Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Tenang


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


Leon Pedro Pannetha, pria berusia 33 tahun. Seorang pria yang hidup dalam penyesalan nya. Dia telah menyia-nyiakan wanita sebaik Leona. Hanya karena keegoisan nya yang lebih memilih seorang wanita bernama Tasya. Dia berharap bahwa Tasya adalah perempuan yang akan menjadi tempat pelabuhan terakhir nya.


Kini Pedro hidup dalam penyesalannya. Mengikhlaskan Leona bahagia bersama sang kakak, nyatanya tak semudah yang Pedro bayangkan. Namun, terus memaksa Leona mencintainya juga bukan hal yang baik. Akhirnya, Pedro memilih ikhlas dan melepaskan Leona bersama kebahagiaan nya.


Kini perlahan dia mulai terbiasa. Pedro tak lagi meremang dalam kesedihan dan kepatahatian nya. Dia mencoba menata hidup nya yang baru meski itu tak mudah.


"Permisi, Tuan," sapa Ben masuk kedalam ruangan nya.


"Ehem, bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan sekretaris seperti yang aku mau, Ben?" tanya Pedro bernafas panjang. Dia butuh sekretaris baru untuk membantunya mengerjakan laporan. Sedangkan Ben akan di utus Pedro untuk mengurus cabang perusahaan barunya.


"Sudah ada beberapa kandidat Tuan. Sesuai dengan kriteria yang anda butuhkan," jelas Ben


Pedro mengangguk. "Kapan interview?" tanya Pedro memainkam bolpoin ditangannya.


"Siang ini, Tuan," sahut Ben


"Baik. Biar aku yang interview," pintanya. Ia harus turun tangan untuk memastikan apakah sesuai dengan yang dia mau?


"Baik Tuan. Saya akan siapkan ruangan dan meminta HRD untuk menyiapkan data," ucap Ben dan Pedro mengangguk.


Sifat Pedro juga berubah drastis, dia semakin dingin dan suk menyendiri. Keseharian nya dia habiskan untuk bekerja dan mengalihkan pikiran nya. Menyibukkan diri dengan tumpukkan berkas diatas meja, dengan begitu dia tidak memiliki waktu untuk memikirkan Leona.


"Hufhhhh." Pedho menghela nafas panjang.


Pedro menyandarkan kepalanya lelah. Kemarin dia baru saja membantu Tasya mencari pekerjaan, nama Tasya memang sudah di backlist Pedho. Namun, karena bantuan Pedro akhirnya wanita itu bisa bekerja lagi dirumah sakit yang ada di Bandung.


Pedro membantu Tasya tanpa ada niat apapun perasaan yang dulunya menggebu didalam dada. Kini perlahan menghilang dan memudar. Bahkan saat Tasya memegang tangannya tak ada lagi getaran seperti dulu. Mungkin memang Pedro sudah tak memiliki rasa apapun pada Tasya.

__ADS_1


Bayang-bayang nya masih di hantui oleh Leona. Entah, kenapa begitu sulit melupakan mantan istrinya tersebut. Lima tahun hidup dalam satu atap membuat Pedro terbiasa dengan kehadiran Leona. Saat wanita itu tak ada, dia pun mulai membiasakan diri untuk tak mengingat Leona lagi. Walau nyatanya dia gagal.


Pedro menatap kosong kearah jendela ruangannya. Dia tersenyum kecut ketika dulu mengingat kebaikan Leona. Namun, justru dia menganggap itu semua berlebihan, padahal mantan istrinya tersebut hanya ingin membuktikan bahwa dia tak menyerah membuat suaminya jatuh cinta pada dirinya.


Sekarang, semua hal itu membuat Pedro sadar. Lelaki itu berubah seratus delapan puluh derajat. Cinta memang kadang bisa merubah seseorang. Namun, patah hati pun bisa membuat orang sadar akan perilaku nya.


.


.


Seorang gadis berdiri didepan gedung pencakar langit. Ia mendengus kesal. Akibat semua fasilitas yang diberikan kedua orang tua nya habis di sita, mengharuskan dia untuk mencari pekerjaan.


"Ck, Daddy dan Mommy benar-benar keterlaluan. Lihat saja nanti, kalau aku sukses. Aku akan coret nama mereka di kartu keluarga," gerutunya. "Semoga aku tidak jadi tukang pel lantai." Dia menghembuskan nafas kasar.


