Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Restoran milik Bayu


__ADS_3

Hingga beberapa jam kemudian, mereka masih dalam perjalanan, Boy merasa lapar karena belum sarapan pagi tadi.


"Willy berhenti di rumah makan sebentar, kita makan dulu. Ah di dekat sini ada restoran milik Bayu, ayo kita ke sana, siap tau aja ada Bayu di sana.. "


"Oh siap Bos, iya saya tau. Pir kita berhenti di depan ada restoran Shahabat di sana. " pinta Willy pada supir.


"Oh baik tuan.. " ucapnya..


Beberapa menit kemudian mobil sampai di tempat yang di tuju, mobil parkir di depan resto tersebut. Willy dan supir keluar. Membukakan pintu untuk Boy dan Luna.


Boy masih membangunkan Luna


"Yang, sayang bangun.. "


Boy mengguncang tubuh Luna dengan lembut


"Mmm apa sudah sampai? " tanya Luna yang masih terpejam


"Belum, kita makan dulu, ayo"


"Mmhh Luna ngantuk, kak Boy aja".


Luna malah menggati posisi tidurnya, ia bersandar ke belakang sekarang.


"Ck, ayo dong,, kamu juga sarapan"


Boy mengendong Luna dan membawanya ke luar


Willy kembali menutup mobilnya, ia tersenyum melihat tuannya.


Boy masuk ke dalam mencari kursi untuk mereka duduk dan makan di sana. Hari itu masih pagi dan hanya ada beberapa pengunjung saja di sana.


Boy mendudukan Luna di kursi, Luna masih terpejam dan hanya tersenyum lalu membaringkan kepalanya di meja, ngantuk berat kayaknya.


"Hey bangun dong,,"


Boy mengguncang tubuh Luna


"Ngantuk kak Boy".


"Pelayan!! " Willy memanggil pelayan di sana. Dan pelayan datang ke sana.


"Selamat pagi tuan" sapa pelayan dengan tersenyum ramah sambil merunduk hormat


"Pagi,, Bayu sudah ada di sini? " tanya Boy.


"Oh sudah tuan"


"Panggilkan dia.. "


"Baik tuan, permisi".


Pelayan kembali ke dalam untuk memanggil Bayu.


Luna akhirnya bangun dan mengeliat dan mengucek pelan matanya. Ia melihat sekeliling.


"Kok banyak orang pakai seragam hitam kak? " tanya Luna pada Boy,


"Iya,, itu pengawal kita sayang" jawab Boy yang kala itu sedang memilih menu..


"Apa???,, " Luna kaget.


"Banyak banget, jadi dari tadi kita di kawal? "


"Iya sayang".


"Mmm,,, " Luna terdiam. Aku pikir tadi cuma berempat. Batinnya.


Bayu datang dari dalam bersama Zahwa, menghampiri Boy dengan wajah sumringah..


"Hei kak Boy, kakak ipar,, dan sekretaris Willy " sapa Bayu dengan senyum lebarnya, begitu juga Zahwa.


Willy tersenyum dan merunduk seraya memberi hormat.


"Wah wahh.. Pengantin baru ini, apa kabar dek, adik ipar? , kapan datang ke ibu kota? " tanya Boy sambil ia menyalami Bayu dan Zahwa.


"alhamdulillah baik kak,, Hehe,, baru dua hari kak kita di sini. Jawab Bayu.


Zahwa langsung menghampiri Luna


"Heii kakak ipar..hai sekretaris willy " sapa Zahwa pada Luna dan Willy dengan senyum manisnya,


Luna seperti mimpi bertemu Zahwa.


"Heeii adik ipar,, apa kabar? " Luna bersalaman dan cipika cipiki. Raut wajah senang terpancar di antara mereka


Zahwa duduk di samping Luna


"Aku baik.. alhamdulillah , kak ipar gimana? Tanya Zahwa kembali


"Alhamdulillah de".


Luna dan Zahwa duduk berdua dan mengobrol


Bayu juga duduk di samping Boy

__ADS_1


"Kak Boy, tumben ke sini? Habis dari mana? " tanya Bayu


"Iya, kita mau sarapan, kebetulan lewat ke sini yaa kita mampir saja dulu.. Kita mau ke kampung halaman Luna" jawab Boy


"Oo begitu.. Baiklah kakak mau pesan apa? Kakak ipar juga? "


"Mm makanan yang paling faforit di sini apa? "


Tanya Boy


"Ayam geprek sambal itali kak, ini paling faforit di sini" jawab Bayu


"Nah aku mau tuh.. " Luna


"Itu pedas sayang.. "


"Gapapa,, aku biasa makan pedas.. Mm enak pasti itu"


"Mm baiklah buatkan itu, satu porsi banyak ya, untuku dan Luna" pinta Boy.


