Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Dua tahun kemudian


__ADS_3

Kini waktu yang di tunggu telah tiba. Waktu yang dijanjikan oleh Luna untuk menikah dengan Boy.


Sore hari setelah Luna pulang dari tokonya. Ia sudah sampai di rumahnya dan disambut hangat oleh Rani. Ia sudah menunggu Luna sedari tadi.


"Assalamualaikum mah" ucap Luna sambil mencium tangan Rani.


"Waalaikumsalam neng" ucap Rani dengan senyuman manisnya. "Ayo duduk dulu, mamah mau bicara serius sama kamu".


Kemudian luna dan Rani duduk di sofa.


"Ada apa mah? " tanya Luna


"Mamah tadi habis kedatangan ibunya Boy dan juga ayahnya, dia melamarmu untuk menikahkanmu dengan Boy, kamu mau kan neng? " ucap Rani


"Mamah serius? Kok gak tanya Luna dulu tadi? " tanya Luna dengan kaget


"Iya neng, neng kenapa? Usia kamu kan sekarang sudah 21 tahun, dua tahun yang lalu kamu berjanji akan menikah dengan Boy, dan sekarang Boy sudah siap. Dia menunggu kamu kan sejak dulu"


"Iya tapi Bu, Luna takut aja nanti Luna tidak bisa jadi istri yang baik buat kak Boy"


"Neng, kamu akan belajar selama berumah tangga nanti, "


"Aku, aku belum siap untuk meninggalkan mamah. Dan nanti setelah menikah Luna akan ikut bersama suami Luna, lalu mamah sama siapa? " ucapnya Luna


"Neng, kamu kan sudah dewasa, sampai kapan kamu mau sama mamah? , kamu harus menikah. Mumpung mamah masih ada masih sehat. Ya nak ya"


"Lagian kan ada kak Rendi yang temenin mamah"


"Mamah kok bicara begitu sih, luna kan jadi takut kehilangan mamah"


"Makannya, sekarang kan mamah sudah menerima lamarannya, tinggal kamu nya harus siap ya"


"Iya, Luna nurut saja sama mamah" Luna, dengan senyum terpaksa. Sebenarnya ia belum siap


"Alhamdulillah " ucap Rani senang mendengar jawaban Luna.


*****


Sementara di rumah Boy, kala itu Boy baru pulang kerja, dia sudah mandi dan sudah rapih dengan baju santainya.


Kemudian ia dipanggil oleh Lidya dan Mirza


Mereka membicarakan sesuatu yang sangat penting sore itu


Lidya sedang duduk bersama Mirza di sofa kemudian Boy datang dan ikut duduk di sana


"Ada apa ibu, tumben mau bicara serius sama Boy"


Lidya tersenyum dulu pada Boy


"Ibu sama ayah tadi habis melamar Luna untukmu Boy" ucap Lidya


"Apa?? " boy kaget "tapi kenapa Bu? Kenapa secepat itu bahkan ibu tidak bicara dulu sama Boy"


"Yaa karena Bayu ingin segera menikah dengan kekasihnya, jadi ibu ingin kamu yang duluan menikah sebelum Bayu " jelas Lidya dengan tersenyum


"Iya Boy, adikmu saja sudah siap, kamu juga harus siap" ucap Mirza.


"Jadi Bayu sudah ingin menikah? Ah kurang ajar si bayu dia mau melangkahi ku! " ucap boy tidak terima


"Makannya kamu harus siap ya, kamu sudah sukses selama dua tahun ini menjaga hatimu kan untuk Luna" ucap Lidya


"Iya Bu, bahkan Boy sudah lupa bagaimana Luna sekarang. Karena dua tahun ini tidak bertemu. Hmm ya Allah luar biasa ya Bu" ucap Boy sambil tersenyum


"Iya Boy,, kamu harus percaya sama ibu, Luna itu caantik sekali nak, dan ibu selalu mengawasi dia, dan ternyata kan Luna tidak pernah membuka hatinya untuk orang lain"


"Jadi kamu harus siap ya sekarang! " ucap Lidya


"Baiklah bu, aku nurut saja sama ibu dan ayah" ucap Boy. Entah dia senang atau bagaimana karena selama dua tahun ini dia hampir saja melupakan Luna karena dirinya selalu di sibukkan dengan pekerjaan di kantornya


"Baaaagus" ucap Lidya


Lidya dan Mirza terlihat senang. Dan setelah itu mereka membahas tentang pesta pernikahannya


****

__ADS_1


Hari pernikahan


Tiba saatnya Luna dan Boy kini akan segera melangsungkan perta pernikahan di sebuah gedung yang mewah dengan dekorasi pesta yang meriah dan indah.


