Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Hamil


__ADS_3

Pagi harinya Boy bangun tidur kala itu ia tidak dapati istrinya dalam pelukannya, waktu menunjukan pukul tiga pagi. Terdengar suara air keran mengucur di kamar mandi disertai suara muntahan seseorang di sana. Suara Luna.


Segera mungkin Boy menghampiri sambil mengucek ngucek matanya supaya melihat dengan jelas. Ia melihat Luna tengah muntah di sana. Panik lah si Boy dibuatnya


Wekkk.. Luna muntah air beberapa kali


"Sayang kamu kenapa hm?" tanya Boy. Ia memijit pundak dan punggung Luna


"A.. Aku mual banget, kayak masuk angin gitu"


"Ya ampun sayang, kok bisa,, padahal kamu gak angin anginan kan..ayo, kembali ke tempat tidur, aa balut kamu dengan minyak angin ya"


"Mm"


Luna terlihat lemas setelah muntah itu.


Boy menidurkan Luna di kasur dan ia membalutkan minyak angin ke tubuh Luna. Tapi Luna kembali ingin muntah dan ia bulak balik ke kamar mandi beberapa kali.


Kemudian Boy memanggil pelayan untuk membawakan air minum hangat untuk Luna.


Tidak butuh lama, pelayan datang dengan segelas air hangat. Setelah menyerahkan, pelayan kembali lagi ke belakang.


"Sayang minumlah"


Boy menyodorkan air minum itu pada Luna. Kemudian Luna meminumnya.


"Aku lemes banget a" ucapnya dengan lirih.


"Iya sayang.. Sabar ya" Boy terus membelainya dan memeluk nya, mereka duduk di atas kasur. Sampai beberapa saat, Luna terlihat tenang.


"Kita panggil dokter ya sayang"


"Gak usah a, nanti Luna juga baikan"


"Untuk memastikan saja, kenapa dengan tubuhmu, jangan jangan itu bukan masuk angin biasa, biar nanti dokter memeriksamu ya"


"Mm.. Aku nurut saja"


"Sekarang gimana rasanya? Dah enakan?"


"Iya,, sedikit"


Kemudian Boy menelpon dokter pribadi untuk datang ke rumahnya, sayangnya dokter akan datang ke sana nanti agak siang karena ia sedang berada di luar kota. Oh iya itu tidak masalah, asalkan dokter bisa ke rumahnya Boy hari itu.


Setelah subuh, Luna kembali tiduran karena badannya kurang enak dan lemas. Sampai waktu sarapan tiba, Luna tidak nafsu makannya dan memilih untuk tiduran saja.


"Ayo dong sayang. Makan dulu, supaya kamu ada tenaga.. Ayo" ajak Boy, ia sudah rapih dengan baju kerjanya. Ia harus ke kantor meski sebenarnya ia kuatir dengan kondisi Luna.


"Engga a, nanti saja" Luna terus meringkuk dan membalut tubuhnya dengan selimut


Boy terus melihat jam di tangannya, sudah hampir siang. Sebentar lagi Willy datang menjemput.


"Sayang,, aa harus ke kantor, maafkan aa ya.. Banyak sekali pekerjaan hari ini"


Boy membelai kepala Luna


"Tidak apa a, pergi saja" jawabnya


Luna memejamkan matanya, rasa kantuk kembali melandanya.


Cupp... Boy mengecup kening Luna seraya tersenyum kemudian Luna membalasnya dan mencium tangan Boy.


"A hati hati ya" ucap Luna


"Iya sayang, sebentar lagi dokter kesini. Kamu baik baik ya.. Cepat sembuh istriku"

__ADS_1


Luna mengangguk, kemudian Boy menghujani Luna dengan kecupan. Lalu pamit.


Meski berat ia harus meninggalkan Luna, tapi pekerjaan menuntutnya untuk segera pergi. Bahkan sebenarnya ia harus ke luar kota hari ini, tapi dia tidak bilang pada Luna.


Saat sedang sarapan. Boy meminta pelayan mengantar makanan ke kamar Luna, segera mungkin pelayan melaksanakannya.


"Ibu, aku titip istriku ya, hari ini aku sibuk banget" ucap Boy


"Iya nak, sekarang sedang apa dia?"


"Sedang tiduran bu"


"Oh.. Baiklah, dokter susan sudah dihubungi kan?"


"Sudah bu,sepertinya masih dalam perjalanan"


"Ooh.. Baguslah"


Sebelumnya Lidya sudah tau jika Luna sakit. Ia mengira kalau Luna itu tengah hamil, hanya saja Lidya tidak membicarakannya dengan Boy.


Lidya terlihat senyum senyum karena ia akan mendapat cucu, ya semoga saja.


Boy melihat ekspresi Lidya yang tidak kuatir sama sekali dengan kondisi Luna, malah ia terlihat senang.


"Ibu kok senang sekali sepertinya dengan kondisi istriku"


"Mm.. Nggak.. Ya ibu kuatir lah nak, itu biasa wanita alami jika.."


"Jika apa bu?"


