
Keesokan harinya...
Pagi pagi sehabis subuh, Briand sudah siap dengan ransel serta baju dan jaketnya. Ia hendak berangkat ke sekolah dan menjemput Mikha dulu. Ia lari lari menuruni tangga, terlihat buru buru sekali.
Lidya sudah menunggu di dekat tangga bersama Bianka dan juga satu pelayan pribadi Briand yang membawakan minum untuk Briand
"Bray sudah mau berangkat?" tanya ibu Lidya
"Iya bu" jawabnya sambil duduk di sofa membetulkan tali sepatunya
"Kalo gitu ayo makan dulu"
"Nggak bu, jam segini belum lapar Briand" ucap Briand sambil minum yang disediakan oleh pelayan itu
Kemudian ia berdiri dan hendak salim pada ibunya
"Briand.... Sarapan dulu!!!" Lidya menarik Briand mengajaknya ke meja makan
"Gak bisa bu... Jam enem nanti Briand harus sampai di sekolah. Dan sekarang Briand harus jemput Mikha dulu, biar kita barengan berangkatnya" Briand kekeh tidak mau dan ingin segera berangkat.
"Briand! Ini masih jam empat pagi lho.. Ayo sarapan dulu!!!" Lidya tidak melepaskan lengan Briand
"Nanti aja bu.."
"Kak Bray, ke bali nya naek pesawat?" tanya Bianka
Briand akan melaksanakan studi tour ke bali dari sekolahnya. Semua kelas 12 di sekolahnya akan berangkat ke bali pagi itu.
"Iya lah dek,, masa naek sepeda..! Satu bulan baru nyampe kali, kalo naek sepeda!" jawab Briand
"Ish kakak ini" Bianka merasa sebal pada Briand.
"Tiketnya sudah ada Bray?" tanya ibu Lidya
"Sudah diatur sama pak guru ibu.."
"Udah yaa Briand berangkat dulu.. Oohh iya, salam buat semuanya ya.. Briand buru buru.. Assalamualaikum"
Briand mencium tangan Lidya dan langsung saja berlari ke halaman menuju mobilnya.
"Briand.. Jangan lupa sholat subuh" teriak ibu Lidya sambil menyusul Briand ke halaman
"Iya buuu... Nanti Briand ke mesjid"
"O ya, nanti Minta tolong supir ya buat jemput mobil Briand di bandara" ucapnya sambil menutup pintu mobil.
"Iya nak,,, Hati-hati yaaa...." ucap ibu Lidya agak teriak.
Ngeeeeennnggg... Mobil Briand melaju berangkat meninggalkan kediamannya.
Singkatnya..
Jam lima pagi Briand sudah sampai di halaman rumah Mikha, setelah sebelumnya Briand sholat subuh dulu di masjid yang ia lewati tadi.
Briand memarkirkan mobilnya, kemudian ia turun dan berjalan menuju pintu rumah Mikha.
"Assalamualaikum..."
Tuktuktuk.. Briand mengetuk pintu.
"Assalamualaikum " ucapnya sekali lagi
"Waalaikumsalam.." suara om Aryo dari dalam dan membuka pintu
"Eehh Briand sudah sampai aja, ayo masuk" ucap om Aryo dengan senyum ramahnya.
"Hehe,, iya om, Mikha nya udah siap?" ucap Briand sambil mengikuti om Aryo dari belakang.
__ADS_1
"Ah itu dia.. Mikha masih tidur.. Susah banget dibangunin Bray.. Padahal om sudah bangunin dia sedari jam tiga" jelas om Aryo
"Apa???" Briand kaget
Hahhh.. Briand menghembuskan nafas. Briand merasa dikerjai, soalnya dia buru buru dari rumah eee pas datang ke rumah Mikha, Mikha nya belum bangun. Suee.. Nyesek banget pasti.
" Kalo gitu Briand bangunin boleh om?" pinta Briand
"Ohh.. Iya, iya silahkan. Boleh.. Om udah nyerah bangunin dia"
"Nah yang itu tuh kamarnya" om Aryo menunjuk kamar Mikha
Kemudian Briand bergegas menuju kamar Mikha dan langsunglah dibuka kamar itu. Sementara om Aryo kembali ke ruang kerjanya yang berdampingan dengan kamar Mikha.
Betapa kagetnya Briand ketika dapati Mikha masih meringkuk aja di tempat tidur dengan piyama panjang dan krudung cokelatnya.
"Yaa ampun... Mikkk..!" Briand merasa gemas sekaligus kesal pada Mikha. Ia menghampiri Mikha
"Woy..!! Bangun woy.. Dah siang ini!! ." Briand mengguncang kaki Mikha.
"Hem mm" jawab Mikha masih terpejam
"Set dah.. Mikha.. Ayo bangun! Kebluk banget si kamu!!" ucap Briand sambil bertolak pinggang di samping tempat tidur Mikha. Kemudian ia melihat sekeliling kamar Mikha yang berantakan dan kertas kertas berserakan dimana mana.
", ish. .. Jorok banget si kamu Mik,, kamar kok dibiarin berantakan begini" gerutunya sambil memunguti kertas itu. Ia lihat isi dalam kertas itu
seperti novel.. Batinnya.
Kemudian ia menyusun bab per bab nya. Dan benar saja isinya adalah novel, Briand membaca judulnya
"Pria idaman?" ucap Briand sambil senyum-senyum.
Kemudian ia melirik lagi Mikha.
"Ni anak ya.. Susah banget dibangunin!"
"Mikk.. Bangun dong mikk..!" tegas Briand, ia merasa sebal sekali.
