Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Nyeroscos kayak petasan..


__ADS_3

Ayah Sam



Ibu ayu



Ayu menatap Willy dengan lekat dan tajam selepas Ustadz Hasan pergi dari sana.


Willy memalingkan matanya, ia tidak sanggup bertatapan dengan ibunya itu, pasalnya Ayu kalau sudah marah pasti nyoroscos kayak petasan.


Willy sudah menduga bahwa ibu Ayu akan memarahinya dan ia harus siap-siap.


Boy tidak ingin terlibat dalam adegan ini, ia memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu.


Ia mengajak Luna agar pergi ke ruang rawatnya


"Sayang,, ayo kita ke ruanganku, aku merasa ingin ke kamar mandi". Alasan Boy


"Iya.. Ayo sayang.. Ayo bu, teh Nina.. Naila, Nazlan.."


"Iya.." jawab mereka. Sementara Rendi ikut bersama Ustadz Hasan tadi.


"Bibi... Aku permisi dulu ya," ucap Boy pamit seraya tersenyum dan melambaikan tangan pada Willy. Willy nampak mengkerutkan dahinya seolah meminta tolong pada Boy.


Ibu Ayu mengangguk saja ketika Boy pamit.


"Dah willy..." ucap Boy dengan pelan sambil melambaikan tangan dan senyum meledek.


Hah.. Sial si bos.. Malah pergi lagi.. Nona Luna... Tolonngg... Jerit Willy dalam hati.


Kini hanya ada ibu Ayu, Wanda dan Willy disana.


"Willyammmm!!!" teriak ibu Ayu dengan keras. Ia mengeluarkan jurus marahnya sekarang.


Willy memejamkan matanya rapat-rapat karena kaget dengan teriakan ibu Ayu.


Sementara Wanda menutup telinganya, karena berisiknya ibu Ayu.


"Ashtaghfirullah.. Ibu.. Kenapa?" tanya Wanda.


Ayu melirik Wanda sekejap kemudian menatap Willy lagi dengan tajam


"Willy!! Apa maksudnya tadi hah?" tegas ibu Ayu sambil bertolak pinggang dan melotot.


"Ustadz itu bilang, kalo kamu akan menikahi gadis itu!! Siapa namanya?.. Oh iya,, Shafiyah itu!.. Apa benar Willy!!! Apa maksudnya Willy!!!.. Kamu akan menikahi Shafiyah, tapi kamu juga sudah berjanji sama ibu akan menikahi Hana, apa apaan kamu Willy..!!!.."


"Kamu lihat Hana tadi?" Ayu menunjuk ke arah Luar seolah menunjuk Hana


"Dia pasti kecewa sekali Willy!!." tegasnya


"Awas saja kalau kamu sampai mempermainkan saja Hana.. Kamu tidak akan ibu anggap anak lagi..!!" gertaknya.


"Denger kamu!!"


Ayu ngosngosan karena emosi


"Ibu, ibu, ibu... Jangan bicara begitu dong.."


"Ibu jelek tau gak kalau galak begitu.. Coba senyum dikiiiit.. Aja" Willy menggoda ibu Ayu supaya tersenyum. Tapi ibu Ayu malah tahan dengan emosinya.


"Hah" Willy menghela nafas.


"Baiklah ibu.. Aku minta maaf.. Oke Willy mengaku salah..."


"Katakan! Apa maksud kamu melakukan ini?" tegas ibu Ayu


"Mmm.. Bu, waktu itu,,, aku mengatakan akan menikahi Hana, itu aku dalam keadaan becanda ibu.."


"Apa??" Ayu kaget


"Dengerin Willy dulu!!.. Oke willy minta maaf, maaf banget.." ucapnya sambil merapatkan tangannya seraya memohon maaf.

__ADS_1


"Willy... Kamu!!" Ayu gemas pada Willy


"Kamu tau! Hana sangat berharap sama kamu, dia bilang dia menyukaimu bang!!"


