Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Wedding Day Andika & Yuna


__ADS_3

**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**


Yuna Viollitha, wanita berusia 30 tahun. Wanita cantik yang berprofesi sebagai seorang pengusaha muda. Yuna memiliki beberapa cabang restaurant di Indonesia. Tak hanya menyiapkan makanan khas Nusantara, tetapi ada makanan luar negeri yang tentu nya sesuai dengan lidah orang Indonesia.


Hari ini adalah hari bahagia yang telah lama di nantikan oleh Yuna. Dia wanita dewasa yang sudah pernah merasakan asin dan pahitnya dalam sebuah hubungan. Namun, Yuna tak menyangka jika cintanya akan berlabuh pada seorang dokter tampan bernama Andika Pratama. Lelaki yang sama sekali tak pernah ada di pikiran Yuna.


Setelah merasakan patah hati hebat. Setelah mencintai seseorang dalam diam. Setelah hatiny seperti mati rasa. Tuhan mengirimkan seorang pria sebaik Andika yang tulus mencintai dia apa adanya.


Yuna tersenyum mengenggam tangan Andika. Kini mereka sudah berada diatas pelaminan menjemput bahagia.


"Aku bahagia, Sayang," bisik Andika pada telinga istrinya itu.


"Aku juga bahagia, Sayang," balas Yuna.


Para tamu undangan berdatangan menghadiri pesta pernikahan mewah tersebut.


Ada Pedho dan Leona bersama ketiga bayi kembarnya. Kondisi Leona juga sudah membaik, hanya saja dia harus rutin melakukan perawatan dan pemeriksaan ulang.


"Cintaku."


"Sayangku."


Leona dan Yuna saling berpelukan satu sama lain. Kedua sahabat itu tampak heboh.


"Selamat ya Cinta. Semoga kamu bahagia bersama Kak Dhika," ucap Leona.


"Terima kasih doanya Cinta," balas Yuna.


Yuna adalah sahabat terbaik Leona. Mereka berteman sejak usia remaja. Tentu Leona ingin yang terbaik untuk sahabat nya. Meski dulu Leona pernah berharap jika Yuna akan menjadi kakak iparnya. Namun, cinta memang tak bisa dipaksa. Luiz sama sekali tidak menyukai Yuna.


"Kak Dhika, selamat ya. Aku titip Yuna, Kak. Kalau dia nakal tarik saja telinga nya." Leona juga memberikan ucapan selamat pada lelaki yang sudah dianggap sebagai kakak nya sendiri.


Yuna merenggut kesal. Wanita yang baru saja sah menjadi istri tersebut memutar bola matanya malas ketika mendengar ucapan Leona.


"Na, Ka. Selamat ya," ucap Pedho.


"Terima kasih Kak Pedho," balas Yuna.

__ADS_1


"Thanks Bro." Andika dan Pedho saling berpelukan.


Ada Pedro juga disana bersama asisten nya, Rere. Ada Tasya dan Ben. Ada Luiz yang tampak menepi sendirian. Lelaki itu masih frustasi karena kepergian Lea.


Luiz naik keatas pelaminan dan memberikan ucapan selamat pada Andika dan Yuna. Kini tinggal dirinya sendiri yang masih betah dalam kesendirian. Entahlah, Luiz tak memiliki keinginan tentang masa depan nya nanti.


"Selamat Yun. Selamat Dhik," ucap Luiz menyalami kedua pasangan yang baru saja sah menjadi suami-istri tersebut.


"Terima kasih Kak Luiz," sahut Yuna tersenyum. Walau bagaimanapun Luiz adalah pria yang pernah di cintai oleh Yuna. Namun, dia bersyukur karena akhirnya Yuna bisa melupakan Luiz dan mencintai Andika.


"Terima kasih Luiz," balas Andika memeluk sahabatnya tersebut.


"Apa Lea pulang?" tanya Luiz setengah berbisik.


Andika menggeleng, "Dia sedang menjalani beberapa pengobatan," jawab Andika.


Luiz mengangguk paham, lalu turun dari pelaminan. Dia ingin sekali menyusul Lea. Namun, dia tidak bisa meninggalkan rumah sakit yang kini sudah berpindah padanya. Luiz tak mau mengecewakan Andika dan juga Pedho.


Acara masih berlangsung meriah. Para tamu undangan terus berdatangan untuk sekedar memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai yang tangan berbahagia tersebut.


