
Luna keluar dari kamar mandi dengan ekspresi kaget melihat Maya menangis di hadapan Boy dan willy yang malah terlihat tertawa pada Maya.
"A.. Kamu apain maya?" tanya Luna sambil menghampiri Maya, kemudian ia memeluknya
Boy dan Willy hanya saling mengangkat halis seolah tidak tau apa apa.
"Kak Luna, maafin saya, saya sudah mengurung kak Luna di toko" ucap Maya sambil menagis
"Sstt udah may,,, gapapa kok,, kamu tidak sengaja kan?" Luna memgusap usap punggung Maya
"Aa.. Kenapa maya sampe menangis begini? Aa apain ih!!" desak Luna pada Boy supaya ngaku.
"Enggak.." Boy tidak mau ngaku
"Ngaku gak..!!!" bentak Luna sambil cemberut
"Hahahahaaa... Maaf maaf deh.. Maaf ya maya.."
Boy tertawa lepas karena ia berhasil mengerjai Maya
"Kalian ini ya...!!!!" Luna terlihat kesal menatap Boy dan Willy
"Hehe.. Sayang, aku cuma becanda"
"Udah Maya,, kamu bebas,, sana kerja sekarang.. Kamu boleh pulang will,," ucap Boy pada Maya dan willy.
"Apa tuan tidak marah pada saya?" tanya Maya sambil menyeka air matanya.
"Tidak lah.. Sana" boy menyuruh Maya turun
"Baik tuan, terima kasih, kak Luna sekali lagi Maya minta maaf ya"
",iya maya.. Santai aja.." Luna tersenyum
Kemudian Maya turun kebawah dan mulai membuka toko kembali
"Saya permisi bos" Willy pamit dari sana
"Iya wiill.. Kamu mau kemana rencananya?"
"Aku mau menemui Hana bos.."
"Ohh baguslah.. Sana"
"Iya Bos.."
Willy berlalu dari sana, menuju mobil dan pergi dari toko Luna.
Tinggalah Luna dan Boy di ruangan itu.
Luna menyilangkan tangannya di dada dan menatap Boy dengan cemberut. Ia duduk di kursi
Boy tersenyum pada Luna dan ia membentangkan tangannya ingin memeluk Luna.
Kemudian Boy memeluknya, Boy memeluknya
dengan dengan erat
"Lepasin ih.." Luna merasa jengah pada Boy
"Kenapa sii?"
"Aku kesal,, aa habis marahi maya kan?"
"Aku kan udah minta maaf sayang, aku hanya mengerjainya.." ucap Boy sambil membuka cadar Luna
"Au ah gelap.."
Luna merapatkan bibirnya
"Hei ini sudah siang sayang. Masa gelap"
Boy menatap Luna sambil terseyum.
"Senyum dong sayang.."
Luna hanya diam dan datar sambil memalingkan wajahnya.
"Aku ***** ya bibir kamu!!" ancam Boy
Kemudian Luna tersenyum manis sekali.
"Nah gitu dong.. Manis kan dilihatnya" goda Boy.
"Aku cinta kamu sayang" ucap Boy
"Hmm" jawab Luna.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa lagi? Kok cuma hmm jawabnya,?"
"Aa ganti gaya rambut napa sii.. Jelek banget rambut begitu"
"Apa?? Ini model rambut khas aku sayang. Tumben banget kamu protes.."
"Pokoknya ganti a,, aku gak suka melihatnya.."
"Iya.. Iyaa okey.. Sekarang juga, ayo kita ke salon, habis itu cari makan"
"Makan dulu a, baru kita ke salon"
"Aaa baiklah baiklah ibu ratu,, aku nurut padamu. Ayo"
Boy mengganti pakaian santai dulu kemudianBoy menggandeng tangan Luna dan pergi dari sana mencari restoran untuk sarapan. Mereka mendatangi restoran Bayu dan makan di sana. Boy memesan ruangan khusus buat mereka makan di sana agar luna leluasa makannya dengan melepas cadarnya.
Pasakan Bayu sungguh sangat luar biasa nikmatnya, Luna sangat menikmatinya, ya terkadang Bayu turun langsung ke dapur untuk masak dibantu chef profesional lainnya.
Boy memperhatikan ekspresi Luna yang begitu menggemaskan ketika makan dengan gembulnya, ia merasa pipinya semakin tembem dan tambah imut saja. Sangat cantik, pikirnya. Memanglah ibu hamil biasanya akan terlihat sangat cantik, cantik alami.
