa lakukan oke!"


"No.. Sekarang!!" tegas Zahwa


"Ya gak bisa sayang... Nanggung tuh kerjaan aku dikit lagi" Bayu mendorong zahwa supaya turun dari pangkuannya.


"Gak mau.. Ih.. Ya udah kerjain cepat, aku sambil duduk di pangkuan kamu"


"Susah sayang.. Kamu halangin tau gak"


"Ayo turun dulu.." tegas Bayu


Zahwa menggeleng dan bertahan di sana.


"Bibirmu wangi.. Makan apa?" tanya Zahwa, ia mencium aroma wangi dari mulut Bayu ketika wajah mereka berdekatan.


"Permen" jawab Bayu


"Permen apa?"


"Permen Kiss"


"Muah..." Zahwa mencium bibir Bayu


"Sayang kamu menggodaku ya heh?" tanya Bayu dengan gemas pada Zahwa


"Enggak, tadi bukannya minta kiss ya, ya aku cium lah.. Coba kamu makan permen apa tadi?"


"Kiss" jawab Bayu


"Muah.." Zahwa kembali menciumnya sambil tersenyum penuh kemenangan


"Udah dong,, sayang.. Nanti lagi, kamu bisa cium aku sepuasnya, sekarang aku mau selesaikan kerjaan dulu ya.."


"Mana aku minta permennya.." Zahwa menengadahkan tangannya pada Bayu


"Habis,, ini cuma satu yang aku makan.. Haah" Bayu membuka mulutnya, memperlihatkan permen yang ia ****.


Zahwa langsung menyatukan mulutnya dengan mulut Bayu dan merebut permen yang diemut dalam mulut Bayu. Bayu membelalakan matanya karena Zahwa berhasil mengambil permennya dengan mulutnya sendiri.


Kemudian Zahwa tersenyum sambil mengunyah permennya.


"Curang ih kamu nyuri.. Sini balikin"


Bayu menyatukan kembali mulutnnya dengan mulut Zahwa dan berusaha merebut permen dari mulut Zahwa.

__ADS_1


Zahwa merapatkan mulutnya dan berusaha menghindar dari Bayu, tapi Bayu memegang kepala Zahwa dengan kuat, hingga dia tidak bisa berkutik


Hingga beberapa saat kemudian Zahwa masih mempertahankan permennya, sambil menahan ketawanya karena kecupan Bayu yang berusaha membuka mulutnya.


"Buka gak" tegas Bayu


Zahwa menggeleng


Kemudian Bayu melakukan lagi aksinya, tapi kali ini dengan lembut. Hingga akhirnya mulut Zahwa terbuka. Tapi permennya sudah habis.


"Lhoh mana permennya?" tanya Bayu


"Habis..." ucap Zahwa sambil ketawa.


"Iiihh... Dasar curang.."


Bayu menggelitik Zahwa sampai ia kegelian


"Ampuun a... Hahaha" Zahwa tertawa


bayu terus menggelitiknya sampai Zahwa terlihat lemas, dan terkulai di dada Bayu sambil tertawa. Kemudian Bayu memeluknya dan mencium kepala Zahwa.


"Cantik,, aku boleh nanya?" tanya Bayu


"Hmm.. Iya nanya apa?"


"Kata kamu, papih Har punya sekretaris sekaligus body guard ya? Kok aku gak pernah ketemu?"


"Oo sekretaris Arkhan? dia tuh emang begitu,, suka bersembunyi dan menyamar gitu, dia gak mau identitasnya diketahui orang"


"O ya? Lalu bagaimana cara sekretaris Arkhan menjaga papih?"


"Papih suka bawa alat penyadap a, jadi Arkhan mengawasi dari kejauhan dan jika papih dalam bahaya, Arkhan langsung menghampiri.. Gitu deh pokoknya.."


"Jadi tadi pagi sekretaris Arkhan ada di rumah sakit?"


"Iya a, tapi dia paling tunggu di luar ruangan.. Kok jadi bahas dia sih a.. Udah ah, ayo bobo.." Zahwa mendongakan kepalanya ke Bayu.


"Sabar dong sayang,, aa selesaikan kerjaan dulu ya"


"Aaaawwww zaa... Galak banget sii!!!" Bayu meringis kesakitan


"Makannya ayoo.." Zahwa tersenyum genit pada Bayu


"Ummmhhh" Bayu mencubit hidung Zahwa dengan gemas


"Kamu kok sekarang agresif banget sih sayang.. Hmm..? Seprtinya kamu yang sering minta duluan"


"Hehehe.. Ya gapapa dong.. Sama suami sendiri juga, o ya kata kak Luna kalau istri minta duluan itu akan dapat pahala lho a" jelas Zahwa


"Oo ya?"


"Iya.."


