
Di dalam mobil, Boy nampak senyum senyum sendiri, rencananya ia akan memberikan kejutan pada Luna setibanya di hotel.
Boy dan Willy sudah sampai di bandung mengendarai mobil bersama Willy.
Tidak beberapa lama kemudian, ia sampai di halaman hotel tersebut. Mobil terparkir di tempatnya. Namun dari dalam mobil Boy melihat Luna tengah duduk termangun bersama Bianka.
", Willy kau lihat, bukankah itu Luna? " tanya Boy sambil memandang ke arah Luna
"Betul Bos, itu nona Luna sepertinya" Willy meyakinkan.
"Aku tidak tega melihatnya, dia sampai menungguku di sana, ayo kita turun Will, mana topeng ku" pinta Boy
Sebelumnya Boy menyuruh Willy untuk membeli topeng di sebuah toko pas waktu perjalanan ke sana.
"Ini Bos" willy menyerahkan topeng tersebut pada Boy dan ia juga memakainya.
Boy memakai topeng tersebut lalu mereka keluar dari mobil dan menghampiri Luna di sana.
Boy menyapa Luna dengan suara yang dibuat berbeda agar Luna tidak mengetahuinya jika itu Boy.
"Selamat pagi menjelang siang nona, saya butuh gandengan untuk di bawa ke acara pernikahan di dalam hotel ini, apa tuan putri bersedia menemani saya " ucap Boy pada Luna sambil menadahkan tangannya dan sedikit membungkuk.
Willy di belakang Boy hanya menahan tawa
Luna kaget, begitu juga Bianka. Pasalnya Luna benar benar tidak mengetahui jika itu adalah Boy
"Maaf, saya sudah punya suami dan saya sedang menunggunya" ucap Luna terlihat risih dengan orang yang ada di hadapannya
Kemudian Boy membuka topengnya dan tersenyum manis pada Luna.
Sontak saja Luna kaget dan ia langsung berdiri lalu memeluk erat suaminya itu.
"Kak Boy ternyata ini kamu" ucap Luna ia terlihat senang sekali. Lalu ia melepas pelukannya dan saling berhadapanlah mereka. Mata Luna sampai berbinar di buatnya
Bianka tersenyum haru melihatnya.
"Kamu menungguku sayang? " tanya Boy
"Aku menunggumu dari kemarin" ucap Luna
"Ya sudah ayo kita ke dalam, Bayu sudah menunggu kan? " tanya nya.
", iya ayo"
Kemudian Boy dan Luna bergandengan lalu masuk ke dalam
Boy menyerahkan topengnya pada Bianka. Lalu bianka memakainya dan ia melihat Willy tidak ada yang menggandeng.
"Kak Willy, ayo gandengan sama Biy" ajak bianka
"Aayo" ucapnya
Dengan senang hati Willy menggandeng Bianka tanpa malu, walau itu hanya sebatas gandengan saja. Mereka tampak serasi namun usia mereka yang berbeda 13 tahun. Hahaha.
Dengan wajah sumringah dan senyum yang mereka tebarkan, Boy dan Luna berjalan duluan menuju tempat acara di ikuti Willy dan Bianka. Mereka melewati karpet merah penyambutan, yang di gunakan Bayu dan Zahwa tadi.
Kemudian pembawa acara melihat kedatangan Boy dan Luna dari sana.
"Nah itu dia sosok yang di tunggu tunggu kita dari tadi, dan sekarang sudah sampai senang sekali rasanya..tepuk tangan.. " ucapnya
Prokprokprok... Tamu undangan bertepuk tangan dengan bersorak bahagia menyambut Boy dan Luna. Mereka tampak serasi sekali, Para tamu terpana melihat mereka.
Lidya dan yang lainnya terlihat saangat bahagia dengan kedatangan Boy bersama Luna.
"Alhamdulillah ayah, akhirnya Boy sampai juga,
Tapi itu kenapa Bianka sama Willy gandengan dan pakai topeng pula" ucap Lidya sambil menahan tawanya karena merasa lucu melihat Bianka sama Willy, mereka berjalan ke depan sambil melambaikan tangan pada para tamu.
"Iya bu lucu sekali. Hahaha" ucap Mirza.
"Alhamdulillah kak" ucap Bayu juga yang lainnya.
Kemudian Boy dan Luna duduk di kursi yang telah di sediakan khusus buat mereka. Dengan senyum yang selalu merekah terlihat di bibir Boy dan Luna. Luna tidak bisa berkata kata saking bahagianya.
