Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Pelukan Luna untuk Boy


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Bastian ke turki. Kala itu Bastian berniat untuk pergi dulu ke toko Buku untuk membeli beberapa buku. Ketika sudah selesai membelinya, ia keluar dari toko itu dan tidak di sengaja ia menabrak Wulan yang sedang melewati toko buku itu.


Bruggg. Suara Bastian dan Wulan terjatuh


"Awww" ucap Wulan sambil mengusap usap tangannya yang kotor.


"Yahhh maaf maaf gak sengaja" ucap Willy sambil melihat wajah Wulan.


"Kamu Wulan ya? " tanya Bastian memastikan


Dan Wulan juga melihat ke arah Bastian dan ia langsung tersenyum "iya aku wulan, kak Bastian ya? " tanya wulan balik sambil menunjuk Bastian.


"Iya saya Bastian, kita bertemu lagi di sini Wulan" ucap Bastian sambil merapihkan buku yang berserakan di sana dan Wulan membantunya.


"Iya kak, terakhir ketemu waktu nikahan kak Boy ya, hehe"


Kemudia Bastia bangun sambil memeluk bukunya. begitupun Wulan ia bangun dan merapihkan bajunya


"Kamu mau ke mana Wulan? " tanya bastian


"Aku mau ke kafe itu" ucap Wulan sambil menunjuk kafe yang berada disamping toko buku itu.


"Kalau gitu aku temani ya" ucap Bastian


"Oh boleh kak" Wulan terlihat senang.


Dan mereka berjalan ke kafe itu, mereka mengobrol di sana sambil menunggu pesanan datang.


"Kak Bastian kan lagi kuliah ya di turki, kapan berangkat lagi? " tanya Wulan


"Hari ini, nanti sore tepatnya,, hehe"


"Oh hari ini?" ucapnya agak sedikit kaget.


"Iya, boleh tukeran nomor ponsel gak? " tanya Bastian


"Oh boleh kak, sini aku simpan di ponselmu" ucap Wulan dengan senang hati, Kemudian Bastian memberikan ponselnya itu dan Wulan mengetik nomornya di sana, setelah selesai wulan mengembalikan ponsel Bastian


"Terima kasih wulan" ucap Bastian.


"Sama sama kak".


"Nanti kita bisa kontakan , hehe" ucap Basti


"Mm iya kak" wulan terlihat senang


Kemudian mereka melanjutkan berbincangnya hingga bebrapa saat. Sampai akhirnya Bastian harus pergi karena hari sudah siang dan ia harus menyiapkan keperluan nya yang akan di bawa ke turki. Wulan juga pulang ke rumahnya setelah asik mengobrol dengan Bastian. Ia terlihat senang kala bertemu dengan Bastian.


Sampai sore hari tiba. Bastian berangkat menuju bandara diantar oleh ayah dan ibunya serta kakak dan adiknya juga kakak iparnya yaitu Luna.


Mereka merasa haru karena keberangkatan Bastian, untuk kembali melanjutkan kuliahnya setelah beberapa hari cuti setelah menghadiri pernikahan Boy.


"baik baik kamu di sana ya nak" ucap Lidya sambil memeluk Bastian.


Kemudian kakak dan adiknya juga memeluknya sambil mengucapkan kata perpisahan.


"Iya bastian akan baik baik saja di sana. doakan selalu bastian ya semuanya. "


"Itu pasti kak" ucap Briand dan yang lainnya


"Ayah akan menyusulmu beberapa hari lagi" ucap Mirza".


"Iya ayah, aku ke dalam dulu, assalamualaikum semuanya" ucap bastian


"Waalaikumsalam "..


Kemudian Bastian berlari menuju pesawat karena sebentar lagi akan melakukan penerbangan. Dan mereka melambaikan tangan pada Bastian dengan senyum hangat mereka


******

__ADS_1


Suatu hari Boy semakin uring uringan karena Luna belum bisa ia sentuh karena Luna selalu pingsan jika di sentuh oleh Boy. Keadaan itu membuat Boy sangat terpuruk, pasalnya dia sangat ingin menyentuh Luna.


Sampai akhirnya Boy tidak enak badan karena menahan rindu setiap hari pada Luna.


Hari itu Boy sengaja pulang dari kantor walau masih siang, karena meras tidak enak badan diantar oleh Willy dan sampailah ia di halamannya


"Apa saya antar ke rumah Bos? " tanya Willy.


