Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Kisah bayu dan Zahwa


__ADS_3

Malam hari tiba, kala itu Mirza dan keluarganya sedang berkumpul bersama di ruang keluarga menunggu waktu tidur tiba.


Luna sedang melihat Bianka yang tengah menggambar di buku gambarnya dan Boy duduk di samping Luna sambil menindihkan dagunya ke bahu Luna dan melihat Bianka menggambar dengan sangat telaten.


"Lihat nih kak, Biy gambar apa coba? " tanya Bianka pada Luna dan Boy.


"Itu kayak ular dek" ucap Boy.


"Bukan, Biy mau gambar jalan ini, bukan ular" ucap Bianka


"Kok kayak ular gitu" ucap Boy kembali


"Kakak gak tau seni menggambar sii, ntar lihat ya hasilnya" ucap Bianka


"Hmm baiklah" ucap Boy sambil membetulkan duduknya dan ia menyender ke sofa sekarang.


Luna hanya tersenyum mendengar ucapan Bianka dan Boy.


"Sini sayang" Boy menarik bahu Luna dan memeluknya kemudian Luna menyender ke bahu Boy.


"Ada apa kak, aku lagi liatin Biy menggambar itu" ucap Luna sambil menatap Boy.


"Nanti lagi kalau udah selesai " ucap Boy dengan senyumannya.


Boy melihat Bayu sedang melamun menatap ponselnya


"Kenapa kamu Bay? " tanya Boy


"Ini loh zahwa gak ada kabar dari tadi siang" ucap Bayu


"Ck kamu, segitu doang. O ya Bay ceritain dong gimana ceritanya kamu bisa bertemu Zahwa dan melamar anak om Har Ariyanshah itu, kamu gak takut waktu ketemu om Har? Hahaha" ucap Boy.


Kemudian Bayu tersenyum. "Ceritain gak yah"


"Ayo ceritain Bay" ucap Lidya berpartisipasi.


"Iya ayo kak" ucap Briand.


Mirza dan Bianka juga penasaran.


"Jadi kalian semua mau tau nih? Oke Bayu akan ceritain Deh.. Ekhmm" bayu melegakan tenggorokannya.


Kemudian semua yang ada di sana memperhatikan dengan seksama.


"Jadi gini, awal aku bertemu Zahwa waktu itu di kampus, sebenarnya aku sudah suka sama dia sewaktu dia baru masuk kuliah.. hehe.


Selama kuliah aku gak sempatkan waktu untuk dekatin dia, aku sibuk banget dan dia juga selalu ada yang jagain. Sampai orang lain gak ada yang berani dekatin Zahwa. Zahwa hanya suka berkumpul sama teman cewenya namanya Larisa.


Singkat cerita nih ya, aku kan sudah lulus kuliah, kemudian aku beranikan diri buat menghampirinya ke kampus. Dan aku melihatnya, waktu itu Ia sedang duduk sendiri di kursi taman. Tapi Zahwa ada yang menjaga, sepertinya Bodyguardnya. Bayu beranikan diri untuk mendekatinya. 'Assalamualaikum zahwa' tanyaku. Kemudian Zahwa tersenyum dan menjawab salamku 'waalaikumusalam '.


"Kamu lagi apa? " tanya Bayu


"Lagi baca Buku"


"Boleh yah aku duduk di sini? "


"Oh iya boleh" ucap Zahwa malu malu


"Zahwa sudah punya kekasih atau pasangan? "


Tanya Bayu.


"Oh enggak kak, Zahwa gak ada kekasih atau pasangan" jawabnya


"loh kenapa? Kamu cantik loh, masa masih jomblo"


"Papihku gak ijinin aku buat pacaran kak" ucapnya


"Terus? "


"Kata papih kalau ada yang mau sama Zahwa, ya lelaki itu harus datang langsung menghadap papih dan menyatakan keseriusannya" ucap Zahwa


"oh begitu ya. Kalau kak Bayu boleh gak ketemu papih kamu? " ucap Bayu


"Kak Bayu mau apa? "


"ya kak Bayu mau menyatakan keseriusan kak Bayu sama kamu"


"Apa" kata Zahwa kaget.


