
Hingga suatu kesempatan Boy memanggil Luna untuk menghadapnya di ruang kerjanya, tentunya dia ingin memarahi Luna. Ya dia memang suka membuat masalah untuk menghibur hatinya ditengah kepenatan pekerjaannya.
Willy mulai curiga dengan apa yang akan di lakukan oleh Boy, dia harus siap menghadapi yang akan terjadi nanti dan tidak Lupa Willy merekam semuanya
Kemudian Luna datang menghampiri Boy dengan perasaan cemas dia berfikir kira kira apa yang akan dilakukan Boy padanya.
Ketika Luna sudah di hadapan Boy, Boy langsung memakinya dan memarahinya dengan nada tinggi dan kasar.
"Kamu mulai membantah saya Luna, kamu tidak takut sama saya hah? Saya perintahkan sekarang juga kamu harus membuka cadarmu, cepat!! " ucap Boy dengan nada tinggi
Dan Luna hanya diam saja kemudian membantah pada apa yang di perintahkan Boy padanya tanpa rasa takut, melainkan Luna malah kesal pada apa yang diucapkan Boy. Hingga adu mulutpun terjadi kala itu
"Saya tidak mau dan saya tidak akan melepas ini apalagi di depan orang seperti anda tuan. kenapa anda melarang saya memakai ini hah? Ini adalah hak saya kan, lagian tidak ada peraturan di sini yang melarang saya memakai ini" ucp Luna dengan memelototi Boy dengan beraninya
Boy terlihat kesal dengan tatapan Luna
"beraninya kau memelototi ku hah? Kau punya apa? Ini kantor saya dan peraturan itu hak saya, jadi peraturan untuk tidak memakai cadar mulai berlaku hari ini,"ucap Boy dengan senyum sinisnya "kau mau membukanya sendiri atau saya yang bukakan? " ucap Boy dengan nada kesal dan Boy hendak membuka cadar Luna dengan kasar, namun Luna dengan cepat menepis tangan Boy yang hampir menyentuh wajahnya itu.
Luna terlihat marah atas perlakuan Boy
"Jangan kurang ajar anda tuan, berani beraninya kau menyentuh wajahku. Jangan mentang mentang anda berkuasa di dini! Anda bisa seenaknya sama bawahan anda" ucap Luna sambil menangis kesal
Kemudian setelah itu Luna pergi dari ruangan Boy dengan gusar dan membanting pintu, Luna tidak terima dengan sikap Boy yang kurang ajar padanya.
Boy tidak menyangka dengan sikap Luna begitu juga Willy terlihat takjub dengan apa yang di lakukan Luna yang seberani itu pada Bosnya.
"Heh ninja, kurang ajar kau berani padaku, kembali kau aku akan menghajarmu" ucapnya dengan nada marah
Kemudian Boy hendak mengejar Luna dan ingin memberi perhitungan pada Luna namun Willy menghadangnya dan meminta Boy tidak berbuat nekat dan berlebihan.
"Sudahlah bos, kau sendiri yang salah Bos" ucap Willy menyalahkan Boy
"Apa kau bilang will? Jelas jelas dia yang kurang ajar padaku, minggir,!! Awas minggir will aku akan menghukum wanita ninja itu" ucap Boy berusaha melepaskan pegangan Willy
"Tidak Bos" willy menahan Boy dengan kuat
Hingga akhirnya Boy tidak bisa berbuat apa apa karena Willy cukup kuat tenaganya dalam menghadangnya, dia hanya menahan amarahnya yang sudah memuncak dan terus memaki Luna si wanita ninja itu, menurutnya.
Sementara Luna juga terus memaki boy sepanjang ia berjalan keluar sampai kata kata Luna terdengar oleh para karyawannya
"Dasar laki laki kurang ajar, tidak punya sopan santun, beraninya sama perempuan, bos macam apaan kayak begitu, amit amit dasar beruang gunung, mulut gak pernah sekolah, jangan sampe ketemu lagi sama yang begituan Ya Allah.. "
Para karyawan melotot ke arah Luna mereka brfikir berani sekali Luna berkata seperti itu pada Bos Boy
Kemudian Willy meminta Boy untuk tenang dan meminta izin agar dia saja yang mengejar Luna.
