
Willy telah sampai di rumahnya, selepas ia mengantar Boy ke kediamannya.
Ia dapati Wulan tengah berbincang lewat video call dengan Bastian sambil belajar di ruang keluarga
"Oke kak Basti,, terima kasih untuk ilmunya ya.. Kapan kapan lagi aku boleh minta tolong ya. Hehe" ucap Wulan mengakhiri perbincangan
"Sama sama Wulan. Dengan senang hati aku mau bantu kamu.. "
"Iya.. Assalamualaikum"
"Waalikum salam".
VC diakhiri
Wulan terlihat bahagia sekali setelah berbincang dengan Bastian. Ia senyum senyum sendiri menatap ponselnya. Seketika itu juga Willy memperhatikan Wulan dari jauh
"Ekhmm.. Sepertinya kamu dekat sekali dengan Bastian, Wulan? "
Tanya Willy, ia mengagetkan Wulan yang tengah melamun
Wulan terperanjat
"Ashtaghfirullah bang,, ngagetin aja.. Bukannya ucap salam kek"
"Hehe.. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawabnya dengan nada agak kesal
"Benarkah kamu dekat dengan Bastian, Wulan?" tanya Willy kembali sambil ia duduk di sofa dan melepas sepatunya.
"Apaan sih kak, aku cuma temenan kok,, dia bantu aku belajar tadi"
"Awas lho kamu naksir nanti sama Bastian, inget kamu ada yang nungguin kan sejak smp, si Fakih tetangga kita, abang rasa dia masih setia menunggu kamu dek"
"Ck.. Bang, iya aku tau, tapi kan jodoh gak tau sama siapa.. Aku kan gak ada ikatan sama kak Fakih dan sama kak Bastian juga gak ada" jelas Wulan
"Mmm.. Tapi perasaan pasti ada kan sama Bastian.. Ayo ngaku... " goda Willy
Wulan seketika memerah pipinya, karena ia merasa begitu
"Apaan sih.. Ya enggak lah.. Aku kan bilang tadi, kita cuma temenan"
Tapi apa mungkin aku suka sama kak Bastian? Karena aku merasa nyaman juga. Ya Allah ashtaghfirullah.. Jauhkan aku dari perasaan yang dapat memancing tipu daya syetan. Batin Wulan
Tapi ia tidak bisa membohongi perasaannya.
"Udah lah bang.. jangan bahas itu.. O ya, gimana liburannya? Seru?"
Wulan sengaja mengalihkan pembicaraan
"Oh tentu dong dek,, seru banget.. Di sana abang ketemu bidadari bidadari cantik, dan abang punya satu bidadari yang abang incar di sana, dan abang berhasil mendapatkan nomor kontaknya.. Hahaha" jawab willy. Ia nampak bahagia sekali karena ketika di kampung Luna ia sempat kenalan dengan wanita yang bernama Shafiyah yaitu adik dari Ustadz Hasan.
"Iddihh.. Maksudnya apa? Awas lhoh ya,, abang kan lagi deket sama kak Hana. Iya kan?"
"Yeyy.. Kata siapa? Nggak kok.. Kita cuma temenan"
"Temenan..! Tapi ada perasaan kan?"
"So tau banget kamu dek, ya biarin aja kan jodo kita gak tau sama siapa. Seperti ucapan kamu tadi.. Hahaha"
Ucapnya sambil melengos pergi ke kamarnya.
"bang Willy,,!!" teriaknya
"Resek banget sih.. Malah bulak balikin ucapan"
__ADS_1
******
Zahwa dan Bayu sudah sampai di rumah ibu Lidya. Berbarengan dengan kedatangan Boy dan Luna.
Luna dan Zahwa sedang berada di kamar Bianka, mereka sedang berbincang membahas liburan Luna di kampungnya. Dan Luna menceritakan semuanya ketika berada di sana.
Sementara Bayu dan Boy tengah berbincang bersama ibu Lidya di ruangan.
"Gimana Boy,, ada berita gembira buat ibu hm?" tanya Lidya
"Berita? Berita apa ya bu?". Tanya Boy, ia belum faham dengan ucapan ibunya itu
"Yaelah nak,, ibu kan udah bilang, kalo pulang ke sini nanti bawa berita gembira buat ibu... Apa istrimu sudah hamil?"
"Oo itu bu,, Boy belum tau lah.. Kita belum cek ke dokter"
"Ck.. Ah kamu, kenapa tadi tidak Langsung ke dokter hah?.. Kalau kamu Bayu, gimana? Apa istrimu sudah hamil?" tanya Lidya kembali pada Bayu.
Bayu membelalakan matanya
"Mmm,, sepertinya belum bu, kenapa sih bu?" tanya Bayu balik.
Lidya menepuk jidatnya
"Adduhh... Kalian itu gimana sih, terus kapan kalian kasih cucu buat ibu?"
Bayu dan Boy saling tatap, kemudian tertawa mereka
"Kenapa malah ketawa hm?" tanya Lidya
"Ya ampun ibu,, ngebet banget sih pengen cucu.. Iya oke ibu yang sabar dong, kalau sudah waktunya nanti juga Allah kasih pada kita" ucap Bayu
"Iya bener itu bu" Boy menyetujuinya
"Arhh kalian ini, pokoknya ibu pengen cepet punya cucu terutama dari kamu Boy!" tegasnya
"Satu aja belum kesampaian,, pokoknya sebanayak banyaknya.. Biar rame nanti rumah ini"
"Oke siap ibu.. Kalau gitu Boy akan bekerja keras lagi supaya cepat istriku hamil oke" ucap Boy sambil mengedipkan matanya sebelah
Bayu tertawa terbahak bahak di buatnya, dan mereka tertawa dibuatnya.