"Iya, Zahwa gak mau sama Bayu? " tanya Bayu


"Mm bukan begitu, memangnya kak Bayu berani menghadap papih? " sebenarnya Zahwa juga sudah tertarik sama kak Bayu sejak dulu. Maa syaa Allah tanpa di dekati kak Bayu duluan yang mendekat. Hehe. Batin Zahwa terlihat senang


"Ya harus berani dong, memangnya siapa sih papihmu. Sepertinya kamu bukan anak orang yang sembarangan ya, dan sepertinya tidak ada yang berani mendekati kamu " ucap Bayu.


"Papihku namanya Har Ariyanshah. Kak Bayu kenal tidak? " ucap Zahwa.


Sontak saja Bayu kaget dan membelalakan matanya.


"Apa? " Har Ariyanshah? Memdengar namanya saja sudah bikin mengelegar. Dia itu kan orang yang paling di segani selain ayah Mirza. Pemilik perusahaan minyak terbesar di nusantara dan pemilik perkebunan sawit terbesar pula di nusantara. Dia juga punya pertambangan emas. Dan nama perusahaanya itu kalo gak salah PATRALION GROUP. Omg.., jadi selama ini aku menyukai anak seorang Har yang terkenal dingin itu dan menakutkan menurutku, bagaimana jika ternyata om Har itu lawan bisnis ayah, aku bisa saja di ditendang jika nanti aku menemuinya. Batin Bayu.


"Kak Bayu? " ucap Zahwa membangunkan lamunan Bayu.


"Hah oh iya kenapa Zahwa? " tanya Bayu


"Kak Bayu yang kenapa? Kok bengong? Jadi gak katanya mau ketemu papihku" ucapnya sambil senyum senyum.


"Oh iya iya siap, aku akan menemui papihmu"


modal nekad, demi kamu zahwa, apapun yang terjadi nantinya aku harus siap. Batin Bayu.


"Baiklah, tiga hari lagi ayah akan menjengukku ke sini, kak Bayu harus menemuinya segera, karena papih suka pergi pergi mendadak" ucap Zahwa


"Apa?? Tiga hari lagi? " ucap Bayu disertai anggukan Zahwa


"Iya, oke siap" ucap Bayu dengan percaya diri.

__ADS_1


Singkat cerita tiga hari kemudian Bayu sedang sarapan sama Ayah Mirza pagi itu, kemudian ada telpon dari Zahwa


"Hallo assalamualaikum "


"Waalaikumsalam, ada apa Zahwa? "


"Kak Bayu papihku sudah ada di turki, kak bayu harus segera kesini, keburu ayah pergi lagi"


"Oh iya, ba baiklah, tunggu sebentar". Ucap Bayu, dengan nada gugup.


"Aku tunggu lhoh"


"Baik"


"Dah assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Kemudian telpon di tutup.


"Siapa Bayu? " tanya mirza


"Temen ayah, aku pergi dulu ya, dia sudah menunggu"


"Iya siapa Bayu? "


"Rahasia" ucap Bayu sambil pergi menjauh


Kemudian Bayu segera pergi dari hotelnya menuju rumah Zahwa.


Singkat cerita Bayu sudah sampai di kompleks perumahan elit dan Bayu masuk menyusuri perumahan itu kemudian Bayu sampai di rumah Zahwa. Rumah elit yang bernuansakan timur tengah terlihat di sana, rumahnya cukup luas dan besar. Kemudian Bayu memarkirkan mobil di halamannya. Dan Zahwa sudah menunggu di sana


"Hai Zahwa" sapa Bayu sambil menutup pintu mobilnya.


"Hai kak Bayu, ayo masuk ayah sudah menunggu" ucapnya sambil menarik tangan Bayu.


Bayu menyiapkan mentalnya agar tidak gugup menghadap om Har. Kemudian Bayu duduk di kursi dan om Har datang dari dalam sambil memakan sandwich nya. Perawakan Har yang tinggi dan brewokan tidak rapih, kulitnya putih namun berbulu lumayan lebat, alisnya tebal, tatapan matanya tajam, raut wajah yang selalu terlihat dingin di hadapan orang lain. Waktu itu Har hanya memakai kaos santai dengan celana pendek. Har terlihat seperti keturunan arab dan indonesia dilihat dari postur tubuhnya.


"Papih ini kak Bayu yang sudah Zahwa ceritain kemarin ke papih" ucap Zahwa dengan senyumannya


"Hmm" ucap Har dengan dingin dan ia duduk di kursinya sambil menghabiskan sandwich nya.


"Hai om" sapa Bayu dengan gugup "saya Bayu" ucapnya sambil menyalami Har sekilas karena Har langsung menarik lagi tangannya.


