Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Cinta lama


__ADS_3

**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**


Pedho tersenyum seperti orang tidak normal sambil membubuhkan tanda tangan di berkas yang tertumpuk diatas meja kerjanya. Perlahan Pedho yakin, hati Leona akan berpaut padanya. Meski ia tahu untuk meluluhkan hati wanita itu butuh proses dan waktu yang panjang.


Leona sudah diperbolehkan pulang oleh Andika. Kondisinya sudah kembali stabil dan membaik. Hanya saja dia tidak boleh beraktifitas terlalu berat yang menyebabkan tubuhnya kelelahan.


"Pedho,"


Pedho mengangkat pandangan nya. Senyum lelaki itu langsung memudar dan bahkan tanpa sadar ia berdiri dari duduk nya. Ketika melihat siapa yang datang.


"Tessa," gumam Pedho.


Wanita itu berjalan masuk kedalam ruangan Pedho dengan senyuman mengembang. Ia hampir menyerah karena ia pikir Pedho sudah menikah. Tapi saat ia mencari tahu ternyata lelaki itu masih melajang hingga kini.


"Apa kabar kamu?" tanya Tessa melemparkan senyum hangat.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Pedho dingin. Lelaki itu kembali duduk dan melanjutkan pekerjaannya.


"Pedho aku minta maaf," ucap Tessa penuh penyesalan.


Wanita tersebut duduk di kursi depan meja Pedho dan menatap pria yang pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya. Dulu Pedho sangat mencintainya dan memperlakukan ia bak ratu kerajaan. Apa saja yang dia inginkan pasti akan dipenuhi oleh sang kekasih. Namun, karena kesalahan dan kebodohan yang ia lakukan. Ia harus melepaskan lelaki sebaik Pedho.


"Aku bisa jelaskan semua nya, Pedho. Aku menyesal sudah pergi meninggalkan mu," ucap Tessa dengan penyesalan yang teramat dalam. Ia masih ingat bagaimana lelaki ini memohon agar ikut bersama nya pulang ke Indonesia dan mereka akan menikah lalu hidup bahagia selama nya.


Pedho tak menanggapi. Ia tidak butuh penjelasan apapun, yang telah jika seseorang sudah pergi dari hidupnya. Takkan ia izinkan untuk kembali meski dengan alasan apapun. Hatinya sudah mati untuk Tessa. Ia tidak memiliki perasaan apapun lagi pada wanita itu. Sekarang hati Pedho milik Leona sepenuhnya.


"Pedho," panggil Tessa sekali lagi. "Tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku berjanji akan menjadikan kamu sebagai satu-satunya tempat untuk aku pulang," pinta Tessa penuh harap. Ia baru menyadari jika tidak ada orang yang mencintai nya lebih dari Pedho. Lelaki ini adalah cinta terbaik yang pernah ia terima selain ayah nya.


Pedho meletakkan bolpoin nya. Ia melipat kedua tangannya didada. Lalu menatap Tessa seolah telah tiada.

__ADS_1


"Jika kedatangan kamu kesini hanya untuk meminta aku kembali. Sebaiknya kamu pergi Tessa. Aku tidak butuh kamu lagi. Dan aku sudah tidak mencintai kamu. Tolong pahami itu. Bagiku kamu sudah mati sejak sepuluh tahun yang lalu,"


Deg


Jantung Tessa berdenyut sakit saat Pedho mengucapkan kata tersebut. Benarkah tidak ada lagi rasa untuk nya dari pria tersebut? Kenapa rasa nya sesakit ini saat Pedho mengatakan hal paling menyakitkan dalam hidup nya?


"Pedho, maaf. Maafkan aku. Tolong Pedho, kali ini saja berikan aku satu kesempatan lagi," mohon Tessa sambil menangkup kedua tangannya didada. Ia benar-benar memohon agar Pedho mau memaafkan dirinya dan menerima cintanya kembali.


Pedho menggeleng lalu tersenyum mengejek pada Tessa. Sungguh tak tahu diri sekali wanita ini, sudah meninggalkan nya hilang bak ditelan bumi sekarang malah datang dan meminta untuk kembali bersama. Rasanya Pedho ingin mentertawakan kepercayaan diri Tessa. Sampai kapanpun ia takkan kembali pada wanita ini. Ia tidak akan membiarkan hatinya tersakiti untuk yang kedua kali. Tidak ada wanita yang tulus mencintainya.