Zahwa meraih ponselnya di meja dan membuka chattan dari Luna


"Baca nih a tausiah dari kak Luna. Baca yang kencang ya biar aku hafal" Zahwa memberikan ponselnya pada Bayu


Bayu menerimanya dan membaca chat dari Luna


"Kamu sering chattan sama kak Luna?" tanya Bayu


"Iya a, aku tanya seputar muslimah sama dia"


"Ooouh"


Isi chattan, 👇


...


"Kak ipar.. Bagaimana jika seorang istri minta duluan kepada suaminya terkait aksi panas di atas ranjang? Hehehe" tanya zahwa


" Tentu suami yang pengertian tidak akan menolak nafkah batin itu. Walaupun dengan catatan, si suami tidak sedang lelah..

__ADS_1


"Zahwa yang sholehah. Taukah kamu rahasia yang ada di balik seorang istri yang minta duluan kepada suaminya? Berikut rahasia istri mita duluan kepada suaminya


Yang pertama Dosanya akan diampuni yang lampau dan yang akan datang


Nabi Muhammad SAW, berpesan kepada putrinya Siti Fathimah RA, jikalau seorang istri punya hasrat duluan senang hati untuk berhubungan intim dengan suaminya maka pahalanya besar dan doasanya diampuni oleh Allah


Artinya, “Wahai Fatimah, Tiada seorang perempuan yang ‘menyiapkan’ diri untuk suaminya dengan senang hati kecuali seorang (malaikat) menyeru dari langit: ‘Mulailah beraksi!’ niscaya Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang terkemudian,’” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Uqudul Lujain fi Bayani Huquqiz Zaujain, [Semarang, Thaha Putra: tanpa catatan tahun], halaman 13).


Dengan kutipan hadist di atas, menggambarkan betapa besar pahala dan ampunan Allah kepada istri yang secara suka hati minta dijimak oleh sang suami.


Maka mulai sekarang, sebagai seorang istri, kita tidak perlu sungkan atau canggung untuk minta jimak kepada suami. Apalagi itu merupakan kewajiban suami untuk memenuhi nafkah secara batin dan sekaligus kewajiban istri untuk melayani suami.


Sebagaimana kutipan firman Allah dalam Alquran Surat al-Baqarah


“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu……..” (Q.S. Al-Baqarah[2]: 187).


Wallahu a’lam " jelas Luna


....


"Oo panteslah kamu sering merengek minta duluan sama aku" ucap Bayu ketika selesai membaca chat itu.


"Heyy Zaa? ... "


"Cantik.." Bayu memanggil Zahwa yang mendekap di dadanya. Kemudian ia melirik ke wajahnya dan ternyata Zahwa sudah tertidur disana.


"Ya ampun tidur ternyata.."


"Zaa.. Sayang.. Bangun dong,, tadi minta, sekarang malah tidur.." bayu mengguncang tubuh Zahwa. Tapi kayaknya Zahwa sudah pulas, dan akhirnya Bayu menggendongnya ke tempat tidur.


Bayu menidurkannya di tempat tidur dan mengecup keningnya. Ketika hendak beranjak, Zahwa menarik lengan Bayu sambil tersenyum, tapi matanya terpejam


"Bobo a" ucapnya


"Eehh.. Pura pura tidur ternyata.. Nanti dulu, aa mau matikan laptop dulu ya"


"Hmm"..


Akhirnya malam itu berlalu dengan syahdu..


******


Muhammad bin Sa’d dalam karyanya yang berjudul Kitab at-Thabaqat al-Kabir mengisahkan masa-masa romantis Nabi Muhammad dan Siti Aisyah ketika menjadi pengantin baru. Sebelum resmi menjadi sepasang pengantin, persiapan-persiapan kecil untuk resepsi pernikahan belum cukup memahamkan Aisyah bahwa ia akan mengahdapi peristiwa besar dalam hidupnya. Aisyah berkata, “Aku sedang bermain petak umpet dengan rambut panjangku yang lepas terurai ketika mereka memanggilku pulang, lalu mendandaniku.”


Abu Bakar telah membelikan Aisyah sebuah baju bergaris-garis merah yang sangat indah dari Bahrain untuk resepsi pernikahan putrinya tersebut. Setelah selesai didandani, Aisyah diantar ibunya menuju rumah barunya dan di sana ditemui para wanita Anshar sedang menunggu kedatangannya yang mendoakan kebahagiaan Aisyah.


Setelah berada di hadapan Nabi Muhammad, rambut Aisyah disisir oleh para perempuan Anshar dan hal itu membuat Nabi Muhammad tersenyum. 


Pernikahan Nabi Muhammad kali ini dilangsungkan dengan sederhana, sehingga hanya semangkuk susu yang dipersiapkan. Nabi Muhammad meminumnya, lalu diberikan kepada Aisyah. Awalnya Aisyah malu-malu untuk meminum bekas Nabi Muhammad, namun setelah didesak oleh Nabi Muhammad, Aisyah bersedia meminumnya.


Setelah meminumnya, Aisyah memberikan mangkuk tersebut kepada kakak perempuannya (Asma’ binti Abu Bakr) yang menemani Aisyah di sampingnya. Asma’ hanya minum seteguk kemudian diberikan kepada para tamu undangan yang lain. Demikian seterusnya, hingga semua tamu meminum susu dari mangkuk yang sama. 


