
Briand ketawa ketawa sambil membaca novel itu.
"Mikha,, Mikha,,, inimah aku banget kriteria cowo yang kamu tulis disini. Hhihihii" ucapnya usai membaca.
Mikha menulis karakter pria yang tampan dan sholeh dalam kisah novel itu, dan membuat Briand kegeeran waktu membacanya
Briand terus melihat jam di tangannya
Sekitar tiga puluh menit berlalu...
"Lama banget sih Mikha!" ucapnya sambil melihat ke arah pintu kamar Mikha
"Udah bray.. Ayo berangkat" ucap mikha dengan datar
Mikha keluar dari kamarnya dan sudah terlihat rapih dengan ransel dan baju muslimnya.
"Ngapain aja si, lama banget!.. Ayo berangkat"
Ucap Briand terlihat kesal, meski sebenarnya dia terpesona dengan penampilan Mikha, hanya saja dia menyembunyikannya.
"Namanya juga cewe, aku pamit dulu sama ayah dan bunda"
Mikha berjalan menuju ke dapur diikuti Briand dan di dapur sudah ada om Aryo, tante Rosa dan bi ina
"Ayah bunda, Mikha berangkat ya,, assalamualaikum" Mikha menyalami ayah dan bunda, juga bi ina
Kemudian di sambung oleh Briand seraya tersenyum.
"Assalamualaikum om, tante, bi ina.." ucap briand
" waalaikumsalam" jawab mereka
"..Hati-hati ya, tidak ada yang ketinggalan nak? " ucap ayah Aryo
"Tidak ada ayah" jawabnya
"Mikha,, ini bekalmu, jangan lupa dimakan ya nak" ucap bunda Rosa sambil menyerahkan dua kotak makanan.
"Banyak banget bunda?"
"Yang satu cemilan, dan satu lagi nasi" jelas bunda Rosa.
"Oke deh.. Makasih bunda"
Setelah basa basi sebentar, Mikha dan Briand berangkat.
******
Di dalam mobil
"Ckk... Kita pasti kesiangan mik.. Gara-gara kamu niih.!!!." Briand menggerutu sambil menyetir
"Biarin" ucap Mikha dengan santai. Ia malah asyik membuka kotak makanan yang berisi cemilan. Bakwan jagung dan nuget. Kemudian ia menaburinya dengan mayonaise dan saus.
"Mikha!! Itu makannya begitu banget sii.. Di colek aja gitu bakwan nya ke saus jangan di tabur begitu" protes Briand.
"Kenapa sih Bray? Protes mulu kamu!. Begini lebih enak tau.." ucapnya sambil makan bakwan tersebut
"Gak rapih itu mik!!!".
"Brisik banget si kamu Bray" ucapnya sambil mencolekkan mayonaise ke pipi Briand, kemudian ia ketawa
"Hahaha...". Senang sekali kau mikk
"Mikha!! Apa apaan ini!... Lap gak!!" ucap Briand
"Haha.. Pake apa? Aku gak bawa tisu.."
"Pokoknya lap!!" tegas Briand sambil menunjuk mayonaise di pipinya
"Iiishh galak banget sii.. Iya iya"
Mikha mencolek colek pipi Briand dengan telunjuknya mengelap mayonaise.
Dagdigdug jantung Mikha jadinya.
Ah sial.. Aku malah kena imbasnya kudu Menyentuh pipi Briand. Batin Mikha.
Sementara Briand senyum senyum sendiri.
"Lama banget sih mik" Briand pura-pura protes, kemudian ia meraih tangan Mikha dan mengusapkannya ke pipi untuk mengusap mayonaise nya.
Modus banget Briand!!
"Haaah.. Briand ih..." Mikha langsung menarik tangannya.
"Seneng banget sih mik pegang pegang wajahku." ucap Briand dengan senyum penuh kemenangan
"Idiihh.. Siapa juga yang seneng.." Mikha mengernyitkan bibirnya.
Kemudian ia melihat ada tisu di depan
"Lahh ini ada tisu,, kenapa gak bilang dari tadi Bray?" Mikha nampak kesal
"Ya emang ada dari tadi juga.." santainya Briand
"Ckck.. Bener bener nyebelin kamu"
Ucap Mikha sambil mengelap tangannya pakai tisu itu.
__ADS_1
sementara Briand terus tertawa.
Kemudian Mikha menyantap sarapannya dengan santai.
"Briand, kamu sudah makan?"
"Belum" ucapnya sambil fokus mengemudi
"Ya udah,, nih sarapan dulu" Mikha menyodorkan makanan di kotaknya
"Aku lagi nyetir mikk"
"Nih.." Mikha menyodorkan nuget ke bibir Briand
Briand menatap Mikha
"Serius nih?" tanya Briand
"Ayo makan, buka mulutnya" pinta Mikha dengan tulus
Kemudian Briand memakannya dari tangan Mikha.
Gak tau gimana tuh perasaan Briand, senang dong Bray di suapi Mikkita"
Kemudian Mikha menunggu Briand mengunyah, dan ia kembali menyuapinya.
Kok aneh ya?. Ada apa nih,,, Kenapa dagdigdug begini. Batin Mikha, sambil ia juga makan nuget miliknya sambil mengatur detak jantungnya.
coba aja kamu tau mik perasaanku, aku seneng banget disuapi kamu. Hehehe... Batin Briand tertawa tawa
Mereka makan sampai habis itu sarapannya, tidak terasa mereka sangat menikmatinya sambil mengobrol ringan.
*****
Hampir sampai ke sekolah.
Briand melihat Mikha terus berkutik memeriksa isi ranselnya, seperti mencari sesuatu.