"Ah ibu belum bisa memastikan, nanti saja kita dengarkan hasil pemeriksaan dokter susan"


Boy terus melirik jam di tangannya, dan waktu sudah siang, Willy juga sudah siap di halaman


"Ya sudah bu, aku berangkat dulu ya.." ucapnya sambil mengecup dan menyalami Lidya.


"Biy, Briand.. kakak berangkat ya" ucapnya pada Bianka dan Briand


"Iya kak" jawab mereka.


Tidak lupa pelukan hangat dari mereka setiap pagi untuk mengeratkan ikatan kasih sayang mereka.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Ibu dan adiknya mengantar Boy dengan senyuman, pada akhirnya adik-adiknya pun berangkat sekolah.


Tidak butuh waktu lama dokter susan datang, ia sampai di halaman rumah dan turun dari mobil. Lidya sudah menyambutnya di depan pintu.


Dokter susan melempar senyuman seraya mengucap salam pada Lidya


"Selamat pagi nyonya, apa kabar?" tanya Dokter susan sambil cipika cipiki dengan Lidya


"Alhamdulillah Baik dokter. Mari masuk"


Mereka masuk rumah seraya berbincang hingga sampai di dekat kamar Luna.


Kemudian Lidya mengetuk pintu kamar Luna, Luna mempersilahkan masuk.


"Sayang.. Ini dokter Susan akan memeriksamu"


Dokter Susan tersenyum pada Luna


"Oh iya ibu.. Silahkan dokter" ucap Luna

__ADS_1


"Sarapannya belum dimakan nak?"


"Nanti saja ibu"


Setelah mempersiapkan alat-alat untuk memeriksa Luna, kemudian dokter memeriksanya. Dokter memeriksa sambil mengajak berbincang pada Luna, Luna dengan senang hati menjawab semua pertanyaan yang di berikan dokter. Setelah memeriksa tekanan darah dan perut Luna, dokter merasakan ada sesuatu, ia meminta Luna untuk mengecek dengan tespek. Kemudian luna ke kamar mandi dan melakukan apa yang diminta dokter. Setelah beberapa menit Luna kembali dengan senyum sumringah dan memperlihatkan hasilnya pada dokter dan ibu Lidya.


Hasilnya positif, masyaallah betapa bahagianya mereka. Apalagi Lidya, ia tidak hentinya mengucap syukur. kemudian dokter kembali memeriksanya dan menanyakan kapan terakhir haid, dan dapat di simpulkan bahwa kehamilannya baru beberapa minggu ini, lalu dokter memberikan penjelasan seputar kehamilan pada Luna


"Nona, rasa mual dan pening itu akan di rasakan di awal kehamilan, sebaiknya kalau baru bangun itu jangan langsung bangun dari tempat tidur dulu ya nona" ucap dokter


"kenapa dokter?"


" iya nona, soalnya kalau nona langsung bangun pasti langsung pusing, itu yang meningkatkan rasa mau muntah."


"lalu apa yang harus saya lakukan bu dokter?"


" sebaiknya nanti waktu nona bangun, kalau bisa sediakan biscuit kering di meja samping tempat tidur nona, supaya sebelum beraktifitas, nona bisa memakannya beberapa"


"Oo gitu ya ibu dokter"


"Iya nona, apa nona sudah sarapan?"


"nggak dokter, rasanya ingin muntah dan tidak berselera"


Dokter tersenyum dan menghela nafas


"sebaiknya nona makan ya , sedikit juga nggak apa. yang penting sering ya nona, biar nutrisinya tetap terjaga"


"iya dokter, akan saya usahakan"


"Jika muntah, itu normal dalam kehamilan muda seperti ini, tapi sebaiknya nona makan yang sering ya walau dalam porsi kecil."


"ia bu dokter, boleh nggak kalau saya ganti sama teh gitu bu atau jus jeruk? "


" boleh nona, kalau nona suka teh, barengin aja sama biscuit atau roti panggang kalau nona suka"


"oh iya dokter"


"bila ada keluhan, jangan sungkan untuk menghubungi saya ya nona"


"Baik terima kasih banyak dokter"


"Sama-sama, kalau begitu saya pamit pulang dulu nona, nyonya"


"Baik dokter, mari saya antar" ucap Lidya


Kemudian Lidya mengantar dokter ke halaman, setelah berbincang beberapa saat, dokter kembali menuju rumah sakit, karena bertugas di sana.


Lidya kembali lagi ke kamar Luna, sebelumnya ia membawa makanan yang kiranya Luna suka.


"Nak, makanlah.. Ibu bawakan biskuit dan jus untukmu" ucap Lidya


Luna tengah bersandar di kasurnya


"Iya ibu, terimakasih,, maaf Luna jadi ngerepotin ibu ya"


"Tidak sayang, ibu juga pernah hamil kan, dan ibu merasakan bagaimana rasanya hamil di trimester pertama"


"Ayo sarapan ya sayang"


"Iya ibu,, mm suamiku belum diberi tau, apa nanti saja ya bu?"


"Nanti saja, kita beri kejutan padanya"


Luna tersenyum

__ADS_1


"Aku setuju"


Kemudian Luna sarapan, sambil berbincang banyak hal dengan Lidya, ya dia menanyakan pengalaman ibunya itu ketika hamil.


__ADS_2