
"Luna jelaskan sayang" pinta Boy pada Luna
"Mm baiklah"
Mereka antusias ingin mendengarkan
"Beberapa bulan yang lalu, di sebelah tokoku ada toko kelontongan, tapi lama kelamaan toko itu berubah menjadi toko roti seperti milik Luna. Setelah toko itu buka tiap hari, sering ada teror ke toko Luna, berupa lemparan batu ke dalam kaca.
Hingga luna harus berulang kali ganti kaca. Waktu itu luna gak pernah cari tau siapa pelakunya.
Meskipun ada toko roti yang sama di samping toko Luna, tapi alhamdulillah toko Luna selalu ramai.
Hingga suatu hari teror terus berlanjut. Yang terakhir itu berupa lemparan batu yang di balut kertas di dalamnya ada ancaman agar Luna menutup toko Luna. Kalau tidak toko Luna akan di hancurkan.
Dan pada akhirnya toko Luna benar benar di hancurkan oleh sekelompok anak berandalan tadi siang. Sampai Luna habis kesabaran dan Luna tadii... " Luna tidak melanjutkannya
"Tadi Luna habis berburu loh bu, Luna memanah kaki anak berandalan itu, tapi ada yang berhasil kabur juga, begitukan sayang? " sambung Boy
"Yang benar kak? Wihh keren kak Luna" ucap Bianka.
"Bagus itu kak Luna, biar tau rasa itu mereka" ucap Briand
"iya dong, istriku memang hebat" ucap Boy sambil tersenyum pada Luna
"Kak Boy, Luna gak enak tau" ucap Luna
"Kenapa? Kamu itu memang hebat Lunaa" ucap Boy.
"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Lidya
" yaa pelakunya yang punya toko sebelah Luna Bu, anak berandalan itu suruhan mereka"
"Huuh syukurlah kalau begitu, pelakunya sudah di tangkap" ucap Lidya terlihat tenang.
"Nanti setelah selesai di bangun toko Luna, kamu harus meningkatkan keamanan di sana, biar tidak ada
yang berani lagi macam macam di sana" ucap Mirza
"Tentu ayah, Boy sudah rencanakan semuanya"
"Bagus itu Boy" ucap Lidya.
"Terimakasih semuanya" ucap Luna ia terharu dengan antusias mereka terhadapnya.
"Sama sama sayang, kamu ini kan bagian dari kelurga ibu, jadi jangan sampai ada yang berani macam macam sam kamu ya" ucap Lidya
", iya ibu"
*****
Sementara di gerbang utama, ada seorang lelaki yang memaksa masuk ke dalam rumah Mirza, penjaga menghadangnya karena mereka tidak kenal orang tersebut, namun mereka kewalahan menghadangnnya karena orang tersebut di kawal oleh banyak pengawal. Dan penjaga rumah mirza di ikat di sana oleh pengawal orang itu. Namun tidak di hajar oleh pengawal tersebut
"Papih apa apaan sih, kasian kan mereka" ucap anak lelaki tersebut ketika di dalam mobil.
"Biarin Za, kita kasih kejutan pada mirza" ucap lelaki itu
"Terserah papih deh".
Sampai akhirnya mereka berhasil masuk dan pengawal lelaki itu berjaga di sana mengawasi penjaga rumah Mirza. Dan sebagian pengawal yang lain ikut masuk ke dalam
Sampailah mereka di halaman rumah Mirza.
Kemudian lelaki itu dan anaknya turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Mirza.
Tuktuktuk.. Pintu di ketuk
Sementara di dalam rumah Lidya mendengar ada yang mengetuk pintu.
"Itu kayaknya Bayu pulang yah" ucap Lidya pada Mirza.
"Tunggu, biasanya bayu tidak pernah mengetuk pintu tanpa mengucap salam" ucap Mirza ia curiga
"Ayo kita lihat bu" Mirza mengajak Lidya
"Ayo ayah, kalian di sini ya" ucap Lidya pada anak anak mereka
Kemudian Mirza dan Lidya ke depan untuk membuka pintu. Dan mereka membuka pintu dengan hati hati.
Dan pintu terbuka oleh Mirza
"Hallo Mirzaaa" suara lelaki dari Luar dengan nada yang khas seorang Har.
"Har,, kau ternyata.. Pantaslah perasaanku tidak enak" ucap Mirza sambil geleng geleng kepala.
", hahahaa" Har ketawa
"Assalamualaikum om tante" sapa Zahwa pada Mirza dan Lidya. Seraya menyalami mereka
"Waalaikumsalam Zahwa, ya ampun nak, apa kabar kamu sayang? " tanya Lidya dengan cipika cipiki Zahwa.