"Baiklah biar saya yang mengejar Luna, kau diam disini Bos" Kemudian Willy berlari mengejar Luna yang pergi ke arah Luar namun Willy tidak menemukan Luna,
Sampai dia di halaman kantor dan ia bertanya pada erik "kau melihat Luna rik? " tanya Willy
hingga erik temannya Luna itu mengatakan bahwa "tadi Luna berlari dengan menangis dan langsung berhenti menjadi Ob kala itu juga kemudian Luna pergi dari sini" jelas erik
Willy menghela nafas
"Huh, yasudah terima kasih rik" ucapnya di sertai anggukan erik
__ADS_1
Kemudian Willy kembali lagi ke ruangan Boy dan menceritakan apa yang terjadi pada Luna, namun Boy tidak peduli dan malah meminta Willy untuk terus mencari keberadaan Luna karena Boy masih sangat kesal pada Luna.
"Apa kamu bilang? Jadi Luna kabur? " ucap Boy dengan nada kesal
"Iya Bos"
"Kau harus mencarinya sampai ketemu" bentak Boy pada Willy
Willy tidak bisa membantah dan ia melakukan apa yang di perintahkan Boy.
Rekaman tersebut langsung dikirim Willy pada nyonya Lidya dan respon Lidya kala itu benar benar tidak menyangka pada ulah Boy, dan Lidya membela Luna.
"Ck ck. Boy boy, kenapa kamu seperti itu pada perempuan"ucap Lidya ketika melihat video Boy dan Luna berdebat "bagus Luna kamu benar, sesekali Boy harus diperlakukan seperti itu biar dia tau " sambungnya
Lidya benar benar geram dengan sikap Boy yang kurang ajar pada wanita, namun Lidya tidak bisa berbuat banyak dan menyerahkan semuanya pada Sam. Kemudian Sam menemui Boy dan menasehatinya tapi Boy terus mengelak, dia tidak merasa bersalah melainkan Luna lah yang bersalah menurutnya karena Luna berani membantahnya.
"Bos, apa yang terjadi padamu Bos? " tanya Sam "jangan seperti itu lah, itukan hak dia berpakaian bagaimanapun yang penting dia tidak melakukan kesalahan dan bekerja dengan Baik" sambungnya
"Dia berani membentaku paman, aku tidak terima itu, dia harus diberi pelajaran" ucap Boy membela diri
"Itu kan karena kau membuatnya kesal bos, kau juga kalau lagi kesal suka marah marah dan kesal kan sama orang" ucap Sam "lebih baik kau minta maaf pada Luna bos" sambungnya
"Cihh,, aku tidak mau, dia sendiri yang salah paman" ucapnya memalingkan wajah dan tidak merasa bersalah.
Sam menghela nafas dengan kasar karena susahnya menasehati Boy
Hingga beberapa Hari Willy terus mencari Luna dan dia menemukan kostan yang ditinggali Luna. Namun Willy tidak memberitahukan keberadaan Luna pada Boy. Karena Willy sudah diminta oleh nyonya Lidya agar menjaga Luna agar tidak terjadi sesuatu apapun pada Luna karena ulah Boy.
Boy terus meluapkan kekesalannya karena Luna kepada para karyawan di kantornya. Setiap ada yang melakukan kesalahan pasti Boy menghukumnya dengan hukuman yang berat.
Sementara Luna yang kala itu sudah tidak peduli lagi pada apa yang akan dilakukan Boy padanya dan terus memaki Bos yang kurang ajar itu, menurutnya. Selepas kejadian itu, Luna langsung mencari pekerjaan baru karena gajinya belum dibayarkan ketika ia menjadi ob. Hingga akhirnya Luna bekerja menjadi seorang penyapu jalanan untuk sementara sebelum mendapatkan pekerjaan baru.
Dan Boy terus menanyakan keberadaan Luna pada Willy, namun Willy tidak memberitahukannya pada Boy dengan Alasan dia tidak berhasil menemukannya. Mendengar apa yang di katakan Willy, Boy sangat kesal padanya karena baru kali ini Willy bekerja sangat lambat padanya.
******
Beberapa minggu kemudian, Ketika hendak pulang kerja Boy melewati jalan yang sedang di bersihkan Luna, kala itu sore hari Luna masih bekerja di jalanan bahkan sampai malam hari. Tiba tiba ada seorang wanita yang kecopetan.