Begitupun Boy ia hanya memandang penuh cinta pada Luna. Dengan sesekali mencium lembut pipi Luna
Sementara Bianka mengantar Willy ke tempat duduk khusus untuk keluarga Willy, dan sudah ada kursi khusus pula untuk willy di sana.
"Paman Sam, Biy antarkan jomblo kesepian ini pada paman. Hahaha" ucapnya pada Sam dan Bianka meledek Willy lalu ia bergegas pergi dari sana
"Awas kau Biy" ancam Willy dengan mengepalkan tangannya tapi sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Sam hanya tersenyum melihat tingkah Bianka dan Willy.
Bianka langsung kembali ke tempat duduknya bersama Lidya dan membuka topengnya.
Willy ketika berada di samping Sam, ia menyalami ayahnya itu,
"Ayah" Willy menyalami Sam
"Ibu" lalu menyalami ibunya, dan ada Wulan juga. Tapi ibunya juga membawa seorang gadis cantik seumuran Wulan di sana.
Mereka tersenyum pada Willy
Willy terpana di buatnya.
"Lhoh ibu, ini siapa? " tanya Willy, ia tidak berhenti memandang gadis itu yang tampak manis dimatanya
Memakai kerudung merah maron yang senada dengan bajunya
"Kenalin, ini Hana, anaknya temen ibu, ia sengaja ibu ajak ke sini, menggantikan Wanda yang tidak bisa ikut ke acara pernikahan Bayu ini" jelas Ayu, ibunya Willy
"Hai kak Willy, senang bertemu dengan mu" sapa Hana seraya melambaikan tangan
"Oohh.. Hai aku willy" cantik. Batin Willy. Dan ia melempar senyum yang manis pada Hana.
Kemudian ia duduk manis di tempatnya dengan sesekali melirik Hana
"Ekhmm ekhmm" Wulan mendehm melihat Willy terus memandang Hana. Dan tersenyum ke lain arah..
"Kenapa kamu dek, keselek? " tanya Willy
"Ah enggak kak" ucapnya sambil terus tersenyum.
Ayu dan Sam hanya terkekeh melihat mereka.
Akhirnya acara akad nikah segera diberlangsungkan. Kedua pengantin terlihat gugup ketika sang penghulu memulai mengikrarkan kalimat ijab kobul untuk di ucapkan Bayu.
Dengan satu tarikan nafas Bayu mengikrarkan ijab kobul pada Zahwa dan beberapa detik kemudian "Sah" ucap semuanya... Alhamdulillah...
Bayu dan Zahwa kini sah menjadi sepasang suami istri. Tidak lupa kecupan di dahi Zahwa dan pemasangan cincin pernikahan berlangsung.
Sampai acara selanjutnya, yaitu sungkeman dan lain lain.
Tapi satu juru kamera malah asyik merekam kemesraan Boy dan Luna yang tampak salin bercanda satu sama lain. Luna tidak berhenti tertawa karena ulah Boy yang terus menggodanya. Boy dan Luna saling colek dan cubit cubitan ooy cubit cubitan.
Boy melingkarkan tangan kanannya di leher Luna dan mereka berbisik bisik berdua di sana
"Kamu pakai make up sayang? " tanya Boy
"Iya" jawab Luna
"Gak usah pakai make up, kamu sudah cantik karena basuhan air wudhu" ucap Boy. Membuat hati Luna meleleh
"Kak Boy bisa ajaa" Luna tersipu malu
"Meski perhatianku ga terlihat kaya alif lam syamsiah, cintaku padamu seperti aliflam Qomariah, terbaca jelas..." ucap Boy terus menggombal
"Ya ampuun,, iya oke aku tau itu"
Jantung Luna berdebar debar dan terus tersenyum di bibirnya
"Kau & aku seperti Idghom Mutaqooribain.. perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tp berlainan sifatnya...." balas Luna
Boy berfikir
"Hmm memangnya aku seperti apa? " tanya Boy
"Kau seperti pangeran cinta dari negeri dongeng tapi nyata.. Hehehe " kata Luna
"Dan kamu tuan putrinya"
"Hmm baiklah" Luna manggut manggut
"sayang, Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, terhenti sempurna diakhir hayat ...." ucap Boy.
"aaa aku terharuu... " ucap Luna
"Kamu tau aku tidak bisa tidur nyenyak setiap malam"
"Masa sih? kenapa bisa Begitu? " tanya Boy
"Karena Seperti Hamzah Qat'ie yang perlu disebut, begitu pula namamu yang harus kusebut sebelum aku tertidur, agar aku tertidur nyenyak" ucapnya sambil bersandar di dadanya Boy dengan manja.
