
Satu bulan kemudian, alhamdulillah Boy sudah bisa bejalan lagi sekarang, lukanya tinggal bekasnya sekarang. Ia sangat bahagia sekali karena sudah bisa bekerja lagi menjadi pak presdir di kantornya.
"Selamat pagi, bos dan nona" sapa willy dengan senyum manisnya, Willy sudah sampai di halaman rumah Boy pagi itu. Alhamdulillah Willy juga sudah sembuh sekarang, karena dirawat dengan sangat intensif di rumah sakit.
"Selamat pagi Willy" jawab Boy dan Luna membalas senyuman Willy
"Will, apa benar kamu sudah siap bekerja?" tanya Boy
"Insyaallah Bos" jawab Willy
"Baiklah.. Ayo sayang kita berangkat" Boy menggandeng tangan Luna masuk mobil.
"Iya a.."
Pagi itu Luna juga akan pergi ke tokonya, akhirnya setelah sekian lama dia kini bisa datang ke tokonya.
Mereka masuk ke dalam mobil dan mobil melaju ke tempat tujuan.
Di perjalanan..
"Willy,, bagaimana hubunganmu dengan Hana?" tanya Boy
"Sejak kejadian di rumah sakit, saya belum bertemu lagi dengan Hana Bos" jawab Willy
"Kau harus menjelaskannya pada Hana will"
"Pasti bos, nanti saya akan menemui nya"
"Kak Will,, apa Ustadz Hasan tau kalau kamu juga dekat dengan Hana?" tanya Luna
"Hehe,, tidak nona, saya belum memberitahukannya."
"Aku kuatir aja ini akan menjadi rumit, tapi semoga saja Allah berikan jalan keluarnya ya..."
"Nah benar nona"
Hingga beberapa menit kemudian mobil sampai di toko Luna.
Luna melihat dari balik kaca mobil tokonya sudah buka, dan pegawainya sudah sibuk dengan tugas mereka.
"Sayang,, ingat ya pesanku, jangan cape-capean di dalam nanti" ucap Boy.
Kemudian Luna melirik Boy seraya tersenyum
"Iya aa... Aku ingat" ucapnya.
"Aku turun dulu ya,,"
"Iya.." Cup.. Cup.. Cup... Boy menghujani wajah Luna dengan ciuman hangatnya. Serta janin dalam perut Luna.
"Anak abi..." panggilnya
"Aku ingin dipanggil abi oleh anakku nanti" ucapnya pada Luna
__ADS_1
Luna mengangguk
"Boleh sayang.."
"Anak abi.. Baik baik di dalam ya sayang.. Muah.. Muah.." Boy mencium dan membelai perut Luna.
Kemudian Luna mencium tangan Boy seraya mengucap salam sambil turun dari mobil.
Kemudian mobil melaju kembali menuju kantor. Ketika mobil sudah menjauh, Luna teringat tasnya yang tidak ia tenteng
"Yaahh tasku..ponselku.. Ketinggalan di mobil?"
"Haduhh.." Luna menepuk jidatnya.
"Ya sudahlah.. Tidak apa"
Kemudian Luna masuk ke dalam toko dan bertegur sapa dengan karyawannya.
Aaa betapa bahagianya mereka bertemu kembali dengan Luna, setelah hampir tiga Bulan tidak bertemu. Karyawan pangling dengan postur tubuh Luna yang sekarang semakin berisi dan perutnya terlihat membuncit.
"Kak Luna,, masyaa Allah.. Makin cantik saja " goda Maya ketika bersapa dengan Luna.
"Hei jangan meledekku ya.. Kamu mau bilang aku ini makin lebar kan?" ucap Luna dengan agak cemberut
"Ii kakak ini,, aku serius kak Luna ini makin cantik, sorotan matanya cerah sekali.. Aku yakin wajahnya juga secerah sorotan matanya"
"Aaa Maya.. Kamu bisa saja." ucap Luna sambil ia menyandarkan tangannya ke meja kasir disana
"Ashtaghfirullah.." Luna dan semuanya kaget.
"Yaahh kak.. Rusak" ucap Maya ketika memeriksa telepon tersebut.
"Yah... Pelanggan gak bisa manggil ke sini dong,, ih teledor banget sii tanganku" ucap Luna sambil menepuk tangannya yang menyenggol telepon ☎️ tersebut.
