Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Kucing garong


__ADS_3

Kemudian Boy Willy menghampiri anak berandalan itu dan menghajar mereka hingga babak belur sampai puas.


Bukk,, bukk,,, bulkkk,,,, suara pukulan Willy


"Aaaa" teriak mereka kesakitan


Lalu Willy berjongkok dan menarik rambut salah seorang berandalan itu yang lebih dewasa hingga terdongak ke belakang


"Kenapa kalian merusak toko nona Luna hah" ucapnya dengan geram


", a ampun pak kak,, kita cuma suruhan orang" ucap berandalan itu.


Willy tidak menyangka


"Siapa yang menyuruh kalian? " Willy semakin keras tarikannya


"Aaa,,, itu itu kak pemilik toko itu" ucapnya sambil menunjuk toko roti berwarna ungu yang berada di sebelah toko Luna.


Tokonya lumayan besar dan mewah, tapi hanya toko Luna yang lebih ramai pembeli


"Apa? "" Willy menghempaskan kepala anak itu dengan kasar. Lalu ia bangkit dan berjalan ke arah toko yang ditunjuk berandalan itu.


Tidak lama polisi datang, para karyawan Luna dan satpam yang menerangkan apa yang terjadi di sana. Kemudian polisi mengamankan berandalan itu mereka akan membawanya ke RS untuk diobati lalu ke kantor polisi untuk di tahan.


Willy sudah sampai di halaman toko tersebut. Ia memandang toko tersebut. "Cihh ternyata pemilik toko ini pelakunya? Dan setauku toko ini dulunya bukan toko roti. Kenapa mereka jadi ikut ikutan jualan roti seperti nona Luna. Terus kenapa mereka merusak toko nona Luna? Apa mereka takut tersaingi?.. Ciihh gak punya akhlak!!! " gerutu Willy


Pemilik toko bersembunyi di dalam setelah mereka tau berandalan itu berhasil di lumpuhkan Luna.


"Hey kalian!!!! Keluar!!! " teriak Willy dengan keras di depan toko ungu itu sambil dia menyilangkan tangannya di dada


"Saya hitung sampai tiga, kalau kalian tidak keluar toko ini akan saya Bom!!! " ancamnya


Pemilik toko itu gemetar ketakutan dan akhirnya mereka keluar juga dengan wajah pucat pasi karen takut. Sepasang suami istri yang keluar dari toko tersebut. Dan berhadapan agak jauh dengan Willy, mereka kaget ternyata Willy yang berteriak memanggil mereka. Semakin ketakutan lah mereka


Willy memandang mereka dengan dingin seperti singa yang siap menerkam mangsanya


Ciihh ternyata mereka sepasang suami istri. Ucap Willy.


"Benar kalian yang menyuruh orang buat merusak toko nona Luna? " tegas Willly


Hah nona? Itu kan sebutan untuk orang kaya!. Batin lelakinya. Dan dia memandang istrinya.


", ti tidak tuan" ucap lelaki itu berbohong


Willy makin geram karena dia berbohong


"Kalian lihat itu" willy menunjuk anak berandalan yang sedang di angkut polisi ke mobil.


"Mereka bilang kalian yang menyuruh mereka untuk merusak toko nona Luna"


Sepasang suami istri itu takut mengakuinya


Willy mendekati keduanya yang sedang menunduk. "Kalian tidak tau siapa nona Luna itu hah? " tanya Willy sambil memutari mereka


Mereka menggelengkan kepala.


"Kurang ajar kalian!!! Berani beraninya kalina mengganggu istri Bos muda Boy!.. Kalian tau itu!! "


Bentak Willy ketika berada di hadapan mereka


Sontak saja mereka kaget dan tidak menyangka.


"gawat pak ternyata Luna istrinya tuan Boy? Bahkan kita menyewa tempat ini dari perusahaan milik tuan Boy " ucap wanita itu dengan berbisik


"Iya bu, bisa di tendang kita dari sini"


"Gimana dong pak? "


"Bapak juga gak tau". mereka berbisik bisik


"woyy malah berbisisk bisik..kalian dengar tadi saya bicara apa,!! bukannya banyakin ibadah malah ganggu kenyamanan orang!!


Sudah bosan hidup kalian?? " ucap Willy


Kemudian Willy tersadar dengan apa yang ia ucapkan lalu ia beristighfar ashtaghfirullah. Batinnya.


Kemudian ia menarik nafas agar tidak terpancing emosi.