Pedro dan Rere dari tadi tampak berdebat. Entah apa yang di perdebatan oleh dua manusia berbeda jenis kelamin usia tersebut.


"Jaga sikap bagaimana sih Tuan? Mumpung ini gratis. Masa iya saya tolak," celetuk Rere sambil menyantap makanan yang ada diatas meja VVIP.


Tasya melirik Pedro yang tampak baik-baik saja tanpa dirinya. Wanita itu tersenyum hangat, sekarang dia sudah lega melepaskan Pedro. Meski perasaan yang dulu masih bersemayam dihati nya. Namun dia berusaha mengenyahkan semua rasa yang tak seharusnya ada tersebut.


"Sayang, kenapa?" bisik Ben. "Masih memikirkan Tuan Pedro?" tebak nya.


"Tidak Ben. Aku hanya senang melihat Pedro baik-baik saja," ucap Tasya tersenyum sambil memeluk lengan Ben.


Kata orang-orang cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Begitulah yang dirasakan oleh Ben pada Tasya. Sering menghabiskan waktu bersama didalam dunia pekerjaan. Membuat lelaki itu jatuh cinta pada mangan majikannya tersebut.


.


.


"Sini Sayang, aku bantu." Andika membantu Yuna melepaskan jepit yang melekat dirambut istrinya. "Jadi wanita itu ribet yaaaa?" ucapnya bergidik ngeri merasakan rambut Yuna yang lengket. Entah minyak apa yang digunakan untuk menata rambut istrinya itu.

__ADS_1


"Baru tahu Kak?" Yuna terkekeh. "Menjadi wanita itu memang ribet. Segalanya ribet. Belum lagi melahirkan anak," ucapnya


"Ya dan aku tahu itu," sahut Andika.


"Kak." Yuna menatap Andika.


"Iya Sayang, kenapa? Tidak sabar malah pertama?" Andika langsung mendapat cubitan maut dari istri. "Sayang kamu kasar sekali pada suami sendiri." Andika meringgis. Kuat sekali istrinya itu.


"Maaf Kak sakit ya." Yuna merasa bersalah sambil mengusap perut suaminya. "Kamu sih, sudah memikirkan hal itu dulu," kilah Yuna. Wajahnya merona malu. Ahh malam ini ia takut sekali. Kata orang-orang malam pertama itu sakit.


"Kan memang benar ini malam pertama kita." Andika mengedipkan matanya jahil.


"Aku tahu Kak." Yuna terkekeh. "Kak aku masih tidak menyangka jika dokter tampan ini akan menjadi suamiku." Yuna mengusap wajah suaminya.


"Dan aku juga tidak menyangka gadis keras kepala ini menjadi istri ku." Andika mencubit hidung Yuna dengan gemes.


"Kak, sakit," renggek Yuna.


"Hehehe habisnya kamu ini bikin gemes," seru Andika mengecup hidung Yuna bekas cubitannya.


"Mau mandi dulu atau langsung malam pertama?" Andika lagi-lagi tersenyum jahil.


"Kak, sudah ah. Kita mandi dulu," ajak Yuna. "Lengket Kak." Yuna kewalahan membawa gaun panjang itu.


"Biar aku gendong." Andika langsung mengangkat tubuh Yuna menuju toilet.


Setelah selesai mandi keduanya menuju ranjang untuk berbaring. Andika menatap wajah istrinya yang begitu dekat sambil tangannya mengusap wajah wanita cantik ini.


"Sayang, bolehkah aku meminta hak ku malam ini?" pinta Andika penuh harap.


Yuna mengangguk. "Tentu Kak. Aku milikmu," ucap Yuna. Mau menghindar bagaimana pun, ia akan tetap menyerahkan diri untuk sang suami. Jadi tunggu apa lagi.


"Terima kasih Sayang, aku akan melakukan nya dengan pelan." Andika mengecup kening istrinya


Andika langsung menindih tubuh Yuna. Ia mengecup bibir ranum nan merah muda itu dengan lembut. Lalu terjadi lah malam pertama mereka berdua. Malam-malam panjang yang penuh cinta.


Hingga Andika ambruk di samping istrinya. Andika tersenyum melihat bercak merah di sprei mereka yang menandakan bahwa istrinya masih perawan dan ia tak salah pilih.

__ADS_1


"Terima kasih Sayang. I love you more."


Bersambung......


__ADS_2