"Tolong, tolong,, saya di copet" ucap wanita itu ia terus mengulang ulang meminta tolong
Kemudian Luna melihat kea arah wanita tersebut dia melihat pencopet itu berlari ke arahnya dan Luna langsung menangkap dan menghajar si pencopet itu dengan keahlian bela dirinya, namun pencopet itu membela diri dan melawan Luna. Hingga beberapa saat Luna terus memukulnya tanpa membiarkan pencopet itu kabur, dari kejauhan Boy dan Willy melihat kejadian itu dan Willy mengenal wanita yang melawan pencopet itu bahwa itu adalah Luna begitupun juga Boy dia seperti mengenal wanita itu dan dia beranggapan bahwa itu adalah Luna karena Luna selalu mengikatkan kain berwarna biru di lengan kananya. Willy sangat takjub pada keahlian Luna sementara Boy nampak biasa saja.
Hingga akhirnya Boy meminta Willy agar berhenti dan menghampiri wanita itu, Willy nampak curiga dengan apa yang akan dilakukan Boy pada Luna. Dan Luna berhasil mengalahkan pencopet itu dan mengambil tas milik wanita yang di copet itu sementara pencopet tersebut kabur kocar kacir. Kemudian Luna memberikannya kembali pada wanita itu.
"Huhh, lumayan juga dia melawanku, aku jadi cape" ucap Luna dengan terengah engah "ini mbak tas nya, lain kali hati hati ya" sambungnya sambil menyerahkan tas tersebut
Wanita yang di copet itu sangat berterima kasih pada Luna dan ia hendak memberikan imbalan pada Luna namun Luna menolaknya.
"Terimakasih dek, ini untukmu, tolong terimalah" ucap wanita itu dengan memaksa
"Tidak, tidak, saya ikhlas menolongmu" ucap Luna dengan Tulus
"Tapi dek, saya juga ikhlas memberinya"
"Tidak usah mbak" ucap luna
__ADS_1
"Yasudah dek, sekali lagi terimakasih, saya sedang buru buru saya pamit dulu" ucap wanita tersebut lalau ia pergi dari sana dengan tersenyum pada Luna
"Sama sama" ucap luna membalas senyuman wanita itu
Tidak beberapa Lama Boy berhenti di dekat Luna dan menghampiri Luna. Kemudian Boy langsung menarik tangan Luna dengan kasar dan berkata kasar pula pada Luna. Sementara Willy menyiapkan rekaman untuk merekam hal yang dilakukan Boy.
"Heh kamu!! Akhirnya bertemu kembali kita hah.. Aku sudah tidak sabar ingin menghajarmu, beraninya kau kabur dariku setelah kau kurang ajar padaku" ucap Boy
Kemudian Luna menatap tajam Boy dan berusaha melepaskan cengkramannya
"Lepaskan.!!! Apa maumu hah, aku sudah pergi dari kantormu, dan aku tidak mau berurusan lagi denganmu. Lepaskan!! Jangan kurang ajar padaku! " ucap Luna
Kemudian boy berkata dengan kasar
"Aku tidak akan melepaskanmu ninja, kau harus aku hukum karena kelakuanmu padaku."kemudian Boy mencoba kembali menyentuh wajah Luna
Luna kaget dengan apa yang dilakukan Boy padanya Boy sangat tidak punya sopan santun dan sangat kasar pula pada Luna, namun Luna berani melawan Boy dan mengibaskan tangannya yang di cengkram Boy
kemudian mereka adu mulut dan Boy tidak mau kalah, begitupun Luna dia tidak merasa bersalah.
Mereka berkata dengan nada tinggi
"Dasar orang gila" ucap Luna
"Beraninya kau mengata ngataiku hah" ucap Boy
"Aku tidak takut padamu, memangnya kau siapa hah"
"Dasar wanita aneh, kau berani menantang ku"
"Kau yang aneh, beraninya kau sama perempuan, memangnya tidak ada kerjaan lain apa selain menggangguku. Dasar lelaki tidak tau diri"
"Hehh kau sangat tidak sopan padaku ninja!!