"Baik tante" ucapnya dengan senyuman
", bagaimana kau bisa masuk ke sini Har? Tanpa meminta izin dariku hah? " tanya Mirza
"Aku ini sultan, fulus banyak,, aku bebas mau apa saja.. Hahaha.. "
", songong sekali kau... Apaan sultan dandanannya kayak gembel begitu" ledek mirza.
Karena Har terlihat berantakan
__ADS_1
"gak penting pakaianku, yang penting isi dompetku. Hahaha"
"Ck.. Lalu kau apakan penjagaku hah? ".
", aku suruh pulang mereka karena beraninya menghadangku"
"Jangan kurang ajar kau Har"Mirza geram sambil menahan tawa. Karena ia tau sifat Har
"Kenapa? Biarkan saja, mereka sudah ku beri gaji lebih banyak dari gaji yang kamu berikan pada mereka" ucap har dengan sombongnya
"Ck..sialan kau" ucap Mirza
"Ii papih lebih sopan dikit napa sii" ucap Zahwa pada Har
Har hanya tersenyum..
"Sudahlah ayo kita masuk ke dalam"/ucap Lidya mengajak mereka masuk
"Iya tante, terima kasih" Zahwa dan Lidya masuk ke dalam duluan.
Sementara mirza dan Har masih di luar.
"Pengawal, lepaskan ikatan penjaga itu" ucap har kepada pengawalnya
"Siap tuan"
Ucap mereka
"Jadi kau mengikat penjagaku? Kau benar benar Har" ucap Mirza tidak menyengka..
"Hahaha,, masih untung tidak ku suruh pulang mereka kan"
"Ya sudahlah ayo cepat masuk" ajak Mirza
Dan mereka masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga bersama anak anak Mirza.
Lidya membawa Zahwa menuju anak anaknya.
"Lihatlah semuanya siapa yang datang,, ini Zahwa calon istrinya kak Bayu." ucap Lidya dengan senyum lebar sambil menggandeng Zahwa.
Anak anaknya kaget sekaligus senang dengan kehadiran Zahwa.
"Haa kak Zahwa" ucap Bianka.dengan senyum lebar dan langsung memeluk Zahwa.
"Hei Bianka ya, semakin cantik aja kamu dek" ucap Zahwa membalas pelukan Bianka
", terima kasih kak" ucapnya
"Hai kak aku Briand" sapa Briand
"Hai Briand" mereka bersalaman.
"Hai calon kaka ipar, aku juga senang bertemu denganmu" Mereka cipika cipiki
"Hai Zahwa" sapa Boy dengan senyum tipisnya
"Hai kak Boy" ucap Zahwa.
"Sudah, duduk ya nak" ucap Lidya mengajak duduk Zahwa.
"Iya tante"
Senyum tidak terhenti dari mereka.
Kemudian Zahwa duduk di samping Lidya dan Bianka.
Setelah itu Har datang.
"Hallo hai semuanya, hei Kau Boy waah makin keren saja setelah menikah ya" ucap Har dengan suara serak khas nya.
"Hai om, apa kabar? " ucap Boy menyalami Har
"Baik baik,, ini istrimu Boy.. Ck. Ck luar biasa" ucapnya dengan melirik Luna sekejap dan Luna tersenyum dari balik cadarnya.
"Iya om" singkat Boy
"Hei Briand, arsitek muda yang sudah terkenal. Keren kamu Briand" ucapnya menyapa Briand.
"Hai Om, terima kasih" Briand menyalami Har
"Dan ini Bianka?, widiiih makin cantik saja anak gadismu Mirza. " ucapnya sambil bersalaman dengan Bianka.
"Terima kasih om" ucap Bianka.
"Iya lah Har" ucap Mirza yang sudah duduk di sofa nya.
Kemudian Har duduk di sebelah Mirza.
"Mana si Bayu? Calon mertuanya datang kok tidak di sambut"
"Bayu masih di perjalanan mungkin, dia tadi habis dari restorannya di luar kota. " ucap Mirza.
"Ooh begitu" ucap Har.
Kemudian Pelayan membawa minuman dan cemilan ke sana dan menyajikannya di
"silahkan tuan, nyonya" ucapnya
"Terimakasih mbak" ucap Lidya
__ADS_1
Setelah itu pelayan kembali ke belakang.
"Silahkan minumlah dulu Har, Zahwa " ucap Lidya
"Terima kasih tante" ucap Zahwa..