Selesai makan, mereka melanjutkan aktivitasnya. Mereka pergi ke salon untuk Boy dipangkas rambutnya menjadi lebih pendek. Mereka mendatangi salon langganan keluarganya.
sementara Boy dipangkas, Luna menunggu sambil membaca majalah yang ada di sana.
Sampai beberapa menit kemudian, Boy selesai dipangkas dan memperlihatkan gaya rambutnya pada Luna.
"Sayang.. Gimana sekarang?" tanya Boy sambil memasang wajah kharismatiknya.
Luna terpana dengan gaya rambut suaminya yang sekarang
Ia menatap Boy dengan senyumnya, ia benar benar terpesona. Entahlah, padahal hanya dipotong sedikit.
Kemudian Luna mendekat pada Boy dan menatapnya
"sangat tampan" ucapnya dengan jantung degdegan, baru kali ini dia merasakan ada yang aneh dalam jantungnya.
Boy tersenyum lebar melihat ekspresi Luna yang terus menatapnya
Kemudian Boy menyuruh pegawai salon dan semuanya untuk keluar dari ruangan itu
"Sayang maafkan aku yang sering berkata kasar kepadamu. Aku menyesal, dari lubuk hatiku yang terdalam. Apapun yang kukatakan, percayalah aku selalu mencintaimu" ucap Luna dengan tulus hati
"Aku selalu memaafkanmu sayang..aku juga mencintaimu" jawab Boy sambil memeluk Luna
"Terima kasih telah menemaniku dalam petualangan termenakjubkan dalam hidupku"
"Iya sayang.."
"Heyy.. Apa? Anniversary? Apa sekarang genap satu tahun usia pernikahan kita?" tanya Boy
"Benar sekali.. Kamu lupa a?"
Kita telah meniti hari bersama, melewati suka dan duka. Tetaplah di sisiku, agar aku kuat melangkah bersamamu mewujudkan semua mimpi kita." ucap Luna sambil membenamkan wajahnya di dada Boy.
Boy masih merasa kaget dengan ucapan Luna
"Sayang.. erima kasih untuk hari-hari yang penuh cinta. Semoga bersemi hingga akhir nanti" sambung Luna
"A kok diem saja?" Luna mendongakkan kepalanya
"Aku tidak menyangka hari ini hari pernikahan kita.. Muahh..terima kasih sudah mengingatnya, aku benar benar lupa..." ucapnya sambil memgecup dahi Luna
Seraya tersenyum
"Iya a.. kamu telah membuatku jatuh cinta. Namun saat ini kusadari, aku jatuh cinta padamu setiap saat."
"Aku juga sayang, sangat mencintaimu, kenapa kamu mencintaiku?"
", mengapa aku mencintaimu? Jawabannya adalah, aku selalu menemukan diriku utuh bersamamu." jawab Luna
Boy mengeratkan pelukannya
" Sayang, kelak kita akan beranjak tua. Namun bagiku, kau tetaplah yang terindah." ucap Boy
Luna mengangguk
"Cinta kita dibangun di atas rasa saling percaya. Terimakasih selalu percaya padaku. Kesabaran dan pengertianmu selama ini adalah dinding kokoh yang membuatku nyaman dan terlindung"
"Dirimu adalah segalanya untukku…"
Aku pernah mencari separuh hatiku yang hilang. Dan kau membawa sebentuk hati yang utuh. Happy Anniversary" ucap Boy
"Dirimu adalah hal terbaik yang dikirimkan Tuhan untukku. Jangan pernah menyerah karena aku akan selalu ada di sampingmu" sambungnya
Uwwu.. Baper min, 😭😭😭😭
"Suamiku, terima kasih atas semua lelah yang harus kau tanggung, demi aku dan calon buah hati kita"
__ADS_1
.
"Iya sayang.."
Sedih dan bahagia datang silih berganti. Aku tak menyesali semua itu karena inilah jalan yang kita pilih. Cinta adalah jawaban dan penyelamat kita"
"Kehadiranmu membuat hidupku penuh warna. Jangan pernah lelah membuatku tersenyum"
"Aku akan selalu membuatmu tersenyum" jawab Boy
" Jangan pernah berhenti mencintaiku, seperti matahari yang selalu mencintai bumi."