Aku bisa saja menyeretmu ke kantor polisi dan menghancurkan hidupmu
Menurut jBoy sudah sangat keterlaluan sikap Luna dan benar benar harus diberi pelajaran. Willy hanya diam di dekat mobil memperhatikan Boy dan Luna yang sedang bertengkar, Willy tidak khawatir jika Luna di pukul Boy karena Willy yakin Luna bisa melawan Boy.
"Itu karena kau tidak sopan pula padaku, kau berani menyentuhku, memangnya siapa yang mau sopan padamu, Bos arrogant sama karyawan sama bawahan, saya tidak takut padamu karena kamu pantas untuk aku lawan. Silahkan,,, silahkan Tuan muda yang terhormat jika ingin melaporkan saya ke polisi atas dasar apapun saya tidak takut dengan ancamanmu. Sekalipun saya harus dihukum mati daripada harus membuka cadarku di depanmu. Ingatlah kata kata saya! Saya pastikan anda akan menyesali perbuatan anda kepada saya. Dsn satu hal lagi tuan, diatas anda masih ada tuhan, jangan mentang mentang sekarang anda sedang berada di atas karenaa tuhan bisa saja menjatuhkanmu. Dan ingat satu hal lagi tuan, saya pastikan anda menyesali perbuatan anda itu dan membalikan posisi anda untuk memohon kepada saya karena anda telah kurang ajar kepada saya. Ingat itu" jelas Luna
Boy mengerutkan dahi, dia tidak percaya dengan apa yang diucapkan Luna
Kemudian Boy kalah adu mulut dengan Luna dan Luna memukul dada Boy bukkk.. Cukup keras lalu ia pergi meninggalkan Boy dengan berlari dan menangis. Boy kembali marah Dan ia hendak mengejarnya, dia ingin sekali membalas Luna, namun Willy kembali menghadang Boy. Boy berteriak kesal pada Luna
"Aaaarrgghhhh, sial dasar wanita sial. Beraninya kau mengancamku. " ucap boy "kenapa kau menghadangku will, lepaskan aku akan membalas wanita itu!! " sambungnya Boy juga memaki Willy, namun Willy tidak melawannya. Karena jika ia melawan masalahnya akan sangat memanjang lagi. Dan dengan itu, hal itu sudah biasa Willy hadapi dan sudah menjadi santapan sehari hari.
"Sudahlah bos, kau harus hati hati sama Luna, ucapannya tidak main main, bagaimana kalau itu berupa sumpahnya, dan kau benar benar menyesalinya? " ucap Willy
"Argh diam kau will!! '"
Kemudian Willy melepas cengkramannya.
Sementara Luna pergi meninggalkan tempat itu dan memutuskan untuk pulang ke kostannya. Dia juga terus memaki Boy dan sangat menyesal telah bertemu dan kenal dengan Boy. Dan dia mengharap tidak pernah bertemu lagi dengan Boy
Setelah kejadian itu, Willy kembali mengantar Boy ke kediamannya. Di perjalanan Boy terus memaki Willy sampai Willy kepanasan kupingnya mendengan ocehan si Boy. Namun Willy hanya diam saja dan sibuk mengemudi kemudian dia tidak lupa langsung mengirimkan vidio tersebut pada nyonya Iidya juga pada Sam ayahnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Boy duduk dengan gusar sambil terus marah marah pada Willy sampai pelayan seisi rumah ikut panik mendengar amarah Boy. Sementara Willy cuek saja dan terlihat santai
Setelah melihat video tersebut Sam Langsung datang ke rumahnya Boy untuk menasehati Boy lagi. Hingga beberapa saat kemudian Sam datang dan Langsung menceramahi dengan panjang lebar pada Boy dan menyudutkan Boy bahwa Boy memang bersalah dan harus minta maaf pada Luna. Sementara Boy diam saja dan menjawab iya iya saja. Setelah melihat Boy tenang, Sam berhenti menceramahi nya. Tidak lama kemudian Lidya juga menelpon Boy dan langsung memaki Boy, Lidya tidak menyangka dengan sikap Boy yang sangat tidak pantas itu, Boy kembali mendapat ceramah panjang lebar dari Lidya dan Lidya juga meminta agar Boy meminta maaf pada Luna. Lidya berbicara dengan nada kesal pada Boy dan sangat menekan Boy agar tidak melakukan itu lagi.