Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Bagian tiga


__ADS_3

Boy kembali menjawab iya iya saja dan berjanji akan minta maaf pada Luna.


Setelah selesai Boy mendapat serangan dua kali dari paman dan ibunya, kemudian Boy menatap Willy dengan kesal dia berfikir bahwa ini ulah Willy, Willy mengadukan perbuatannya pada ibunya serta paman Sam. Sementara Willy memalingkan wajahnya dia pura pura tidak tahu saja.


Setelah itu Willy dan Sam pamit untuk pulang dan meninggalkan Boy, Sam berharap Boy bisa berfikir sedikit dewasa dan merenungi semua perbuatannya.


Sementara Boy di rumah masih saja berfikir bahwa Luna lah yang bersalah dan Luna juga yang harusnya minta maaf duluan karena dia tidak terima dengan perbuatan Luna. Dan ia gengsi sekali untuk minta maaf pada Luna


Hingga beberapa hari Luna tidak melihat kembali batang hidung Boy, dia merasa bersyukur. Dia fikir Boy akan menyeretnya ke penjara karena kejadian itu. Sementara Boy terus di desak oleh Willy agar minta maaf pada Luna. Namun Boy tetap menolaknya. Sikap Boy membuat Willy sangat jengkel pada Boy. Dia merasa rasanya sudah menyerah dalam menghadapi Boy


Lidya terus meminta Willy agar menjaga Luna, dia takut Boy berbuat nekad pada Luna. Lidya yakin bahwa Luna adalah gadis yang baik dan sholeha hanya saja Boy yang keterlaluan. Dan Willy sangat mematuhi Lidya.


Suatu hari Luna kesiangan bangun dan segera bergegas bersiap diri untuk segera pergi bekerja, dia tidak sempat sarapan hingga dia berangkat bekerja dalam keadaan perut kosong, dia hanya membeli sebuah roti dan air mineral di warung kemudian memakannya untuk mengganjal perutnya. Ia juga sedang datang bulan kala itu. Hingga badannya sangat lemah, namun ia harus semangat bekerja karena hari itu adalah tanggal gajiannya.


Sementara Boy di kantornya dia nampak sangat bosan dan ingin mencari hiburan walau pekerjaan masih menumpuk. Kemudian ia meminta Willy untuk menemaninya pergi ke luar untuk mencari hiburan. Willy menarik nafas dengan kasar, dia nampak kesal pada Boy, karena bisa bisanya sesibuk ini Boy meminta untuk ditemani cari hiburan, namun Willy tetap menemani Boy kemanapun dia pergi.


Selain sibuk mengurus Boy dan menjadi sekertaris pribadi Boy, Willy juga masih menyelesaikan kuliahnya yang belum tuntas. Di balik kesibukannya Willy juga punya cita cita yang diimpikannya. Hingga diselang waktu Willy mengejar ketertinggalannya dalam pelajaran kuliahnya. Dia mencoba untuk tetap tenang dan santai dalam mengerjakan tugasnya.


Hingga akhirnya Boy dan Willy pergi keluar, mereka masih bingung mau pergi ke mana, Willy mencoba menanyakan ke Boy sebenarnya mereka mau ke mana namun Boy juga bingung. Sampai akhirnya Willy hanya menyusuri jalan sampai beberapa menit kemudian.


Tidak beberapa lam Boy melihat Luna sedang menyapu jalanan sendirian dan jauh dari teman temannya. Kemudian Boy merencanakan sesuatu yang tidak terduga duga. Willy juga melihat Luna, dan Boy meminta Willy agar memarkirkan mobilnya. Willy berfikir bahwa Boy akan meminta maaf dan mengakui kesalahannya pada Luna, namun apa yang dilakukan Boy pada Luna sungguh membuat Willy tidak menyangka.


Boy malah menyuruh empat pengawalnya yang berada dikediamannya untuk datang ke lokasi yang sudah di beritahukan sebelumnya. dan Boy menyuruh para pengawal tersebut untuk menguji kembali kemampuan bela dirinya Luna. Dan mereka mengerjakan perintah Boy tersebut.


