Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Kebahagiaan Leona


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah hampir dua bulan berada dirumah sakit. Hari ini Leona dan ketiga bayinya diperbolehkan pulang oleh Luiz dan Andika. Kondisi Leona juga sudah membaik. Luka bekas operasinya mengering.


Semua anggota keluarga Abraham dan Alexander sudah berkumpul disana. Tampak senyum bahagia diwajah Pedho karena akhirnya Leona sudah sehat dan bisa kembali pulang. Meski masih terlihat pucat tapi setidaknya kondisinya jauh lebih baik dari beberapa minggu lalu.


“Ayo Sayang." Pedho membantu istrinya duduk dikursi roda.


“Terima kasih, Kak." Senyum Leona sembari duduk dikursi roda.


“Cinta, tunggu biar aku benarkan dulu topi mu." Yuna memperbaiki topi Leona. Wanita beranak tiga itu masih dengan kepala plontosnya. Sepertinya butuh waktu agar rambut Leona bisa tumbuh lagi.


"Kak Yuna cinta sama Kak Leona?" tanya Lea bingung sambil melihat kedua wanita itu secara bergantian. Lea juga setiap hari datang kerumah sakit, untuk menemani Leona.


"Anak kecil diam," bisik Luiz pada telinga gadis itu.


"Memang nya anak kecil tidak boleh bertanya, Om?" tanya Lea polos.


"Tidak boleh, takut isi kepala kamu hilang semua," jawab Luiz asal sambil mengetok kepala gadis itu dengan gemes.


Lea mendelik melihat mendengar Luiz yang lagi-lagi mengomel. Entah kenapa kalau bersama nya, lelaki ini suka sekali marah-marah.


Ara tersenyum hangat. “Terima kasih Cintaku," balas Leona mengedipkan matanya jahil kearah Yuna.


"Sama-sama Cinta," sahut Yuna.


Pedho mendelik mendengar nama panggilan Leona dan Yuna. Mau marah juga percuma, begitulah kalau sama-sama somplak. Sedangkan yang lain hanya tersenyum sambil tertawa pelan dengan menggelengkan kepalanya.


Naro digendong oleh Abraham. Zero digendong Juliet dan Nara digendong Anjani. Mereka bertiga gemes dengan bayi-bayi Leona yang seakan mengajak mereka berbicara.


“Ayo Sayang." Pedho mendorong kursi roda Leona.


“Pelan-pelan Sayang," ucap Pedho melindungi kepala Leona yang hendak masuk kedalam mobil.


“Iya Kak. Terima kasih ya," ucap Leona tersenyum pada sang suami.


“Sayang, apa masih ada yang sakit?" tanya Pedho lembut sambil mengenggam tangan Leona. Pedho masih merasa jika dirinya sedang bermimpi ketika Leona bangun dari tidur panjang nya.


“Tidak ada, Kak," sahut Leona tersenyum lembut. Leona merindukan sosok suaminya ini. Selama tertidur cukup lama di brangkar rumah sakit, dia mendengar curahan hati pria tersebut.


Sampai dikediaman Pedho, rumah yang dia belikan khusus untuk sang istri. Letak rumah mewah itu sedikit jatuh dari kota. Tampak para pelayan berbaris rapi dan siap menyambut sang tuan rumah. Para pelayan juga berseragam yang sama. Seragam khusus bagi setiap pekerja yang bekerja di rumah mewah Pedho.


Leona turun dari mobil. Dia dibantu oleh sang suami yang memperlakukan dia seperti ratu.


Leona menghela nafas panjang. Sudah lama rasanya dia meninggalkan rumah ini dan tinggal dirumah sakit.


Pedho mendorong kursi roda Leona masuk kedalam rumah mewah tersebut.

__ADS_1


“Suprise."


Leona menutup mulutnya tak percaya. Dia terharu bukan main saat melihat apa yang ada didepannya.


“Happy birthday, Leona!" seru mereka semua serentak.


Leona berkaca-kaca, dia tak menyangka jika mereka semua mengingat hari ulang tahun Leona. Wanita itu saja hampir lupa jika dia ulang tahun hari ini.


"Selamat ulang tahun, Sayang," ucap Pedho.


Entah kapan kue itu disiapkan oleh Pedho. Senyum Pedho memegang kue ditangannya.


“Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday happy birthday happy birthday to you."


Kue ulang tahun berbentuk hati, diatas nya tertanam angka 29 tahun.


Tanpa sadar air mata wanita yang baru saja berstatus ibu tersebut meleleh.


“Ayo Sayang, make a wish dulu," ucap tersenyum hangat sambil menunjukkan kue ditangannya.


Leona mengangguk. Dia melipat kedua tangannya dan mengucapkan segala doa dan harapan. Harapan yang membawa Leona menuju kebahagiaan. Leona berharap setelah ini tidak ada lagi badai yang menerpa kapalnya. Jika pun sakitnya takkan sembuh, setidaknya dia sudah berjuang melahirkan ketiga anak kembarnya.


