Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Itu nissa sabyan a!


__ADS_3

Wadidaww... Aku jadi lieur sendiri kan karena banyak banget pemerannya di sini..kadang bikin Ambyar.. 😂


Gak bisa aku mengekspresikan setiap pemeran di sini. Mohon dimaklumi ya


Oke dehh


Singkat cerita ya..


Mirza sudah ada di tanah air dan sudah semalam di sana.


Pagi harinya, Luna tengah mengantar Boy ke halaman, karena Boy akan pergi ke kantor.


"Selamat pagi nona, selamat pagi Bos.." sapa Willy dengan senyumannya


"Pagi kak Willy" jawab Luna membalas senyumannya.


"Selamat atas kehamilannya nona" ucap Willy


"Terima kasih" ucap Luna.


Kemudian Boy berpamitan pada Luna


"Sayang, jaga dirimu baik baik ya, makan yang banyak dan minum vitaminnya. Oke"


"Iya a,, siap" ucap Luna, meski sebenarnya ia tidak nafsu makan


Boy tersenyum


"Aku berangkat dulu,, kalau mau apa.. bilang ya, jangan di pendam, insyaallah aa turutin"


"Iya.. A cepat pulang aja, jangan malem malem pulangnya" pinta Luna dengan manja


"Ayy kamu.. Baru juga aku mau berangkat, udah minta pulang cepat" Boy merasa gemas pada Luna


"Iya kan aku cuma mengingatkan, supaya pulangnya jangan malam malam"


"Iya sayang.. Hari ini aku mau ke proyek yang kemarin, tapi tidak akan sampai malam"


"Janji ya"


"Aku janji.." ucap Boy sambil membelai kepala Luna


"Ekhmmm" Willy mendehm sambil memalingkan wajahnya,, karena Boy lama sekali dan malah ngobrol dengan istrinya.


"Sabar dong will" ucap Boy. Melirik willy sekejap,ia faham willy bosan menunggu. Haha


"Aku berangkat ya sayang" ucap Boy.


Cupp.. Mencium kening Luna dan membelai perut Luna seraya memberi perhatian pada calon bayinya.


"Iya a"


Luna mencium punggung tangan suaminya


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Senyum manis mereka lontarkan pagi itu.


Berangkatlah Boy bersama Willy menuju kantornya.


Luna akan berada di rumah untuk beberapa hari, dan toko di serahkan sepenuhnya pada Maya untuk sementara,maya karyawan kepercayaannya.


******


Bayu dan Zahwa


Kini bayu tengah berada di turki. Ia menengok istrinya itu, karena sudah sebulan tidak bertemu. Ceritanya


Kala itu ia ingin membuat Zahwa cemburu, dengan ia melihat video-video klip lagu sholawat yang di lantunkan oleh penyanyi wanita cantik. sebenarnya ia tidak tau amat dengan penyanyi wanita itu.


Mulailah ia berkutik dengan laptopnya sambil cengengesan ia mencari video video-video yang menarik.ia duduk di tempat tidur, disampingnya Zahwa sedang belajar di meja belajar. Setelah ia dapatkan video tersebut.


Mulailah diputar videonya dan mendengarkan sambil menghayati setiap lantunan sholawat tersebut.


"Wahh.. Cantiknya.. Luar biasa" ucap Bayu pura pura memperhatikan wanita yang ada di video tersebut.


Zahwa hanya melirik suaminya sekejap dan menggeleng, ia kembali fokus belajar di meja belajarnya.


"Zaa.. Kamu tau siapa yang melantunkan sholawat ini?" tanya Bayu, mulai ia mencari perhatian Zahwa


Kemudian Zahwa melirik sebentar


"Ooh itu.. Ya aku tau" singkatnya


"Cantik sekali bukan? Kenapa aku baru tau ada penyanyi secantik dia" ucap Bayu sambil fokus pada layar laptopnya sambil menopang dagunya.


Zahwa hanya memutar matanya, tidak terlalu peduli dengan tingkah Bayu. Dan kembali fokus belajar.


Kemudian Bayu kembali mencari video yang lainnya


"Sayang.. Kamu lihat ini.. Dia mirip sekali denganmu


Cantiknya tidak kalah denganmu kan"


"Hmm" Zahwa hanya mendehm


Sampai beberapa artis penyanyi wanita, Bayu liatin sambil bertanya pada Zahwa tentang artis itu.


Hingga zahwa terpancing emosinya.


"Sayang,, kalau ini namanya siapa, kenapa imut sekali wajahnya" tanya Bayu sambil menunjuk layar laptopnya seolah terpana


"Ckk.. Itu nissa sabyan a.. Kenapa sih melihat lihat cewe lain?" tanya Zahwa. Ia mulai kesal.


