Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Mulai menjalankan rencana Lidya


__ADS_3

Boy mencoba berbicara pada Lidya dan menanyakan yang apa yang sebenarnya Lidya sembunyikan


"Ibu, ibu tau kan yang sebenarnya terjadi pada Luna?" tanya Boy dengan suara lembut berharap Lidya menceritakannya


"Iya ibu tau" ucap Lidya dengan datar dan tidak memandang Boy


"Ibu tolonglah katakan pada Boy, kenapa ibu melarang dokter susan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya serta melarang Boy untuk menemui Luna" ucap Boy dengan lirih


Lidya menatap sekejap Boy dengan tatapan tidak suka


"Sudahlah Boy, lebih baik kamu introfeksi diri dan memperbaiki sikap kamu itu"


"Tapi bu.. "


Lidya tidak menggubris ucapan Boy dan malah berbincang dengan Willy


"Willy kenapa kamu bisa selengah ini? Apa yang Boy lakukan pada Luna yang sebenarnya Will, tolong jelaskan " tanya Lidya pada Willy dengan nada kesal


Willy menunduk menyesal "maafkan saya nyonya, saya sudah lengah dan tidak amanah pada Nyonya" ucap Willy kemudian Willy menjelaskan kejadian sebenarnya yang dilakukan oleh boy, bahwa Boy menyuruh empat pengawalnya untuk menguji kemampuan Luna hingga luna terluka.


Lidya menarik nafas dengan kasar "jangan sampai kamu melakukan kesalahan lagi will, sudah cukup untuk kali ini, saya benar benar kecewa" ucap Lidya dengan tatapan serius pada Willy. "Dan untuk para pengawal itu, saya akan memecat mereka" sambung Lidya dengan nada kesal


"Baik nyonya" ucap Willy


"Maafkan kami nyonya" ucap Sam


Lidya tersenyum tipis pada Sam


"Sudah paman, aku yakin kalian sudah bekerja keras selama ini, hanya saja Boy yang tidak tau diri dan kelewatan batas" ucap Lidya dengan menatap tajam Boy sekejap.


Boy hanya menunduk dan merasa tidak berguna ibu benar benar marah padaku, apa yang harus aku lakukan? Batin Boy.


Sam dan Willy mengangguk dan menunduk pada Lidya.


****


Sementara di rumah Bastian, Briand dan Bianka sudah menunggu. Waktu menunjukan pukul tujuh malam Boy dan Lidya baru pulang dari rumah sakit.


Boy dan Lidya tidak saling bicara, mereka masuk ke rumah dengan ekspresi wajah muram. Kemudian ketiga adik Boy menyambut kedatangan mereka dengan sorak bahagia


"Kakak Boy" teriak ketiga adik Boy, lalu mereka menghampiri Boy dan memeluknya


Boy tersenyum bahagia melihat adik adiknya "hei adik adiku, kakak kangen sekali pada kalian"ucap Boy seraya memeluk erat ketiga adiknya itu

__ADS_1


Lidya tersenyum melihat kebahagiaan anak anaknya lalu dia memutuskan untuk langsung pergi ke kamar dan istirahat. "Ibu istirahat dulu ya nak" ucap Lidya pada mereka, namun Lidya tersenyum hambar pada Boy


"Iya ibu" ucap mereka dengan tersenyum


Kemudian Boy dan adik adiknya berbincang bincang ringan di ruang keluarga, mereka saling curhat satu sama lain dan menceritakan keseharian mereka di turki. Boy sangat senang mendengarkan adik adiknya dan bercanda dengan mereka melepas kepenatan dan masalah yang sedang ia hadapi.


Di kamar Lidya nampak muram mengingat kejadian tadi siang, memikirkan Boy anaknya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang di lakukan Boy. Rasanya sulit Lidya memaafkan Boy hingga akhirnya dia memutuskan untuk memberi pelajaran pada Boy agar Boy berubah.


Di tengah Lamunannya, Lidya mendapat telpon dari Mirza suaminya. Kemudian Lidya tersenyum dan mengangkatnya


"Assalamualaikum ayah" ucap Lidya dengan nada pelan


"Waalaikumusalam ibu, bagaimana keadaan di sana sayang? " tanya Mirza


Lidya mulai berlinang air matanya


"Kurang baik ayah, ayah cepat pulang banyak hal ingin ibu ceritain" ucap lidya dengan terisak


"Lho memangnya ada apa?" tanya Mirza penasaran dan kuatir pada keadaan istrinya itu


"Ibu tidak mau membicarakannya lewat telpon, ibu butuh ayah" ucap Lidya


"Ooh iya baik, baik sayang, sudah jangan menangis oke, tunggu ayah tiga hari lagi, ayah akan pulang ke indonesia" ucap mirza seraya menghibur Lidya


"Baik ayah, aku tunggu ayah. Ayah baik baik di sana ya"


"Oh baiklah ayah"


"Assalamualaikum ibu,"


"Waalaikumsalam ayah"


Kemudian telpon ditutup


"Haah" lidya menarik nafas dan merasa lega setelah mendengan suara suaminya. Meski hanya sebentar karena Mirza sedang sibuk.


