
"Iya, kamu pemberani sekali Bay" ucap Mirza terlihat bangga pada Bayu.
Lidya tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Ibu gak nyangka loh Bay "
"Hehe" Bayu hanya terkekeh.
"Loh ini adek adek malah pada tidur, kak Luna juga" ucap Bayu kaget melihat Bianka dan Brian sudah tertidur di sofanya, begitupun Luna tidur di bahu Boy.
"Kamu itu cerita panjang banget tadi, mereka kayak dibacain dongeng kali ya.. Haha" ucap Lidya.
"Iya Bu, Luna pulas sekali" ucap Boy sambil menatap Luna.
"Kamu antar ke kamar" titah Lidya
"Baik Bu". Kemudian Boy menggendong Luna membawanya ke kamar.
"Kamu gendong Bianka antar dia ke kamarnya" titah Lidya pada Bayu
"Oke siap Bu, itu Briand gimana? " ucap Bayu
"Briand dibangunin lah, memangnya kamu mau menggendong Briand"
"Enggak lah bu". Kemudian Bayu menggendong Bianka "kamu berat banget sih dek" ucapnya. Sambil membawa Bianka ke kamar Bianka dan menidurkannya di sana.
Sementara Briand di bangunkan dan ia pindah ke kamar, begitupun Lidya dan Mirza mereka tidur ke kamarnya.
Boy dan Luna sudah di kamarnya. Ia menidurkan Luna di kasurnya dengan pelan, ia juga membuka cadarnya. Kemudian Boy mencium pipinya.
Sentuhan Boy membuat Luna tersadar dan Luna membuka matanya.
"Eh kak Boy, "ia melihat sekitar dan ia sudah ada di kamar.
"Buka jilbab mu sayang" ucap Boy sambil berbaring dengan sedikit menyandar ke belakang.
"Kenapa? ""
"Sini, "dan Bayu menarik pinggang Luna agar mendekat
"Aku ingin melihat bekas luka yang ada di kepalamu"
Ucap Boy
kemudian Luna sudah berada di dekat Boy dan membuka jilbabnya
"Ini sudah sembuh kok" ucap Luna
Kemudian Boy melihatnya dan ada bekas luka di bagian samping kepala Luna
"Maafkan aku sayang, jahat sekali aku padamu dahulu" ucapnya dengan lirih dan ia menciumi bekas luka itu.
"Kak Boy, ini sudah tidak apa apa, aku kan sudah sembuh dan melupakannya"
"Aku menyesal Luna, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi" ucap Boy sambil terus mencium kepala Luna dan memeluk Luna di dadanya.
"Iya kak Boy" Luna terlihat bingung dengan sikap Boy.
"Luna, apa kamu sudah siap melakukan kewajibanmu? " tanya Boy
"Emm maksudnya? " tanya Luna polos
"Kita lakukan hubungan suami istri" ucap Boy
Luna membelalakan matanya "em ma maksudnya melakukan itu? " tanya Luna dengan gugup sambil mendongakan wajahnya pada Boy
Dan Boy mengangguk. Namun tubuh Luna tiba tiba bergetar, dia takut sekaligus belum siap sebenarnya.
Dan Boy mencium bibir mungilnya Luna yang masih menghadap pada wajah Boy dan langsung saja Luna pingsan karena ciuman itu.
"Hahaha.. Luna Luna, baru segitu saja kau pingsan sayang, baiklah aku tidak akan melakukannya jika kamu pingsan"
Dan Boy membiarkannya Sampai akhirnya mereka tertidur. Luna tidur dalam pelukan Boy.
****
Pagi hari tiba, Luna masih tertidur di kasurnya sementara Boy sudah bangun dan sudah mandi serta berpakaian rapih
__ADS_1
Kemudian Luna bangun dari tidurnya dan melihat Boy sudah rapih.
Boy tersenyum pada Luna
"Kak Boy kok gak bangunin Luna tadi"
"Kamu nyenyak sekali tadi" ucapnya sambil tersenyum dan duduk dipinggir kasur dekat luna
"Kamu menikmati yang semalam ya" goda Boy sambil menahan tawa
"Maksudnya apa kak? " tanya Luna bingung
"Apa kak Boy melakukan itu pada Luna? "
Boy mengangguk dan terkekeh..
"Apaa? " ucap Luna tidak menyangka dan membulatkan matanya
"Hahahahaa.. Kamu lucu sekali Luna, mana mungkin aku melakukannya, kau saja pingsan waktu aku cium. Hmm"
"Kak Boy gak lucu tau" ucap Luna cemberut kemudian ia turun dari tempat tidurnya dan langsung ke kamar mandi.
