Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Pagi hari di rumah sakit


__ADS_3

Pagi harinya.. Matahari sudah menampakan sinarnya. Lidya membukakan gorden yang menutup dan terpancar lah sinar matahari ke dalam ruangan. Hari yang cerah pagi itu. Akhir pekan sudah tiba.


Lidya menghela nafas ketika menghirup udara pagi yang masih sejuk dari balik jendela yang terbuka.


"Biy bangun nak,," Ibu Lidya membangunkan Bianka yang tengah terlelap karena habis subuh ia tidur lagi.


"Mmm... " jawab Bianka dan malah membalikan posisi tidurnya di sofa.


"Ishh kamu ini"


Tuktuktuk.. Suara pintu diketuk. Pelayan dari rumah datang membawakan sarapan untuk mereka.


"Masuk"


Luna membukakan pintu.


"Selamat pagi nona Luna" sapa Diah, seorang kepala pelayan sambil merunduk hormat padanya


"Pagi.." jawab Luna dengan senyum ramahnya


"Kami bawakan sarapan pagi ini" ucap Diah


"Ohh iya.. Ayo bawa masuk" ucap Luna dan ia berdiri di samping pintu


Kemudian pelayan beriringan membawakan makanan ke dalam dan menata makanan di meja.


Kepala pelayan juga menyapa Boy dan menanyakan keadaannya.


"Selamat pagi tuan muda,, bagaimana keadaanya sekarang?" tanya Diah


"Alhamdulillah mbak Diah, seperti inilah"


"Semoga lekas sembuh tuan" ucap Diah


"Aamiin.." ucap Boy


*****


"Terimakasih ya.. " ucap Lidya pada pelayannya ketika mereka selesai menata makananannya


"Sama-sama nyonya"


Kemudian pelayan keluar dan menunggu di sana.

__ADS_1


"Saya permisi nyonya, selamat menikmati santap paginya" ucap Diah


"Iya mbak Diah" ucap Lidya ramah.


Diah berlalu dari sana dan ikut menunggu di luar ruangan.


Setelah itu lidya membangunkan Bianka yang masih nyenyak tidurnya. Sampai akhirnya Bianka bangun dengan terpaksa, matanya masih berat untuk dibuka.


"Ibu,, nanti lima menit lagi bolehya.." pinta Bianka dengan merengut.


"Enggak,, sayang. Meskipun ini akhir pekan, kamu jangan malas malasan.. Ayo bangun dan mandi.. Habis itu Kita sarapan" ucap Lidya sambil melipat selimut yang habis dipakai Bianka.


"Iya dek, ayo mandi, nanti kalau ada tamu kesini dan kamu masih belum mandi, apa tidak malu?" ucap Luna memberi pengertian.


"Hmm... Iya iya.." Bianka melangkah dengan menyeret kakinya ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Kemudian Luna mengambil bubur yang telah disiapkan pelayan untuk Boy.


Ia duduk disamping Boy


"Aa makan dulu ya" ucap Luna


"Iya sayang"


Luna menyuapi Boy dengan penuh perhatian sambil ia makan juga.


"Ngidam?.. Dirumah selalu di sediakan apa yang aku mau,, jadi aku gak banyak cerita sama kamu a. Hehe" ucap Luna


"Oo gitu.."


"Iya lah Boy.. Ibu kan selalu perhatian sama Luna, dan Luna bilang ke ibu kalau mau apa" timpal Ibu Lidya


"Oo gitu.. Kenapa tidak bilang ke aa, neng? Hm?" tanya Boy pada Luna


"Aa kan sibuk di kantor, ya aku gak mau ganggu lah" ucap Luna.


"Emm.. Baiklah.. Apa ngidamnya gak macem-macem?


Tanya Boy


"Enggak.. Ya kan Bu?" Luna melirik Lidya


"Iya..." ucap Lidya sambil mengangguk.