"Tidak usah, kau langsung saja ke kantor lagi, urus semuanya ya" ucap Boy sambil turun dari mobilnya.


"Oh baiklah Bos". Kemudian Willy langsung berangkat lagi ke kantornya.


Kemudian Boy masuk ke dalam, sampainya di ruang tengah ia bertemu dengan Lidya.


"Loh kak Boy kok sudah pulang nak? " tanya Lidya.


"Boy gak enak badan bu" ucap Boy sambil memijit pundaknya,


"Ya ampun nak, kamu istirahat ya, istrimu juga ada di dalam" ucap Lidya dengan senyuman


"Luna tidak jadi ke toko tadi? " tanya Boy.


"Tidak, tadi ibu mengajaknya pergi jalan jalan dan sudah selesai sekarang dia sedang istirahat di kamarnya."


Boy terlihat senang dengan ucapan Lidya kemudian ia bergegas menuju kamarnya masuk ke dalam. ketika ia membuka pintu ia kaget ketika melihat Luna sedang tertidur di kasur dan tidak memakai cadar.


Visual Luna Bilqia Salma ketika tidak pakai cadar



"Haaa,, Luna" ucapnya sambil tersenyum dan ia langsung menghampiri Luna. Ia membelai kepala Luna dan Pipinya.


Kemudian Luna tersadar karena belaian Boy, dan ia membuka matanya.


"Haa, kak Boy kok sudah sampai di rumah" ucapnya sambil mengucek ngucek matanya agar terbuka lebar. Dan ia melihat Boy sangat pucat


"Loh kak Boy kenapa? Kak Boy sakit" ucap Luna terlihat kuatir sambil memegang kedua pipi Boy.


"Aku sangat merindukanmu Luna"


"Kak Boy bicara apa? Kita kan setiap hari bertemu" ucap Luna dengan malu malu


Kemudian Boy memeluknya erat "kenapa selama ini kamu sembunyi dari ku hah? Kenapa baru sekarang kamu membuka cadarmu? aku mohon Luna, untuk kali ini kamu jangan pingsan" pinta Boy dengan lirih.


Namun Luna malah membalas pelukannya dengan hangat. "Maafkan aku suamiku, aku takut kau tidak suka padaku. Aku tidak akan pingsan Lagi suamiku. Aku milikmu". Ucap Luna


Betapa senangnya hati Boy mendengar ucapan Luna. Dan ia tidak mau melepas pelukannya. "Aku sangat menyukaimu, kau tau itu! "


Luna tersenyum mendengarnya, hingga beberapa saat


"Kak Boy aku gak bisa bernafas" ucap Luna ia merasa sesak karena pelukan erat Boy padanya.


Kemudian Boy melepas pelukannya. "Maafkan aku Luna, aku senang sekali kamu sekarang mau disentuh olehku" ucap Boy sambil menatap mata Luna dan senyuman tidak hentinya ia berikan.


"Sekarang kak Boy istirahat ya, badanmu panas sekali"


Kemudian ia merapihkan tempat tidurnya dan menyiapkan bantal untuk dipakai Boy.


"Kak Boy ayo tidurlah di sini, biar Luna panggilkan dokter ya" ucap Luna sambil menarik tangan Boy agar tidur di sana.


Kemudian Boy nurut saja dan ia berbaring di sana, namun Boy langsung menarik tangan Luna Sampai Luna terjatuh dalam pelukan Boy yang sedang berbaring


"Haaah" ucap Luna karena ia kaget.


"Jangan pergi Luna, temani aku di sini ya, aku tidak butuh dokter untuk sembuh, pelukanmu yang akan menyembuhkanku." ucap Boy sambil membelai kepala Luna dengan lembut.


"Ta, tapi"


"Ssstt, diamlah disini". ucap Boy sambil memeluk erat Luna sampai Luna tidak bisa bergerak. Dan Luna pasrah saja dengan pelukan Boy. Dan Boy mencium kepala Luna dengan hangat.

__ADS_1


dan Luna juga membalas pelukan Boy. Tidak lama kemudian akhirnya Luna tertidur dalam pelukan Boy.


Kemudian Lidya mengetuk pintu kamar Boy.


Tuktuktuk. "kak Boy Boleh ibu masuk? " tanya Lidya dari Luar.


"Masuklah ibu" ucap Boy, dan Lidya masuk ia membawakan makan siang untuk Boy, ia kaget melihat Boy tengah memeluk Luna. Lidya menutup mulutnya sekejap dan terdiam di dekat pintu.


