
Ketika sampai di rumah, Boy dan Luna masuk ke dalam dengan begandeng tangan, di sana mereka langsung di sambut oleh Lidya. Sementara Willy sudah pulang ke rumahnya.
"Assalamualaikum ibu" ucap Boy dan Luna kemudian mereka mencium tangan Lidya.
"Waalaikumusalam "jawab Lidya dengan senyumannya
"Kalian semakin mesra saja, ibu senang melihatnya"
"Mm iya dong bu harus, hehe" ucap Boy
Dan Luna juga tersenyum
Lidya melihat Luna agak sembab matanya
"Istrimu kenapa kak Boy? " tanya Lidya
"Kamu apain dia? " Lidya curiga
"Boy gak apa apain bu"
"Terus itu kenapa sembab begitu? Kamu sakitin ya? "
"Nggak bu, "
"Oh ini tadi.. " Luna hendak melanjutkan namun dipotong oleh Boy
"Luna habis berburu tadi Bu, hehe" sambung Boy
"Ibu nanya serius kak Boy! "
"Nanti kita ceritain, sekarang Luna harus istirahat dulu" ucapnya sambil menggandeng Luna pergi ke kamarnya. Meninggalkan Lidya berdiri di dekat pintu
"Kamu harus cerita sama ibu kak Boy! "
"Iya siap bu, nanti oke"
Kemudian Boy dan Luna berada di kamarnya, Luna membuka kerudung dan cadarnya dan menyimpannya ke keranjang cucian.
Boy sedang membuka dasi dan jasnya kemudian Luna membantunya dengan selalu tersenyum pada Boy. Boy terlihat senang dengan perhatian Luna. Kemudian Luna menyimpan pakaian itu di keranjang.
"Kak Boy mandi duluan gih" titah Luna
"Luna saja duluan, Luna pasti keringetan dari tadi habis berburu kan, hehe"
"Ishh kak Boy kok bicara begitu si" Luna cemberut
"Sana kak Boy dulu mandinya"
"Luna dulu lah"
"Kak Boy dulu! Suami duluan nanti baru aku"
Luna duduk di samping kasurnya.
"Luna dulu" ucap Boy sambil membaringkan tubuhnya di kasur
"Kak Boy dulu laah" ucapnya kekeh
"Yasudah kita mandi bareng saja kalo gitu" ucapnya sambil senyum genit pada Luna
Luna membelalakan matanya karena kaget
"Mm sepertinya Luna saja duluan, luna gerah banget" ucapnya sambil berlari ke kamar mandi dan langsung menutup pintu dan menguncinya sampai dia lupa membawa handuk
__ADS_1
"Hahaha,, lunaa Luna.. " ucap Boy terkekeh melihat tingkah Luna
Kemudian Boy memainkan ponselnya sambil menunggu Luna selesai mandi.
Setelah lima belas menit Luna selesai mandi, ketika ia hendak mengambil handuk.
"Ya ampun handukku mana? Ya tuhan aku lupa bawa handuk" ucapnya sambil menutup mulut.
Luna mandi tidak pernah telanjang, dia suka memakai baju tipis baru jika sudah selesai ia biasa menggantinya dengan handuk.
Luna mundar mandir di kamar mandi, apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Batin Luna terus berkata seperti itu.
Luna kenapa lama sekali di kamar mandi?. Batin Boy, dia menunggu sudah hampir tiga puluh menit.
Kemudian ia beranikan diri untuk memanggil Boy agar membawakannya handuk karena ia sudah kedinginan
"Kak Boy" teriak Luna dari kamar mandi
"Iya? " jawab Boy
"Tolong ambilkan aku handuk" ucap Luna ragu ragu sambil menggigit bibirnya karena malu.
Boy membulatkan matanya dan tertawa dalam hati
Ya ampun Luna ternyata lupa bawa handuk? Terus dia lagi?? Ashtaghfirullah. Batin Boy membayangkan sesuatu
"Oh iya baiklah" kemudian Boy dengan senang mengambilkan handuk Luna.
Dan ia mengetuk pintu kamar mandi itu
Tuk-tuk Tuk. "Ini handuknya Luna" Boy sudah di balik pintu
Kemudian Luna membuka pintunya dengan pelan dan melihat Boy di sana, dan Boy juga melihat Luna sudah mengigil kedinginan dengan baju tipis yang basah.
"Kenapa gak dari tadi kamu panggil aku, kamu sampai pucat begitu kedinginan ya? " tanya Boy kuatir
"Aku malu kak Boy" ucap Luna sambil keluar dari kamar mandi
Kemudian Boy menatap Luna dan memegang kedua bahu Luna "lihat aku, aku suamimu, jangan malu malu, jangan menyiksa dirimu sendiri. Aku selalu siap membantumu. Kamu faham kan? " ucapnya dengan serius. Dan diangguki oleh Luna sambil menatapnya.