Melihat apa yang dilakukan Boy, Willy langsung panik dan marah sekali pada Boy, dia takut Luna terluka dan Lidya akan sangat marah besar padanya karena dia tidak bisa menjaga Luna, di sisi lain Willy juga tidak bisa berbuat apa apa karena Boy merampas ponselnya untuk merekam adegan Luna yang sedang di berkelahi dengan empat pengawal suruhan Boy


"Apa yang kamu lakukan bos? Kamu bisa melukai Luna" ucap Willy dengan nada tinggi dan marah pada Boy


Mendengar Willy membentak dirinya, Boy berbalik membentak Willy "beraninya kau membentaku will..!! Sudah kau diam saja.. "Ucap Boy dengan nada tinggi pada Willy.

__ADS_1


"Aku akan membantu Luna Bos.. " ucap Willy hendak turun dari mobil, namun Boy melarangnya


"Diam kau will,, aku hanya ingin melihat seberapa hebat Luna dalam beladiri". Ucap Boy sambil menahan Willy yang hendak turun dari mobil. Willy terlihat sangat geram pada Boy. Kemudian mereka menyaksikan dari dalam mobil Luna yang sedang berkelahi di sebrang jalan sana.


Willy tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya berharap Luna bisa mengalahkan keempat pengawal itu dan Luna tidak terluka.


Sementara di sana Luna nampak sedang istirahat dan tiba tiba dihampiri empat orang yang tidak di kenalnya dan secara tiba tiba langsung menyerang Luna, untung saja Luna sigap dan Langsung menepis pukulan lelaki tersebut. Luna langsung berdiri tegak dan siap melawan keempat lelaki tersebut.


"Siapa kalian? Mau apa kalian? " ucap Luna dengan tegas dan sorot mata yang tajam. Namun mereka tidak menjawab dan malah langsung saja menyerang Luna secara bergantian. Karena keahlian Luna awalnya berhasil memukul dan melawan keempat lelaki tersebut hingga mereka nampak kesakitan, namun mereka terus melawan Luna kembali. Dan Luna mulai lemah kekuatannya karena kelelahan.


Sementara Willy nampak panik melihat Luna yang mulai mendapat pukulan dari lelaki tersebut begitu juga Boy nampak mencemaskan Luna. Dan Boy hendak memberhentikan aksi keempat pengawalnya tersebut namun terlambat, karena Luna sudah lemah dan mendapat pukulan hingga membuatnya pingsan dan kepalanya terbentur dengan keras keatas aspal. Melihat kejadian itu keempat pengawal Boy terlihat panik dan hendak menolong Luna, namun Boy sudah duluan menghampiri dan menyuruh keempat pengawalnya untuk segera pergi dari sana keburu ada warga yang melihat.


Sementara Willy nampak prustasi melihat kejadian itu, dia hanya diam di mobil, dia ingin tau apakah Boy akan bertanggung jawab atau tidak. Sebenarnya dia juga ingin menolong Luna, namun dia menahannya.


Boy yang melihat Luna tergeletak tidak sadarkan diri dia terlihat panik dan merasa bersalah. sedangkan cadarnya terbuka dan kepalanya berdarah serta hidungnya juga berdarah. Boy tidak sengaja melihat wajah Luna yang nampak begitu pucat namun tetap terlihat cantik, kemudian Boy menutupkan kembali kain cadarnya Luna. Dengan nafas terengah dan gemetar Boy langsung menggendong Luna dan membawanya masuk ke dalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


Sementara di dalam mobil Willy menahan emosinya wajahnya sudah merah dan tangannya mengepal ingin sekali dia menonjok wajah si Boy namun Willy menahannya, dia segera menghubungi rumah sakit untuk bersiap karena akan kedatangan pasien gawat darurat dan Willy bersiap untuk mengemudi kemudian Boy masuk membawa Luna.


Kemudian Willy melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Ditengah perjalanan Willy terus memaki Boy yang tidak tau diri itu, menurutnya.