__ADS_1


"Syukurlah" ucap Boy seraya tersenyum


"Memangnya aa berharap Luna ngidam yang aneh aneh gituh?" tanya Luna


"Mmm" Boy berfikir


"Iya,, ngidam aku mencium wanita lain misalnya" ucap Boy, sengaja menggoda Luna supaya melihat cemburunya.


Luna menghela nafas dengan kasar dan raut wajah kesal menatap Boy.


"Haha... Kamu lucu tau kalau cemberut begitu, itu bibirnya mengkerut begitu, makin imut.." ucap Boy terlihat gemay pada Luna sambil ia mencubit pipi Luna dengan lembut.


"Aku becanda sayang..."


"Gak lucu a" ucap Luna sambil menekankan sendok pada buburnya dengan kasar


Boy tersenyum menggoda Luna


"Hanya kamu dihatiku sayang.."


Luna hanya diam menahan senyumnya.


*****


Aisyah binti Abu Bakar merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang beliau nikahi saat masih perawan, bahkan Aisyah dinikahi oleh Rasulullah SAW ketika usianya masih kanak-kanak. Bukan hal yang sulit bagi Rasulullah untuk beradaptasi dengan Aisyah, yang pada masa itu baru saja meninggalkan masa kanak-kanaknya.


Aisyah dibiarkan menghirup sisa-sisa masa kanak-kanaknya, baik pola pikir atau pun tingkah laku bermainnya. Tidak dinafikan oleh Rasulullah bahwa Aisyah butuh perawatan serta perlakuan khusus dari Rasulullah. Beliau tidak menuntut Aisyah berbuat sesuatu di luar batas umurnya.


Bahkan, Rasulullah memberinya cinta, kasih sayang, dan kelembutan melebihi yang ia dapatkan dari kedua orang tuanya. Semua itu Rasulullah lakukan agar hidup Aisyah berjalan sesuai dengan tabiat dalam dirinya. Tak ada intervensi atau pun paksaan kecuali yang menyangkut larangan atau lepas dari hukum syara.


Tak pernah Rasulullah membunuh keinginan Aisyah. Bila ingin meluruskan sebagian keinginannya yang menyimpang beliau lakukan dengan metode pendampingan dan pemberian nasihat, tidak sampai memaki sedikit pun. Di rumah Rasulullah, Aisyah tumbuh semakin dewasa dan makin matang. Setiap inci perkembangannya tak luput dari sang suami yaitu Rasulullah SAW.


Pada suatu kesempatan Aisyah keluar bersama Nabi, beliau mengajak bertanding lari untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya mereka pernah melakukannya ketika akan pergi ke Madinah. Namun untuk kali ini pertandingan lari tersebut dimenangkan oleh Nabi. Aisyah kalah kali ini, karena tubuhnya sudah padat dan berisi. Aisyah cemberut, tetapi Nabi meledeknya dengan memberikan senyuman. Dikenangnya bahwa dulu Aisyah yang menang , tetapi kali ini rasulullah yang menang.


“Impas!” Ucap rasulullah kepada Aisyah sambil menggoda.


Nabi tahu seluk beluk jiwa Aisyah. Tahu kapan jiwanya sensitif, tahu kapan jiwanya bahagia.


Pada suatu hari Rasulullah berkata kepada Aisyah “Aku tahu kapan kamu marah kapan kamu bahagia?”


Merasa heran Aisyah betanya kepada Rasulullah “bagimana bisa mengetahui suasan hati yang aku sembunyikan begitu rapi?” Rasulullah menjawab “jika sedang marah, kau bersumpah ‘Demi Tuhan Ibrahim’, jika hatimu sedang lapang kau bersumpah ‘Demi Tuhan Muhammad’”.


Aisyah tersipu, tawanya lepas tak tertahan “Demi Allah, Wahai Rasulullah hanya namamu yang tertinggal dihatiku”

__ADS_1


Nabi takjub akan gairah kecemburuan Aisyah. Bahkan, kadang sampai bingung memahami sikap kewanitaan dan kecintaannya yang luar biasa kepada beliau.


******


__ADS_2