
Sementara Luna menemani Boy di ruangannya. Mereka sedang memakan potongan buah buahan.
"Sayang,, tolong nyalakan televisi" pinta Boy pada Luna
"Iya, a".
Luna mengambil remote dan menyalakan televisi. Ia mencari chanel yang menarik dan akhirnya tertuju pada berita entertainment, sebuah berita gosip. Di acara tersebut menceritakan prihal kejadian yang menimpa Boy dan Willy di proyek yang sedang di bangunnya. Namun berita itu sedikit melenceng tidak sesuai fakta.
"Bagaimana sih berita itu, maksa aja disiarkan,.. Mana tidak jelas lagi, bohong itu.. Kok tidak sesuai fakta" ucap Boy terlihat kesal pada berita tersebut.
"Sabar a, namanya juga media, jangan dengerin gosip tidak benar itu" ucap Luna sambil menyuapi Boy dengan potongan buah apelnya.
Kemudian Boy mengunyahnya dengan tenang.
Tidak lama kemudian Boy membelalakan matanya tatkala mendengar berita itu mengabarkan bahwa Willy meninggal dunia karena terluka parah dan tidak bisa bertahan.
"Pemirsa.. Benarkah, sekretaris Willy meninggal dunia karena terluka parah bagian kepalanya dan tidak bisa bertahan sampai di rumah sakit? Kita masih menunggu kebenarannya, karena sampai saat ini berita masih simpang siur di masyarakat.... "
Boy kaget, benar benar kaget. Ia langsung terperanjat dan teriak
"Aaaaarhhhhh....." . Brakkk... Remote di banting ke arah televisi
"Tidak.. Tidak... Tidak mungkin kan sayang,, Willy tidak mungkin meninggal kan sayang" Boy mengguncang lengan Luna seraya kaget dan matanya sudah berbinar mengingat Willy
"Aa,, aa sabar dulu.. Itu pasti tidak benar" ucap Luna mencoba menenangkan Boy,
"Ayo,, ayo antar aku ke ruang rawat Willy.. Ayo sayang. Aku mohon.. " Boy berusaha mengangkat kakinya dengan paksa.
"A jangan a.. Jangan dulu, kamu belum boleh banyak bergerak".
Luna panik karena Boy memaksa turun dari sana.
"Aaarhh.." Boy meringis kesakitan sambil memejamkan matanya.
"A jangan dipaksa a.." Luna menahan tubuh Boy dan memeluknya sambil menangis
"Sayang,, aku ingin ketemu Willy" paksa Boy
"Iya iya.. Nanti.. Kak Willy pasti baik baik saja a.."
__ADS_1
Luna terus berusaha menenangkan Boy
Suara langkah kaki memasuki kamar Boy dengan cepat.
Krekkkk. Pintu dibuka dan ayah Mirza serta Briand masuk
"Ada apa ini?" tanya Mirza bersama Briand di belakangnya. Mereka kaget melihat Boy tengah duduk dan maksa untuk turun dari ranjang
"Boy hentikan, kenapa kamu hah?" tanya Mirza sambil membantu membaringkan kembali tubuh Boy.
Luna memegangi kepala Boy dengan pelan dan menidurkannya ke bantal
"Ayah.. Aku ingin bertemu Willy.. Kenapa ada berita yang mengabarkan Wily meninggal?" ucap Boy dengan terengah karena kesakitan dan campur aduk perasaannya. Antara cemas dan takut
"Tidak Boy, kemarin kan dokter bilang Willy baik baik saja.. "Ucap Mirza
"Matikan televisinya Bray,, berita bohong itu" pinta Mirza pada Briand.
"Oh.. Iya ayah.." Briand segera mencabut colokan televisi tersebut karena ia dapati remote nya sudah rusak. Mungkin di banting oleh Boy pikirnya
"Boy dengerin ayah,, ayah sudah klarifikasi barusan di halaman rumah sakit. banyak wartawan menanyakan keadaan Willy dan kamu yang sebenarnya. Dan ayah katakan bahwa kalian baik baik saja.. " jelas Mirza
"A gak boleh begitu.." ucap Luna
"Haaah.." Boy menghela nafas berusaha tenang
"Tapi aku ingin bertemu Willy ayah..". Boy kembali maksa untuk bangun
"Nanti Boy!!" tegas Mirza
"Briand.. Panggil dokter, biar disuntik nih kakakmu biar tenang" ancamnya
"Baik ayah.. " ucap Briand
"Jangan ayah.. Oke oke.. Aku diam sekarang" ucap Boy
Ketika Briand hendak beranjak, dokter sudah sampai duluan di ruangan Boy untuk mengontrol kondisi Boy, ditemani seorang suster
"Selamat pagi menjelang siang tuan tuan.. " sapa Dokter lelaki tersebut
__ADS_1
"Siang dokter,, syukurlah anda cepat kemari.." ucap Mirza.
"Tolong periksa anak ini dok" mirza menunjuk Boy.
"Baik tuan,," ucap dokter dengan senyum ramahnya
"Dokter bagaimana keadaan Willy? " tanya Boy dengan segera.