"Hahaha" Boy terus tertawa melihat ekspresi Luna.
Kemudian mereka pagi itu melaksanakan sholat subuh bersama keluarga setelah itu rutin setiap pagi sarapan bersama dan mulailah mereka sibuk untuk memulai aktifitas baru masing masing
Bayu pagi itu sudah berangkat ke restauran utama miliknya di sebuah Kota.
Bianka dan Briand sudah berangkat sekolahnya.
Boy pagi itu sudah dijemput oleh Willy dan ia berangkat bareng Luna lalu mengantar Luna dulu ke toko rotinya , baru dia berangkat ke kantornya.
Ketika mobil sudah sampai di depan toko. Willy turun dan membukakan pintu untuk Luna.
"Silahkan nona" ucap Willy, sebenarnya Willy sudah sangat panas melihat adegan Boy dan Luna setiap hari sebelum Luna turun dari mobil. Karena sampai kini Willy masih jomblo.
"Aku akan menjemputmu pulang nanti, kamu jangan pulang sendiri ya" ucap Boy pada Luna
"Oh baiklah, aku tunggu suamiku" ucap Luna sambil tersenyum manis
"Iya istriku" tidak lupa juga Boy mencium keningnya Luna dan memandang sekejap wajah Luna
Kemudian Luna turun dari sana.
"Harus begitukah tiap hari Bos! Saling pandang pandangan. Manas manasin saya tau gak" ucap Willy kesal sambil menatap Boy
"Kasian jomblo, kamu mandang langit saja sana. Hahaha" ucap Boy meledek
Willy menutup pintu mobil dan mendengus kesal.
Luna terkekeh melihat tingkah bayu
"Selamat pagi nona Luna" ucap Willy sambil menunduk hormat dan ia buru buru masuk kembali pada mobilnya tanpa menunggu Luna bicara.
"Iya kak Willy" ucapnya
Kemudian Luna masuk ke dalam tokonya setelah Boy pergi dari pandangannya.
Hari itu sangat sibuk di toko Luna, karena pelanggan banyak sekali hari itu. Namun Luna hanya duduk manis di ruangannya, karena Boy melarangnya melakukan aktifitas apapun. Ia hanya sesekali memeriksa keadaan di dapur dan kembali duduk di ruangannya. Memainkan busur panahnya dan memanah di sana. Ia selalu melakukannya setiap hari.
"Hallo ini dengan toko LUNA BAKERRY. Siap melayani sepenuh hati, ada yang bisa kami bantu? " ucap Luna ketika ada yang nelpon ke tokonya dan memesan roti via Online.
Sampai waktu makan siang tiba, para karyawannya istirahat dulu, mereka makan siang di sana. Biasanya makan nasi padang karena makan kue rasanya bosan jika setiap hari. Mereka membeli nasi itu dari sebuah rumah makan di sebrang toko luna. Mereka sedang duduk melingkari meja makan di dapur toko itu. Dan Luna juga ikut makan di sana
"Makanlah yang banyak ya, tenaga kalian terkuras banyak siang ini kan" ucap Luna pada para karyawannya itu.
"Siap kak". Ucap mereka dengan senang. Dan mulailah mereka makan siang, tidak lupa baca doa dulu bareng bareng.
Setelah selesai Kemudian mereka melanjutkan melayani pembeli sampai sore hari akhirnya para pembeli sudah mulai sedikit karena toko Luna sudah mulai mau tutup. Para karyawan sedang membereskan meja meja dan yang lainnya. Namun Luna masih di ruangannya memainkan panahnya sambil menunggu Boy datang menjemput.
Tiba tiba kejadian tidak terduga kembali lagi terjadi pada toko Luna. Kali ini ulah brutal sekelompok berandalan remaja memborak barikan toko Luna, sepertinya mereka suruhan orang. Sekitar 25 orang jumlah mereka
Brak... Brakkk.. Brakkk... Duarrr.,,, duaaar.. Duarr.. Suara kaca pecah terkena pukulan balok kayu dan toko Luna mulai berantakan karena ulah mereka sambil bersorak dan tertawa. "Hahahhahaa.. Huuuww. Kita hancurkan toko ini" ucap salah satu orang dari mereka
"Aaaaaa" teriak karyawan Luna terlihat panik
__ADS_1
"Aaaa.."
Mereka sembunyi ke dapur dengan ketakutan.