"Sekarang saya beri waktu kalian satu menit buat mengambil barang berharga kalian dari toko"


Kemudian bapak itu bertekuk lutut di hadapan Willy


"ta tapi tuan,, saya mohon ampuni kami tuan,,, saya tidak akan melakukan itu lagi. Ampuni kami tuan"


Ucapnya memohon


",waktu kalian tinggal 50 detik lagi" tegas Willy


"Ayo, ayo pak cepat kita turuti saja, masih untung kita tidak dilaporkan ke polisi" ucap istrinya


Kemudian mereka bergegas masuk untuk mengambil barang berharga milik mereka.


Dasar tua bangka bodoh!!, batin Willy


Belum selesai mereka mengambil barangnya, Willy sudah menghitung mundur


"10,9,8,7,6,5,4,3,2,1. Waktu kalian habis!! Cepat keluar" tegas Willy


"Pak, sudah pak ayo keluar, keburu tuan Willy ngamuk lagi" ucap istrinya

__ADS_1


"Tapi bu, ini uang kita belum diambil semua! "


"Tinggalkan pak, cepat! "


Dan mereka keluar dari toko itu dengan segera menghadap lagi pada Willy.


Willy tersenyum sinis pada mereka


"Taro itu di bawah!! " ucap Willy menunjuk barang bawaan mereka.


"Ta tapi tuan" ucap bapa itu


"Cepat! " tegas Willy


Mereka menurunkan semuanya dengan ragu.


"Berikan kunci tokomu" pinta Willy


Tapi mereka tidak mau dan menggelengkan kepala sambil menunduk


Namun Willy mengambil paksa dan berhasil merebutnya


Kemudian Willy menggembok toko tersebut dan mengantongi kuncinya


"Sekarang kalian tidak punya apa apa di sini, dan sekarang kalian menyerahkan diri pada polisi sana! "


Ucap Willy


"Apa?? Jangan tuan.. Kami mohon.. Ini tempat usaha satu satunya" ucap bapak itu memohon


"cepat pergi dan serahkan diri kalian pada polisi, atau saya masukan kalian ke kandang buaya? Biar jadi santapan mereka kalian!!! " tegas Willy


"Ja jangan tuan.. Ampuni kami tuan" ucap istrinya itu


Kemudian Willy memanggil polisi untuk memborgol sepasang suami istri itu. Dan polisi menghampirinya


"Tangkap mereka pak, mereka dalangnya" ucap willy pada polisi itu.


"Baik tuan" ucap polisi dan langsung memborgol mereka.


"Tu tuan bagaimana uang kami" ucap bapak itu menunjuk barang yang berada di bawah


"Cihh dasar gak tau diri!! Ini buat ganti rugi kerusakan toko nona Luna!!! Cepat bawa mereka pak" ucap Willy dengan tegas


Dan polisi membawa mereka ke dalam mobil sambil di teriaki para warga.. "Wuuu,, jadi kalian pelakunya.. "


"Wuu.... "


Sedangkan Willy menghampiri bosnya setelah itu sambil membawa tas hasil sitaanya.


****


Boy terus memeluk Luna yang menangis dari tadi.


"Kamu kenapa sayang hm? Apa kamu belum puas kak Boy menghajar mereka? Kamu mau kak Boy apakan mereka biar kamu puas? " ucap Boy sambil membelai lembut kepala Luna


"Bukan kak Boy, sudah cukup, Luna hanya takut" ucap Luna dengan lirih


Kemudian Boy memandangnya dan membuka cadarnya Luna "takut apa? "


"Kak Boy apa Luna akan di penjara karena telah melukai anak anak itu? " tanya Luna


Boy tersenyum lebar mendengarnya.


"Tidaklah sayang, kamu tidak salah, mereka pantas mendapatkan itu,, awas saja kalo sampai polisi mengganggu istrinya Boy ini, akan kak Boy pindahkan kantor polisinya ke gunung merapi" ucap Boy menghibur Luna.


Luna ikut tersenyum dengar ucapan Boy


"Ishh kak Boy emangnya bisa gituh? "


"Ya bisa dong, apa sih yang gak bisa buat Boy. Luna mau apa kak Boy turuti, mau planet mars kak Boy pindahin ke sini? Kak Boy siap" ucapnya becanda.


"Jangan ngaco deh kak Boy, mana bisa begitu"


Luna tidak menangis lagi sekarang. Dan malah ketawa berdua.


"Kira kira siapa ya kak Boy pelakunya? "


"Nanti Willy sedang cari tau, kamu tenang aja ya"


Kemudian Maya datang membawakan air minum untuk Luna.


"Kak Luna, tuan, maaf ganggu ya, Maya bawain minum buat kak Luna" ucapnya sambil menyerahkan air minum tersebut.


"Terima kasih Maya ". Luna menerimanya dan meminumnya .


"Sama sam kak Luna" ia tersenyum


Ketika Maya hendak ke Luar, Willy datang secara tiba tiba.