"Iya, Willy tau.. Willy juga suka sama Hana, tapi Willy juga cinta sama Shafiyah, keduanya gadis sholehah ibu" ucapnya sambil menciumi bunga yang delam pelukannya itu dari tadi, bunga dari Hana dan Shafiyah.


"Apa Willy?? Apa apaan kamu sih...! Mana bisa kamu menyukai keduanya? Lalu siapa yang akan kamu nikahi will?"


"Keduanya" jawabnya santai.


"Apa?? Kamu sedang tidak waras ya will? Apa gara-gara cedera di kepalamu itu, kamu jandi kongslet begitu? Mana mungkin kamu berfikiran akan menikahi keduanya!"


"Ibu sembarangan aja mengatai aku konslet, aku waras ibu, aku sedang berfikir jernih sekarang.."


"Yaa.. Boleh-boleh saja kan jika Willy menikahi keduanya..?"


"Apa?? Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu nak?" ibu Ayu nampak prustasi.


"Mana ada wanita yang mau di madu atau dinikahi dua duanya, apalagi barengan.. Willy,,cobalah pikirkan lagi nak..!" ucapnya kali ini pelan, cape juga ternyata teriak teriak sambil berhadapan sama orangnya.


"Mmm.. Insyaallah bisa kan ibu, jika keduanya ikhlas berbagi hati dan berbagi suami, " ucap Willy, agak ragu sebenarnya ia.


"Serah kamu will,," ibu Ayu nampak merah matanya menahan tangis. Wanda memeluk ibu Ayu pelan pelan. Ia ikut sedih melihat ibunya mulai berlinang.


"Ibu.." panggil Willy dengan lirih dan cemberut. Ia membuka lengannya seolah ingin memeluk Ayu.


"Sini dong bu.." pintanya sambil manyun manja pada Ayu.


Ayu tidak bisa tahan melihat tingkah anaknya itu, kemudian ia tersenyum dan menghampiri Willy, wanda melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya yang hampir jatuh.


Ibu Ayu memeluk Willy dengan hangat.


"Maafin Ibu ya bang.. Ibu teriak teriak sama kamu, ibu syok tadi.."


"Ibu tidak perlu minta maaf.. Willy yang salah kok. Willy tidak berfikir dewasa" ucap Willy sambil memeluk ibunya dengan erat.


Kemudian ibu Ayu bangun dan berdiri di samping Willy.


"Katakan, bagaimana bisa kamu kenal sama Shafiyah?" tanya Ayu dengan lembut.


Gini percakapan ku dengan ustadz Hasan


"kang Ustad.. Adakah calon istri yang cocok untuk saya di sini?" tanyaku pada Ustadz Hasan, becanda aku waktu itu.


"Calon istri? Kamu serius Brother?". Gaul juga gaya bahasa Ustadz Hasan. Pikirku.. Hehe


"Mm.. Iya kang Ustadz" jawabku


"Gadis sih banyak brother,,,, " ucapnya


"Kalau yang itu bagaimana kang?" tunjukku pada seorang gadis


"Dia? Kamu tertarik sama dia?" tanya Ustadz Hasan


Aku mengangguk


Waktu itu kita mengobrol di dalam masjid, dan gadis itu sedang merapihkan Qur'an bersama temannya.


Kemudian Ustadz Hasan memanggil gadis itu.


"Dek,, sini dek" panggilnya pada gadis itu


Kemudian gadis itu menghampiri kami bu. Gadis bercadar dengan mata indah..


"Kenalkan, ini shafiyah adikku brother Willy,," ucap Ustadz Hasan sambil merangkul bahu gadis itu


"Kamu menyukainya, akan aku serahkan padamu brother" ucapnya kembali sambil tersenyum


"Apa?" aku kaget kan bu.. Ternyata Ustadz Hasan serius menanggapi ucapanku waktu itu. Ya aku antara senang dan tidak sih sebenarnya.


