
Ketika tengah asik sarapan. Tiba tiba pintu diketuk kembali oleh seseorang dan mereka masuk. langsung saja Luna memasang cadarnya, dan hampir saja wajahnya di lihat oleh adik iparnya. Karena kedatangan mereka sangat tiba-tiba
"Kak Boy..." ucap Bastian sambil berlari dan langsung memeluk Boy yang tengah berbaring, disusul oleh Bayu dan Zahwa masuk seraya mengucap salam.
"Hei basti,, ada apa ini, kamu memeluku erat sekali" ucap Boy
Bastian nampak berlinang.
"Aku kuatir sekali dengan keadaanmu kak" ucap Bastian sambil menyeka air matanya
"Aaah tenang saja Basti, kakak baik baik saja"
Sementara Bayu dan Zahwa menyapa Lidya duluan dan cipika cipiki melepas rindu.
"Ibu.." ucap Bayu sambil memeluk ibu Lidya
"Anak ibu,, mantu ibu. Kalian sehat nak?" tanya Lidya
Lidya memeluk Bayu dan Zahwa
"Sehat ibu,, alhamdulillah" ucap Zahwa disertai senyuman Bayu
"Syukurlah.. Hei basti.. Kamu tidak kangen ibu kah?" tanya Ibu Lidya sambil melirik Bastian
"Hehe,, aku kangen ibu". Bastian menghampiri Lidya dan memeluknya.
Bayu dan Zahwa menyapa Luna
"Kakak ipar,, bagaiman keadaanmu?" tanya Zahwa sambil memeluk Luna
"Alhamdulillah baik, adik" jawab Luna
"Bagaimana dengan calon ponakanku ini?" ucap Zahwa sambil membelai perut Luna.
"Aku sehat tante.." ucap Luna
Lalu mereka tersenyum bahagia di sana
Kemudian Bayu menyapa Boy
"Kakak" panggil Bayu pada Boy seraya tersenyum padanya
"Bayu.. Kakak kaget dengan kedatangan kalian, kenapa kalian repot repot pulang dari turki hm?"
"Ish kaka ini,,, masa kita diam saja di turki sih kak mendengar kakak kecelakaan ya kami langsung balik ke sini... Aku sangat kuatir kak, terutama Bastian tuh, dia gak tenang selama di pesawat juga" jelas Bayu
"Aaa.. Baiklah, aku tau kalian sangat menyayangiku kan.. Kemarilah.. Sudah lama kita tidak berpelukan" pinta Boy sambil membentangkan tangannya. Kemudain Bastian dan Bayu memeluk Boy dengan bahagia
"Kakak,, aku gak di sapa sih.." ucap Bianka dengan cemberut, ketika itu bianka habis dari kamar mandi
__ADS_1
"Eeeyy.. Adikku yang cantik.. Kemarilah, kamu dari mana hah?" tanya Bayu sambil memeluk Bianka juga
"Hehe,, aku dari kamar mandi,,"
Ucap Bianka membalas pelukan Bayu
"Kak Basti, aku kangen" Bianka membentangkan tangannya pada Bastian
"Kamu makin dewasa dek,," ucap Bastian sambil memeluk Bianka, ia merasa pangling pada Bianka karena sudah berbulan bulan tidak bertemu
"Kakak juga makin tampan.. Hehe".
"Kamu bisa saja dek.."
Seperti biasa, setelah itu mereka mengobrol dan sarapan bersama.
*****
Jika ada pertanyaan “Apakah Rasulullah dan Istrinya adalah pasangan suami istri yang romantis?”, maka jawabannya adalah so pasti Iya.
Satu di antara contohnya adalah kemesraan antara Nabi Muhammad dan Siti Aisyah. Nabi Muhammad memiliki panggilan sayang kepada Siti Aisyah, yakni Khumaira (perempuan yang memiliki rona pipi kemerah-merahan). Hal ini dapat dijadikan sebagai panutan oleh pasangan suami istri masa kini. Milikilah panggilan sayang, agar pasangan semakin mabuk kepayang. Selain panggilan sayang, terdapat kisah romantisme tingkat tinggi lainnya yang termaktub dalam kitab Matsnawi karya Jalaluddin Rumi. Berikut kisah lengkapnya.
Di suatu waktu, Nabi Muhammad dan Siti Aisyah sedang duduk bersama di dalam rumah. Nabi Muhammad dan Siti Aisyah sedang berbincang-bincang mesrah. Ketika di dalam rumah dan hanya berdua, Siti Aisyah tidak memakai cadarnya. Tetiba seorang lelaki buta langsung masuk ke dalam rumah Nabi Muhammad, karena sedang ada yang ingin disampaikan. Siti Aisyah menghormati Nabi Muhammad, sehingga Siti Aisyah memutuskan undur diri dan masuk ke bagian dalam rumah.
Melihat sikap yang dilakukan oleh istrinya, Nabi Muhammad kemudian memanggil Siti Aisyah dan bertanya, “Wahai Aisyah, lelaki ini buta, mengapa Engkau mengundurkan diri? Bukankah lelaki ini tidak bisa melihatmu?”