"Sudah beres bosku, Pelakunya sudah di tangkap" ucap Willy dan ia menganga melihat wajah Luna.


Jadi itu ternyata wajah nona Luna?.. Cantiknyaa.. batin Willy


Boy tersadar Willy melihat wajah Luna dan ia langsung membenamkan wajah Luna di dadanya.


"Apa apaan kau Will, masuk masuk gak ketuk pintu dulu" ucap Boy kesal pada Willy.


"Hehe, maaf Bos ku, pintunya tidak di kunci, jadi saya masuk aja" ucap Willy kemudian ia duduk di samping Boy.

__ADS_1


Boy memakaikan kembali cadar Luna


"Maafkan aku sayang tadi membuka cadarmu, hampir saja kucing garong mencurinya"


"Aku tidak rela wajahmu di lihat kucing itu" ucap Boy


"Maksud kau aku? Bos.. Jahat sekali kau Bos" Willy tidak terima.


Luna dan Maya hanya terkekeh mendengar ucapan Boy.


Setelah itu Boy duduk dengan tenang dan meminta informasi pada Willy.


"Katakan Will apa yang kau dapatkan"


"Jadi gini Bos, pelakunya adalah mereka yang punya toko roti sebelah Bos" jelas Willy


Boy, Luna dan Maya kaget dengan pernyataan Willy


"Sudah saya duga tuan" ucap Maya


"Kamu tau Maya? " tanya Boy


"Iya tuan Boy, karena bukan sekali ni saja toko ini dirusak seseorang, tapi kali ini yang lebih parah.. Sebelumnya sudah sering toko ini kena teror" jelas Maya


Aduh mayaaa. Kenapa kamu beri tau suamiku. Batin Luna


"Apa?? " Boy kaget


"Luna kenapa kau tidak memberi tahuku? "


"Maaf kak Boy,Luna gak mau libatkan orang lain dalam masalah ini tadinya" jelas Luna


"Jadi selama ini kamu anggap aku orang lain? " tanya Boy terlihat kesal


"Bu buka begitu suamiku, maaf, aku cuma tidak mau merepotkanmu" ucap Luna


"Aku ini suamimu, kamu ada apa tinggal bilang, aku akan membantumu, dan sekarang kejadiannya sampai fatal begini siapa yang rugi? Kamu kan? " ucap Boy nampak kesal, dia menyesal tidak tau dari dulu kalau toko Luna sering kena teror.


"I iya maafin Luna kak Boy. Jangan marah"


Kemudian Boy merangkul bahu Luna dan mencium pipinya. Agar redam emosinya.


"yasudah lupakan, terus kamu apakan mereka Will? "


"Sudah di serahkan ke polisi Bos" ucap Willy


"Apa? kenapa tidak kau masukan saja ke kandang buaya di rumahmu itu! "


Willy punya peliharaan seratus ekor buaya muara di rumahnya.


"Iya tadinya begitu bos, tapi orang itu sudah tua dagingnya alot, buayaku tidak akan doyan"


Ucap Willy


Ucapan Willy dan Boy dianggap serius oleh Luna dan Maya.


"Jahat sekali kak Boy." ucap Luna.


"Biarain, biar mereka tau rasa! Berani beraninya mereka mengganggu istiku"


Ucap Boy


"Baiklah, sekarang sudah terjadi semuanya, toko sudah rusak, pelakunya sudah di tangkap. Dan sekarang kita pikirkan untuk memperbaiki tokomu sayang"


"Iya" ucap Luna dengan tersenyum


"Kita liburkan dulu karyawanmu beberapa minggu"


"Baiklah, Maya kamu dengarkan? Kalian libur dulu untuk beberapa minggu" ucap Luna pads maya.


Maya terlihat senang mendengarnya


"Iya siapa kak Luna terima kasih." ucapnya.


", yasudah ini sudah sore. Ayo kita pulang dulu, nanti satpam yang akan berjaga di sini" ajak Boy pada semuanya.


"Iya, Ayo kita pulang" ucap Luna.


Mereka bangun dari duduknya.


"Will kau mau pulang tidak? Main ponsel mulu. Mau nginap kau di sini? " ucap Boy pada Willy yang sedang main ponsel


"enggaklah Bos ku. Ayo kita pulang"


"Tunggu itu apa yang kamu bawa? " Boy melihat Willy membawa tas di sampingnya


"Oh ini barang sitaan Bos"


"baguslah itu untuk mengganti kerusakan toko Luna"


"Siap Bos""


Dan pulanglah mereka ke rumahnya


Perawakan Willy ganteng kalem tapi galak. Kadang juga suka usil


Visual Willyam


__ADS_1


__ADS_2