Nahhh singkat cerita, sehabis itu aku jadi lebih akrab dengan kang ustadz, Shafiyah juga tidak protes ketika kang Ustadz mengatakan akan memberikan Shafiyah padaku bu, sepertinya Shasha juga menyukaiku. Hehe..


Gitu deh bu.. Ceritanya.. Nanti lagi setelah aku sembuh, aku ceritain ya.. " ucap Willy menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


"Hah.. " Ayu menghela nafas setelah mendengar cerita Willy


"Apa kamu tidak ingat pada Hana waktu itu nak?"


"Ingat sih bu, tapi kan niatnya aku cuma becanda pada Ustadz Hasan waktu itu, ee dia nanggapi serius aku bu, setelah aku tanya kenapa dia yakin untuk menyerahkan Shafiyah padaku, dia katakan 'aku bangga padamu brother Willy, kamu sangat baik dan dermawan' ucapnya. Gitu, jadi dia tidak ragu pada willy bu,.. Yaa Willy jalanin aja alur ceritanya, nanti gimana dan bagaimananya selanjutnya Willy pasrahkan sama Allah..." jelas Willy


"Naakk.. Nakk.. Kenapa kamu bisa sampai terjebak begini sih.." ucap Ayu sambil menggeleng


"Hana cantik, dan ibu lihat Shasha juga cantik dan shalihah.." Ayu pikirannya melayang membayangkan kedua gadis itu.


"Benar sekali bu, makannya aku sulit jika harus memilih salah satunya"


Wanda terkekeh


"Jadi abang mau nikahin keduanya bang?" tanya Wanda


Willy mengangguk


"Kalau keduanya tidak mau dimadu gimana dong bang?"


"Abang harus ikhlas.. Melepas keduanya, tapi abang ragu, mereka pasti tidak akan sanggup jika harus meninggalkan abang, pasalnya abang ini kan ganteng sejagad raya, jadi akan sulit bagi mereka meninggalkan abang" ucap Willy dengan bangganya


"Wek..." Wanda membengkokan bibirnya ke bawah, seolah geli dengan ucapan Willy


"Kenapa de? Emang iya kan?" ucapnya sambil tersenyum bangga


"Terserah.." ucap Wanda sambil memalingkan wajahnya seraya tersenyum.


"Jadi gimana bu?" tanya Willy pada ibunya.


"Apanya bang?" tanya balik ibu Ayu


"Ibu restui tidak, jika aku menikahi keduanya?"


.


"Ibu belum bisa jawab bang.."


" Ibu mau melihat keadaan Hana dulu, tadi dia lari keluar, ibu takut dia patah hati.. Ibu susul dulu ya.. Wanda, kamu jagain abangmu ya.."


"Iya ibu.." jawab Wanda.


"Sampaikan maafku sama Hana ya bu, ibu pasti bisa membujuknya supaya baikan sama aku"


"Akan ibu usahakan.." ucap ibu Ayu dengan senyuman, kemudian ia pergi untuk menyusul Hana.


Kemudian ia dapati Hana di kursi sudut rumah sakit berada di halaman rumah sakit.


Hana tengah menangis di temani Wulan yang mencoba menenangkannya.


"Hana" panggil ibu Ayu


Kemudian Hana menyeka air matanya.


"Iya ibu"


"Kamu gapapa nak?" tanya ibu Ayu


Hana mengangguk dengab ter paksa.


Kemudian ibu ayu duduk disamping Hana


"Maafkan bang Willy ya nak,," Ayu membelai punggung Hana dengan lembut.


"Apa bang Willy akan menikahi Shafiyah bu?"


"Dia mencintaimu Hana"


"Tapi Ustadz itu bilang, bang Willy harus segera menikahi Shafiyah, apa benar begitu bu?"


"Ini.. Ini rumit bagi willy, Hana,, semoga kamu bisa mengerti suatu saat nanti..."


"Apa maksudnya ibu?"

__ADS_1


"Nanti kamu dengar sendiri dari mulut Willy ya.."


__ADS_2