Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Kembali ke kota


__ADS_3

Boy terus membujuk Luna agar dia mengganti pakaian dan pulang dari sana. Tapi Luna terus menangis dan mengibaskan tangannya ketika Boy memegangnya. Dan tidak mau pulang dari sana.


"Kenapa sih a? Dua hari lagi lho kita di sini..apa alasannya kita buru buru pulang hah?"


"Aku gak bisa mengatakannya.. Ayolah sayang, jangan nangis dan ganti pakaianmu sekarang ya!"


Luna menggeleng kepala, tetap tidak mau dia. Baginya Boy sudah ingkar janji.


Mendengar Luna menangis, Rani menemuinya dan ingin tau apa yang terjadi.


"Nak, boleh emak masuk" tanya Rani dari balik pintu


"Masuklah mah" ucap Boy


Rani masuk dan ia dapati Luna tengah menangis di lantai


"Ada apa nak?" tanya Rani sambil menghampiri Luna.


"Dia tidak mau pulang mah" ucap Boy yang tengah duduk di kursi rias.


"Kalian mau pulang hari ini?"


"Iya mah"


"Luna gak mau mah, a Boy udah janji satu minggu kita di sini, dan sekarang baru lima hari udah mau pulang. Dia ingkar janji mah" jelas Luna


Boy memberi kode pada Rani supaya menasehati Luna. Seketika Rani faham dan tersenyum


"Neng, kamu harus nurut sama suamimu, dia pasti ada alasan kenapa harus pulang hari ini" nasehat Rani


"Apa alasannya? Di tanya gak jawab, marah marah gak jelas sama Luna. Suami macam apa begitu"


"Padahal tadi baik baik aja mah, tapi ketika aku ajak ke bukit, a Boy malah ngajak Luna pulang ke kota.."


ucap Luna


"apa??? Kamu mau apa ke bukit, sudah tidak ada warga yang berani ke sana. Di sana banyak binatang buas neng.. Emak setuju kalau nak Boy menolaknya"


Jelas Rani


Luna kemudian terdiam dan memikirkan ucapan Rani.


Boy semakin yakin jika mimpinya itu suatu pertanda yang memberitahukannya akan hal yang begitu penting. Semakin mantap ia untuk pulang hari itu juga. Kemudian ia turun ke bawah meninggalkan Luna dan Rani, Boy memanggil pelayan agar membantu Luna mengemas barangnya. Dan ia menunggu di ruang tamu bersama Willy.


Setelah di nasehati Rani, Luna akhirnya luluh dan segera berganti pakaian dan berdandan seperti biasa. Ketika selesai mengemas pakaian, mereka turun menemui Boy di ruang tamu.


Boy tersenyum ketika melihat Luna, tapi Luna memalingkan wajahnya dan cemberut.


Mereka duduk dan mengobrol sebentar


"Mah, kita bareng berangkat ke kota yuk" ajak Luna pada Rani.


"Mm sepertinya mamah tidak bisa nak, mamah mau di sini saja ya, A rendi menyuruh mamah tinggal di sini" ucap Rani


"Lhaa ko gitu, terus rumah yang di kota tidak di tempati bagaimana?"

__ADS_1


"Itukan rumahmu neng, kalian bisa menempatinya kan?.. Ya nak Boy" Rani meminta persetujuan pada Boy. Boy hanya mengangguk, karena sebenarnya ia tidak bisa pisah rumah dengan ibu Lidya


"Tapi mah,, nanti Luna jauh nengok mamah"


Luna nampak sedih dengan keputusan mak Rani.


"Kalian bisa ke sini sering sering" ucap Rani dengan senyumnya dan membelai kepala Luna, ia berat juga bila harus pisah jauh dengan Luna.


Luna hanya memeluk Rani, seakan ia tak kuasa meninggalkan Rani.


Rendi dan istri serta anaknya juga menemui Luna dahulu, mengucap perpisahan pada Luna dan Boy.


Begitu juga teman teman Luna dan tetangga datang mengucap salam perpisahan pada Luna.


Suasana haru saat itu.


"Neng Lubis hati hati di jalan ya" ucap Amel melepas pelukannya pada Luna dan menangis melepas kepergian Luna yang hendak naik ke mobil.


"Iya Amel,,, jangan nangis dong, aku jadi sedih tau" ucap Luna sambil menyeka air matanya.


Kemudian Amel tersenyum,mereka basa basi sebentar, dan Luna naik ke mobil seraya mengucap salam. Boy dan Willy sudah masuk, serta supir siap mengemudi.


Mobil beriringan menjauhi kampung itu kembali lagi ke kota.


Suasana hening di dalam mobil itu, ketika melewati pemakaman orang tua Luna, mereka berziarah dulu sebentar ke sana. Mendoakan dan memberi taburan bunga di atas kuburan orang tua Luna.


Kemudian kembali lagi melanjutkan perjalanan.