"Engga.. Aku cuma penasaran aja, dari tadi lewat di berandaku dan aku putar videonya dan ternyata subhanallah,, cantik cantik.. Ckckckc.." ucap Bayu seolah kagum pada wanita dilayarnya itu


Zahwa mendengus kesal dan cemberut


"Aku juga cantik a..!!"


"Iya kamu cantik, kan istriku" ucap Bayu dengan santai


Bayu kembali mencari video yang menarik, ia tau zahwa sudah jengah dengan tingkahnya. Tapi Bayu tahan, ia memutar video nya dan terus menatap layar laptopnya.


"Sayang.. Yang ini sepertinya orang arab yang nyanyi.. Kamu kenal tidak? Siapa tau ini temanmu" ucap Bayu ia kembali menunjuk nunjuk wanita dalam videonya.


"Aku gak tau a.. Aku gak kenal.. Dia bukan temanku, dan aku tidak mau tau, kamu ngapain liatin wanita lain hah? Kamu udah bosan sama aku?" ucap Zahwa dengan nada tinggi, ia kesal sekarang.

__ADS_1


"Bukan begitu.. Aku sayang lah sama kamu, kan aku cuma bertanya tadi sama kamu kan. Ayolah jangan marah"


"Gimana gak marah.. Aku juga wanita a,kamu gak peduli perasaan aku kayak gimana?"


"Awass.. Sana.. Aku juga mau liatin cowo keren paforit aku.."


Zahwa mendorong tubuh Bayu, dan berusaha merebut laptop Bayu. Namun Bayu mencegahnya


"Hey jangan dong sayang,, aku.. Aku hanya becanda tadi.. Aku tidak serius memperhatikan wanita itu, cuma kamu wanita yang paling cantik dan imut buatku" Bayu berusaha mencegah Zahwa, sambil tertawa dia


"Aku gak peduli.. Awas gak!!!" bentak Zahwa


"Jangan dong sayang.."


"Minggiiiir... " Zahwa berusaha mendorong sekuat tenaga, tapi tentunya Bayu lebih kuat


"Enggak,, enggak.. Kamu gak boleh liatin cowo lain"


Bayu memeluk Zahwa dengan erat dan membawanya berguling dalam kasur sambil tertawa. Kemudian mereka bergulat seolah sedang berantem. Setelah beberapa menit.. Zahwa duduk di atas perut Bayu.


"Jahat ya aa.." ucap Zahwa, pipinya merah merona karena cemburu. Sementara Bayu hanya tertawa.


"Aku becanda sayang, gak serius aku tadi muji wanita itu, aku cuma ingin tau apa kamu cemburu atau tidak"


"Bohong". Zahwa memukul mukul dada Bayu, namun Bayu dengan cepat menggulingkan Zahwa dan Bayu menindih tubuh Zahwa sekarang.


Dengan nafas ngosngosan mereka berdua berhadapan. Bayu tersenyum.


"Aku mencintaimu.. " cupp.. Kecupan di .... Zahwa


"Aku enggak" ketus Zahwa. Ia masih marah sama Bayu


"Hei ayolah sayang.. Kenapa kamu marah hm?"


"Abisnya kamu begitu.."


"Ya sudah, sebagai permintaan maafku, kita jalan jalan keluar cari makanan.. Ayo" ajak Bayu. Ia segera bangun dan berdiri di samping tempat tidur


Zahwa masih diam terlentang di kasurnya sambil menatap Bayu kesal dengan bibir manyun.


"Ayo dong sayang.. Jangan begitu,, bibirmu kayak bibir ikan tambak tau gak" ucap Bayu sambil cengengesan


"Hahaha..." Zahwa tertawa.


"Ihh dasar ya kamu.." ia melempar bantal pada Bayu, Bayu dengan sigap menangkapnya dan menyimpan kembali ke tempat tidur.


"Udah lah.. Ayo kita berangkat"


"Awas ya kalau kayak tadi lagi.." ancam Zahwa


"Tidak akan"


Kemudian Zahwa bangun dan duduk di sana.


"Gendong" pintanya dengan manja sambil mengulurkan tanganya pada Bayu.


Bayu tidak bisa menolak dan ia menggendongnya menuju keluar, Zahwa melingkarkan tangannya dileher Bayu dan mencium pipi suaminya itu. Mereka hendak jalan-jalan.


"Hei,, kamu sudah tidak marah?" tanya Bayu


"Tidak, karena aku yakin, cuma aku wanita cantik di hatimu" ucapnya dengan genit


"Yeeee.... " Zahwa kegirangan


Indahnya.. Bila rumah tangga di hiasi dengan canda tawa, saling becanda, dan itu akan menguatkan tali cinta diantara keduanya. 💖💖💖💖💖


*******


Cerita Briand.


sore hari..


