
Ketika sudah siap di meja makan, Har hanya melihat lihat makanannya, sepertinya dia enggan memakannya.
"Kenapa Har? Kau mau yang lain tinggal bilang, chef akan membuatkannya untukmu" ucap Mirza ia memerhatikan Har yang hanya melihat lihat saja makanan di sana.
"Mm, iya aku mau yang lain, aku tidak doyan yang beginian" ucap Har
"Papih kenapa sii, ini makanan sudah banyak dan pastinya enak enak Lhoh pihh" ucap Zahwa nampak protes
"Papih mau yang lain Zaa" ucapnya
Kemudian Mirza memanggil chef juru masak di sana ada dua orang chef itu.
"Ada yang bisa kami bantu tuan? " tanya chef itu seraya membungkuk Hormat pada tuannya
"Naah kemarilah kau chef" pinta Har.
Kemudian chef menghampiri Har.
"Aku mau kau buatkan,,, steak onta arab yang betina, bisa kan" ucap Har dengan seriusnya
Mereka yang disana tersenyum lebar mendengar apa yang di pinta Har. Sementara Zahwa kaget pada papihnya itu.
"Mm maaf tuan, kami tidak menyediakan daging untanya" ucap chef itu
"Hahaha Har, kau minta steak unta betina? Di sini tidak ada,unta di sini gak boleh di sembelih" ucap Mirza dengan tawanya.
"Aarhh padahal itu makanan kesukaanku, makanan khas dari arab makanan sultan,, saya sultan fulus banyak ayo cefat carikan itu onta betina nyaa" ucap Har dengan tiba tiba berlogatkan gaya bicara orang arab.
"Papiih,, bisa sampe seharian nyari untanya, belum lagi menyebelihnya juga lama,, apaan si papih yang lain aja kenapa sii? " ucap Zahwa nampaak kesal
Har berfikir sejenak
"Mm,, betul juga kamu Za, kalau begitu aku minta kau buatkan sate kambing yang masih perawan chef" pinta Har kembali pada chef itu
chef membelalakan matanya. pintanya aneh aneh sekali ini tuan. Batin chef itu
Semua yang di sana terkecoh dibuatnya, mereka hanya cekikikan menahan tawa melihat Har.
Zahwa menepuk jidatnya. Ya ampun papih malu maluin banget sii. Batinnya
"Mm, daging kambing ada tuan, tapi saya tidak tau itu dari kambing yang masih perawan atau tidak"
"Kenapa kau tidak memeriksanya, aku mau yang masih perawan chef, aku tidak mau kalau kambing itu sudah menikah apalagi janda beranak dua" ucap Har
"Hahahahaa.. Har kau ini aneh aneh saja Har Harr.." Mirza tidak tahan mendengar ucapan Har begitupun yang lainnya
Zahwa menutup wajahnya dengan telapak tangannya karena malu
"Kenapa Mirza? Saya sultan fulus banyak, mau apa harus ada sekarang juga" ucapnya santai
"M baiklah tuan, akan saya carikan" ucap chef itu dengan berat hati.
"Tidak usah chef" Zahwa melarang
"Papiih mau makan aja ribet banget sii,, yang lain aja bisa kan. Yang mudah di dapatkan gitu lho"
__ADS_1
"Kenapa sih Zaa? Suka suka papih kan mau apa saja,
Mm tapi benar juga kamu ya, lama lagi ntar"
"Kalau begitu kau buatkan aku goreng ikan asin teri dan sambal lenca pake terasi,, beuh mantul pasti itu" pinta Har pada chef.
Mereka di sana kembali membelalakan matanya karena sesederhana itu pinta Har sekarang.
"Ya ampun papih. Beneran minta yang begituan.. Ini lebih mewah loh pih" ucap Zahwa kembali protes
"Aduuh Zaa,, papih salah lagi memangnya? "
"Nggak sih pih, terserah papih lah" ucap Zahwa pasrah saja
"Udah biarin aja Zaa,, selera orang beda beda kan" ucap Bayu yang duduk di samping Zahwa
"Sana chef, cepat buatkan! " ucap Har pada chef
"Oh baik Tuan, apa harus saya buatkan spesial ikan asinnya? " tanya chef itu
"Tidak usah, digoreng saja" ucap Har
", baiklah tuan,, kalau begitu saya permisi dulu" Chef itu pamit ke dapur dan mulai menyiapkan apa yang dipinta tuannya itu.