"Sudah tau" singkatnya. Kemudian Har menatap Bayu dengan tajam sambil mengunyah sandwich terakhirnya.


Bayu jadi gugup setengah mati. Ia mengusap usap lehernya karena merinding melihat Har menatapnya dengan tajam


Sepertinya wajah anak ini tidak asing bagiku, tapi dia mirip siapa ya? Aku lupa lagi. Batin Har


Suasana hening seketika. Ketika Zahwa mengambilkan minum dari dapur untuk Har dan Bayu


"Silahkan papih, silahkan kak Bayu" ucapnya sambil menyodorkan air itu. Kemudian Zahwa duduk di sofanya.


"Terimakasih Zahwa " ucap Bayu disertai senyuman Zahwa


"Kalian mau saling diam saja? " tanya Zahwa


Kemudian Har tersadar dari lamunannya.


"Ehh,, ekhmmm,, katakan apa maksudmu kemari" tanya Har pada Boy dengan dingin


"Saya, saya mau melamar Zahwa om" ucap Bayu dengan gugup


Har membelalakan matanya. "Apa? Memangnya punya apa kamu? " tanya Har. Terlihat galak saat itu


"Saya sudah punya usaha sendiri om, dan saya menyukai Zahwa sudah lama".


Kemudian Har menatap kembali Bayu. "Sepertinya aku kenal dengan wajah wajah sepertimu"ucap Har


Adduhh, jangan jangan Om Har kenal dengan ayahku, aku kan memang mirip dengan ayah Mirza, jangan jangan om Har benar lawan Bisnis ayah mirza. Gawatt. Batin Bayu


"Siapa orang tuamu? " tanya Har


Glekk.. Bayu menelan salivanya


"Ayahku namanya Mirza Herdian Wiguna dan ibuku Lidya Ayunda " jelas Bayu


Brakkk.. Har memukul meja di depannya sampai gelas di atasnya bergeser.


"Ashtaghfirullah papih!! " ucap Zahwa kaget


"Ashtaghfirullah " ucap Bayu juga kaget


"Jadi benar kamu anaknya Mirza" ucap nya dengan nada tinggi dan tidak menyangka "ahahahahaa... Kenapa kamu tidak bilang dari tadi" suaranya tiba tiba terdengar ramah dan enak di dengar. Kemudian Har mendekati Bayu dan menepuk bahunya Bayu.


Bayu kaget sekaligus bingung dengan sikap Har. Bayu pikir Har akan mengamuk.


"Bagaimana kabar Mirza? Sudah lama saya tidak bertemu " ucap Har sambil tersenyum


"Baik om, om kenal dengan ayah Mirza? " tanya Bayu


"Ya kenal dong, dia kan rekan Bisnisnya om, memangnya Mirza tidak memberitahumu hah? " ucap Har tiba tiba ramah. Bayu hanya menggelengkan kepala, karena ia tidak menyangka.


.


"Arhh kurang ajar si Mirza, masa dia tidak mengenalkanku pada anak anaknya", ucapnya kesal


Dan Bayu tersenyum. Ia menarik napas lega karena Har bersikap ramah sekarang, begitupun Zahwa ia terlihat senang dengan sikap papihnya itu.


"Jadi yang mau melamar anakku ini anaknya mirza ternyata, hahaha, punya nyali juga ternyata kamu nak, terakhir yang mau melamar Zahwa dia datang padaku langsung pingsan karena takut melihat wajahku. Hahaha.. Iya kan Zahwa" ucapnya


Zahwa senyum menyeringai "iya papih" ucapnya


"Oh begitu ya om" ucap Bayu dengan senyumannya.


Kemudian Har melihat jam tangannya. Sepertinya dia ada janji dengan seseorang.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan bicarakan ini dengan Mirza" ucap Har


"Zahwa papih ke dalam dulu mau nelpon pamanmu"


Zahwa tersenyum sambil menganggukan kepala.


Ucapan Har membuat Bayu menganga. Apa ini artinya om Har akan menerima Lamaran ku pada Zahwa?. Batin Bayu.


Kemudian Har pergi ke dalam meninggalkan Zahwa bersama Bayu.


"Zahwa, apa itu artinya papihmu menerima lamaranku? " tanya Bayu


"Sepertinya begitu kak" ucap Zahwa malu malu.


Bayu terlihat senang dan sumringah.