"Tessa, jangan bermimpi terlalu tinggi. Kamu yang sudah membuangku. Bukan aku yang membuangmu. Jadi, jangan berharap aku akan kembali meski kamu punggut ulang," ucap Pedho penuh penekanan.


Sampai kapanpun ia takkan lupa bagaimana Tessa mempermalukan dirinya. Ia bahkan pernah berlutut di kaki Tessa agar wanita itu memilih nya dan meninggalkan dunia modeling nya. Namun, apa yang Pedho dapatkan. Ia justru menerima hinaan dan caci maki dari wanita ini, karena saat itu masih belum menjadi apa-apa. Masih anak kuliah yang membutuhkan biaya banyak untuk bertahan hidup di negeri orang. Sedangkan Tessa seorang model ternama yang memiliki daya pikat bagi laki-laki.


Tessa menunduk. Air mata berlinang di pipi nya. Seandainya waktu bisa di ulang kembali. Ia tak ingin menyia-nyiakan Pedho.


"Kak Pedho," panggil Leona masuk sambil meneteng tempat nasi nya


Sementara Leona menatap Tessa yang masih terisak didepan meja Pedho.


"Leona." Pedho menyambut Leona dengan hangat.


"Kak, dia siapa?" tanya Leona heran.


"Bukan siapa-siapa," jawab Pedho.


Seperti sayatan pisau di hatinya. Tessa merasakan pedih dan luka hingga berlumuran darah ketika Pedho mengatakan bahwa dia bukan siapa-siapa lelaki itu. Padahal dulu dirinya adalah ratu yang diperlakukan bak tuan putri.


"Bawa apa?" tanya Pedho melihat dua rantang nasi yang dibawa Leona.

__ADS_1


"Ini Kak, aku memasak kerak nasi sambal orek untuk Kakak, Kakak suka 'kan?" sambil menunjukkan rantang nasi nya dengan bangga.


"Heheh kamu ini," Pedho dengan gemes menarik hidung Leona.


"Aishh, Kakak sakit," rintih Leona sambil mengusap hidungnya yang ditarik oleh Pedho.


Leona kembali menatap Tessa yang juga melihat nya. Kedua wanita itu saling menatap. Tessa merasa tak ada harapan untuk mendapatkan cintanya kembali.


"Hai Kak. Perkenalkan aku Leona," sapa Leona menjabat tangan Tessa untuk berkenalan.


"Tessa," ucap nya menyambut tangan Leona.


Tessa berdiri dari duduknya, "Pedho aku permisi," ucapnya berpamitan.


Pedho tak menjawab, lelaki itu duduk disofa dengan wajah tenang tanpa peduli pada Tessa.


"Leona, saya duluan," pamit Tessa.


"Ohh iya Kak, hati-hati," jawab Leona ramah sambil melambaikan tangannya.


Tessa keluar dari ruangan Pedho. Hatinya sangat sakit ketika melihat senyuman Pedho saat menyambut Leona. Senyuman itu dulu pernah menjadi miliknya. Senyuman hangat yang membuat hati nyaman dan aman. Namun, sekarang senyuman itu tak lagi jadi miliknya. Ia sudah terlupakan dan tersingkirkan dari hati Pedho.


Tessa berjalan dengan gontai menelusuri koridor perusahaan. Ia menyeka air matanya yang keluar. Perasaan nya pada Pedho tak hilang ditelan waktu. Ia sudah berusaha melupakan pria itu. Namun, tetap saja nama Pedho memanggil nya untuk kembali.


"Seandainya aku tidak meninggalkan mu. Kita pasti sudah bahagia bersama Pedho," lirih Tessa. Ia melajukan mobilnya dan meninggalkan perusahaan Pedho.


Tessa menangis sambil menyetir. Masih terngiang di kepalanya ketika Leona masuk kedalam ruangan Pedho. Wajah lelaki dingin itu seketika sumringah menyambut kedatangan wanita nya. Dalam hati Tessa bertanya-tanya, siapa sebenarnya Leona? Kenapa Pedho begitu peduli pada wanita itu?


Pedho adalah tipe pria yang sulit jatuh cinta. Bahkan Tessa adalah satu-satunya mantan Pedho. Pria itu tak mudah membuka hati untuk seorang wanita. Ia sangat selektif dalam menentukan pilihan hatinya. Sebab ia tak mau jatuh ke lobang yang sama.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2