Hampir setengah perjalanan, Luna hanya diam ketika Boy mengajaknya bicara. Boy terus menggoda, tapi Luna tahan sekali dia tidak mau bicara, sampai dudukpun berjarak. Membuat Boy putus asa dan merasa bersalah karena membuat Luna kesal dan akibatnya Luna mengabaikan dia sekarang.


Kemudian Boy mengirim pesan pada Willy.


"Bicara apa bos?". Balasan willy


"Ya apa saja lah"


"Baiklah Bos"


Kemudian Willy membuka pembicaraan dan bertanya pada Luna. Sebenarnya ia juga suka jika mendengar nasehat Luna.


"Mm nona boleh saya bertanya?" ucap Willy


"Bicara saja kak Will" ucap Luna sambil memandang ke luar


"Mm kenapa ya, terkadang ketika ada seorang muslim, bisa jadi saya gitu kan, kalau berdoa tidak Allah kabulkan, padahal Allah maha mengabulkan doa, bukankan begitu nona " tanya Willy


Luna menanggapi pertanyaan Willy dan menjawabnya


"Bisa jadi doa kita tidak dikabulkan karena yang kita konsumsi itu makanan haram kak will. Percuma kan kita menengadahkan tangan ke langit, meminta kepada Allah sambil berkata "ya Allah, ya Allah!!. Kabulkanlah... " tetapi yang kita makan makanan haram, pakaiannya dari hasil haram pula, bagaimana doanya akan di kabulkan? "


Baginda nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda " Allah Maha Suci dan hanya menerima harta yang suci. Allah Subhanahu Wata'ala memerintahkan kaum muslimin sebagaimana perintahnya kepada Rasul-Nya.


Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : wahai para rasul, makanlah dari yang baik baik, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu lakukan.


Dan juga dalam ayat lain qs, al baqarah ayat 172 Allah berfirman : Hai orang orang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik baik yang kami berikan kepadamu. "

__ADS_1


"Begitu kak wil, jika yang kita lakukan sudah baik dan melakukan yang halal, tapi doa belum juga di kabulkan, mungkin saja Allah menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkannya" sambungnya


"Ohh,, benar sekali nona, alhamdulillah nona saya sudah melakukan yang halal. Mungkin saja hanya perlu bersabar menunggu doa itu di kabulkan. "


"Bagus itu kak will"


"Tapii.. Satu lagi nih nona, kenapa ya banyak lho orang orang musrik yang hidupnya enaak dan tidak kekurangan? Padahal mereka tidak menyembah Allah"


"Itu berkat rahmat Alla Subhanahu Wata'ala, kadang kadang doa orang kafir pun di kabulkan apalagi orang fasik. Namun doa yang sebenarnya memenuhi syarat untuk di terimanya doa adalah doanya orang -orang muttaqin. Siapa saja ingin doa doanya di terima Allah Subhanahu Wata'ala, maka sangat penting untuk menjauhi harta haram. Siapakah yang ingin doanya tidak di kabulkan? "


"Hmm,,, semua orang ingin doanya di kabulkan nona"


"Nah itu tau,, jadi penting bagi kita untuk berhati hati dalam menjalani hidup"


"Terima kasih nona.. Nasehat Ini sangat berharga bagi saya"


"Sama sama kak will".


Selesailah willy bertanya pada Luna, dan kini merek mendapat suatu pelajaran lagi dari Luna.


Boy tersenyum pada Luna yang tengah kembali memandang ke luar dari kaca mobil.


Boy mencolek pinggul Luna, dan Luna terperanjat. Ia melirik ke arah Boy


"Diem" singkat Luna dan kembali memalingkan wajahnya


"Ayo dong sayang, aku tidak tahan di acuhkan terus sama kamu"


Hening


"Huammm.." Boy mulai jenuh. Kemudian ia punya ide


"Ekhmm.. Sayang" panggilnya pada Luna sambil mendekat.


Kemudian ia berbisik


"Sebagai permintaan maafku,, kamu mau tidak kita pergi umroh bareng" ucapnya pada telinga Luna


Seketika pula Luna menoleh ke arah Boy dan wajah mereka hampir beradu, hanya di batasi kain cadar.


Luna tersenyum dan hatinya kini kembali meluluh.


"Aku mauuu... " ucapnya


"Alhamdulillah.. Sini peluk dulu" pinta Boy. Dia senang sekali Luna kini tersenyum padanya. Kemudian mereka berpelukan.


Boy faham sekali Luna tidak akan lama jika marahan, hanya saja ia butuh sedikit rayuan


"Janji ya a.."


"Iya dong..jangan marah lagi ya sayang.."


"Tidak akan".


Begitulah wanita, jika di diamkan yaa begitu adanya.

__ADS_1


Jika di bentak akan menjadi lebih retak.


Jika di rayu dengan lembut, maka ia akan meluluh bahkan membalas lebih pada pasangannya.


__ADS_2