"Bagus,, bagus Boy.. Kamu juga Bayu" ucap Lidya
"Iya oke ibu" ucap Bayu sambil terus tertawa di sana.
Mendengar tawa ria, Luna dan Zahwa keluar dari kamar Bianka, mereka menghampiri suami dan ibunya itu..
"Ada apa a rame sekali?" tanya Zahwa pada Bayu
"Mmm,, gak ada, cantik.. Sini duduk" ajak Bayu.
Zahwa duduk di samping Bayu.
Dan Luna duduk di samping Boy.
"O ya bu, sore ini istriku mau berangkat ke turki, aku mau antar ke bandara, ya kan sayang" ucap Bayu
Mendengar Bayu membahas itu, Zahwa kembali cemberut memandang Bayu.
"Lhoh,, jadi nanti sore kamu antar Zahwa?"
"Kenapa tidak kamu tidak antar dia sampai turki, supaya kamu pastikan ia akan baik baik saja di sana, betah apa enggak.. Masa cuma sampai bandara, emangnya kamu gak kasian apa, Zahwa berangkat sendiri ke turki hah?" ucap Lidya
"Denger tuh a, ibu aja peka banget. Masa kamu enggak.. Ish a" ucap Zahwa.
"I. Iya.. Bukan gitu maksud aku kan, aku fikir gak papa kalau cuma sampai bandara. Iya kan"
__ADS_1
"Enggak Bayu,, pokoknya kamu antar istrimu ke turki" tegas Lidya.
"Iya.. Iya baiklah ibu"
"Mm,, tapi tiketnya untuk sore nanti udah habis ya, ya sudah kalau gitu besok saja kita berangkat ya sayang"
"Yeeeee..... Terima kasih suamiku, iya aku setuju.. Aku sangat mencintaimu" ucap Zahwa sambil menggoyang goyang pipi Bayu.
"Iya.. Iya cantik.. Istriku" ucap Bayu Sambil mencubit hidung Zahwa
Luna, Boy, dan Lidya tersenyum melihat tingkah Zahwa.
"Nah kalau gitu kalian nginep di rumah ibu ya untuk malam ini" pinta Lidya
"Baik ibu" ucap Bayu dan Zahwa.
Zahwa sangat bahagia sekali dengan hari itu, semua berkat Lidya, Lidya peka sekali dan sangat perhatian kepada setiap anaknya serta mantunya.
Mereka kembali berbincang membahas hal lain.
Ketika tengah berbincang, Briand baru datang sore itu.
"Assalamualaikum,, Briand pulang" sapa Briand. Ia berjalan masuk ke dalam rumah. Dan ia dapati kakak kakaknya tengah asik mengobrol di ruang keluarga
"Waalaikumsalam" jawab mereka
"Heii kak Bayu dan kak ipar ada di sini? Kak Boy dan kak ipar juga udah pulang ya" tanya Briand.
"Iya Briand,, kenapa kamu baru pulang, ini udah hampir maghrib lho" ucap Boy menegur Briand
"Iya kak,, ada sedikit kejadian tadi. Aku habis antar Mikha ke rumahnya, dia di serempet motor tadi, terus di rumahnya aku ngobrol dulu sama ayahnya.. Hehe" jelas Briand sambil menyalami mereka dan ikut duduk di sana
"Ooh.. Siapa Mikha? Dan anak siapa?" tanya Boy
"Dia itu temen sekelas aku, anaknya om Aryo. Itu lho jendral polisi di polsek C*****"
"Ohh iya iya.. Aku kenal,,, e tunggu, kamu bilang tadi ngobrol dulu sama om Aryo, emangnya kamu akrab sama dia" tanya Boy
"Beuhh kakak gak tau ya,, aku sama om Aryo itu udah deket banget"
"Serius kamu Bray?" tanya Bayu
"Iya lah kak, bahkan om Aryo juga setuju jika aku berjodoh sama Mikha.. Hahaha" ucap Briand blak blakan
"Apa?? " tanya mereka yang ada disana. Mereka kaget
Briand ikut kaget melihat ekspresi orang orang di sana
"Santai dong.. Udah ah Briand mau mandi dulu"
Ucapnya sambil melengos pergi ke kamarnya.
"Briand tunggu" ucap Lidya, tapi Briand ngibrit pergi ke kamarnya, dia malas membahas itu karena pasti kena omel Lidya.
"Heii.. Ishh anak itu!!" ucap Lidya gemas dengan sikap Briand.
"Sudahlah bu, biarkan saja, mungkin Briand hanya becanda" ucap Bayu.
"Adekmu itu lho, masih kecil dia udah ngomong jodoh jodohan.. Ckckk" Lidya geleng geleng kepala.
"Lagi masa masa puber dia bu, wajar lah" ucap Boy
"Boy, dia itu berbeda baanget dari kalian tau gak, banyak banget cewe yang suka chattan sama dia, ibu takut dia itu jadi palyboy" ucap Lidya.
"Boy akan pastikan kalau Briand tidak seperti itu" ucap Boy meyakinkan Lidya.
Lidya harap harap cemas dibuatnya
__ADS_1