Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Semoga kejadian ini mendewasakanmu dek


__ADS_3

"Kakak akan menceritakan sebuah kisah yang in syaallah akan menginspirasi kita"


"Kisah syahidnya sayyidina Anas bin Nadhar Rhadiyallahu 'anhu


Sayyidina Anas bin Nadhar Rhadiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang tidak bisa menyertai perang badar. Ia sangat menyesal dan sering mencela dirinya sendiri, "ini peperangan besar pertama dalam sejarah islam, dan kamu tidak bisa ikut?". Keinginan dia adalah, "jika ada peperangan lagi, aku akan berkorban habis-habisan sebagai tebusannya ". Ternyata kesempatan Itu datang pada perang uhud. Ia turut serta sebagai pejuang yang gagah berani.


Pada mulanya Kaum Muslimin telah mendapat kemenangan dalam perang tersebut. Namun, karena suatu kekhilafan, Kaum Muslimin menderita kekalahan pada akhir perang. Kekhilafan itu bermula dari beberapa orang shahabat Rhadiyallahu 'anhum yang ditugaskan oleh Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam untuk berjaga di suatu tempat yang khusus. Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam berpesan, "sebelum ada perintah dariku, jangan tinggalkan tempat ini! Musuh dapat menyerang dari sini".


Begitu katanya.


Ketika permulaan perang, Kaum Muslimin memperoleh kemenangan. Melihat orang-orang kafir melarikan diri, para sahabat Rhadiyallahu 'anhum di tugaskan menjaga tempat itu, meninggalkan tempatnya. Mereka beranggapan bahwa peperangan telah selesai, sehingga orang-orang kafir harus dikejar dan harta rampasan dapat dikumpulkan. Sebenarnya pemimpin pasukan penjaga ini sudah melarang dan mengingatkan pesan Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam, "kalian jangan meninggalkan tempat ini!"., akan tetapi mereka menduga bahwa perintah baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam itu hanya berlaku ketika perang berlangsung. Oleh karena itu, mereka pun turun dari sana.


Saat itulah kaum kafir yang sedang melarikan diri melihat tempat itu telah kosong. Mereka segera kembali dan menyerang Kaum Muslimin dari arah sana. Hal ini sama sekali tidak diduga oleh kaum Muslimin. Sehingga mereka terdesak karena serangan tiba-tiba itu dan terjepit di antara dua kepungan orang-orang kafir. Karena itulah mereka berhamburan kesana kemari dalam keadaan panik.


Sayyidina Anas bin Nadhar Rhadiyallahu 'anhu melihat sayyidina Sa'ad bin Mua'dz Rhadiyallahu 'anhu datang dari arah depan. Sayyidina Anas bin Nadhar Rhadiyallahu 'anhu berkata "hai Sa'ad, mau kemana engkau? Demi Allah, aku mencuim bau surga dari arah uhud!"


"Setelah berkata demikian, sayyidina Anas bin Nadhar Rhadiyallahu 'anhu mengacungkan pedang di tangannya dan merangsek ke tengah kaum kafir, dengan bertekad tidak akan kembali sebelum syahid. Selepas kesyahidannya, tubuhnya diperiksa sudah rusak. Terdapat lebih delapan puluh luka akibat tebasan dan panah di tubuhnya. Hanya saudara wanitanya yang dapat mengenalinya melalui ujung jari-jari tangannya" jelas Luna


"Bianka, apa faidah yang kita ambil dari kisah Anas bin Nadhar Rhadiyallahu 'anhu?" tanya Luna


"Emm.. Apa kak?.. Apa hubungannya dengan yang aku alami ini kak?" tanya Bianka.


"Kenapa? Gak nyambung ya biy?"


"Jadi gini, kita itu harus ikhlas dan sabar ketika menghadapi ujian,karena Allah akan senantiasa bersama orang orang yang sabar. Kamu jangan patah semangat hanya karena gagal mendapat kontrak dari perusahaan itu. Jika kamu sabar dan ikhlas , insyaallah Allah berikan pengganti dengan yang lebih baik lagi"


"Mm.. Iya kak, tapi Bianka sangat menginginkan kontrak itu.. Bianka sudah berusaha keras supaya bisa menjadi bagian dari perusahaan itu kak" ucapnya kembali sedih.


"Dek.. Kamu sangat antusias sekali ingin mendapatkan apa yang kamu impikan, itu mudah sekali..asalkan kamu senantiasa meminta dan memohon kepada Allah Subhanahu Wata'ala,


Sekarang kamu pikir.. Sejauh mana kedekatanmu dengan Allah?" tanya Luna


"Hehe... Bianka masih jarang meminta sama Allah"


"Itulah dek,, cepat dewasa ya sayang,, semoga kejadian yang menimpamu ini dapat mendewasakanmu" ucap Luna sambil mengelus kepala Bianka.


Bianka mengangguk.


Ibu Lidya dan ayah Mirza ikut setuju dengan nasehat Luna.


"Orang yang ikhlas dan bersungguh sungguh menunaikan perintah Allah Subhanahu Wata'ala, ketika di dunia pun Allah Subhanahu Wata'ala memberinya kesempatan untuk mencium bau surga. Inilah kisah sayyidina Anas bin Nadhar Rhadiyallahu 'anhu yang telah mencium bau surga saat masih hidup. Jika keikhlasan sudah tertanam pada diri seseorang, nikmat surga pun akan dirasakan di dunia"


"Luar biasa sekali bukan? Allah Subhanahu Wata'ala sungguh besar karunianya"

__ADS_1


"Luar biasa kak.." ucap Bianka dengan senyumnya.