"Siap kak,, aku sendiri yang akan buatkan.. O ya minumannya apa? "


"Kamu mau apa sayang? " taya Boy pada Luna


"Mm aku mau jus lemon"


"Bayu, buatkan jus lemon. Jangan lupa air mineralnya ya"


"Siap.. Tunggu sebentar ya, Bayu mau buatkan dulu.. Ayo sayang" ajaknya pada Zahwa.


"Oh iya.. Aku masuk dulu ya kakak ipar" ucapnya pada Luna seraya tersenyum


"Baiklah". Luna juga tersenyum


Zahwa dan Bayu kembali ke dalam dan memasak di dapur, menyiapkan makanan yang Boy pesan tadi.


Willy dan para pengawal juga makan pagi itu, sebelumnya mereka sudah memesan kepada pelayan..


"Kak Boy, aku mau ke toilet dulu ya, mau wudhu.. "


"Oh boleh sayang, "


"Wudhu? Memangnya mau sholat nona? " tanya Willy


"Mau makan, kak Willy,, kita harus menghormati apa yang akan kita makan nanti, biar berkah apa yang kita konsumsi dan menjadi ibadah waktu kita makan nanti.... Hehehe"


Luna berlalu tanpa menunggu Willy berkata lagi


Willy malah bengong mendengar ucapan Luna..


Ajak Boy. Ia juga pergi ke toilet mengikuti Luna.


Willy nurut saja. Mereka pergi ke toilet laki laki dan berwudhu juga.


Beberapa saat kemudian mereka kembali ke tempat duduknya. Mereka merasa fresh dan segar..


"Segar ya kak Boy" ucap Luna dengan senyumnya di balik cadarnya..


"Iya,, segar sekali"


Willy dan Boy terlihat sumringah, baru kali ini mereka berwudhu dulu sebelum makan dan itu akan menjadi kebiasaan baru bagi mereka.


Tidak butuh waktu lama pesanan datang, Bayu sendiri yang mengantar makanan yang di pesan kakaknya itu dibantu pelayan yang membawa minuman untuk mereka.


"Ini dia kak ayam geprek spesial sambal itali.. Hehe" "selamat menikmati. ". Ucapnya sambil menghidangkannya di meja. Kemudian ia berdiri di sana untuk melihat reaksi kakaknya memakan masakannya itu.


"Waahh terima kasih" ucap Luna. Ia menepuk tangannya tidak sabar ingin menikmatinya.


"Sama sama kakak ipar" senyum Bayu dengan ramah


"Kita berdoa dulu ya" Luna merapatkan tangannya seraya berdoa dalam hati.


Semua orang di sana mengikuti cara Luna.


Kemudian mereka mulai menyantap hidangannya.


Seperti biasa Luna menyuapi dulu suaminya dengan tangannya. Ketika Boy mengunyah makanannya,, ia kepedasan..


"Sssshhahhh.. Ini pedas banget banget Bayu.. Nggak enggak aku gak mau lagi.. Haaahh pedas,, air, air mana air.. ""


Boy langsung minum air disana.


Luna kaget melihat reaksi Boy, karena baru kali ini Luna melihat Boy makan pedas


Bayu tertawa "namanya juga pake sambal kak, ya pasti pedas lah, tapi aku gak banyak banyak kasih cabenya tadi"


"Mmm,, ini enak lhoh kak,, mm" Luna sangat menikmatinya..


"Nggak.. Udah jangan dimakan itu, pedes tau. Nanti kamu sakit perut gimana? " Boy melarang Luna.


"Apa sii,, aku udah biasa makan pedas ka Boy, tenang aja. Nanti kalo aku gak makan ini, siapa yang mau memakannya? Mubazir nanti kalau di buang.. "


"Iya juga sih,, Bayu buatkan aku yang lebih sehat dari ini, makanan apaan ini, pedes banget" ucapnya seolah mencaci makanan yang tadi.