Kemudian Boy tersenyum "yasudah kamu ganti baju, sudahkan mandinya? "
"Iya" singkat Luna
Kemudian Boy membawa handuk untuk di pakainya dan ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Luna menarik nafas panjang dan ia segera mengganti pakaian sampai selesai dan menyiapkan baju untuk Boy pakai nantinya.
Beberapa menit kemudian Boy juga selesai mandinya dan ia membalutkan handuknya di pinggangnya kemudian keluar kamar mandi, rambutnya masih basah dan menghampiri Luna.
"Bajuku mana sayang" panggilnya
Kala itu luna sedang memasang kerudungnya kemudian ia melihat Boy tidak pakai baju
"Aaaaaaa" teriaknyaa sambil langsung menutup mata
Karena Baru kali ini Luna melihat tubuh Boy.
Boy kaget dengan teriakan Luna
"Kenapa si? Ada yang salah dari tubuhku? Buka matamu! "
Kemudian Luna membuka matanya dengan pelan dan Boy sudah ada di depannya dengan senyuman. Luna langsung membelalakan matanya, jantungnya berdetak kencang tidak karuan.
__ADS_1
"Bajuku mana sayang" ucapnya dengan lembut
"I i itu itu, di sofa". Dan luna membawakannya dan menyerahkannya pada Boy dan langsung memalingkan wajahnya karena tidak mau melihat boy sedang pakai baju. Ya allah Masyaa Allah tubuhnya. Batin Luna
Boy heran dengan sikap Luna, kemudian ia langsung memakai bajunya.
"Luna lihat aku, kamu kenapa si? " tanya Boy
Namun Luna terus memalingkan wajahnya
"Luna kau tidak mau melihat suamimu? " ucap Boy sekali lagi
Kemudian Luna langsung menatap Boy dan ternyata Boy sudah memakai bajunya. Huuuhhh. Luna bernafas lega. Dan Luna tersenyum "kau sudah tampan sekarang" ucap Luna
Boy mengerutkan dahinya
"Memangnya selama ini aku tidak tampan? "
"Mm bukan begitu, setelah mandi tampanmu ternyata bertambah hehe" ucap Luna, ia takut melakukan salah lagi
Kemudian Boy menarik tubuh Luna dan memeluknya dengan berhadapan
"aku tau itu" senyumnya menyeringai "kau merayuku hm"
"Maaf bukan maksudku merayumu, tapii.. "
"Tapi apa? "
"Rambutmu basah kak Boy, biar aku keringkan" ucap Luna mengalihkan pembicaraan
Kemudian ia melepas pelukan Boy dan membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambut Boy.
Kemudian Luna menariknya duduk di sofa dan mulailah ia mengeringkan rambut Boy, setelah itu dia menyisirnya. Boy hanya diam dengan apa yang Luna lakukan.
"Sudah" ucap Luna
"Terima kasih istriku"
"Sama sama" Luna tersenyum dengan memiringkan kepalanya. Boy juga membalas senyumnya dan Boy mencium kepala Luna dan mengusapnya dengan lembut. Kemudian mereka duduk di sana menunggu waktu maghrib tiba.
******
Malam hari tiba keluarga Mirza selesai melaksanakan sholat isya berjamaah di rumahnya. Kemudian mereka berkumpul di ruangannya, namun Bayu masih di luar kota di restaurannya.
Mereka sedang menonton televisi di sana, Boy dan Luna duduk berdampingan di satu kursi, Boy terus menciumi kepala Luna yang dulu terluka, sambil Luna bersandar di bahunya Boy.
"Boy katanya kamu mau cerita tadi sore, ayo ceritain sama ibu" ucap Lidya.
"Oh iya, Boy belum cerita ya"
Kemudian Luna memperbaiki duduknya dan bersandar di kursi dan menyimak pembicaraan Boy
Dan Boy bercerita tentang tadi siang
"Jadi gini bu, toko Luna tadi ada yang rusakin, pelakunya anak anak berandalan suruhan orang" ucap Boy
Lidya kaget dengan ucapan Boy "Apa? Kok bisa sih? Apa Luna terluka? " tanya Lidya
Luna tersenyum "nggak bu, Luna gak kenapa kenapa" ucapnya
Briand juga kaget "haaah toko desainanku dirusak orang kak? Ck kurang ajar sekali mereka" ucapnya kesal.
"Iya Bray, tapi semuanya sudah di tangani kok pelakunya juga sudah di tahan polisi" jelas Boy.
__ADS_1
"Siapa pelakunya kak Boy? " tanya Lidya penasaran