Semua tamu undangan sudah sampai di sana menunggu acara akad di mulai.


Luna terlihat degdegan karena ia tidak tau bagaimana perawakan Boy sekarang, karena ia tidak pernah menemuinya selama dua tahun ini. luna sedang berada di ruang riasnya. Dan di rias dengan sangat anggun dengan baju pengantin yang cantik namun tetap tertutup.


"Kamu cantik sekali nak" ucap Rani


"Terimakasih mah" ucapnya sambil tersenyum


"Kamu sudah siap kan? Sebentar lagi di mulai"


"Insyaa Allah mah". Ucap Luna jantungnya semakin tidak karuan berdetak.


Begitupun Boy dia sedang menghadap ke kaca dan merapihkan kancing bajunya, ia juga terlihat gugup menghadapi pernikahannya. Kemudian Bayu dan Zahwa calon istrinya menghampirinya.


"Widiiih kak Boy, ganteng banget hari ini sumpah! " ucap Bayu menggoda kakaknya itu


"Ck gara gara kamu ini, kak Boy harus segera menikah " ucap Boy dengan sedikit kesal


"Harusnya kakak senang dong, kakak kan nikah sama kak Luna, hehe"


"Iya iya, sudahlah pergi sana" ucap Boy ngusir


"Ck galak banget si yang mau nikah. Hahaha" ucap Bayu dengan tertawanya. "Ayo Zahwa, kak Boy lagi gak mau diganggu ternyata" sambungnya sambil menggandeng Zahwa pergi dari sana


"Iya kak" ucap Zahwa


Sampai akhirnya waktu yang ditunggu tunggu telah tiba, kini Boy dan Luna sudah berada di pelaminan dan siap melakukan akad. Luna betapa gugupnya dia sampai tidak berani menatap Boy yang berada di sisinya dan Boy hanya tersenyum sekilas melihat Luna yang hanya diam saja. Dua tahun Berpisah dan tidak komunikasi sama sekali, dan sekalinya bertemu langsung di pelaminan. itu membuat keduanya saling kaku satu sama lain.


Entah apa yang mereka katakan di dalam hati mereka.


Kemudian pak penghulu memulai akad tersebut dan Boy mengikrarkan ijab kobul dengan lancar dalam satu tarikan nafas. Hingga akhirnya sah lah Boy dan Luna kini menjadi sepasang suami istri. Semua orang terlihat senang karena acaranya berjalan dengan lancar


Dan kini saatnya Boy memasangkan cincin pernikahan di jari Luna, namun apa yang terjadi Luna tidak mau di sentuh oleh Boy, dia malah menarik ulurkan tangannya dan tersenyum malu. Karena geroginya ia di pegang Boy. Bagaimana tidak, baru kali ini dia bersentuhan dengan laki laki. Boy hanya tersenyum lebar melihat tingkah Luna begitupun para tamu undangan mereka tertawa karena baru kali ini melihat adegan yang menurut mereka sangat Lucu. Kemudian Luna memaksakan mengulurkan tangannya sambil terpejam, ketika Boy hendak meraihnya, Luna menariknya lagi. Sampai yang ke tujuh kalinya. Akhirnya Luna memberanikan diri dan berhasilah Boy memasangkan cincinnya, dan Luna juga dengan cepat memasangkan cincin di jari manis Boy walau dengan gemetar. Dan sorakan serta tepuk tangan dari tamu undangan menggema di ruangan itu.


Kemudian Boy membacakan doa sambil menyentuh bagian ubun ubun Luna. Luna menunduk haru di buatnya.


Hingga akhirnya tuntaslah acara mereka.


*****


Singkat cerita, Luna dan Boy kini sudah berada di rumahnya.


Boy mengajak mengobrol berdua dan ia mencoba untuk kembali membangun rasa cinta yang dulu pernah ada. Mereka sedang duduk di sofa kamarnya


"Kenapa kamu tidak membuka cadarmu Luna? " tanya Boy dengan senyuman


"A, aku sangat nyaman dengan ini, aku tidak mau membukanya, he" ucap Luna dengan gugup.