"Kak Boy gak boleh gitu dong, kita gak Boleh mencaci makanan.. Selera orang kan beda beda" ucap Luna

__ADS_1


"O iya.. Ashtaghfirullah.. Ashtaghfirullah.. Ya udah Bayu maaf ya, bukannya gak enak, aku kira tidak sepedas itu tadi.."


"Iya santai aja kali kak,, ya sudah Bayu buatkan lagi ya yang tidak pedas sekarang"


"Iya,, cepat sana"


Bayu kembali lagi ke dapur membuat menu yang baru untuk Boy..


"Ayo makan lagi aaa aku suapin" Luna terus menggoda Boy, sambil tersenyum menyuapi Boy dengan ayam geprek itu.


"Nggak sayang, aku gak mau,, pedas itu".


Luna tertawa.. "Oke oke.. Aku habisin aja sendiri ya.. "


"Terserah kamu kalau kuat,, "


"Kuat dong.. O iya kalau kita sedang makan, kita tidak boleh diam tapi juga tidak boleh banyak bicara yang tidak bermanfaat, kita harus membicarakan tentang kuasa Allah Kebesaran Allah dan.... "


"Nona sepertinya banyak tau tentang kisah para Rasul dan Shahabat," tanya Willy.. Ia memotong pembicaraan Luna


"Mm,, iya sedikit sii,, lupa lupa ingat.. Hehe,,"


"kita itu harus tau, bahkan wajib tau kisah para Rasul dan sahabatnya karena itu akan sangat bermanfaat bagi kehidupan dan jadi pedoman, bukan hanya suka tentang cerita fiksi dan yang tidak bermanfaat lagi,"


"Nona apa sejak kecil nona di ajarkan tentang itu oleh orang tua nona?"


"Tentu saja kak Will. Pada hakikatnya, jika kaum wanita bersemangat mengamalkan agama dan beramal shalih, tentu akan mempengaruhi anak anak mereka. Seperti mamah Rani, ia mengajarkan Luna tentang agama dengan sabar sejak Luna kecil.


Namun kenyataan yang terjadi kini, tidak sedikit wanita telah menempatkan anak anak di satu suasana yang menyebabkan anak anak menentang agama, atau setidaknya perhatian anak anak terhadap agama berkurang. Jika permulaan hidup mereka sudah seperti itu, maka hasilnya sudah jelas seperti apa.. Dan aku tidak mau jika anak anaku menjadi bodoh dalam agama.. " jelas Luna dengan sesekali ia tersenyum..


Boy dan Willy terkesima dengan ucapan Luna


"Luar biasa sekali nona"


"Kalau begitu ceritakan lagi kisah Rasulullah selanjutnya nona.. Hehe" pinta Willy


"Ketagihan kau Will" ucap Boy


Dan Willy hanya tersenyum lebar


"Baiklah baiklah,, mm kali ini Luna mau bicarakan tentang kesederhanaan putri Nabi Muhammad SAW. Yaitu Siti Fatimah Az-Zahra. Aku juga ingin menjadi sederhana seperti beliau. " ucapnya sambil berhayal dan tersenyum mengingat itu.


Willy dan Boy mendengarkan dengan seksama. Mereka memasang telinga lebar lebar.


"Suatu ketika Ali Radhiyallahu ''anhu berkata kepada seorang muridnya, "maukah kuceritakan kepadamu mengenai Fatimah, putri Baginda Rasulullah SAW yang sangat Beliau cintai". Muridnya menjawab "tentu". Lalu, Sayyidina Ali pun bercerita "dengan tangannya, Fatimah menggiling gandum, sehingga timbul bekas di tangannya, ia pun mengisi tempat air sendiri, dan bekasnya terlihat di dadanya. Ia juga menyapu rumah dan bagian bagian yang lain, sehingga bajunya kotor dan lusuh. "


Luna terdiam sejenak, ia mengatur moodnya. Ia mulai terharu dengan kisah ini.


"Suatu ketika, Baginda Nabi Muhammad SAW mendapat beberapa hamba sahaya wanita. Ali berkata pada Fatimah Radhiyallahu 'anha "pergilah kepada Baginda Rasulullah SAW dan mintalah pembantu kepada beliau agar dapar meringankan pekerjaanmu! ". Fatimah pun datang ke majelis Baginda Nabi Muhammad SAW. Saat itu, di sana ada banyak orang, dan ia memiliki sifat pemalu, karena itu ia tidak berani menyampaikan maksud kedatangannya di depan ayahnya . Akhirnya ia kembali ke rumah.