'Terima kasih Tuhan untuk umur yang boleh Kau tambahkan. Terima kasih untuk hadiahMu yang luar biasa. Jadikan aku sosok Ibu terbaik untuk ketiga buah hati yang Kau titipkan padaku, serta istri yang baik untuk pria tampan yang Tuhan izinkan menjadi pasangan ku. Jadikan juga aku pribadi yang rendah hati dan selalu mengandalkanMu dalam segala hal. Tuhan bila diizinkan, bolehkah Kau berikan kesempatan untuk hidup lebih lama, setidaknya sampai anak-anak ku mengenal aku sebagai ibu mereka?' ucap Leona dalam hati.


“Tiup lilinnya. Tiup lilinnya. Tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga. Sekarang juga."


“Satu. Dua. Tiga. Tiup."


“Hussssssssssssssshhh."


“Yeeeeeeeeeeeeeeeeee."


Leona meniup lilinnya dengan air mata bahagia. Dia sangat bahagia, karena masih boleh diberikan kesempatan. Leona sempat berpikir jika dia tidak akan bisa bersama anak-anaknya.


“Ayo Sayang, potong kue nya," ucap Pedho pada sang istri.


“Terima kasih, Kak."


Yuna memberikan piring kecil dan pisau pada Leona. Wanita berkepala plontos itu, memotong kuenya menjadi beberapa bagian.


“Kak Pedho." Leona memberikan potongan pertama untuk Pedho Pria terbaik dalam hidup Leona. Suami tercinta yang sudah mengorbankan banyak hal demi kebahagiaan nya.


“Selamat ulang tahun, Sayang." Pedho mengecup kening Leona dengan sayang. Rasa sayang nya pada wanita ini tak bisa dibandingkan dengan apapun.


“Terima kasih, Kak," balas Leona mengecup punggung tangan suaminya.


“Daddy." Potongan kedua Leona berikan pada Abraham. Pria nomor dua yang begitu juga Leona cintai. Ayah adalah cinta pertama anak perempuan nya. Cinta yang takkan bisa memudar hingga rambut memutih.

__ADS_1


“Selamat ulang tahun, Sayang," ucap Abraham memeluk putri nya yang duduk dikursi roda. Leona adalah segalanya bagi Abraham. Semoga ayah yang hampir saja kehilangan anak perempuan nya, karena ketamakan nya dalam mencari uang.


“Terima kasih, Daddy," balas Leona membalas pelukkan ayah nya.


“Mom." Leona menyuapi Juliet


“Selamat ulang tahun putri kesayangan Mommy.” Juliet memeluk Leona dengan perasaan sayangnya. Tak bisa Juliet bayangkan, akan seperti apa hidupnya tanpa Leona.


“Terima kasih, Mommy."


“Kak Luiz." Leona juga menyuapi kakak yang paling dia cintai tersebut.


“Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga kamu menjadi ibu yang kuat untuk ketiga anakmu," ucap Luiz memeluk Leona dengan erat. Dia bahagia karena adiknya bisa kembali berkumpul bersama keluarga.


“Terima kasih, Kak," kata Leona.


“Papa. Mama." Leona juga menyuapi kedua mertua nya. Siapa sangka berpisah dari adik nya malah di nikahi kakak nya. Abraham dan Anjani adalah mantan mertuanya dan kini kembali menjadi mertua.


“Selamat ulang tahun, Na," ucap Anjani memberikan pelukan hangat pada menantunya tersebut.


“Selamat ulang tahun, Nak," ucap Alexander menyalami tangan Leona. Jadi istri siapapun, bagi Alexander Leona tetaplah menantu terbaik untuknya.


“Terima kasih, Pa. Terima kasih, Ma" ucap Ara


“Cintaku." Leona beralih pada sahabat baiknya itu.


"Selamat ulang tahun, Cinta." Yuna mencium pipi Leona.


Lagi-lagi Lea mendelik. Terasa aneh melihat Leona dan Yuna, apalagi dengan nama panggilan yang terdengar janggal.


"Selamat ulang tahun, Leona," ucap Andika juga.


"Terima kasih Kak."


"Kak, Lea tidak disuapi juga?" ketus Lea. Semua yang ada diruangan tersebut disuapi. Sedangkan dirinya, seperti tak dianggap saja.


"Heh, calon kakak ipar," goda Leona.


"Idih, ya kali Kak Lea menikah sama Om Luiz. Nanti Lea malah dikira keponakan," ketus Lea sambil menyambut kue yang di masukkan Leona ke dalam mulutnya.


Yuna tersenyum kecut, seperti nya harapan dia mendapatkan hati Luiz memang sudah tidak ada lagi. Mungkin benar apa yang dikatakan Andika, Yuna harus perlahan menerima orang yang akan menerima dia apa adanya.


Leona beralih pada ketigaanaknya. Bayi-bayi itu ikut tertawa bahagia saat melihat wajah bahagia sang ibu.


Leona menciumi bayi-bayinya secara bergantian. Sungguh betapa bahagianya Leona dianugerahi bayi-bayi yang lucu dan menggemaskan.


“Terima kasih sayang sudah hadir dalam hidup Mommy. Mommy bahagia memiliki kalian," ucap Leona.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2