
"Assalamualaikum" sapa Briand ketika masuk ke dalam ruang rawat Boy
"Waalaikumsalam" jawab semua yang ada di dalam
Briand langsung melihat keadaan Boy, dan ia nampak kaget karena kaki dan kepala Boy diperban.
"Ya Allah kak.. Kenapa bisa sampai begini?" tanya Briand dan ia berdiri disamping Boy
"Namanya juga kecelakaan dek. Ya beginilah keadaannya" ucap Boy.
Briand menutup mulutnya dengan kepalan tangannya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya.
"Bagaimana ceritanya kak?" tanya Briand
Kemudian Boy menceritakan kejadiannya dan juga menceritakan keadaan Willy. Mereka mengobrol cukup banyak disana.
Tidak lama juga, para pelayan datang membawa makanan dari rumah dan kebutuhan lainnya untuk majikannya.
Lidya menyambut mereka dan mereka menata makanannya di meja, setelah itu kepala pelayan mewakili para pelayan mengucap turut berduka atas musibah yang menimpa Boy. Kemudian pelayan menunggu di luar ruangan, menunggu majikannya selesai makan.
"Nyonya.. Mohon maaf,, apa yang di luar itu bukan tamu yang akan menjenguk tuan muda Boy?" tanya kepala pelayan pada Lidya. Yang dimaksud diluar itu, adalah Mikha.
"Siapa??" tanya Lidya penasaran
"Mmm.. Itu Mikha bu.." ucap Briand.
"Ya ampun Brayy... Kenapa tidak kamu ajak masuk!" ucap Lidya
"Hehe... " Briand
"Biar aku ajak bu" pinta Luna disertai anggukan Lidya
Kemudian Luna keluar bersama kepala pelayan menjumpai Mikha yang tengah berdiri di depan pintu Bersama pelayan di sana.
"Haii.. Calon adik ipar,, kenapa di sini?.. Ayo masuk" ucap Luna, ia langsung menarik lengan Mikha ke dalam ruangan.
Apa?? Calon adik ipar? Apa maksud kakak ini?. Batin Mikha.
"Mmm. Gak usah kak,, aku disini saja" Mikha menolak.
"Jangan dek, mending di dalam.. Ayo"
Sampai akhirnya Mikha masuk juga karena dipaksa. Di dalam Mikha disambut dengan senyuman oleh Lidya, Boy, Bianka, juga Briand..
Malu.. Sungguh malu aku... Batin Mikha.
Mikha tersenyum saja, ia tidak tau apa yang harus ia ucapkan.
"Jadi ini yang bernama Mikha,,," ucap Lidya dengan senyum ramahnya sambil merangkul bahu mikha.
"Cantik,, ternyata ya Bray.. " sambungnya sambil melirik Briand
"Hehe.. I iya bu" ucap Briand agak malu.
"Mm.. Terima kasih tante" ucap Mikha
"O iya.. Maaf Mikha lupa". Mikha langsung cium tangan ibu Lidya serta Luna. Dan melambaikan tangan pada Boy dan Boy membalasnya seraya tersenyum.
__ADS_1
Aduh kaku bener Mikha disana.
"Hai kak Mikha" sapa Bianka menghampiri Mikha.
"Oohh.. Haii.. Mm??" Mikha tidak tau pada Bianka.
"Aku Bianka ka" ucap Bianka sambil menyalami Mikha
"Oohh.. Hai Bianka" ucapnya dan tersenyum.
"Dia adikku" ucap Briand
"Ooh.." Mikha mangguk saja.
"Maafin Briand ya nak, Briand malah ninggalin kamu diluar" ucap ibu Lidya
"Mm iya gapapa tante.."
"Ayo duduk, kita makan dulu.. Kalian belum makan kan?" tanya ibu Lidya sambil melirik Mikha dan Briand.
"terima kasih tante, aku nanti saja dirumah" ucap Mikha. Ia malu banget diajak makan disana, apalagi harus ikut makan.
"Jangan malu malu sayang,, anggap saja kita ini keluargamu ya.. Ayo kita duduk"
Ibu Lidya menggandengnya menuju sofa. Dan mereka duduk disana, terpaksa saja Mikha ikut dan nurut pada ibu Lidya.
