Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Tentang selametan empat bulan kandungan


__ADS_3

Di perjalanan


Boy terus memeluk Luna dengan hangat, ia tidak peduli walau Willy melihatnya dari kaca spion di hadapannya.


Boy sangat galau mengingat nanti pas waktu Luna melahirkan.


"Kenapa sih a? Galau terus dari tadi?" tanya Luna


"Gapapa.. Lagi pengen begini aja" jawabnya sambil merapatkan pelukannya kemudian membelai perut Luna.


Kemudian Luna memandang Boy seraya tersenyum dari balik cadarnya


"Kamu itu kayak pelangi ya. Ada sehabis mendung di hatiku." ucap Boy sambil memandang Luna juga


"Kenapa bisa begitu?" tanya Luna


"Karena hatiku jiwaku damai setelah melihat sinar matamu" ucap Boy mulai membucin


"Hei memangnya aku lampu, apa? Bersinar sinar"


"Tentu saja, kamu seperti lampu penerang hidupku yang aku harapkan tidak akan pernah padam, karena aku tidak bisa hidup tanpamu"


"Huuhh.. Gombal ya!" Luna mencolek pipi Boy dengan gemas


"Kamu tau? Kamu adalah orang pertama yang mampu membuat jantungku berdetak lebih lambat dan lebih cepat pada saat yang sama." ucap Boy


"Hah? Maksudnya?"


"Coba deh kamu denger detak jantungku" Boy mendekapkan kepala Luna pada dadanya


"Aku tidak bisa mengontrol detak jantungku ketika berdekatan denganmu, kenapa ya? Sepertinya aku harus periksa ke dokter"


Luna tertawa


"Kenapa harus ke dokter? Bukankah itu artinya aa nyaman sama aku" Luna mengangkat kepalanya dan menatap Boy


"Sangat nyaman sayang.. Muah.." kecupan di kening Luna


Yang di depan tutup telinga aja pake headset ya!


"Sayang.. Sejak mengenalmu, bawaannya aku pengen belajar terus. Belajar menjadi yang terbaik buat kamu."


"Itu sudah pernah kamu katakan a...!"


"O ya? Basi dong ya.. Hahaha"


"Kenapa berhenti will?" tanya Boy karena mobil berhenti tiba-tiba.


"Macet Bos.. Kayaknya ada demo supir angkot, itu mobil angkot pada berserakan gak beraturan"


"Ya udah cari jalan lain aja,,"


"Bisa sih bos, tapi agak jauh"


"Gapapa..."


"Oke"


Willy memutar arah dan mencari jalan pintas untuk kembali ke kediamannya Boy


"Aa pernah naek angkot?" tanya Luna


"Enggak,, neng pernah?" tanya Boy


"Pernah,,"


"Gimana rasanya? Lalu berapa ongkosnya?"

__ADS_1


"Mmm.. Biasa aja sii,, ongkosnya dua ribu waktu itu, karena jaraknya dekat"


"Ooohh.."


"sayang... Angkutan kota jauh dekat 2 ribu, kalau kamu jauh dekat ya di hatiku." goda Boy kembali


"Nyambung aja si aa ih.. Gemes aku..!"


"Iya kamu itu gemesssin emang"


Ucap Boy dan mencubit hidung Luna


"Mmm"


"sayang, apa kamu punya mantan?"


"Tidak ada.." jawab Luna


"kalau aa punya mantan?"


"Tidak" jawab Boy


"Ada nona,, si bos punya mantan kok" tukas Willy


"Bicara apa kamu will!" Boy nampak tidak terima


"Ish Bos,, kau lupa mantanmu, si sarah?"


"Siapa sarah? Aku tidak mengenalnya" ucap Boy


"Pura-pura kau!!!" timpal Willy


"Siapa sarah a?" tanya Luna


"Aku tidak tau.."


"Sarah,, mantan si bos nona" timpal Willy


"Benar a? Jadi aku bukan yang pertama?" tanya Luna pada Boy


Boy mengangguk dan mengakuinya.


"Sayang... Kamu memang bukan yang pertama, tapi aku yakin kamu adalah yang terakhir untukku."


"Stt... Diem dulu!" Luna menutup mulut boy dengan telunjuknya.


"Aku ingin tau seperti apa si sarah, apa dia lebih cantik dariku?"


"Tidaklah.. Kamu yang lebih cantik dari siapapun"


"Udah ah, aku malas bahas dia" Boy nampak kesal


"Tunggu,,, kapan aa pacaran sama dia?"


"Empat tahun yang lalu neng, waktu kamu jadi cleaning servis di kantorku, tapi aku tidak mencintainya.. Ntahlah, aku hanya main main dengannya."


"Jadi dulu aa suka mainin perempuan?"


"Apaan sih neng? Emangnya aa lelaki apaan?, udah deh jangan bahas dia,, gak penting banget tau gak!" boy nampak kesal


"kenapa sii? Kalau misalnya dia hadir lagi, atau bertemu denganmu, bagaimana perasaanmu a?"


Boy malah memejamkan mata dan pura-pura tidak mendengar


"A... Jawab dong!" paksa Luna


"Aku akan menjauh seribu langkah darinya!"

__ADS_1


"Udah lah.." Boy nampak jengah


"Hmm.. Baiklah baiklah.. Maapkan aku.."


"Kita bahas yang lain ya, udah jangan pasan muka jelek begitu" goda Luna dengan tatapan indahnya.


Lalu boy tersenyum.