"Iya iya" Har
"Sebenarnya ada apa Har, tumben kau kesini tidak bilang bilang malah bikin kejutan" tanya Mirza
"Aku, yaa ada hal penting lah yang mau di sampaikan, aku ingin pernikahan Zahwa di percepat, supaya dia ada yang jaga" jelas Har
"Ohh itu bagus, kan dari dulu juga seharusnya sudah menikah tapi kau yang menunda nunda" ucap Mirza
"Hehe.. Aku kan sibuk Mirza, jadi sekarang aku akan mempercepat pernikahannya"
"Jadi kapan rencananya? " tanya Mirza
"Tiga hari lagi" ucap Har dengan semangat
Sontak saja semua orang kaget dengan ucapan Har
"APA?????? " ucap mereka kaget, Zahwa juga kaget karena dia tidak menyangka. Yang terlihat tenang hanya Luna saat itu.
"Kau, kau sudah gila apa Har? Tiga hari lagi? " ucap Mirza membelalakan matanya pada Har
"Iya", ucapnya santai
"Papih apa apaan sii, mendadak begitu, memangnya semua persiapan bisa selesai dua hari apa? " ucap Zahwa
"Jauh sekali dari tiga bulan menjadi tiga hari, kau benar benar Har" ucap Lidya
"Bikin jantungan saja tau tak! "
"Terserah, kalau kalian tidak siap yaa tidak apa, mungkin akan saya undur lebih lama lagi, kalau urusan persiapan papih bisa atur laah" santai sekali Har
Mirza nampak prustasi dan ia menepuk nepuk jidatnya
"Pantaslah aku tidak jadi berangkat ke turki tadi, ternyata akan kedatangan sultan sakit sepertimu "
"Hahaha,, suka sekali kau meledekku Mirza"
Boy dan yang lainnya hanya terkekeh mendengar pembicaraan Har dan Mirza. Pasalnya Har tidak sungkan lagi pada Mirza.
*****
Sementara itu Bayu sudah sampai di halaman rumahnya. Dia turun dari mobil dan ia keheranan melihat banyak sekali pengawal yang tidak ia kenali
Ada apa ini? Ada tamu memangnya ke rumah?. Batin Bayu bertanya tanya.
Para pengawal itu menunduk hormat pada Bayu. Kemudian Bayu masuk ke dalam seraya memberi salam , dan ia melihat dari kejauhan ada Har di ruang keluarga sedang mengobrol bersama Mirza. Dia kaget sekaligus bingung. Kemudian ia menghampiri mereka dan Bayu melihat ada Zahwa juga di sana. Hatinya berbunga bunga seketika
"Heii Bayu, akhirnya kau pulang juga, kemari.. Calon mertuamu datang tak kau sambut! " ucap Har ketika melihat Bayu.
"I, iya Om,, maaf.. Aku om nya gak bilang bilang si" ucap Bayu sambil tidak berhenti memandang Zahwa. Begitupun Zahwa sangat terlihat senang.
Har tersenyum saja juga yang lainnya
Bayu menyalami Har dan yang lainnya
"hai zahwa,, Pantaslah kamu tidak memberi kabar padaku sedari pagi, ternyata sudah ada di sini saja" ucap Bayu ketika berhadapan dengan Zahwa
"Iya,, kejutaaaan" ucap Zahwa dengan sumringah
Bayu tersenyum dibuatnya
Kemudian Bayu duduk di kursi dengan Har dan Mirza.
"Lagi bicarakan apa sih yah? Sepertinya serius sekali"
"Kamu nikahi Zahwa tiga hari lagi Bay" ucap Mirza nampak lemes
Sontak saja Bayu juga kaget
"Apa? Apa om serius om? " tanya nya pada Har
Dan Har mengangguk dengan senyum lebar pula.
"Yaa, ya bagus dong, lebih cepat lebih baik" ucap Bayu menyetujuinya
"Apa? Memangnya kamu sudah menyiapkan semuanya Bayu? " tanya Mirza
"Sudahlah yah,, dari awal rencana mau nikah juga Bayu sudah menyiapkan nya"
"Bagus Bayu, Bayu saja sudah siap. Tinggal kalian yang menyiapkan diri menghadiri pernikahannya nanti" ucap Har pada mereka
"Ya sudah... Baiklah.. Tiga hari lagi oke! Awas saja jika sampai batal lagi" ancam Mirza
"Kali ini aku serius Mirza " ucap Har.
Bayu dan Zahwa nampak bahagia walau sebenarnya mereka tidak tau bagaimana nantinya, karena pernikahan yang mendadak ini.
"Mm,, baiklah kita pikirkan lagi ini nanti, sekarang kita makan malam dulu, kamu sudah lapar nak? " ucap Lidya dan bertanya pada Zahwa
"Mm iya Bu" ucap Zahwa malu malu
"Aaa ide bagus itu, aku sudah lapar ayo kita makan" ucap Har dengan semangat.
Kemudian mereka pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama.
__ADS_1
Bersambung