"Eh.. Berisik banget. Siapa kamu hah? . Maling ya..?" ucapnya dengan nada pelan seolah mengigau.
"Maling maling, aku Briand mik... Buruan bangun sii.."
Briand menarik kaki Mikha sampai Mikha terbangun dan duduk di samping tempat tidur.
"Briand! Jahat banget sii,, ganggu orang tidur.! " Mikha mengerutkan dahinya dan mengumpulkan kesadarannya.
"Ckk.. Kamu itu ya! Ayo cepat mandi! Udah siang ini, kita harus segera ke sekolah.. Keburu siang mik.. Ntar kesiangan gimana?. Jam tujuh kita berangkat ke bali tau!!!" tegas Briand
Namun Mikha gak peduli, matanya masih berat buat dibuka
Briand menarik lengan Mikha supaya berdiri, tapi Mikha malah terjatuh dan meringkuk di karpet lembut samping tempat tidurnya
"Ashtaghfirullah miiikkk...!!" Briand kesal sekarang. Kemudian ia berdiri di dekat dada Mikha
"Usolli 'alaa hadzihil mayyitati arba'a takbiroti fardu kifayaati, ada'an lillahitaala.. Allahhu akbar.." Briand mengangkat tangan seolah sedang menyolati mayit.
Sontak saja Mikha tersadar dan langsung bangun
"Aaaaa... Briand!!! Hahahaha... Emanganya aku dah mati apa?" ucapnya sambil memukul kaki Briand dan duduk di sana.
Briand terkekeh.
"Makannya.. Buruan bangun, mandi sana.!"
"Iya iya.. Brayy.. Masih pagi juga. Ah!" Ucap Mikha dengan gusar sambil berdiri.
"Cepetan ya. Aku tunggu lima menit, kalo nggak selesai juga, aku tinggal kamu!!" ucap Briand dengan menunjuk mikha pakai kertas itu.
__ADS_1
"Ishh bawel banget sii kamu, mana cukup lima menit Briand.. Dua puluh menit itu udah paling cepet" tukas nya
"Ya udah pokoknya cepet mandinya, habis itu sholat subuh!".
"ck... Aku lagi datang bulan Bray....!"
"Sini itu kertasku" Mikha meminta kertas yang dipegang Briand.
"Apa si, pinjem bentar,, sana mandi!! Jangan pake lama!" ucap Briand sambil keluar dari kamar itu.
"Ckk... Nyebelin banget kamu Bray.. Ayah ngapain juga nyuruh orang nyebelin kayak kamu jemput aku.. Hah" Mikha menggerutu sambil berjalan ke kamar mandi. Kemudian ia membersihkan diri.
Sementara Briand duduk di sofa dekat kamar Mikha sambil membaca novel tersebut.
Sebelumnya memang ayah Mikha yang meminta Briand supaya jemput Mikha kalau ke sekolah atau ke mana aja, karena cuma Briand yang terlihat dekat dengan Mikha, dan sudah tau kan kalau Briand menyukai mikha dan sudah dapat restu dari om aryo, jadi Briand bisa bertemu mikha kapan saja. ya asalkan saja Mikha dan Briand tidak melakukan hal yang negatif aja gitu. Lagian mana mungkin mereka melakukannya, orang kayak kucing dan tikus begitu. Aku gak bakalan membuta Mikha dan Briand melakukan hal negatif kok om!.
"Kenapa Mikha nulisnya di kertas, tidak di buku?"
Ucap Briand sambil merapikan kertas itu.
"Den,, aden mau minum apa? Biar bi ina bikinin" ucap bi ina, art dirumah Mikha.
"Oh.. Gak usah bi.." tolak Briand dengan senyuman.
"Oh aden mau kopi?, sebentar ya bibi bikinin"
"Enggak bi, gak usah.." Briand menggeleng.
Gak denger kali ya si bibi ini? Batin Briand.
"Ohh iya.. Kirain bibi mau kopi" ucap bi ina
"Enggak bi, Briand gak suka ngopi" ucap Briand kembali fokus pada novel itu.
"Oh mau jus manggis?? Wah manggisnya ga ada den, yang lain aja ya" ucap bi ina
"Aduh si bibi ini.. Bukan, aku gak minta jus manggis.. Gak usah, Briand gak mau apa apa kok" jelasnya.
"Ka... "
Ketika bi ina hendak bicara lagi, tante Rosa datang menghampiri mereka
"Ehh... Briand,,, lama ya nunggu Mikha? Maaf ya tante sibuk di dapur siapin sarapan jadi gak sempat bangunin Mikha tadi" ucap tante Rosa sambil membawakan sepiring bakwan buat Briand
"Gapapa kok tante" ucap Briand seraya tersenyum
"Bibi ke dapur aja ya!" tante Rosa pada bi ina dengan nada tinggi.
"Oh,, iya nyonya.."
Ke dapur lah bi ina.
"Ini,, cobain deh Bray,, bakwan buatan tante"
Tante Rosa menyodorkan sepiring bakwan tersebut pada Briand.
"Tate,, Briand jadi ngerepotin ya"
"Enggak kok Briand,, santai aja, tante ke dapur lagi ya"
"Iya.. Terimakasih tante"
"Sama-sama".
Tante Rosa kembali ke dapur.
Tidak lama kemudian bi ina membawakan air minum untuk Briand. Dan Briand mencicipi bakwan tersebut.
__ADS_1
Hmm sepertinya enak Bray..
Bakwan jagung, sarapan pagi kesukaan om Aryo, kesukaanku juga.. Hehe