Keesokan harinya, Baginda Rasulullah mengunjungi rumah Ali dan Fatimah, dan berkata pada Fatimah "wahai fatimah apakah maksud kedatanganmu kepadaku kemarin? ". Karena malu, Fatimah diam saja. Kemudian Ali berkata, "ya Rasulullah, ia menggiling gandum dengan tangannya tiap hari sehingga timbul bekas di tangannya. Ia mengisi air Hingga berbekas di dadanya. Ia juga membersihkan rumah dan bagian bagian yang lain sehingga bajunya kotor dan lusuh. Kemarin aku menyuruhnya mendatangi engkau untuk meminta seorang hamba sahaya"... " jelas Luna


Luna menangis mengingat kembali kisah selanjutnya cerita itu


Boy dan Willy keheranan.


Kemudian Boy mendekap bahu Luna, agar Luna tenang.


Kemudian Luna melanjutkan


"Sayyidatina Fatimah berkata kepada baginda Nabi Muhammad SAW, "ya Rasulullah, aku dan ali hanya memiliki sebuah alas tidur dari kulit kambing, malam hari kami gunakan untuk tidur pagi hari kami gunakan sebagai tempat rumput untuk memberi makan unta"..


"Ya Allah.. Begitu sederhananya engkau panutan.." (Luna menangis tersedu sedu.)


Kemudian Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda


"Wahai putriku, bersabarlah! Selama sepuluh tahun Musa Alaihissalam dan istrinya hanya mempunyai satu alas tidur, itu pun mantel Musa Alaihis salam. Malam hari mentel itu dihamparkan untuk tidur. Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan tetaplah menyempurnakan kewajibanmu dan pekerjaan rumahmu. Ketika kamu akan bwrbaring tidur, bacalah subhanallah 33x, alhamdulillah 33x, dan Allahu akbar 34x! Itu lebih baik daripada seorang hamba sahaya". Sayyidatina Fatimah Radhiyallahu 'anha berkata "aku ridha kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan Rasul-Nya".


Maksud dari perkataan Fatimah adalah apa pun yang di ridhai oleh Alla Subhanahu Wata'ala dan Rasul-Nya untuk dirinya, maka iapun menerima dengan senang hati. Demikianlah kehidupan seorang putri pemimpin dunia dan akhirat. Huu huuu... " Luna kembali menangis, Willy dan Bayu juga terharu. Dan orang orang di sana ikut terbawa suasana haru.


"Sedangkan pada Zaman ini, karena kita merasa banyak uang, jangankan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan pribadi pun enggan melakukannya. Bahkan untuk menaruh gayung di WC, harus pembantu yang mengerjakan.. "


"Seperti kak Boy, kenapa kak Boy melarang Luna mengerjakan pekerjaan yang Luna lakukan hm? " tanya nya pada Boy. Sambil ia menyeka air matanya


"sayang, aku kan sayang sama kamu." Boy mencubit hidung Luna dengan gemas


" Dan sekarang berbeda dengan jaman Rasulullah"


"Iya kan aku juga mau ngumpulin pahala gitu, melalui melakukan pekerjaan rumah tangga misalnya"


"Nggak enggak aku melarang kamu melakukan itu,, kamu mau banyak pahala, cukup taat saja pada suamimu ini, agar aku ridha dan Allah juga Redha. Faham kan? ""


Luna tersenyum "hehe,, baiklah bosku,, aku akan taat selalu padamu, agar aku dapat pahala yang banyak.. " ucapnya..


"Pintar" ucap Boy sambil mengusap kepala Luna dengan lembut


"Keren, keren sekali kak Luna, cerita yang sangat menginsfirasi.. " ucap Bayu sambil tepuk tangan.begitu juga Willy dan yang lainnya.


Luna tersenyum malu dibuatnya.


Kemudian mereka melanjutkan makannya. Di tengah Luna bercerita tadi, Bayu sudah mengantar makanan untuk Boy sambil ia juga mendengarkan cerita Luna.


Lanjut..


Aku butuh kritik dan saran dari semuanya.. Jangan lupa tinggalkan jejak di sini ya.. Like n coment

__ADS_1


__ADS_2