Briand menuju sebuah kafe bersama beberapa temannya, termasuk Alvin. Mereka memilih tempat duduk yang agak pojokan, biar suasananya adem, menurutnya. Ketika sedang memesan minuman, ia dapati tante Rosa sedang duduk juga di tempat yang agak jauhan dari Briand. Tante Rosa dengan seseorang, entah siapa. Briand seperti baru kenal, tapi wajahnya tidak asing sepertinya.


Kemudian Briand menghampiri tante Rosa. melihat kedatangan Brian, dengan segera seseorang yang bersama tante Rosa itu pun menutup wajahnya dengan kertas menu yang tersedia di mejanya itu.


"Hai tante" sapa Briand


"Haii Briand" jawab tante Rosa


"Kamu di sini juga. Sama siapa?"


"Iya tante, itu sama temen temen" ucap Briand sambil nunjuk ke temannya itu


"Ohh.. Duduklah Briand" ucap Tante Rosa


"Iya. Terimakasih tante"


Briand duduk di sana dan ia melihat seorang yang tengah menutup wajahnya itu dengan kertas.


Aduhhh ngapain sii Briand pakek ada di sini segala. Batin orang itu, yang tengah menutup wajahnya dengan kertas


"Tante,, dia siapa?" tanya Briand sambil nunjuk ke orang disamping Rosa itu.


"Ini.." tante Rosa menunjuk


"Ini kan Mikha.. Mikha, kenapa kamu sembunyi begitu nak?" tanya Tante Rosa


Mati gue.. Batin Mika


"Mm.. Aku lagi cari menu bun" jawab Mikha


"Ooohhh kamu Mikha ternyata.. Heh buka itu kertasnya, ngapain cari menu kertasnya di tempel begitu sama wajah?" tanya Briand.


Dasar cowo resek... Batin Mikha menggerutu


"Mikha" panggil Briand


Rosa hanya memperhatikan kedua anak itu


"Berisik banget sih" ucap Mikha sambil membuka kertasnya dengan gusar. Dan terpancarlah wajah Mikha yang memerah entah kenapa


Briand pangling banget dengan dandanan Mikha, karena kini Mikha menggunakan hijab. Tapi wajah dinginnya masih saja terlihat. Andainya dibuat manis sedikit saja, lelaki yang melihatnya pasti meleleh, meskipun begitu tapi Briand tetap menyukainya.


Seperti ini Visual Mikha 👇



"ini kamu mik? Bisa pakai hijab kamu sekarang?"

__ADS_1


"Ckckckk" Briand menggeleng


"Tante,, luar biasa sekali bisa meluluhkan hati Mikha" ucapnya pada Rosa.


"Tentu lah Briand,, ya kan nak, kita temenan kan sekarang?" tanya rosa pada Mikha.


Mikha tersenyum dan mengangguk.


Ya karena kini Mikha sudah membuka hatinya pada Rosa, karena Rosa sangat baik sekali pada Mikha, dan sangat perhatian. Beda dengan sangkaan Mikha dulu, dulu Mikha berfikir bahwa Rosa hanya butuh ayahnya saja.


"Udahlah sana.. Ngapain sih disini!" usir Mikha pada Briand


"Mikha, gak boleh begitu sayang.. Gak baik nak" nasehat Rosa pada Mikha


"Tapi Bun, dia itu nyebelin tau gak" ucap Mikha dengan cemberut


Briand hanya tersenyum dan terus melirik Mikha. Ada sesuatu dalam hatinya, dengan sikapnya yang jutek banget pada Briand. Tapi menurutnya itu sangat lucu. Apalagi kalau lagi cemberut


Mikha mengerutkan dahinya ketika melihat Briand yang terus menatapnya.


"Ngapain sih lo liatin gue kayak begitu?"


"Nggak mik.. Itu di idung lo ada upilnya.. Hahaha"


Briand menjahili Mikha


Sontak saja Mikha mengambil ponselnya dan berkaca dari layarnya, tapi tidak ada upil di hidungnya alias bersih.


"Sialan lo!!!" Mikha kesal dan melempar Briand dengan kotak tisu yang berada di mejanya dan pas mengenai dada Briand


Briand terus terkekeh dibuatnya. Sambil ia mengambil kotak tisu yang terjatuh ke bawah dan menyimpan kembali ke meja


"Becanda aku mik.. Kamu cantik kok" ucapnya dan ia tersenyum genit pada Mikha.