"Sekarang kita sarapan dulu ya,, biar nanti ayah akan mencari tau kenapa perusahaan itu membatalkan kontraknya" ucap ayah Mirza


"Baik ayah.. "


******


Setelah mendapat nasihat dari kakak iparnya yaitu Luna, Briand mencoba mempraktekannya hari itu juga.


Briand sedang mengemudi mobilnya sambil makan sandwich yang ia bekal dari rumah, akibat tidak sempat sarapan bersama. Di sebabkan karena ia harus berangkat pagi pagi karena giliran pelajaran fisika yang digurui oleh pak Mubin, guru yang paling disiplin dan selalu tepat waktu jika mulai masuk pelajaran, jika Briand telat sedikit saja, hukuman dari pak Mubin tidak main main.


Ketika tengah asyik mengemudi, ia melihat Mikha yang sedang berjalan kaki menuju sekolah. Briand menyimpan Sandwichnya dan menghentikan mobilnya di dekat Mikha. Kemudian membuka kaca mobil


Briand tersenyum manis sambil melihat Mikha


Mikha menghentikan langkahnya dan melirik ke arah Briand.


"Hai mik,, mau bareng? Ayo.." ajak Briand dengan pesonanya


"Gak udah Briand. Makasih" jawab Mikha dengan juteknya


"Yaudah.." ucap Briand dengan santai, kemudian ia melaju mobilnya.


Sambil menatap mobil Briand yang melaju. Karena biasanya Briand maksa kalo ngajak Mikha, walau Mikha menolaknya.


Sampai beberapa meter mobil Briand berhenti lagi dan Briand menjulurkan kepalanya keluar kaca mobil dan melirik ke arah Mikha dan teriak.


"Mikha.. Kamu ingat hari ini bagian pelajaran pak Mubin? Jangan sampe telat ya kalau kamu tidak mau kena hukuman pak Mubin.. Hahahaaa.." teriaknya sambil tertawa pada Mikha. Kemudian ia langsung mengemudi dengan cepat menjauh dari sana.


Mendengar Briand berkata barusan, Mikha membelalakan matanya lalu menepuk jidatnya


"Ya ampun... aku baru ingat sekarang bagian pelajaran pak Mubin, bisa gawat kalo sampe telat... ", ucapnya. dengan auto ngebut Mikha berlari menuju sekolahnya.


Meski punya mobil pribadi dan supir, Mikha lebih suka berjalan kaki menuju sekolahnya. Meski jarak ke sekolahnya hampir dua kilo meter. Tapi ia tidak pernah telat, kecuali sesekali ketika datang pelajaran pak Mubin.


Kenapa lebih suka berjalan kaki?. ya sambil olah raga saja pagi-pagi dan cita-citanya ingin menjadi atlet lari. Jadi ia berjalan kaki sambil lari pagi menuju sekolahnya.


Mikha terus berlari menyusuri jalan dengan nafas ngosngosan, ia melirik ke jalan mencari angkot atau taksi tapi tidak ada satupun yang lewat ke sana.


"Arhh.. Sialnya aku..kenapa gak ada angkot siii..." gerutunya sambil terus berlari


"Mana aku gak bawa ponsel lagi, buat nelpon supir"

__ADS_1


" Kenapa juga Briand gak maksa aku buat ikut sama dia, aku bisa saja ikut nebeng sama dia.."


Mikha menggosok mukanya dengan gusar


"Kenapa aku berharap begitu si.. Batinnya.


Akhirnya ia mencari jalan pintas untuk menuju sekolahnya.


*******


Cuaca pagi itu agak mendung dan berkabut


Ia berjalan menuju kelasnya selepas memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Meski banyak teman wanita yang melirik, tapi Briand tidak melirik mereka sama sekali, ia fokus berjalan ke depan dengan langkah kaki yang terlihat keren dan body Briand yang cool banget, dengan balutan jaket tebal yang ia kenakan. Sangat tampan, Begitu kira kira dipandangan para gadis.



"Hai Briand" sapa Nadia dengan senyum ramah, ketika Briand sampai di depan kelas, Nadia adalah salah seorang yang mengagumi Briand.


Briand hanya tersenyum tipis dan mengangkat alisnya, kemudian masuk kelas.


"Hei Briand tumben sekali kamu tidak mau mengobrol denganku" ucap Nadia sambil mengikuti Briand ke dalam kelas.


"Nadia, kamu masuk ke kelasmu" titah Briand dengan raut wajah datar sambil duduk dan menyimpan ranselnya di atas meja


"Briand, aku cuma mau bicara sebentar sama kamu" pinta Nadia, ia berdiri di samping Briand.


"Kalo gak penting, gak usah" singkatnya sambil mengeluarkan buku dari tasnya


Nadia mendengus kesal dan menghentakan kakinya lalu pergi dari sana, sebenarnya dia ingin berbicara dan mencari perhatian pada Briand.


Alvin yang sudah dari tadi duduk di samping Briand, merasa heran dengan sikap Briand


"Kenapa lo bray?" tanya Alvin


"Kenapa lo tanya kenapa? Emangnya gue gimana?" tanya Briand balik


"Aneh banget lo, biasanya lo lempar senyum mematikan ke setiap cewe" ucap Alvin.


"Udah tobat gue Al.." jawabnya.


"Gak percaya gue"


"Serah lo.." ucapnya sambil memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


Sampai bunyi bell sekolah berdering, menandakan waktu belajar telah tiba. Mikha belum juga datang.


__ADS_2