Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Aku tidak tahan sayang


__ADS_3

Selepas berbincang cukup lama, Rani, nina dan keponakan Luna berpamitan untuk pulang, mereka akan pulang dulu ke rumah Luna yang ada di kota itu.


"Neng,, emak pulang dulu ya,, jaga kesehatanmu baik baik" ucap Rani seraya tersenyum


"Iya mak,, terimakasih ya sudah menjenguk Luna dan aa boy.. Kita senang sekali", ucap Luna sambil berpegangan dengan lengan Rani.


"Iya neng.. Ibu senang sudah melihat keadaanmu, makin lebar aja badanmu neng.. Pangling ibu," ucap rani menggoda Luna


"Ibu bisa aja, jadi aku ini gendut ya bu sekarang? "


"Iya.. Gapapa kan namanya juga lagi hamil, yang penting kamu sehat" ucap Rani.


"Iya neng,, teteh juga begitu waktu hamil Nazlan dan Naila,,, lebar... Hehe.. Tapi gapapa.. Itu artinya kita bahagia dengan kehamilan itu," ucap Nina


"Benarkah teh? Hmm iya sih.. Luna sangat bahagia dengan kehamilan ini" ucap Luna sambil mengelus perutnya yan besar.


"Nikmatilah kehamilanmu nak" ucap Rani.


"Tentu mak"


Luna tersenyum.


"Sudah ya, kalian istirahat,, emak mau pulang dulu"


Ucapnya pada Boy dan Luna


"Iya"


Luna mengangguk.


"hei ponakan bibi... Sini salim dulu, sama bibi" Luna berjongkok kepada Naila dan Nazlan


"Bibi kita pulang dulu ya" Ucap Naila seraya menyalami Luna diikuti Nazlan.


"Iya.. Geulis.. Kasep.. Yang shaleh dan shaliha ya kalian sama bapak dan mamah.. Oke "


"Oke bibi" jawab keduanya


"Ini ada hadiah buat kalian, nanti dibuka di rumah ya" Luna menyerahkan sebuah kotak kecil yang berisi beberapa jumlah uang buat Naila dan Nazlan.


"Terimakasih bibi Luna. Muah" mereka sangat senang dan mencium kedua pipi Luna dengan lembut.


"Haahh.. Kalian menciumku.


"Sini, bibi cium balik.. Muah muah muah" Luna menghujani wajah ponakannya itu dengan ciuman.


Setelah itu mereka pulang dengan hati bahagia.


Kini tinggal Boy dan Luna berdua di sana


"Sini sayang " Boy mengajak Luna duduk disampingnya, kala itu dia sedang duduk di sofa.

__ADS_1


Luna duduk di samping Boy seraya tersenyum manis padanya.


.cupp. Cup.. Cup.. Boy mencium wajah Luna.


"Aku kangen sekalii sayang.." ucap Boy, sambil menyingkap rambut Luna, Luna tidak memakai jilbab waktu itu.


"Kangen a? Perasaan tiap hari kita ketemu lho"


"Bukan itu sayang.. " cupp.. Boy mencium leher Luna, sampai Luna kegelian dan terkekeh..


"Aku mau itu.." ucap Boy dengan genit


"Apa? "


"Itu"


Boy menunjuk ke bawah Luna dengan matanya.


"Iih... Aa... Nanti kalau aa udah sembuh." ucap Luna


"Udah seminggu lho, kamu tidak memberiku jatah.. Aku tidak tahan sayang" goda Boya sambil memeluk Luna.


Luna tertawa kecil


"Enggak,, enggak sayang.. Emangnya bisa? Lagi sakit begitu juga.."


"Hummm..." Boy cemberut


"Apa sih a.." Luna tersenyum simpul


"Aihh kamu juga mau ternyata ya hm" goda Boy


"Enggak.. Ih aa mah suka gitu, padahal sendirinya yang mau.."


"Tapi kamu juga mau kan? Ayo ngaku.." desak Boy sambil menggodanya. Kemudian Boy mencumbuinya dengan lembut.


Luna hanya tersenyum dan pasrah dengan tingkah Boy padanya.


Hingga beberapa saat kemudian..