Namun Mikha memalingkan wajahnya


Dasar.. Semua cewe lo bilang cantik.. Gue tau itu.. Briand!!!. Grutu Mikha dalam hati


"Yasudah tante,, saya gabung lagi sama temen saya ya.. Permisi"


Briand beranjak dari sana


"Iya Briand, maafin sikap Mikha ya"


"Is oke tante.. No problem" ucapnya dengan senyuman. Kemudian ia berlalu dari sana kembali bergabung dengan teman temannya.


Teman-teman Brian bertanya tentang wanita yang Briand temui barusan.


"Itu Mikha bray?" tanya Lukas


"Iya.." jawab Briand


"Gila..kok Lo bisa akrab sama dia" tanya Lukas kembali. Teman temannya yang lain juga penasaran.


"Ya bisa dong..apa yang gak bisa buat gue.." ucap Briand dengan bangga


"Itu mika.. Beda banget ya sekarang" ucap Alvin, ia juga terpesona pada Mikha.


"Iya lah,, hebat tante Rosa, dia bisa bikin Mikha luluh sama dia, makin kece aja dia sekarang"/ucap Briand


Alvin menatap Briand curiga, karena akhir akhir ini Briand sering menyapa Mikha


"Bray,, lo suka kan sama Mikha?" tanya Alvin


"Iya.. Kenapa emang?" ucap Briand sambil mengangkat alisnya.


"Dari sekian banyak cewe yang ngejar lo, lo cuma milih Mikha yang begitu juteknya sama lo?"


"Ya iyalah Alvin, Mikha itu cewe yang berbeda dari cewe lainnya. Makin greget gue sama dia" ucap Briand, mengepalkan tangannya dengan gemas sambil melirik ke arah Mikha


"Wah wahh.. dan sekarang kayaknya lo akan ada saingan Bray" ucap Alvin


"Siapa yang mau nyaingi gue?" tanya Briand


"Gue lah" ucap Alvin dengan pd nya


"Oow.. Ayo siapa lagi yang mau saingan sama gue?" Tanya Briand pada temannya yang lain. mereka saling pandang dan mereka mengacungkan tangan


"Oke,, kita saingan semuanya" ucap salah seorang temannya yang lain, mereka menantang Briand


"Hahaha..." Briand tertawa


"Kalian akan kalah...! Tau kenapa??"


Teman temannya bertanya tanya


"Karena gue sudah punya restu dari ayahnya Mikha.. Huhuyy"


"Astaga Briand.. Sialan,, lo udah duluan minta restu ayahnya?" tanya Lukas


"Bukan gue yang minta, tapi om Aryo nya yang minta. Keren kan gue" ucap Briand dengan bangga


"Lo keren sih.. Tapi apa Mikha mau ama Lo?" tanya Lukas


"Nah itu dia.. Dia masih cuek sama gue" ucap Briand menjadi murung dia


"Hahahahaa.." teman temanya menertawainya


"Heh brisik kalian! Malah ngetawain gue lagi!" Briand kesal


Beberapa menit kemudian suasana menjadi hening dan mereka berbincang seperti biasa sambil meneguk minuman yang mereka pesan.


Alvin melihat Mikha tengah melihat ke arah Briand


"Bray... Liat tuh, Mikha liatin lo?" bisiknya pada Briand


Kemudian Briand melirik ke arah Mikha, tapi Mikha memalingkan wajahnya. Briand tersenyum


"Lo kasih tau gue kalau Mikha liatin gue lagi ya" pinta Briand pada Alvin.


Alvin mengacungkan jempolnya.


Kemudian Mikha melirik lagi Briand, namun ketika Briand meliriknya kembali, Mikha memalingkan wajahnya. Begitu sampai beberapa kali.


Briand dan Alvin malah terkekeh


Ntah kenapa Mikha jadi tertarik pada Briand dan ia memikirkan sesuatu.


Aku heran,, cuma Briand yang berani deket sama aku, dan juga deket banget sama ayah. Kenapa dia? Apa dia ngincar aku, untuk dijadikan korban keplayboyan dia?.. Ih ogahh.. Jangan sampe aku jadi korbannya. Huh.. Amit amit.

__ADS_1


Tunggu.. tunggu..tapi dia perhatian banget sama aku, bawain makanan lah, apa lah.. padahal aku sudah cuek banget sama dia.. Ah bingung.. Apa sebenarnya tujuannya? Batin Mikha. Ia bertanya tanya dalam hati sambil sesekali melirik Briand. Tidak ia sadari bahwa Rosa memperhatikan tatapan Mikha yang terus melirik Briand. Ketika Mikha melirik Rosa, Rosa tersenyum, seolah ia tau kalau Mikha memperhatikan Briand, karena memang begitu. Langsung saja Mikha menunduk malu.


__ADS_2