Gadis manja, bar-bar dan liar. Ia kuliah disalah satu universitas ternama di Indonesia. Namun karena sifat nakalnya, setiap hari kedua orang nya mendapat surat panggilan dari kampus. Ia sebenarnya pintar, hanya saja nakal, boros dan dia preman. Gadis tomboy yang hobby nya tawuran bersama teman laki-laki nya. Hidupnya akan bahagia jika diluar. Tetapi kalau dirumah, ia akan stress mendengar omelan dan ocehan sang Ibu.


"Gajian pertamaku nanti, akan aku gunakan buat shopping!" seru nya. Ia juga menyukai fashion meski penampilan nya lebih tomboy.


Alasan ia diusir dari rumah karena menolak perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tua nya. Huh, ia tidak mau dijodohkan. Ia bisa memilih jodoh sendiri. Lagian ia masih muda. Dikampus banyak pria-pria tampan yang mengantri untuk menjadi kekasihnya. Dan lagi, dia akan di jodohkan dengan lelaki duda yang sama sekali jauh dari seleranya. Mana dia mau, perawan ting-ting harus bertemu dengan pria bekas wanita lain.


Alhasil ia memilih keluar dari rumah dan melepaskan semua fasilitas dan kemewahan yang orang tua nya berikan.


"Waduh, banyak sekali yang ikut interview." gadis itu menghitung beberapa wanita yang duduk dikursi tunggu menunggu giliran. "Hm, tidak. Pokoknya aku harus diterima bekerja disini. Aku akan buktikan pada Daddy, kalau aku bisa hidup tanpa uangnya," ucapnya sambil duduk. Mulutnya komat-kamit seperti dukun baca mantra, dan ia menjadi pusat perhatian. Banyak yang menganggap ia gila karena berbicara sendiri.


"Bisakah kamu tidak berisik?" singgung wanita yang duduk disampingnya. Mulai jenggah mendengar ia yang komat-kamit tidak jelas.


"Memang kenapa, tutup saja telinga mu?" ketus nya santai sambil memeluk tas munggilnya.


Para wanita yang lain juga geleng-geleng kepala saja. Jika dilihat ia cantik dan terlihat dari keluarga kaya karena pakaian dan tas yang ia pakai bermerk semua. Katanya ingin melepaskan semua fasilitas dari kedua orang tuanya. Tetapi tidak mau mengembalikan tas-tas mahal yang dia beli menggunakan uang sang ayah.

__ADS_1


Satu persatu masuk untuk di interview. Sekitar ada tiga puluh orang dan gadis itu urutan terakhir karena dia datang paling lambat dari yang lainnya.


"Hem, gila CEO nya tampan sekali. Jantungku berdebar-debar melihat wajah nya."


"Iya, ahh dia benar-benar membuatku terbang melayang. Aku sudah membayangkan meraba dada nya dan menoel-noel roti sobek diperutnya," jelas yang satu nya.


"Apakah dia sudah menikah? Kalau pun dia sudah menikah aku rela menjadi istri keduanya!" seru yang lainnya.


Gadis itu mendelik. Ia memutar bola matanya malas. Mendengar kata menikah, ia mulai jenggah. Mengingat dirinya yang kabur karena tidak mau dipaksa menikah.


"Hufhhh, semangat Rere," gumamnya menyemangati diri sendiri. "Kamu pasti bisa. Kamu harus lolos. Kamu belum bayar uang kost!" serunya menyemangati diri sendiri.


"Nona Riana Antoinette, silahkan masuk," panggil Ben


"Terima kasih Tuan," sahut nya berdiri dengan senyuman bangga sambil membusungkan dadanya.


Gadis itu dengan semangat masuk kedalam ruang interview. Dia melangkah dengan lebar. Dalam hati dia berdoa semoga diterima bekerja disini, sebab dia ingin membuktikan pada kedua orang tua nya bahwa dia bisa mandiri.


"Kamu harus lulus Rere," gumam nya sambil menyemangati dirinya sendiri.


Bersambung...


Kita beralih ke Pedro dulu yaa...


Siapa ya jodoh Pedro.??


Apakah dia akan kembali pada Tasya??


Atau meratapi patah hati nya karena berpisah dari Leona???

__ADS_1


Atau dia akan membuka hati untuk orang baru.


__ADS_2