"Aku selalu mencintaimu"
"Suamiku, kau adalah pahlawan yang sesungguhnya bagiku. Tetaplah sehat, tegar dan bahagia"
"Terimakasih doanya sayang"
" Terkadang, aku merasa tidak memerlukan apa pun, kecuali pelukanmu. Masih maukah kau memelukku dalam setiap sedih dan gembiraku?"
"Iya.. Peluklah aku sepuasnya sayang"
"Kau langit, aku laut. Dan cinta kita selalu bertemu di cakrawala" ucap Luna sambil terkekeh, menurutnya itu terlalu lebay
"heii pintar kamu sekarang ya berkata kata" ucap Boy ikut tertawa
"Iya dong.. Harus.. "
"Aa.. Kamu mungkin tak sempurna. Namun, kau selalu membuatku utuh. Cinta adalah yang membuat kita sempurna, dan aku bahagia telah memilihmu." ucapnya sambil menatap Boy
"Oya?"
"Iyaaa... Tahukah? aku tak pernah menduga, bahwa aku membutuhkanmu seperti candu."
"Bisa saja kamu" ucap Boy
"sayang... Bila cinta adalah udara. Maka kau adalah nafasnya. Sayang, kau adalah alasanku bertahan. Mari kita bersama saling menguatkan hingga akhir nanti."
"Semoga sayang.. Semoga kita saling menguatkan satu sama lain"
Luna berlinang sekarang.
" Kita seringkali berselisih paham. Namun sejujurnya, aku hanya ingin kau tak berpaling dariku, karena aku tak pernah berpaling darimu."
Boy terharu
"Iya sayang.. Aku percaya" cupp.cupp.. Kecupan di mata Luna agar tidak menangis
"Aku akan mendampingimu, walau apapun yang akan terjadi. Karena kita satu. Aku adalah kau. Dan kau adalah aku" ucap Boy
"Samudra ini terlalu luas dijelajahi sendirian. Jadilah nahkoda dalam bahteraku hingga maut memisahkan."
"Iya sayang"
" Jalan terjal yang kita lewati bukanlah sesuatu yang akan memusnahkan cintaku padamu. Peganglah tanganku erat-erat dan mari lanjutkan perjalanan hingga sampai ke tujuan"
"Iya sayang,, "
Separuh hatiku telah kau bawa sejak hari itu. Separuh jiwamu telah bersamaku sejak pertama kali kutatap matamu. Satu harapanku, setialah selalu."
"Aku akan selalu setia padamu bidadariku"
" Jangan berjalan di depanku, karena aku mungkin tak dapat mengejarmu. Jangan berjalan di belakangku, karena engkau mungkin akan kehilangan jejakku. Berjalanlah di sampingku, mari kita hadapi dunia bersama."
"Iya sayang.."
". Kau datang padaku di saat duniaku gelap gulita. Cintamu adalah pelita yang menerangi jalanku. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikanmu. Semoga kesehatan menaungi dirimu agar kita bisa menua bersama menyaksikan anak-anak kita tumbuh dewasa."
Luna mengangguk
"Ini jalanku, itu jalanmu. Cinta menyatukan jalan kita di suatu persimpangan, dan kita tak akan berpisah selamanya.
jika ‘I love you’ terdengar basi untukmu, biarkan aku mengatakan ‘I love you’ hari ini."
"I love you to"
"sayang, aku tak pernah mengerti cinta sebelum kita berjumpa. Kau adalah cinta pertama dan terakhirku selamanya. Hug n kiss, husband."
"Muahh..." Boy mencium bibir Luna
"Satu tahun yang berlalu tak akan memupuskan cintaku padamu, wahai Suamiku. Peluk cium, Istrimu."
"Iyaa cintaku..in aku memeluk dan menciumu tadi"
Luna tersenyum
"Jika kehidupan berikutnya memang ada, aku tetap ingin terlahir sebagai istrimu. Selamat Ulang Tahun Pernikahan."
Kau dan aku berjalan bergandengan tangan menuju panggung dunia, tempat kita menyanyikan lagu cinta sepanjang hari. Damaimu adalah damaiku. Sakitmu adalah sakitku. Satu keinginanku, menjadi tua di sampingmu. Hanya lewat kata kata yang bisa aku ungkapkan yang tulus terucap dari lubuk hati yang paling dalam"
__ADS_1
Kemudian Boy mencium bibir Luna hingga beberapa saat. Oh cintaa mengapa kau begitu membabi buta?
Xixixixii...