"Kita bahas tentang acara selametan empat bulan kehamilanmu saja ya sayang"


"Iya,,"


"Sayang,, sebenarnya aku masih ragu, apa hukum selamatan empat bulan itu diperbolehkan? Maaf nih ya, aku miskin sekali dengan ilmu agama? Apa kamu tau tentang hukumnya bagaimana dalam islam? " tanya Boy


"Mm.. Menurut teori yang aku baca sih tidak apa apa, asalkan tidak menyeleweng dari aturan agama, begini deh.. Hukum Selamatan 4 Bulan dalam islam...


Ada beberapa tradisi turun temurun yang biasanya dilakukan ibu hamil dan keluarganya di Indonesia. Salah satunya adalah melakukan selamatan yang digelar di usia kehamilan 4 bulan atau yang lebih dikenal dengan selamatan 4 bulanan. Di kampungku saja acara empat bulanan itu masih sering dilakukan oleh ibu hamil a..


Di Jawa misalnya, acara selamatan 4 bulanan ini biasanya disebut mapati. Istilah tersebut diambil dari kata papat yang berarti empat.


Meski begitu, karena acara selamatan ini berasal dari tradisi yang dilakukan secara turun temurun, maka banyak umat muslim yang bertanya "bagaimana hukumnya menurut islam?"


Jadi sebelumnya Kita jharus tahu, kenapa acara selamatan digelar saat usia kandungan ibu hamil 4 bulan. Menurut Hadits Riwayat (HR) Imam Muslim, di usia 4 bulan, bayi di dalam kandungan sudah punya bagian-bagian tubuh yang lengkap sebagaimana layaknya seorang manusia.


إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ


Artinya: “Sesungguhnya setiap orang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari (berupa ******), kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari pula, kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari juga. Kemudian diutuslah seorang malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat hal; rejekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia menjadi orang yang celaka atau bahagia.” (Muslim bin Hajjaj An-Naisaburi, Shahîh Muslim).


...Dari hadits di atas diketahui bahwa proses penciptaan manusia ketika di dalam kandungan awalnya berupa ****** (nuthfah) yang berproses selama 40 hari. Setelah itu menjadi gumpalan darah selama 40 hari, dan kemudian jadi segumpal daging dalam waktu 40 hari juga. Dengan begitu, dapat disimpulkan, proses terbentuknya janin di dalam rahim hingga sempurna membutuhkan waktu selama 3 x 40 hari, yang berarti 120 hari atau sama dengan 4 bulan....


Menurut hadits tersebut, di usia kandungan 4 bulan, Allah juga memerintahkan satu malaikat untuk melakukan dua hal. Pertama meniupkan ruh ke dalam janin. Kedua, malaikat diperintah untuk mencatat empat perkara yang berkaitan dengan rezeki, ajal, amal, dan bahagia atau celakanya janin ketika ia hidup dan mengakhiri hidupnya di dunia kelak."


Aku pernah mendengar dari media terkait hal ini, yaitu Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Ustaz Dr. Arrazy Hasyim MA. menjelaskan, bahwa hukum penyelenggaraan selamatan 4 bulanan bergantung dengan isi acaranya.


"Tradisi selamatan, kita tidak menghukuminya sesuai namanya, tapi sesuai isinya. Dalam hal ini kita definisikan dulu, apa itu selamatan 4 bulanan. Setelah kita pandang kita teliti, maka tradisi selamatan 4 atau 7 bulanan hanyalah berisi tasyakuran dan doa agar si ibu dan si bayi mendapatkan keselamatan, menjadi anak yang saleh atau salehah," jelas dosen itu, begitu kira kira ucapannya yang aku ingat. Hehe"


"Jadii jika kegiatan yang dilakukan positif, seperti membaca Al-Quran, zikir bersama, atau menyantuni anak yatim, maka acara selamatan saat hamil 4 bulan, boleh-boleh saja dilakukan.


"Semua itu adalah sunnah Rasulullah SAW. Kalau berdasarkan itu, tradisi selamat termasuk kepada tradisi yang baik,"


Hukum diperbolehkannya melakukan tradisi baik, kata Ustaz Arrazy, juga tertuang dalam hadits yang bersumber dari sahabat Nabi Muhammad SAW, Ibnu Mas'ud.


مَا رَآَهُ الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ وَمَا رَآَهُ الْمُسْلِمُوْنَ سَيِّئاً فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّءٌ.


Abdullah bin Mas’ud berkata: “Tradisi yang dianggap baik oleh umat Islam, adalah baik pula menurut Allah. Tradisi yang dianggap jelek oleh umat Islam, maka jelek pula menurut Allah.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la dan al


"Adanya hadits tersebut kemudian dijadikan salah satu pedoman diperbolehkannya melakukan tradisi-tradisi baik yang dilakukan turun temurun di masyarakat.


Jadi, jika selamatan hamil 4 bulanan diisi dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti membaca Al-Quran dan melakukan amalan-amalan sosial, maka boleh saja dikerjakan bahkan dianjurkan." jelas Luna


"Nah begitulah a"


"Mmm.. Oke deh kalau begitu,, aa akan siapkan untuk acaranya, kita gelar di rumah saja ya, kita undang anak yatim da gelar doa bersama, dal lain lain pokoknya"


"Iya, Aku ikut saja saranmu a,,"


"Bos,, biar saya bantu?" ucap Willy


"Tidak usah wil,, kamu ada urusan lain kan? bukannya kamu akan menemui Shasha?"


"Iya sih bos,, tapi bisa ditunda dulu"


"Jangan Will, kau temuilah Shasha, biar cepat selesai dan kamu bisa tau apa jawabannya"


"Baiklah bos"


.......

__ADS_1


__ADS_2