"Nyari apa sih mik?" tanya Briand
"Dompetku,, ponselku.. Huaaaa... Ketinggalan di rumah Bray...." Mikha berteriak seolah menangis
"Balik lagi.. Balik lagi Bray... Ayookk" pinta Mikha sambil menarik narik lengan Briand
"Gak bisa mik.. Bentar lagi nyampe loh ini!"
"Tadi kamu bilang sama om Aryo gak ada yang ketinggalan, gimana si kamu ah!"
"Pokoknya balik lagi bray..!! Aku gak bawa uang dan ponsel.. Aku gak bisa tanpa kedua benda itu.. Huaaaa aaa" Mikha merengek
"Berisik mikk.. Gak mungkin kita balik lagi, udah siang.. Udah biarin aja gak bawa uang juga"
"Terus aku makan di bali pake apa Brayy kalo gak bawa uang!"
"Aaaaa Briand jahat banget..." Mikha memukul mukul bahu Briand
"Aw.. Miikk.. Sakit tau!"
"Ayo balik lagi Bray.."
Mikha menggusar di sana
"Gak mik.."
"Kalo gitu telponin ayah, suruh supir anterin uang sama ponselku"
"Gak bakalan sempet mik.."
Briand seneng banget mengerjai Mikha
"Briand...!! Huaaaa... Aaa" Mikha nangis
"Oke oke.. Diem dulu! Berisik tau!"
Kemudian Mikha diam sambil terisak
"Denger ya,, jarak dari rumah kamu ke sekolah itu jauh, supir gak bakalan sempat nyusul kita"
Tringg.. Pesan dari Alvin
Briand membukanya
"Bray... Lo masih dimana, kita sudah di bandara nunggu lo sama Mikha. Buruan!!!". Isi pesan itu
"Tuh mik,, kata Alvin kita harus langsung ke bandara, udah terlambat kita gak ke sekolah dulu"
Briand memperlihatkan isi pesan dari Alvin.
Mikha kembali menangis karena gak bawa uang dan ponsel dan mereka sudah terlambat.
"Jangan nangis dong mikk.."
"Nanti kamu pake uang aku, tenang aja"
"Gak mau!"
"Terus mau gimana?"
"Gak tau"
__ADS_1
"Udah nanti aku kasih uang buat kamu, untuk ponsel, kamu bisa pakai ponselku mikk.."
"Briand.. Aku butuh ponsel bukan cuma buat hubungi ayah doang,, aku mau foto foto disana buat kenang kenangan."
"Ya pakai saja ponselku mik, sepuasnya"
"Kenapa kamu peduli banget sama aku?"
"Kenapa? Ga papa,, kasian aja sama kamu.. "
"Nihh.. Kamu pake kartu kreditku, kamu mau apa aja tinggal beli"
Briand menyerahkan kartu kreditnya
"Gak Briand,, makasih, ntar kamu mengira aku matre lagi kalo pake kartu itu."
"Ck mik, kenapa berfikiran begitu sii.. Aku tulus kasih sama kamu.. Mau sama dompetnya? Inih boleh kok".
Briand memberikan dompet dan isinya.
"Briand apa apaan sih"
"Ambil!"
"Nggak"
"Ambil gak!!" Briand memaksa menyerahkan ke tangan Mikha.
"Terus kalo kamu mau pake gimana?"
"Aku tinggal minta sama kamu"
Ucapnya sambil tersenyum
"Nggak ah.. Aku gak enak sama kamu" Mikha menyodorkannya kembali pada Briand
"Pegang mik!!!" tegas Briand
Kemudian Mikha diam dan memegang dompetnya, kaget dia dibentak Briand.
"eh maaf maaf,, aku gak bermaksud bentak kamu. Habisnya kamu sii, disuruh pake aja uangku, malah nolak."
"Aku kan gak enak Brayyy..." tukasnya
"Enakin aja mikk.. Kamu bebas memakainya.. Lagian juga gak seberapa kan kamu belanja?"
"Kata siapa? Aku kalo belanja tuh gak sedikit sedikit,, apalagi ntar di bali,, banyak banget yang mau aku beli"
"Yaudah pake aja itu uang sama kartu kreditku.. Kamu bebas memakainya, aku bilang tadi"
"Oke,, kalau kamu maksa,, jangan salahkan aku kalo uangmu habis"
Briand tertawa
"Uangku gak bakalan habis mik.."
"Songong banget sii.."
"Emang begitu faktanya.."
"Serah.."
Kemudian Mikha tersenyum
"Makasih ya Briand.."
"Sama sama,, nih ponselku.. Kamu bebas memakainya" Briand juga menyerahkan ponselnya.
"Oke. Makasih.."
Mikha menerimanya.
", iyaa.. "
Entah mengapa, rasanya Briand bahagia sekali menolong Mikha.
Mikha menatap Briand sambil tersenyum, dia tidak menyangka Briand setulus itu.
Kemudian Briand juga tersenyum.
Sampai akhirnya mereka sampai di bandara, di dalam teman temannya sudah menunggu.
Briand turun dari mobil, ketika sudah berhenti di halaman bandara.
"Ayo mikk..."
Briand menarik lengan Mikha, kemudian mereka berlari ke dalam dan berkumpul sama teman temannya
"Sana kamu kumpul sama temanmu" Briand pada Mikha
"Iyaa,, aku mau ke sana,, lepasin dong" Mikha menunjuk lengannya yang dipegang Briand
"Ohh. Iya.. Hehe.. Sanah"
Briand melepasnya
Dan Mikha berkumpul dengan teman wanitanya. Sementara Briand mengobrol dengan Alvin sambil mendengarkan panduan gurunya.
"Kenapa telat?" tanya Alvin
__ADS_1
"Ada halangan sedikit tadi" jawab Briand.
Sampai beberapa menit kemudian mereka bersiap untuk menuju ke pesawat dan terbang ke bali