“Wahai Utusan Allah, memang benar lelaki itu tidak dapat melihatku, tetapi yang menjadi masalah adalah diriku sendiri bukan lelaki buta itu. Karena keterbatasan penglihatan lelaki itu tidak bisa melihatku, tetapi aku masih bisa melihatnya. Oleh sebab itu, Aku memutuskan undur diri.”
Demikianlah cara Siti Aisyah menjaga diri dan hatinya hanya untuk Nabi Muhammad. Suami istri bukan hanya perihal suami yang mencintai istri, tetapi juga perihal istri yang menjaga hati suaminya. Begitu pula sebaliknya.
Semoga para pembaca yang budiman dari kelompok Adam dapat meniru cara Nabi Muhammad menyayangi istrinya lewat panggilan sayang dan para pembaca yang budiman dari kelompok Hawa dapat belajar dari cara Siti Aisyah menjaga perasaan suaminya. Aamiin. Wallahu A’lam.
******
"kak Luna,, sudah berapa usia kandungannya sekarang?" tanya Zahwa pada Luna, ketika Mereka selesai makan makan.
"Memasuku delapan minggu, adik" ucap Luna sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit.
"Ya Allah ka, bagaimana rasanya hamil?"
Zahwa ikut mengelus perut Luna
"Emm.. Luar biasa dik,, kamu juga harus segera hamil, supaya merasakannya"
"Hehe.. Aamiin,, doakan saja ya kak,," ucap zahwa
"A Bayu,, gimana kalau aku cepat hamil?" tanya Zahwa pada Bayu di sampingnya.
"Boleh cantik,, tapi kalau tidak cepat hamil juga gapapa kan, biar kita puas pacaran dulu" ucapnya dengan senyum genitnya.
__ADS_1
Bukk... Lidya menepuk paha Bayu, Bayu meringis kesakitan dan mengusap pahanya.
"Kamu bicara apa Bay? Cepat hamil itu lebih baik, jangan sampai kalian menunda kehamilan apalagi memakai alat kontrasepsi! Awas ya!!!"
Ucap Lidya sambil melotot pada Bayu
"Iya iya.. Ibu.. Ih galak banget sih calon nene muda.. Hahaha" goda Bayu
"Kamu ini.. " Bayu berhasil membuat Lidya tersenyum walau di tahan
"Maksud ibu gini lho,, kalian kan masih muda, tenaga masih kuat.. Jadi untuk mengurus anak akan mudah karena tenaga kalian masih kuat. Seperti ibu dulu, tidak menunda kehamilan. Ibu ngandung Boy pas umur ibu dua puluh tahun.. Kemudian ibu melahirkan Boy"
"ketika boy berumur dua tahun, ibu lepas alat KB, kemudian hamil lagi, mengandung kamu. Hingga jarak antara kamu, kakak kamu dan adik kamu, itu selisih tiga tahun." tunjuknya pada bayu
" Kenapa ibu mendekatkan jaraknya?" tanya Bayu
"Itu karena supaya ketika sudah tua, anak anak sudah pada besar dan ibu tidak mengurus bocil lagi.. Jadi senang masa tua ibu.. Kalian harus ikuti cara ibu, buatkan ibu cucu sebanyak banyaknya.. Karena kalian tidak akan kerepotan ngurus anak, tinggal minta bantu baby sitter.. Gampang kan?"
"Hehe, tidak banyak juga kali bu" ucap Bayu
"Iihh. Bayu... Ibu kan bilang.. Kalian tidak akan kerepotan kalau ngurus anak.. Banyak anak banyak rezeki bay.. Plus lagi pahalanya jika kita bersabar mengurus anak kita dengan baik"
"Hehe,, iya bu" ucap bayu
"Aamiin bu,, semoga kita dikaruniakan anak yang sholeh dan sholeha.. Iya kan?" ucap Luna
"Aamiin" semuanya mengaminkan.
"Alhamdulillah ya kita di berikan kelapangan hidup, semoga selalu berkah rezeki yang Allah beri"
*****
Kisah nasihat bagunda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam kepada sayyidina umar Rhadiyallahu 'anhu yang menginginkn kelapangan hidup dan kisah kesederhanaan baginda nabi shalallahu alaihi wasallam.
Suatu ketika, disebabkan permintaan nafkah yang sedikit lebih oleh istri-istri Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, beliau bersumpah tidak akan mendatangi mereka selama satu bulan sebagai teguran terhadap mereka. Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam tinggal seorang diri di kamar atas yang dibangun terpisah dari rumah Beliau. Kabar angin tersebar di kalangan para sahabat Rhadiyallahu 'anhum, bahwa Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam telah menceraikan semua istrinya.