"maaf apa ibu ganggu? " tanya Lidya sambil tersenyum.


"Oh, tidaklah bu, ibu bawa apa itu? " taya Boy.


Lidya kemudian menghampiri Boy dan menyimpan makanannya di atas meja samping tempat tidur Boy.


"Ini makan siang untukmu, apa istrimu tertidur? "


"Oh makasih ya ibu, iya sepertinya Luna tertidur" ucap Boy.


"Kamu hebat kak Boy, akhirnya kamu berhasil mendapatkan Luna" ucap Lidya sambil berbisik dan tersenyum lebar.


"Iya dong Bu, ibu lihatkan sekarang Luna maunya dipeluk terus sama Boy, dari tadi loh dia gak mau lepas" alasan Boy.


"Hmm kamu bisa saja kak Boy, yasudah sukurlah kalau begitu. Ibu keluar dulu ya, takut ibu ganggu kalian. Hehe". Ucapnya sambil keluar dari kamar itu.


Setelah Lidya keluar, Boy juga tertidur sambil memeluk Luna.


Sampai dua jam kemudian Luna terbangun dan ia dapati masih dalam pelukan Boy. Ya allah, aku tidur nyenyak sekali di pelukan suamiku, nyaman sekali rasanya, hihi. Batin Luna. Kemudian ia melepas pelukan Boy dengan diam diam supaya Boy tidak terbangun. Luna melihat nasi di atas meja belum di makan. Apa kak Boy belum makan? Kenapa dia tidak membangunkanku tadi? Hm lebih baik aku mandi dulu sekarang. Biar nanti aku bengunkan kak boy. Batinnya. Kemudian Luna pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian ia sudah selesai mandi dan berdandan rapih. Kemudian ia membangunkan Boy dengan lembut. "Kak Boy, ayo bangun.. Makan dulu" ucap Luna sambil mengguncang tubuh boy dengan lembut. Boy menggerakkan tubuhnya dan terbangun, ia melihat Luna sudah rapih dan wangi.


"Kamu sudah mandi sayang? " ucap Boy sambil tersenyum dan ia duduk di sana


Luna kaget Boy memanggilnya sayang.


"I iya kak Boy, kak Boy mau mandi dulu apa makan dulu? Ini makanan siapa yang antar ke sini? " tanya Luna.


"Itu ibu yang antar ke sini, kak Boy mau kamu dulu" ucap Boy menggoda Luna.


Luna malu malu mendengar ucapan Boy.


"Mending kak Boy mandi dulu, mau Luna siapkan? Mandinya pakai air hangat ya" ucap Luna mengalihkan pembicaraan.


"Apa badannya masih panas? "


Luna langsung meraba dahi Boy dan pipinya. Sentuhan Luna membuat Boy bahagia. Kemudian Boy meraih tangan Luna yang masih memegang pipinya.


"Aku baik baik saja sayang" ucapnya dengan lembut.


"Oo syukurlah, kalau begitu kak Boy mandi ya" ucap Luna disertai anggukan Boy.


Kemudian Luna menyiapkan air hangat di bathhub dan Boy mandi sampai beberapa menit kemudian sudah selesai. Luna menyiapkan pakaiannya dan Boy berpakaian sampai selesai.


",terimakasih Luna" ucapnya sambil tersenyum pada Luna.


Luna pun membalas senyumannya


"Iya sama sama kak Boy"


kemudian Boy duduk di sofa dan Luna menghampiri membawakan makanan.


"Kak Boy makan dulu, biar Luna suapin"


"Iya"


Dan Luna mulai menyuapi Boy dengan hati hati, Boy makan dengan lahap karena ia sudah lapar ternyata.


"Luna juga makan" ucapnya sambil mengambil sendok yang dipegang Luna, dan Boy menyuapi Luna juga dan luna menerima suapan itu. Dan mereka saling menyuapi dengan bahagia sampai selesai.


"Sebentar lagi ashar, kita sholat bareng sama ayah di mushola rumah ya" ucap Boy ketika selesai makan

__ADS_1


"Iya siap kak Boy".


Sampai waktu ashar tiba dan mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah di rumah bersama Mirza, Lidya dan adik adiknya, para pelayan dan penjaga juga harus ikut berjamaah di sana. Yang menjadi imamnya kali ini adalah Mirza


__ADS_2