"kalau Zahwa mau tidak sama Bayu? " tanya Bayu


"Emm sebenarnya Zahwa juga sudah lama selalu memerhatikan kak Bayu" ucap Zahwa dengan senyum manisnya


"Apa? Benarkah itu? Aku sangat senang mendengarnya " ucap Bayu.


Dan Zahwa menganggukan kepalanya.


Tidak lama kemudian Har datang lagi kini dia sudah berdandan rapih dengan memakai jubahnya.


"loh papih mau kemana? " tanya Zahwa


"Papih mau ke Arab dulu, Bayu kau ku beri waktu lima belas menit di sini, setelah itu kau pulang ya" ucap Har sambil berjalan ke luar


"Oh baik om" ucap Bayu


"loh papih, Zahwa masih kangen sama papih, masa sudah mau pergi lagi si pih!! " ucap Zahwa dengan cemberut dan menyusul Har ke ambang pintu


"Nanti papih kesini lagi" ucapnya sambil masuk mobil.


"Syifa kau awasi Zahwa sama Bayu!!! " teriak Har pada syifa asisten pribadinya Zahwa, ketika Syifa sedang belajar bela diri di halaman rumahnya.


"Baik tuan" ucap syifa


Kemudian syifa masuk ke dalam mengawasi Bayu dan Zahwa, sikap syifa sangat dingin kepada setiap orang, bahkan dengan zahwa pun jarang tersenyum entah kenapa. Usianya lebih tua dari Zahwa.


Syifa berdiri di belakang Zahwa


Bayu heran, baru kali ini dia menemui wanita sedingin ini.


Kemudian Zahwa kembali duduk dengan cemberut


"Papih selalu begitu, dia suka pergi tidak terduga" ucapnya


"Kamu jangan cemberut begitu, papihmu kan pembisnis, dia mungkin sibuk"


"Iya, dia suka menyibukan sendiri setelah mamih meninggal" ucap Zahwa terlihat sedih


"mm iya ya, Nyonya Zahra sudah meninggal ya, beberapa tahun yang lalu, beritanya sempat menyebar waktu itu" ucap bayu terlihat prihatin.


"Iya kak" singkatnya.


"O ya, Om Har itu sepertinya keturunan arab? Apa benar begitu? " tanya Bayu mengalihkan pembicaraan.


"Iya itu benar, kakek ku orang arab dan nenek orang indonesia. " ucap zahwa.


"Oo begitu ya, pantaslah anaknya sangat cantik. Hehe" ucap Bayu menggoda


Zahwa tersenyum malu malu digoda Bayu


"O ya, alm. mamihku asli bandung loh kak"


"O ya? Kalau begitu kamu bisa bahasa sunda? " tanya Bayu tidak menyangka..


"Bisa" ucapnya.


"Kalau begitu coba katakan" pinta Bayu.


"Emm apa ya? " Zahwa berfikir


"Iraha aa bade nikahin neng" ucapnya sambil tersenyum lebar


"Haha apa itu artinya " tanya Bayu sambil tersenyum pula


"Kapan kakak mau nikahin neng? " jelas zahwa


Bayu terkejut dengan ucapan Zahwa. "Zahwa serius nanya begitu? " tanya Bayu


"Iya, memangnya salah ya? "


"O enggak, kita tunggu saja apa keputusan om Har sama ayah mirza. Kalau Zahwa sudah siap menikah, Kak Bayu juga siap buat jadi suami Zahwa. " ucap Bayu dengan serius.


Zahwa terlihat senang dengan ucapan Bayu, belum ia bicara Syifa sudah menyuruh Bayu pulan


"Sudah lima belas menit tuan, silahkan pulang" ucap syifa dengan dingin


"Oh baiklah" padahal aku sangat betah di sini. Batin Bayu.


"Iih syifa, bentar lagi kek" ucap Zahwa.


"Nona harus menuruti aturan Tuan Har" ucap syifa.


"Tidak apa Zahwa, aku pulang dulu ya, assalamualaikum ", ucap Bayu pamit.


"Iya kak bayu, waalaikumsalam "


Kemudian Bayu tersenyum dan zahwa juga. Dan Bayu pergi dari sana.


"Selesaaiii".. Ucap Bayu selesai menceritakan kisahnya.


Mirza dan Lidya terharu mendengar kisah Bayu, begitupun Boy.

__ADS_1


", keren kamu Bayu " ucap Boy


__ADS_2