Saat itu, sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu sedang berada dirumah. Ketika ia mendengar berita ini, ia segera berlari menuju masjid, di masjid terlihat para sahabat Rhadiyallahu 'anhum sedang duduk berpencar-pencar menangis karena takut akan kemarahan Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Demikian juga kaum wanita menagid di rumah-rumah mereka. Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu segera menemui putrinya, yaitu sayyidatina Hafshah Rhadiyallahu 'anha. Ia juga sedang menangis di kamarnya.. Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu bertanya "mengapa engkau menangis, bukankah selama ini aku telah memperingatkan kamu dari berbuat sesuatu yang dapat membuat Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam marah?". Lalu sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu kembali ke masjid. Di sana terlihat sekelompok sahabat Rhadiyallahu 'anhum sedang duduk menangis di dekat mimbar. Ia pun ikut duduk bersama mereka sejenak, namun kesedihan yang mendalam membuatnya tidak bisa duduk. Lalu ia berjalan dan mendekati kamar Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam. Melalui perantara seorang hamba sahaya, sayyidina Rabah Rhadiyallahu 'anhu, yang duduk di tangga kamar baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, ia meminta ijin untuk masuk. Sayyidina Rabah Rhadiyallahu 'anhu masuk memintakan ijin untuk sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu. Tetapi beliau sama sekali tidak menjawab. Sayyidina Rabah Rhadiyallahu 'anhu kembali dan memberitahukan hal ini pada Umar Radhiyallahu 'anhu "saya telah menyampaikannya, namun beliau tidak menjawab". Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu pun putus asa dan kembali duduk di samping mimbar, namun tidak bisa duduk dengan tenang. Beberapa lama kemudian, dengan perantara sayyidina Rabah Rhadiyallahu 'anhu, sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu kembali mencoba meminta ijin untuk menemui Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam, demikian hal ini berulang sampai tiga kali, dan semuanya tidak mendapat jawaban. Di kali yang ketiga inilah, ketika sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu akan kembali, sayyidina Rabah Rhadiyallahu 'anhu memanggilnya dan berkata "sekarang kamu diizinkan masuk".
Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu memasuki kamar Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam. Ia melihat Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam sedang berbaring di atas sehelai tikar, tanpa alas kain
sedikitpun, sehingga guratan tikar itu terlihat jelas di badan Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam yang suci. Beliau berbantalkan kulit binatang yang berisi serabut kurma. Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu bercerita "aku memberi salam kepada Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam. Yang pertama kali aku tanyakan kepada beliau 'apakah tuan telah menceraikan istri-istri tuan?". Beliau menjawab "tidak".
Selepas itu, untuk menghibur hati Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam aku berkata " ya Rasulullah, kita Kaum Quraisy selalu menguasai kaum wanita kita, tetapi ketika tiba di madinah mereka melihat kaum lelaki Anshar dikuasai oleh wanita mereka, sehingga wanita-wanita kita pun terpengaruh oleh mereka" setelah itu, aku berbicara beberapa ucapan yang membuat Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tersenyum cerah.
Aku memperhatikan perabot di kamar Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam, ada tiga helai kulit yang belum di samak dan segenggam gandum kasar di salah satu pojok kamar. Aku melihat kesemua penjuru tempat itu, dan aku tidak menjumpai beda-benda lain selain benda tadi. Melihat hal itu akupun menangis. Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bertanya "mengapa engkau menangis? ". Aku menjawab "bagaimana aku tidak menangis ya Rasulullah. Aku telah menyaksikan bekas guratan tikar di badanmu yang penuh berkah ini, dan aku melihat keadaan kamar tuan di depanku". Aku berkata lagi "ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah Subhanahu Wata'ala, semoga Allah Subhanahu Wata'ala mengaruniakan kepada umatmu kelapangan. Orang-orang Parsi dan romawi tidak beragama dan tidak menyembah Allah Subhanahu Wata'ala, namun mereka hidup mewah. Raja-raj mereka, kaisar dan kisra, hidup di taman taman yang ditengahnya mengalir anak sungai. Sedangkan tuan pesuruh Allah, orang yang sangat istimewa di sisi Allah Subhanahu Wata'ala, tetapi tuan hidup dalam keadaan seperti ini"
Ketika aku mengucapkan kata-kata itu, Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam sedang bersandar di bantal. Begitu aku selesai bicara, Beliau langsung duduk seraya berkata "wahai Umar, apakah sampai kini engkau masih ragu-ragu? Dengarlah! Kelapangan di akhirat nanti jauh lebih baik daripada kelapangan di dunia ini. Orang-orang kafir itu mendapatkan kesenangan dan kemewahan hidup di dunia. Sedangkan kita akan memperolehnya di akhirat kelak". Aku berkata "ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah Subhanahu Wata'ala agar Allah Subhanahu Wata'ala mengampuniku, aku bersalah" (dari kitab fathul Bari)
Baginda Nabi shalallahu alaihi wasallam adalah pemimpin dunia dan agama sekaligus utusan Allah Subhanahu Wata'ala. Tetapi beliau tidur di atas sehelai tikar tanpa di lapisi apapun yang menyebabkan ada guratan di badannya. Kita mengetahui keadaan perabot di rumah beliau. Tetapi ketika ada orang yang meminta agar beliau berdoa meminta kelapangan, beliau malah memperingatkan.
__ADS_1