"Oh tapi kenapa" tanya Boy penasaran


"Ak aku aku ini jelek, akuakut kamu nanti pingsan setelah melihat wajahku, he" ucap Luna sambil tersenyum yang di paksakan


"Haahaha, ibuku tidak mungkin menikahkanku dengan orang jelek" ucap Boy, karena ia tau dulu luna itu sangat cantik, waktu ia melihat Luna tidak memakai cadar ketika Luna sedang di rawat di RS


"Mm,, hehe"


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu melepasnya, sampai kau melepasnya sendiri" ucap Boy dan Luna hanya mengangguk


Di rumah itu Luna hanya dekat dengan Lidya dan Bianka, karena selama ini Lidya selalu mendampingi nya dan perhatian sekali pada Luna.


Hingga akhirnya hari demi hari Luna lalui, ia melayani suaminya itu dengan baik, namun Luna belum berani jika tidur satu kasur bersama Boy, Boy tidak masalah ia tidur di sofa dan Luna di kasur, asalkan Luna nyaman dulu berada di sisi Boy. dan Boy belum menyentuh Luna lebih intim lagi, hanya sekedar memeluk dan mengecup keningnya saja karena rasa yang dulu pernah ada kini kembali lagi setelah setiap hari mereka bertemu. Walau awal awalnya Luna selalu pingsan ketika Boy menciumnya. Namun pada akhirnya Luna sudah terbiasa.


*****


Bayu kini sudah lulus kuliah dan sudah mulai menjalankan usahanya yang sejak dua tahun lalu ia rintis. Dan kini usahanya itu sudah berkembang pesat karena ketekunannya dalam berbisnis kulinernya itu, ia juga sudah berencana untuk menikahi wanita yang di cintainya yang bernama Zahwa itu. Namun Zahwa mengundur waktu ketika Bayu sudah siap, pernikahan yang harusnya sebulan lagi di gelar. Kini Bayu harus menunggu tiga bulan lagi untuk menghalalkan Zahwa.


"Zahwa meminta agar diundur hari pernikahannya karena papihnya lagi sibuk sibuknya bulan ini Bu" ucap Bayu dengan cemberut ketika menjelaskan apa alasan Zahwa mengundur waktu.


"Kasian kamu dek, sabarlah tiga bulan itu tidak lama kok" ucap Boy


"Hmm iya deh kak" ucap Bayu terlihat sedih

__ADS_1


Dan Bastian kini yang kuliah di turki dan ia yang akan melanjutkan perusahaan ayahnya nanti. Semangatnya untuk berbisnis dia ingin seperti ayah dan Boy. Sejak mengenal dunia bisnis, Bastian sangat semangat dan ia tekuni hal itu setiap hari.


Briand kini sudah SMA, dan ia juga punya penghasilan sendiri dari hasil kerjanya sebagai arsitek muda. Karyanya sudah dipakai oleh pengusaha pengusaha besar. Dan ia dibayar mahal untuk satu desain gedung saja, dan itu tidak masalah bagi mereka karena hasil karya Briand sangat disukai oleh mereka. Dan ya karena Briand sangat menyukai uang.


Bianka, kini ia sudah SMP dan karena keahliannya dalam seni Lukis ia juga punya penghasilan dari hasil penjualan lukisannya dan sudah sering melakukan pameran untuk memperkenalkan hasil lukisannya. Yang di sponsori oleh perusahaan ayahnya itu.


Kebahagiaan Lidya dan Mirza karena anak anaknya kini sudah dewasa dan Boy telah menikah dengan Luna.


Kini Boy sudah bisa tidur satu kasur dengan Luna meski Luna masih suka kaku ketika tidur dengan suaminya itu, sampai suatu ketika Luna sudah berada dalam pelukan Boy. Ia kaget namun kali ini dia berusaha untuk tenang dan ia merasakan kehangatan di peluk Boy, sampai akhirnya itu sudah terbiasa dan Luna merasa nyaman.


Setiap hari Boy masih selalu sibuk dengan pekerjaannya begitupun Luna, ia selalu datang ke tokonya untuk sekedar mengontrol keadaan. Ia tidak lagi membuat roti atau sekedar membantu di dapur, karena Boy melarangnya bekerja setelah Boy melihat waktu itu Luna sangat berantakan karena habis membuat kue di dapur, langsung saja Boy melarangnya agar Luna tidak melakukannya lagi, untuk penggantinya, Boy menyiapkan seorag chef profesional untuk menggatikan Luna, dan Luna hanya duduk manis diam saja di tokonya.


