Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Pulang


__ADS_3

Bastian sudah sampai di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara di bandung. Kemudian ia menghubungi Lidya agar ada yang menjemputnya di sana.


Lidya tengah berbincang hangat bersama Mirza dan Bayu. Tiba tiba ada telpon dari Bastian


Dreeeedd.. Kring kring.. Ponsel berdering milik Lidya


Ia melihat "ini telpon dari bastian ayah. Alhamdulillah"


Kemudian Lidya mengangkatnya.


"Hallo Basti, assalamualaikum,, akhirnya kamu menghubungi ibu, kamu kemana aja bas? " tanya Lidya


Mirza dan Bayu hanya menyimak


"Waalaikumsalam ibu, hehe iya maafin Bastian ya. Bastian sekarang sudah ada di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara. Ibu suruh orang jemput Basti di sini ya " pintanya


"Ya ampun basti, kamu sudah ada di bandung ternyata. Iya iya ibu akan suruh supir jemput kamu. Kamu tunggu di sana ya. " ucap Lidya


"Siap ibu. Basti tunggu.. Daah"


"Tunggu Basti, kak Boy gimana? Soalnya dari tadi gak bisa di hubungi "


"Ooh kak Boy baik baik saja Bu, hp nya rusak, jadi gak bisa di hubungi.. Udah gitu yaa. Daahh"


Tutututt. Telpon ditutup Bastian


"Iih anak ini, main mati matiin saja telpon"


tapi Lidya terlihat sumringah dan lega mendengar bila Boy baik baik saja. Begitu juga Mirza dan Bayu ia lega sekarang


"Bastian sudah sampai di bandara bandung bu?" tanya Bayu


", iya Bay" jawab Lidya.


"Ia minta di jemput sekarang"


"Ya sudah cepat bu" ucap Mirza.


Kemudian Lidya menelpon supir supaya menjemput Bastian di bandara.


Dan Bianka juga menelpon Lidya. dan di angkat oleh Lidya.


"Hallo ibu, cepat ke kamar Biy, kak Luna nangis nih" ucap Bianka


"Kenapa kakak iparmu. Ya sudah ibu akan ke sana" ucapnya.


Lidya segera pergi ke kamar Bianka dan ia melihat Luna sedang menangis di sana..


"Luna kenapa nak? " tanya Lidya kuatir dan menghampiri Lun.


"Katanya kak Boy main perempuan di turki" jelas Bianka

__ADS_1


"Gak Mungkin Luna, Boy kerja di sana" ucapnya pada Luna


"Kak Boy sendiri yang bilang ibu".


Kemudian ponsel Luna berbunyi terus ada panggilan masuk dari Boy sudah puluhan kali.


"Sini biar ibu yang angkat telponnya" ucap Lidya


Kemudian Luna menyerahkan ponselnya pada Lidya


"Hallo Boy! " Lidya mengangkat telponya


"Hallo ibu, kemana Luna? " tanya Boy


"Ada, apa apaan kamu. Luna bilang kamu main perempuan di sana hah? " ucap Lidya dengan ketus


"Enggak ibu, Boy cuma bercanda. Luna marah sama Boy ya? "


"Dia gak marah.. Cuma kecewa sama kamu".


"Yaahh.. Mana Boy mau bicara" pintanya.


"Luna kamu bicara sama Boy ya, bicarakan baik baik" ucapnya pada Luna dan Luna mengangguk. Dan Luna akhirnya bicara sama Boy


"Hallo kak Boy"


"Alhamdulillah,, kamu mau bicara juga sama aku.. Maafin aku ya sayang. Aku tadi cuma becanda kok"


"Kak Boy kapan pulang? "


"Mm,, kak Boy belum tau,, di sini belum selesai sayang"


"mm begitu ya,, apa masih lama? "


"Iya, ternyata banyak sekali pekerjaan di sini"


"Kangen Ya sama kak Boy? "


"Enggak" Luna malu malu


"Aaa masa? Tapi kak Boy kangen tau"


"Sayang nanti kak Boy telpon lagi ya, kak Boy mau kerja lagi biar cepat selesai dan cepat pulang "


Hmm. Padahal Luna masih kangen. Batin Luna


"Ya udah Kak Boy,, semangat ya. Assalamualaikum " ucap Luna ia tersenyum sekarang.


"Iya istriku, waalaikumsalam.. Muahh kiss jarak jauh. Hehe"


Boy terlihat senang sekarang. Begitupun Luna, ia terlihat bahagia sekarang.

__ADS_1


Tuut tuut.. Telpon di tutup karena ada Ummar datang ke ruangannya.


"Maaf Bos muda, apa saya mengganggu? " tanya Ummar


"Oh tidak Ummar, ada apa? " tanya Boy


"Bukannya Bos mau menghadiri pernikahan tuan muda Bayu? "


", benar, tapi sepertinya tidak akan sempat, di sini belum selesai pekerjaan"


"Biar saya yang selesaikan Bos, sudah biasa saya mengerjakan sendiri semuanya" ucap Ummar..


"Apa kamu sudah baik baik saja Ummar? "


"Iya Bos, saya sudah baik baik saja sekarang. Bos bisa pulang sekarang"


"Baiklah kalau begitu, saya akan pulang sekarang. Saya percayakan semuanya sama kamu ya"


"Baik Bos. Selamat sore dan hati hati di jalan" ucapnya.


"Terima kasih Ummar, saya permisi " ucap Boy. Kemudian ia keluar dari ruangannya dan pergi bersama Willy.


Ummar menunduk hormat mengiringi kepergian Boy dari sana.


"Ayo Willy kita ke hotel ayah dulu, aku mau mandi dulu"


"Siap Bos, aku juga mau mandi"


******


Willy dan Boy sudah sampai di hotel Mirza yang berada di turki. Mereka sudah membersihkan diri.


Dan sedang beristirahat di sofanya.


"Willy kau sudah menyiapkan tiket pesawat untuk hari ini? " tanya Boy sambil memainkan ponselnya berbalas pesan dengan Luna, karena kini Luna sudah baikan.


"seharusnya sekarang sudah berangkat Bos. Tapi penerbangan di tutup sementara karena cuaca kembali buruk Bos" jelas Willy


"Apa Will? " Boy mengerutkan dahinya. "Bagaimana bisa Will,,terus nanti kita berangkat ke tanah air kapan? "


"Saya juga tidak tau Bos, kita tunggu beberapa jam lagi ya Bos"


"Willy, aku tidak mau kalau sampai telat nanti ke pernikahan Bayu, dan istriku juga sudah menungguku. "


"Siap Bos, akan saya usahakan segera mungkin bisa melakukan penerbangan ke tanah air "


Sore hari pukul 4 sore waktu turki. Sedangkan di indonesia sudah pukul 8 malam. sedangkan waktu penerbangan antara turki ke indonesia sekitar 12 jam. Pada akhirnya Boy dan Willy melakukan penerbangan pukul 19.30 malam. Alhasil nanti datang ke tanah air bisa agak siang.


Malam hari tiba waktu turki. Akhirnya Boy dan Willy melakukan penerbangan malam itu juga.


Boy merencanakan sesuatu untuk Luna nanti setibanya di sana.

__ADS_1


__ADS_2