"Oh.. Tuan Willy, dia masih masa pemulihan tuan, mm meski belum sadar, tapi in syaallah akan baik baik saja. Tuan sebaiknya tenang dan jangan banyak bergerak dulu" pinta dokter.
"Boy.. Kamu tenang dulu, kalau tidak, terpaksa dokter akan menyuntikmu" ancam Mirza kembali
"Iya iya ayah.. Ya sudah, aku diam.. Aku tenang mendengar Willy masih hidup"
Boy menghela nafas dan berbaring dengan tenang
Kemudian Dokter memeriksa setiap Luka dan suster mengganti perbannya.
*******
Kisah kesedihan sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu ketika baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam wafat.
Sayyidina Umar bin khaththab Rhadiyallahu 'anhu adalah sahabat yang keneranian, kekuatan, kehebatan, dan kepemimpinannya sampai sekarang masih terkenal walau sudah lebih dari 1350 tahun berlalu. Islam mulai diamalkan secara terang-terangan setelah ia masuk islam.
Karena kecintaanya kepada Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam begitu mendalam, meskipun ia sangat kuat kepribadiannya, ia tidak dapat menahan dirinya karena kesedihan ketika Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam wafat. Dengan gemetar dan sedih ia berdiri mengangkat pedangnya dan berkata "barangsiapa mengatakan bahwa Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah wafat, akan kupenggal lehernya. Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sedang berjumpa dengan Rabbnya, sebagaimana Nabi Musa Alaihis salam pergi ke gunung thursina menemui Rabbnya. Sebentar lagi beliau akan kembali, dan memotong tangan dan kaki orang-orang yang menyebarkan kabar bohong ini!"
Sedangkan sayyidina Ustman Rhadiyallahu 'anhu hanya diam saja, tidak sepatah katapun keluar dari lisannya. Ia berjalan kesana kemari tanpa bisa bicara. Sayyidina ali Rhadiyallahu 'anhu hanya duduk diam tidak bergerak. Diantara mereka hanya seorang yang mampu bertahan, yaitu sayyidina Abu Bakar Rhadiyallahu 'anhu. Ia sangat tegar laksana gunung. Padahal dalam kisah -kisah sebelumnya telah kita ketahui betapa cintanya ia kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Dengan tenang ia masuk ke dalam kamar Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, dan mencium kening beliau, lalu keluar kamar dan berkata kepada sayyidina umar Rhadiyallahu 'anhu "duduklah!" kemudian ia berkhutbah "barangsiapa ia menyembah Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, ketahuilah bahwa Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam telah wafat. Barangsiapa menyembah Allah Subhanahu Wata'ala, sungguh Allah itu hidup dan abadi". Lalu ia membaca ayat Al'Qur'An, yang artinya
"Muhammad itu tidak lain hanya seorang rasul (dia bukan tuhan yang tidak akan mati), sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika ia wafat atau dibunuh, kamu akan berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur" (qs, Ali imran:144,dari kitab bayanul Qur'an)
Allah telah menentukan sayyidina Abu Bakar Rhadiyallahu 'anhu sebagai khalifah, sudah sepatutnya ia memiliki kemampuan itu. Kehebatan dan kesabaran sayyidina Abu Bakar Rhadiyallahu 'anhu tidak dimiliki oleh orang lain. Ia memiliki pengetahuan tentang dimana Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam harus dimakamkan, dan harta warisan Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam harus diberikan kepada siapa, dan lainlain. Yang pengetahuan ini tidak diketahui oleh orang lain.
Se
Setelah Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam wafat, timbul perselisihan tentang tempat pemakaman Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam, apakah di mekkah, di madinah, atau di baitul maqdis. Sayyidina Abu Bakar Rhadiyallahu 'anhu berkata " aku mendengar Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 'tempat dimakamkannya seorang Nabi adalah di tempat di mana ia wafat'. Oleh karena itu, dimana Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam wafat, disitulah beliau harus dimakamkan." ia melanjutkan "aku mendengar Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda "kami (para nabi) hartanya tidak diwariskan. Semua harta yang kami tinggalkan adalah sedekah"'. Ia juga mendengar bahwa Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda "barangsiapa menjadi kepala dalam pemerintahan, dan ia tidak berhati-hati ketika mengangkat seorang pemimpin, maka laknat Allah Subhanahu Wata'ala terhadapnya". Beliaupun bersabda "orang Quraisy adalah yang berhak atas urusan ini, yaitu kekhalifahan". Dan masih banyak lagi hadits yang di riwayatkan oleh sayyidina Abu Bakar Rhadiyallahu 'anhu.
Sebelumnya aku minta maaf nih ya..
Selain kisah cinta sesudah menikah versi fiksi, aku sertakan kisah kisah yang sebenarnya terjadi. Yaitu kisah para sahabat dan jaman Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Karena itu menurutku sangat penting dan itu bukan karanganku semata, aku salin dari kitab fadillah amal mengenai kisah para sahabat.
__ADS_1
Semoga bermanfaat ya bagi kita semua. 😇😇