"Haah haahh haahh ada apa ini? Siapa mereka? " ucap maya sambil ngosngosan dan gemetar karena takut
"Kita juga gak tau may" ucap Yuni dan yang lainnya
Sontak saja Luna juga kaget mendengar kegaduhan di sana. Luna sudah emosi dan tidak tertahan lagi amarahnya, Luna berfikir bahwa orang yang selama ini menerornya akhirnya benar benar merusak tokonya. Kemudian ia mengambil panahnya dan menggendong busurnya di punggungnya. Sekitar tiga puluh busur panah yang ia bawa. Dan Luna menghampiri para berandalan itu dengan berani dan mulai mengarahkan panahnya pada mereka
"Kurang ajar kalian!! " teriak Luna, kemudian shot ... shot... shot... . Suara lesatan panah terlepas mengarah pada para remaja itu dan mengenai kaki satu persatu dari mereka. Luna melakukannya dengan sangat cepat. Dengan penuh emosi.
"Aaaa.. Aaaa... Kabuuur.. " ucap para berandalan itu sambil berlari. Mereka panik melihat Luna memanah mereka
Kemudian para remaja itu berhamburan keluar. Dan yang terkena panah Luna hanya tergeletak kesakitan di sana. Dan Luna tidak peduli, ia mengejar
berandalan itu ke luar. Shot .. shot.. shot... Suara panah terus terdengar dan tepat sasaran pada kaki mereka. Dan mereka tersungkur. Namun ada yang berhasil kabur.
Warga dan satpam di sana mulai berkerumun. Kemudian Luna
menangis karena telah memanah berandalan itu. Dan karyawan Luna keluar ketika melihat keadaan mulai tenang dan hanya ada berandalan itu yang terkena panah Luna.
"Ayo. Ayoo kita bantu kak Luna. " ucap maya kepada yang lainnya dan ia segera berlari ke arah Luna Dan mereka menyeret satu persatu orang itu sampai berkumpul di depan toko
"aduuuh tolong.. " ucap mereka kesakitan.Sekitar lima belas orang yang terkena panahan.
Karyawan Luna memukul mukul mereka sampai puas, warga di sana juga ikut geram pasalnya remaja berandalan itu memang suka berulah. Warga salut pada Luna yang berani memanah pada remaja itu.
"Nah rasakan, tidak ada ampun sekarangmah" ucap salah seorang warga
Kemudian Luna kembali mengangkat panahnya dan mengarahkan pada remaja berandalan itu
"Apa maksud kalian merusak toko ku hah? " ucapnya dengan tatapan tajam dan terengah engah karena amarah sambil siap melesatkan panah itu pada mereka
"Ampun kak,, aduuh sakit"
"Kenapa kalian melakukan itu!! Jawab!!! " ucap Luna dengan tegas.
"Ampuun, kita di suruh orang kaa" ucap mereka dengan lirih menahan sakit
"Siapa yang menyuruh kalian! "
Namun mereka tidak menjawab hanya mengerang kesakitan. "Aaduuhh. Toloong... "
"Jawab!!! Kalau tidak akan ku panah mata kalian!! " ancam Luna sambil menggertaknya.
Ketika tengah mengancam, Boy dan Willy datang ke sana
", bos itu ada apa ya? " tanya Willy pada Boy ketika melihat Luna sedang mengangkat panah mengarahkan pada orang.
"Mana ku tau will, cepat kita samperin" ucap Boy ia juga melihat aksi Luna.
Kemudian Boy dan Willy turun ketika mobil sudah berhenti di halaman toko dan langsung saja menghampiri Luna. Mereka melihat para remaja sudah tergeletak dengan panah menancab di kakinya.
"Luna ada apa ini" tanya Boy dengan membelalakan matanya
Dan Luna melihat ke arah Boy, ketika itu matanya sudah merah karena menangis kemudian menurunkan panahnya
"Mereka merusak tokoku kak. Huu huu.. " ucapnya sambil menangis
Kemudian Boy melihat toko itu dan memang sudah berantakan. Kaca kacanya juga pecah.
"Kurang ajar kalian". Ucap Boy geram dan ia langsung menghajar dan menendang remaja itu.
buk .. buk... Bukk.. Boy memukul satu persatu dengan puas. Kemudian Willy juga ikut geram dan memukul mereka..
Bukk.. Buk... Bukkk...
"Aaaa... Ampun kak. Pa.. Ampuunn" ucap mereka kesakitan.
"Kau urus Will!! " ucap Boy ketika puas memukulnya
kemudian ia memeluk Luna dan menenangkannya dan membawanya ke dalam toko
"Siap Bos". Kemudian Willy berjongkok dan menarik kepala seorang dari mereka sampai anak itu mendongak ke belakang.
__ADS_1