Beberapa bulan sebelumnya, sebelum Luna menikah teror ke tokonya sering terjadi, yaitu berupa lemparan batu pada kaca toko Luna yang sengaja di lakukan oleh seseorang yang tidak di kenal. namun Luna masih tetap bertahan meski sering kali ia harus mengganti kaca yang pecah itu.


"Kamu baik baik di toko ya, aku berangkat dulu" ucap Boy pada Luna dengan senyum manisnya sambil membelai kepala Luna. Waktu itu Boy sedang mengantar Luna ke tokonya dan mereka sedang berada di dalam mobil.


"Iya kak" Luna sambil membalas senyuman Boy kemudian ia mencium tangan suaminya itu dan Boy mencium keningnya. Itu selalu mereka lakukan setiap hari


"Assalamualaikum " kemudian Luna turun dari mobil


"Waalaikumsalam ". Balas Boy.


Willy tersenyum pada Luna dan ia menutup pintu mobilnya. "Selamat beraktifitas nona" ucap Willy sambil menunduk hormat.


"Iya Kak Willy, selamat beraktifitas juga" ucapnya.


Kemudian Willy kembali ke mobilnya dan mulai mengemudi kembali.


Luna memperhatikan mobil itu sampai menjauh dari pandangannya. Kemudian ia masuk ke tokonya.


Semua karyawannya sudah menunggu dan ia langsung disambut hangat oleh karyawannya itu. Dan mulaihah mereka melakukan aktifitasnya. Luna hanya diam di sana sambil sesekali membalas chat dari Boy dan untuk mengurangi kebosanannya, ia suka belajar memanah di ruang belakangnya, karena luasnya toko Luna dan bagian belakangnya dipakai sebagai tempat istirahat dan tempat belajar memanah. Sebenarnya sudah sejak dulu Luna pandai memanah selain bela diri dan kini ia tekuni lagi.


Siang itu Luna sedang melesatkan panahnya ke arah bidikan. Tiba tiba suara kaca pecah kembali terdengar


Duarrrt.... Suaranya sangat kencang di sertai terikan para karyawannya dan pengunjung di sana


"Aaaaa... "


Kemudian Luna menghampiri mereka


"Ada apa ini? " tanya Luna sambil melihat ke sekeliling


"Itu kak ada teror lagi" ucap maya seorang karyawannya sambil menunjuk batu yang tergeletak dilantai


Kemudian Luna juga melihatnya


"Ashtaghfirullah, apa ada yang terluka? " tanya Luna


"Tidak ada kak, hanya saja kaca yang pecah" ucap maya


"syukurlah, tidak apa cuma kaca yang pecah, kamu panggil tukang gih suruh buat ganti yang baru" ucap Luna


"Oh baik kak" segera Maya melaksanakan perintah Luna


"Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan anda di sini, silahkan kalian lanjutkan lagi santap siangnya" ucap Luna dengan senyuman pada para pengunjung


Dan pengunjung berpindah posisi karena di sana banyak kaca yang berserakan.


Kemudian karyawan yang lain membereskannya


Dan Luna pergi ke luar untuk memastikan siapa yang melakukannya. Dan dari kejauhan terlihat seorang satpam yang tengah berlari ke arahnya.


"Nona Luna,, haah haaah haaah" ucap satpam itu dengan ngosngosan


"Ada apa pak? " tanya Luna


"Saya habis mengejar orang yang melempar batu tadi, tapi tidak dapat saya tangkap, karena mereka pakai motor dan kabur dengan cepat" jelas satpam itu


"Oh begitu ya pak, yasudah tidak apa, terima kasih sudah berusaha menolong ya" ucap Luna


"Iya sama sama non, itukan sudah kewajiban saya"


Ucapnya.


Dan Luna tersenyum Kemudian Luna kembali ke tokonya. Hingga beberapa saat seorang tukang datang dan memperbaiki dan mengganti kaca tersebut.

__ADS_1


Luna tidak menceritakan kejadian itu pada Boy atau yang lainnya, ia tidak ingin menyusahkan orang lain. Itu menurutnya


__ADS_2