Aduhh... Kok malah jadi begini si... Andaikan tadi gak ikut Briand. Batin Mikha, ia duduk terpaku disana
"Sayang,, aku makan dulu ya.." ucap Luna pada Boy
"Iya sayang.. Makan yang banyak ya" ucap Boy disertai anggukan Luna.
"Mikha kenapa diam saja nak?" tanya ibu Lidya, ia duduk di samping Mikha
"Mm.. Tante, aku gak enak harus ikut makan di sini" ucapnya dengan agak merunduk
"Lhoh,, jangan begitu,, kan tente sudah bilang anggap saja kita keluargamu ya"
"Iya calon kakak ipar" ucap Bianka sambil tersenyum menggoda Mikha
Apa???.. Apasih maksud mereka..?kok dari tadi manggil aku calon kakak ipar?. Batin Mikha, ia kebingungan.
Briand hanya senyum-senyum saja dan asik makan buah anggur disana.
"Maksudnya apa ya adik Bianka?" Mikha memberanikan diri bertanya
"Ah sudahlah... Lupakan Mik.. Mereka suka becanda" timpal Briand. Nampak senyum malu-malu dibibir Briand.
"Mmm.. Gitu.." Mikha dengan suara pelan
Lidya dan Luna hanya terkekeh pada mereka
Lidya mengambilkan nasi dan lauk buat Mikha
"Ini sayang.. Makan ya" Lidya menyodorkan piringnya.
"Terimakasih tante, padahal Mikha bisa ambil sendiri" Mikha merasa tidak enak.
__ADS_1
"Gapapa,, tante senang kok" ucapnya sambil tersenyum
"Cie.. Ibu perhatian sekali pada calon mantu" goda Bianka
Mikha dibikin membelalak oleh Bianka.
"Dek,,, kak Mikha kan tamu sayang..jadi harus kita istimewakan.." ucap Lidya
"Benar itu dek.." ucap Briand.
"Ooohh.. Oke oke". Ucap Bianka
"Kalian makanlah duluan, ibu nungguin ayah mirza dulu"
"Lhah.. Kita nanti saja bareng ayah makannya"
Ucap Briand
"Kalau gitu ibu panggil ayah dulu ya." ucap Lidya dan beranjak untuk menemui Mirza yang berada di dekat ruang operasi Willy, bersama keluarga Sam disana.
Beberapa menit kemudian, Lidya kembali lagi seorang diri.
"Kata ayah kita duluan saja" ucap Lidya sambil duduk kembali di sofanya
"Ayo kita makan, ayah masih ada urusan sama paman sam" sambungnya
"Oo gitu.. Yaudah ayo.."
Kemudian mereka mulai menyantap makannya sore itu, Luna tampak pilih-pilih makanan yang kira-kira ia sukai. Karena rasa mual masih ia rasakan, maklum kan masih memasuki dua bulan usianya.
Ketika ia membuka hidangan yang ditutup, ia benar-benar merasa mual setelah mencium baunya.
"Wek... Mm maaf,, maaf..." Luna sambil menutup mulut dan hidungnya
Mereka melirik Luna
"Ini masakan apa ya bu? Kok aromanya aneh" tanya Luna sambil melihat makanan yang ia maksud
Lidya melihat yang dimaksud Luna
"Oo itu pasakan udang, kesukaan ayah Mirza.. Kenapa nak? Kamu mual menciumnya?"
Luna mengangguk dan langsung pergi ke kamar mandi.
"Biy tutup lagi itu udangnya.. Kasian kak Luna, lagi sensitif sama aroma yang amis amis.." ucap Lidya
"Iya Bu". Bianka menutup kembali dengan rapat hidangan itu.
Kemudian Luna kembali lagi setelah merasa enakan. Dan melanjutkan makannya dengan Hati-hati.
"Bagaimana sekarang nak? Sudah enakan?" tanya Lidya
"Hm.. Iya, lumayan Bu" ucap Luna sambil melanjutkan makannya.
Sementara Boy sudah tertidur, mungkin karena efek obat yang membuatnya mengantuk.
Maaf kadang aku suka typo
__ADS_1
Tyba tyba poho. Hehe
Kadang pabaliut nyebutin nama pemeran. 😅