Lima belas menit kemudian makanan permintaan Har sudah siap di hidangkan. Walau sebenarnya sebelumnya auto kebut segera pelayan pergi ke super market untuk membeli ikan asin dan lenca buat dimasak untuk Har.
Pelayan menyajikan pesanan untuk Har di sana
"Silahkan tuan" ucap pelayan itu
"Waahh ini dia makanan kesukaanku, terima kasih ya" ucap Har terlihat senang dengan pesanannya yang sesuai dengan apa yang ia inginkan.
"Ayo makan, makanlah.. " Har memulainya di susul yang lain.
Kemudian Har menyingsingkan lengan bajunya dan mulai makan dengan mencomot menggunakan tangan. Dengan lahap ia makannya dan sangat menikmatinya.
Sebelumnya mereka sudah cuci tangan dulu
Seperti biasa, Luna selalu mengambilkan nasi untuk suaminya.
"Terimakasih sayang" ucap Boy dengan senyumnya
"Iya kak Boy" ucapnya membalas senyuman Boy. Kemudian mereka makan dengan tenang
Semua orang yang di sana memerhatikan Har sambil makan pula, mereka lihat Har sangat menikmatinya
Bayu dan Zahwa makan dengan saling curi curi pandang dan tersenyum malu malu..
"Kamu dari kapan pulang dari turki? " tanya Bayu
"Tadi pagi kak, untung saja kami naik pesawat nya pag, soalnya tadi sore cuaca buruk di sana" jelas Zahwa
"Oo begitu ya, pantaslah ayah Mirza tidak jadi berangkat ke turki. O ya terus tadi kamu ke mana dulu? "
"Aku ke hotel sama papih istirahat dulu, lalu ke sini deh. Hehe"
__ADS_1
"Emm iya iya.. "
Ketika tengah asyik makan Har kembali berbincang
"O ya Za,, nanti papih akan adakan tabur taburan saat hari pernikahanmu nanti" ucap Har
"Papih mau tabur taburin apa pih? " tanya Zahwa
"Papih mau tabur taburin emas batangan buat para tamu Za,, "
"Hahahahaa" semua yang di sana ketawa
"Kenapa ketawa??? Saya sultan fulus banyak, jadi gak jaman buat sultan tabur tabur bunga, sultan harus tabur emas biar keren.. " ucap Har
"Hahaha papiiih.. Kalau papih taburin emas batangan nanti tamu undangan terluka piihh" ucap Zahwa
Har kembali berfikir
"Ah bener juga kamu yaaa.. Yasudahlah gak jadi.. Tabur bunga aja.. Hehehe"
"Ya ampun papih"
"Sultan apaan kau Har? niat baiknya kelewatan. Haha" ucap Mirza.
Har hanya cekikikan, pasalnya dia hanya becanda dengan ucapannya tadi.
Sampai selesai makan malamnya.
"Alhamdulillah papih udah kenyang Zaa, ayo kita pulang" ucap Har ketika masih di meja makan
"Enak sekali kau Har, sudah kenyang langsung pulang" gerutu Mirza
"Mau apa lagi? Aku kesini cuma mau menyampaikan yang tadi dan minta makan.. Hehe"
"Ck,, begitu kau ternyata"
"Papih cuci tangan dulu napa si" titah Zahwa
"O iya papih lupa"
Kemudian Har cuci tangan
Sampai akhirnya Har dan Zahwa harus pamit pulang karena jam sudah hampir tengah malam.
Mereka sedang berkumpul kembali di ruang keluarga
"Terima kasih Mirza untuk sambutannya, dan saya minta maaf telah membuat semua di sini kerepotan" ucap Har
"Aaa tidak apa Har kami senang dengan kedatanganmu" ucap Mirza
"Kalau begitu sampai jumpa di hari pernikahan anak kita ya. Kami mau pulang dulu"
"Ob baiklah Har, hati hati di jalan ya"
"Iya, ayo Za, nanti lagi kangen kangenannya dengan suamimu jika sudah sah lebih enak" ucap Har pada Zahwa dan ia berdiri
__ADS_1
"Iya papihh" ucapnya seraya tersenyum.
Kemudian Har dan Zahwa berpamitan dan pulang segera dari sana menuju rumahnya di kota bandung