"Yasudah Maya, kamu panggilkan tukang servis, siapa tau bisa diperbaiki, sayang banget itu, siapa tau bisa diperbaiki"
"Baik kak Luna"
"Aku mau ke atas,, Bagaimana keadaan ruanganku? Apa kalian suka membersihkannya?" tanya Luna
"Tentu nona muda.. Ruanganmu selalu kami bersihkan setiap hari. Apa kak Luna mau ke atas? Ayo aku antar" Maya dengan senang hati mengantar Luna ke lantai atas, Luna ingin sekali rebahan karena tidak sanggup berdiri lama.
"Terimakasih ya Maya" ucapnya setelah Luna sampai di ruangannya.
"Sama sama kak,, kalau butuh apa tinggal panggil maya, oke.. Selamat istirahat bumil.." Maya membelai perut Luna seraya tersenyum
Luna tersenyum
"Iya Maya,, kamu boleh bekerja lagi sekarang.."
", baik kak.."
Luna kembali turun ke bawah dan melaksanakan tugasnya.
__ADS_1
Sementara Luna melakukan olah raga ibu hamil, untuk mengurangi rasa pegal pada tubuhnya dan supaya lancar melahirkan nanti dan posisi bayi tepat pada posisinya sesuai dengan seharusnya. Kemudian melakukan sholat duha dan membaca Qur'an untuk mengisi waktu luangnya.
Sampai siang hari, tokonya sudah ramai dengan pembeli. Benar saja pelanggan tidak bisa cod karena tidak bisa menghubungi toko Luna. Akhirnya mereka mendatangi toko Luna tersebut.
Kemudian sesekali Luna turun untuk sekedar melihat keadaan dan mengobrol dengan karyawannya.
"Maya,, belikan aku jus buah dan rujak gih.. Aku ingin makan yang segar segar ini.." pinta Luna pada Maya sambil menyerahkan selembar uang
"Siap Bumil,, Maya segera berangkat, tunggu ya.."
Maya menerima uangnya dan segera pergi.
Akhirnya siang itu Luna menikmati rujak yang dibelikan maya, ia sangat menikmatinya karena rasanya sesuai dengan seleranya.
*****
Sampai sore hari tiba. Karyawannya sangat sibuk membereskan toko dan membersihkan alat alat serta meja, karena sudah waktunya pulang. Dan akhirnya selesai
Mereka sudah siap untuk pulang dari toko, yang lainnya sudah mulai berangsur pulang duluan.
"O ya,, kak Luna apa sudah pulang?"tanya maya pada Yuni, ia ingin memberikan setoran hasil penjualan roti hari ini. Disana tinggal Maya dan Yuni yang belum pulang
"Gak tau.. Dari tadi siang tidak terlihat kan?"jawab Yuni
"Biar aku cek ke ruangannya"
Kemudian Maya mengetuk sambil memanggil Luna dan hendak membuka pintunya tapi sudah dikunci dan tidak ada jawaban dari Luna.
"Yuni,, mungkin kak Luna sudah pulang" ucap maya sambil kembali menghampiri Yuni
"Kamu yakin may? Tumben kak Luna gak pamit dulu sama kita"
"Aku yakin yun,, aku panggil panggil juga gak ada jawaban"
"Ya sudah.. Mungkin ia sudah pulang, ayo kita juga pulang". Ucap Yuni disertai anggukan Maya.
Kemudian Maya mengunci pintu toko dengan rapat serta menggboknya. Lalu Maya dan Yuni pulang dari sana.
Bruk. Luna menutup pintu kamar mandi, dia habis membuang hajatnya. Kemudian ia tersadar karena di tokonya sudah sepi. Kemudian ia membuka pintu ruangannya dan turun dari sana, ia dapati tokonya sudah rapih dan sepi.
"Lhoh sudah pada pulang?" Luna bertanya tanya.
Luna menghampiri pintu tokonya dan ingin membukanya, tapi pintu sudah digembok dari luar.
"Ashtaghfirullah.. Aku terkunci di tokoku sendiri?
Ya allah... Kok bisa? Mana gak ada ponsel buat menghubungi orang, penjaga pada kemana lagi? Sepi banget di halaman.. Haduhh.. Yasudahlah.. Aku menginap saja mungkin di sini" ucapnya sambil kembali naik ke ruangannya.
Suamiku pasti kuatir. Batin Luna
Waktu sudah menunjukan waktunya maghrib.
Mayaaaa... Siap siap kamu kena omelan tuan muda Boy!!! Xixixixix
__ADS_1