Mirza memang selalu romantis pada Lidya, bahkan ketika sibuk pun dia sempatkan untuk mengetahui kabar istrinya itu.


Beberapa waktu kemudian tiba saatnya makan malam, Lidya Bastian, Briand dan Bianka sudah siap di ruang makan untuk makan malam. Kemudian Boy muncul dari kamarnya


Boy mencoba menyapa Lidya dengan senyum manisnya


"Selamat malam ibu, muah" sapa Boy pada Lidya dengan mengecup dahi Lidya. "Malam" ucap Lidya datar dan dingin.

__ADS_1


Boy merasa tidak enak hati dengan sikap ibunya itu. Sementara Lidya sengaja berbuat seperti itu agar Boy berubah


Kemudian Boy mengelilingi adiknya dan melakukan hal yang sama.


"Selamat malam Bast, muah" sapa Boy pada Bastian dengan mengecup dahinya "malam kak" dengan tersenyum pada Boy


"Selamat malam Bray, muah" sapa Boy pada Briand dengan mengecup dahinya "malam kak, kakak selalu melakukan ini sejak dulu,aku pikir sudah lupa." ucap Briand bercanda


"Kakak akan selalu melakukan ini setiap kita bersama oke" jawab Boy. Disertai senyum menyeringai dari Briand


"Selamat malam adikku Biy yang paling cantik,muah" ucap Boy dengan kecupan di dahi Bianka.


Bianka tersenyum pada Boy "Malam kakak, iya dong aku kan adik perempuan satu satunya. Hehe" ucap Bianka. Disertai senyuman manis Boy "kamu pintar dek"


Kemudian Boy duduk disamping dekat ibunya, namun Lidya mencuekannya dan fokus makan dengan tenang. Melihat keadaan itu, adik adik boy bertanya tanya ada masalah apa antara ibu dan kak Boy.


Kemudian Bastian bertanya pada ibunya


"Ibu kenapa sih? Kelihatannya lagi diem dieman sama kak Boy" ucap Bastian disertai rasa penasaran Briand dan Bianka


Lidya tersenyum padanya "tidak ada nak, kalian habiskan makannya ya! Ibu sudah selesai" ucap Lidya


Lidya sengaja mempercepat makannya karena dia ingin istirahat


"Emm Baik bu" ucap Bastian disertai senyuman dan anggukan adik adiknya


Sementara Boy hanya diam. Kemudian Lidya kembali ke kamarnya untuk istirahat dan menyusun rencana untuk hari esok.


Lidya berencana untuk mengunjungi orang tua Luna dan menceritakan keadaan Luna saat ini, lalu dia mengirim pesan pada willy untuk mencari tau dimana tempat tinggal Luna.


Kemudian Willy langsung mengerjakan tugas dari nyonya Lidya malam itu juga, tentunya willy menyuruh anak buahnya untuk mencari dan mendatangi langsung tempat tinggal Luna malam itu juga.


Sementara Boy dan ketiga adiknya sudah selesai makan dan mereka kembali ke kamar mereka masing masing.


Boy duduk di tempat tidurnya, dia terus memikirkan hal yang terjadi siang tadi, dia teringat wajah Luna serta perbuatannya pada Luna. Sungguh Boy sangat menyesali perbuatannya.


Aku ingin sekali tau kondisi Luna, kenapa ibu melarangku tau keadaan Luna dan ibu sangat berubah sikapnya padaku, aku tidak tahan dicuekin sama ibu, baru kali ini ibu bersikap dingin padaku, padahal dulu walaupun aku berbuat salah sekalipun dia tetap hangat padaku. Tapi sekarang.. Bahkan ibu tidak ingin bicara padaku. Oh tuhan begitu fatalkah kesalahanku saat ini? Batin Boy


Boy terus mengusap usap wajahnya serta mengacak ngacak rambutnya dengan kasar.


Dia tidak bisa tidur malam ini. Ia memikirkan bagaimana caranya agar dapat bertemu dengan Luna dan tau kondisinya dan ia berencana besok kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Luna.


*****

__ADS_1


Sementara di rumah sakit, Luna masih belum sadarkan diri. Ia dipantau terus oleh suster yang dipilih khusus untuk menjaga Luna selama dua puluh empat jam untuk mengetahui keadaan Luna dan itu perintah dari Lidya. Lidya juga tidak membolehkan orang lain masuk kecuali dirinya, dokter, dan suster


Terutama Boy dia tidak diperbolehkan masuk dan berrtemu Luna.


__ADS_2