"Puas kamu bos..!!! Itu yang kamu mau? Kalau sampai luna kenapa kenapa, saya tidak ikut campur Bos.. Kamu benar benar keterlaluan Bos, kamu sudah gila ..!!! Aku yakin kau akan menyesali ini Bos.!! Teganya kamu sama perempuan, kamu melukai Luna hanya untuk kepuasan hatimu Bos..!! Itu yang kamu sebut hiburan Bos?? Haah? " ucap Willy dengan nada tinggi


"Sudah cukup Will, kau hanya menambah pusing kepalaku tau..!!! Iya oke saya akan bertanggung jawab semuanya Will. Lagian Luna cuma pingsan doang kan. Arghh ck." ucap Boy dengan pembelaan pada dirinya.


"Terserah kau Bos" ucap Willy, dia nampak malas berbicara pada Boy. Dan kembali fokus mengemudi


Sesampainya di rumah sakit, Luna langsung di bawa ke ruang pemeriksaan untuk segera diperiksa dan mendapat penanganan medis. Sementara Boy dan Willy menunggu di Luar. Willy memutuskan untuk memanggil Sam agar bisa bicara nyambung dengan Boy, karena Willy tidak mau bicara pada Boy karena kesalnya.


Tidak beberapa lama Sam muncul dan segera menghampiri Boy dan Willy, dia penasaran dengan apa yang telah terjadi pada Luna

__ADS_1


"Ada apa ini Bos? Apa yang kamu lakukan pada Luna? " tanya Sam pada Boy dengan tenang


Namun Boy hanya diam saja, fikirannya stres bagaimana kalau luna sampai meninggal. Boy tidak bisa berfikir jernih.


Merasa tidak ada jawaban dari Boy, Sam langsung bertanya pada Willy. "Willy katakan apa yang terjadi pada Luna"


Kemudian Willy menjawab "itu perbuatan Bos. ayah, dia menyuruh pengawalnya buat memukul Luna.. Sudah benar benar gila si Bos, ayah.. " ucap Willy dengan nada kesal ke arah Boy


Boy benar benar diam, kali ini dia merasakan begitu menyesal.


"Baiklah. Ceritakan Bos, apa benar apa yang dikatakan Willy? "Tanya Sam sekali lagi pada Boy


"Benar paman, saya menyuruh orang untuk menguji kemampuan Luna dalam bela diri, tapi ternyata Luna kalah" ucap Boy sambil menunduk karena merasa bersalah


"Itu karena kau menyuruh empat orang sekaligus Bos untuk mengeroyok Luna"ucap Willy dengan nada tinggi


Sam menarik nafas dengan kasar,, dia mencoba untuk tetap tenang dan menjaga emosinya.


"Apa? Kau menyuruh empat orang untuk menguji Luna Bos?.. Bos kamu sedang dalam masalah besar kali ini, kamu harus siap untuk bertanggung jawab dan menerima hukumannya nanti dari Nyonya Lidya, paman tidak bisa menentukan apa hukuman yang pantas buat kamu. Biar ibumu yang menghukumu dia pasti sangat marah padamu Bos ketika dia tau nanti kamu telah berbuat seperti ini!! " ucap Sam


Boy semakin menunduk dan merasa terpuruk


Paman benar, ibu pasti akan sangat marah ketika tau aku telah berbuat jahat pada luna. Arghh


Dan aku harus siap dengan hukumannya. Batin Boy sambil ia terlihat prustasi dan mengacak ngacak rambutnya dengan kasar.


"Dan kamu Willy, kenapa kamu bisa lengah dalam mengawasi Boy? Bukankah kamu telah diperintahkan nyonya untuk melindungi Luna dari niat buruk Boy" ucap Sam pada Willy


"Benar ayah, kali ini Willy juga melakukan kesalahan, seandainya tadi willy cepat menolong Luna, mungkin tidak akan seperti ini, tapi si Bos dia menahan wily agar tidak keluar dari mobil ayah" ucap Willy dengan nada menyesal

__ADS_1


Sam hanya menggelengkan kepalanya dan pasrah pada keadaan, kejadian ini mungkin sudah seharusnya terjadi dan dia berharap semoga Boy mendapat pelajaran dari kejadian ini


__ADS_2