"A.. Udah dong.. Hei lihat tuh, kita dengarkan tausiah Ustadz Hasan di televisi.. Ayo"


Kala itu televisi sedang menyiarkan siaran langsung dari masjid al-hikmah yang sedang diadakan tausiah oleh Ustadz Hasan.


Kemudian Boy menghentikan aksinya dan menyimak apa yang disampaikan Ustadz Hasan,


Boy sambil memeluk Luna dan membelai calon baby baby nya..


Isi tausiah Ustadz Hasan, di awal pembukaan


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

__ADS_1


Segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam semesta, semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.


Ibu-ibu serta para hadirin sekalian yang berbahagia!


Pada hari ini patutlah kita semua mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita bisa berkumpul di ruangan ini guna membahas tentang kehamilan.


Selanjutnya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Saw. Kepada para keluarganya, sahabatnya dan semua orang yang mengikuti ajaran-ajarannya.


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Kehamilan adalah momen yang paling ditunggu oleh pasangan yang sudah menikah untuk mendapat momongan. Kehamilan ini hanya dianugerahan oleh Allah SWT kepada wanita karena adanya kelebihan yaitu memiliki rahim. Alangkah bahagianya wanita yang mengandung dalam Islam, karena sesungguhnya muslimah yang hamil dalam pandangan Islam ternyata akan mendapatkan kemuliaan di hadapan Allah SWT.


Adapun keistimewaan atau kebaikan yang akan diperoleh bagi wanita yang mengandung, sebagaimana Rasulullah saw. telah berwasiat kepada Fatimah Az-Zahrah, anaknya yang berbunyi:


"Wahai Fatimah, apabila wanita mengandung, malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, dia tidak akan membawa dosa sedikit pun. Di dalam kubur akan mendapatkan pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahalah seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari Kiamat”.


Berikut ini merupakan point-point penting mengenai pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT untuk diberikan kepada muslimah yang mengandung yaitu malaikat beristigfar untuk wanita hamil, shalat wanita hamil lebih utama dibanding wanita yang tidak hamil, memperoleh pahala puasa di siang hari dan pahala ibadah di malam hari, mati syahid dan berjihad dijalan Allah.


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Dengan mengikuti kultum ini, kita ingat akan firman Allah yang menerangkan sekaligus menganjurkan supaya kita semua berbakti, patuh dan taat kepada Allah dan sesudah itu berbakti patuh dan taat kepada sang ibu, yang telah banyak jasanya bagi kehidupan kita ini. Sebagaiman Allah berfirman dalam surah Luqman 14 yaitu


Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.


Dan selanjutnya dalam surat Al-ahqaf ayat 15 dijelaskan :


Artinya : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".


Itulah pada hadirin keputusan dari Allah SWT. Selaku pencipta alam ini termasuk penciptaan manusia ini, dimana seorang anak itu diharuskan berbakti kepada kedua orang tuanya. Dan yang namanya anak itu tidak hanya usia kecil saja, akan tetapi kita –kita yang sudah jadi bapak-bapak, atau yang sudah kakek-kakek apabila masih mempunyai seorang ibu diharuskan berbakti,patuh dan taat kepadanya, dengan catatan asalkan perintahnya itu tidak menyimpang dari syari’at agama islam...


....


"Luar biasa sekali ternyata istriku ini" cup...


Ucap Boy, usai menyimak tausiah itu.


", semoga pahala selalu tercurah kepadamu sayang"


"Aamiin a, semoga ya a, hamilnya lancar dan melahirkannya juga lancar."


"Aamiin sayang.. Sini aku sun dulu baby nya.. Muah.. Muahh muahh.. " Boy mencium perut Luna seolah ia mencium calon anaknya itu.


"Hei sayang..." panggilnya pada calon anaknya itu


"Apa janinnya sudah bisa mendengar sayang?"


"Aku tidak tau a,, tapi bagusnya dari sekarang juga kita ajak ngobrol calon anak kita"


"Oo begitu.."


Kemudian Boy berbaring dipangkuan Luna menghadap perutnya dan mengajak ngobrol calon bayinya itu sambil menciumi dan becanda.

__ADS_1


Ah indah we pokoknya


__ADS_2