Tiga tahun terakhir sejak resepsi pernikahan tersebut, teman-teman Aisyah hampir selalu mendatangi Aisyah di rumah barunya untuk mengajaknya bermain. Suatu ketika Aisyah bercerita: “Aku sedang bermain boneka dengan teman perempuanku. Lalu Nabi Muhammad masuk ke dalam rumah, sehingga teman-temanku cepat-cepat keluar. Beliau menyusul mereka keluar dan menyuruh mereka untuk kembali masuk dan melanjutkan permainan.” 


Dalam beberapa waktu tertentu menurut Muhammad bin Sa’d, Nabi Muhammad pernah turut bergabung dalam permainan. Betapa romantisnya Nabi Muhammad sebagai seorang suami yang memahami situasi dan kondisi istrinya.


“Suatu kali Nabi Muhammad memasuki rumah ketika Aku sedang bermain. Lalu Beliau bertanya, ‘Wahai Aisyah, permainan apa kali ini?’ Aku menjawab, ‘Kuda-kudaan Nabi Sulaiman’. Lalu Nabi Muhammad tertawa geli.” 


Nabi Muhammad juga memberikan isyarat jika sedang tidak ingin diganggu, yakni dengan cara menutup diri Beliau dengan jubah. 


Setelah Siti Khadijah meninggal dunia, Nabi Muhammad menikahi beberapa perempuan. Semua istri Nabi Muhammad tentu ingin berebut paling dicintai oleh Nabi Muhammad. Perempuan mana yang tidak ingin dicintai oleh Suaminya? Namun Nabi Muhammad pernah memberikan “bocoran” bahwa Aisyah binti Abi Bakar adalah perempuan yang paling dicintai oleh beliau (selain Siti Khadijah). 


Hal ini dibuktikan dengan tindakan yang dilakukan oleh Sawdah (satu di antara Istri Nabi Muhammad) yang memberikan jatah harinya bersama Nabi Muhammad kepada Aisyah sebab usia Sawdah yang semakin menua. Keputusan yang diambil oleh Sawdah mengisyaratkan bahwa Nabi Muhammad lebih menyukai berada di rumah Aisyah, meskipun Nabi Muhammad tetap adil terhadap semua istri beliau.


Sebagian sahabat dan istri-istri Nabi Muhammad lainnya juga meyakini bahwa Aisyah adalah Istri yang paling dicintai. Hal ini dilatarbelakangi oleh jawaban Nabi Muhammad atas pertanyaan para sahabat tentang siapa yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad di dunia ini. Beberapa hadis menunjukkan bahwa jawaban Nabi Muhammad bervariasi, mulai dari putri dan putra beliau, Ali bin Abu Thalib, Abu Bakr, Zayd, Usamah, hingga Aisyah binti Abu Bakr. Jawaban Nabi Muhammad memang berbeda-beda, tetapi Nabi Muhammad tidak pernah menyebutkan nama istrinya yang lain selain Aisyah. Hal ini menunjukkan bahwa Aisyah memiliki tempat yang istimewa di hati Nabi Muhammad. 


Dalam hadis riwayat Muhammad bin Ismail al-Bukhary (Imam Bukhari), dikisahkan bahwa Ummu Salamah (salah satu Istri Nabi Muhammad) pernah menghadap Nabi Muhammad mewakili istri-istri Nabi lainnya untuk meminta Nabi Muhammad mengumumkan kepada sahabat tentang pemberian hadiah. Telah menjadi kebiasaan di Madinah bahwa siapa pun yang ingin memberikan hadiah kepada Nabi Muhammad akan menunggu Nabi Muhammad berada di rumah Aisyah, sebab mereka menganggap Nabi Muhammad dalam kondisi sangat senang ketika berada di rumah Aisyah.


Hal itu ternyata menimbulkan perasaan kurang nyaman di rumah tangga Nabi Muhammad. Oleh sebab itu, Ummu Salamah meminta Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada penduduk Madinah bahwa pemberian hadiah tidak perlu menunggu Nabi Muhammad berada di rumah Aisyah. 


Nabi Muhammad diam tidak memberikan jawaban atas permohonan Ummu Salamah. Diam Nabi Muhammad membuat Ummu Salamah mengulangi permintaannya lagi, hingga tiga kali dan akhirnya Nabi Muhammad berkata: 


“Tentang Aisyah, jangan mempersulit kondisiku! Sesungguhnya wahyu tidak datang kepadaku ketika Aku berada di selimut seorang istri, kecuali pada Aisyah.” 

__ADS_1


Ummu Salamah berkata, “Aku bertobat kepada Allah karena telah menyulitkanmu.”


Inilah alasan Nabi Muhammad mengistimewakan Aisyah, karena atas dasar masalah wahyu bukan masalah nafsu. Wallahu a’lam


__ADS_2