"Aaaa kamu membuatku ingin terbang sayang" ucap Boy sambil mengecup kepalanya Luna
" Di Dalam hatiku cuma ada kamu, layaknya Idgham Mithlain sighair,..cuma satu,.mim..." balas Boy
__ADS_1
"Benarkah? "
"Iya"
"Aaaa terima kasih suamikuu" ucap Luna. Ia memeluk erat Boy
"Kamu tau kenapa setiap habis sholat aku selalu duduk lama di sejadah? " tanya Boy
"Mm Memangnya kenapa? "
"Tersebab mendo'akanmu kini do'aku seperti mad far'i, lebih panjang bacaannya dari yang biasa ..." jawabnya
"Aaaa kau behasil membuat jantungku terobrak abrik" ucap Luna
Boy tertawa kecil mendengar ucapan Luna
"Kamu tau gak, Sama halnya dengan Mad 'aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu..."
"Ya ampun kak Boy,hmm kau pandanglah aku sampai tidak ada wanita lain yang bisa meluluhkanmu"
"Hahaha,, kamu membuat pipiku pegal karena tersenyum terus dari tadi, sudah ah, aku cape"
"Aku akan membuat pipimu yang manis menjadi merah seperti buah tomat. Mm akan ku santap sampai puas nanti" ucapnya.
"Aayy kak Boy,, memangnya aku makanan apa hm? "
"Kamu tau tak? Dari kemarin aku terus memikirkanmu" ucap Luna kini ia nampak serius
"O ya? Memangnya kenapa kamu terus memikirkanku? Asal kamu tau juga Layaknya huruf Tafkhim, Namamu pun bercetak tebal di fikiranku...
"Iii kak Boy mulai lagi deh,, aahh hahaha"
" Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yg hanya untukmu..."
"Iya oke, aku tau kak Boy, sudah cukup... " Luna mulai prustasi. Boy membuat jantungnya serasa ingin meledak, Luna menutup wajahnya dengan tangannya yang lentik
Boy hanya tertawa
"Hahaha.. Kamu tau, Ketika ku pertama melihatmu, hatiku tak mampu memaknai rasa, seakan berjumpa dengan ayat الٓم،الر،طه،يٓس، dan seterusnya, meskipun singkat namun maknanya terungkap"
"Rasanya aku pengen pingsan kak Boy"
Boy membuatnya lemas
"Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun..."
Luna memandang Boy dengan senyuman, wajahnya memerah tersenyum terus sedari tadi
"Kamu yang terakhir untukku kak Boy" ucapnya tulus
"Hmm benarkah? ·Ku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.. Aku ingin membahagiakanmu selamanya Luna" Cup.. Cup.. Cup.. Cup.. Kecupan di dahi Luna
"Berdiri bulu romaku kak Boy.. aku terharu, lihatlah aku sudah memerah belum, pipiku benar benar pegal sekarang"
Kemudian Boy memijat dengan lembut pipi Luna.
"Enak kan? "
"Mm iya lumayan" "
"Mamah Rani gak kesini sayang? "
"Mamah Rani sedang ke kampung sejak empat hari lalu dan gak bilang bilang ke Luna, dan sekarang masih di sana entah ada apa dia gak beri tau Luna. Jadi dia gak bisa hadir ke sini" jelas Luna
"Mm begitu ya.. Ya sudah mungkin ada hal penting di sana, kapan kapan kita menyusul ke sana oke"
"Siap kak Boy, kak Boy sepertinya kita di rekam dari tadi" Luna melihat ke arah kamera yang menyorotnya dari tadi.
",iya biarkan saja, nanti di foto albumnya biar banyak foto kita nanti" ucap Boy yang tersenyum pada juru kamera tersebut. Dan juru kamera itu mengacungkan jempol dan tersenyum lebar pada Boy seolah ia sengaja merekamnya.
"Iih aku malu tau".
"Gak usah malu malu, kan kamu sama suami kamu"
Boy tidak melepaskan rangkulannya pada Luna. Tidak terasa mereka berbincang berdua ternyata Sampai acara selesai. tiba saatnya bersalaman dengan pengantin baru itu.
aku lupa belum bahas Syifa di sini ya?.
Oke jadi Syifa sebenarnya ada, tapi dia tidak suka keramaian, syifa berada di lantai atas hotel tersebut. Syifa lebih suka menyendiri dan meluapkan emosinya melalui berlatih bela diri, belajar tinju, atau bermain pedang di sana. Karena Syifa punya masalalu yang kelam, dan emosinya sering kambuh tiba tiba jika teringat masalalunya.
Bersambung
Boleh tinggalkan jejak di sini `😘
coment temen temen semua sangat berarti bagiku.
__ADS_1