Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Keputusan Leona


__ADS_3

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Pilihan Leona.


"Kak Luiz,"


"Leona,"


Kakak beradik itu saling memeluk erat. Sudah lama mereka tak bertemu. Luiz selama ini menetap di Inggris. Sudah lama juga ia tak kembali ke Indonesia.


"Kakak Leona kangen," renggek nya menggesek-gesekkan wajahnya di dada bidang Luiz.


"Kakak juga kangen sama kamu," balas Luiz mengecup ujung kepala adiknya.


Alasan Luiz tak pulang-pulang karena ia tak mampu melihat sikap kedua orang tua nya yang lebih mementingkan bisnis dari pada menanyakan kabar anak-anak nya. Padahal mereka sudah kaya. Memiliki uang dan harta yang melimpah tapi kenapa belum puas juga, seolah takut jika uang nya habis.


"Kamu apa kabar?" Luiz melepaskan pelukan adiknya. "Hei, jangan menangis. Adik-nya Kak Luiz itu wanita kuat," sambil menyeka air mata Leona.


"Kakak," Leona rasanya ingin menceritakan banyak hal pada Luiz. Betapa ia lelah menjalani hidupnya yang penuh penderitaan.


Luiz tersenyum. Meski jarak memisahkan ia dan Leona tapi ia selalu memantau dan mengabari adiknya. Namun tetap Luiz tidak tahu kehidupan rumah tangga Pedro dan Leona selama ini.


"Kamu baik-baik saja kan?" mata Luiz berkaca-kaca. Pedho memberitahu nya bahwa Leona menderita penyakit serius.


Leona menggeleng. Ia tak pernah baik-baik saja. Ia rapuh. Ia terjatuh sangat jauh. Dia adalah wanita patah setiap hari karena perbuatan suaminya yang tak memiliki perasaan.


"Ya sudah, ayo kita pulang. Kakak bawa oleh-oleh untukmu," Luiz merangkul bahu Leona.


"Iya Kak,"


Leona dan Yuna menjemput Luiz di bandara. Leona tadi tampak tak sabar bertemu kakak nya itu. Kedua orang tua nya juga datang hari ini. Saat nya Leona menentukan pilihan hidupnya. Ia takkan biarkan lagi air matanya menetes karena Pedro. Biarlah kelak ia bangkit sendiri dari patah hati yang terasa mencekik didalam dadanya.


"Kakak," Leona memeluk lengan Luiz manja didalam mobil.


Sedangkan Yuna yang menyetir tersenyum gemes. Leona memang sosok yang manja ketika bertemu dengan orang-orang yang menyanyangi nya, Luiz salah satunya. Tapi ia tak pernah manja pada orang lain selain Luiz dan Pedho.


"Kenapa hemmmm?" Luiz mengusap kepala adiknya dengan sayang.

__ADS_1


"Apa Kakak akan menetap di Indonesia?" Leona mengangkat kepalanya agar bisa menatap wajah sang kakak.


"Iya Sayang. Kakak akan menetap disini, kebetulan kakak diterima dirumah sakit Husada," jelas Luiz.


"Yessss," Leona bersorak gembira. "Terima kasih Kakak," wanita itu memeluk Kakak nya dengan bahagia.


Luiz tersenyum gemes. Adiknya ini memang manja bukan main padanya. Tapi ia senang jika Leona manja karena ia merasa di butuhkan oleh Leona.


Sampai dikediaman mereka. Ketiga manusia itu turun dari mobil. Leona masih menempel pada Luiz, pokoknya dia sangat bahagia bisa bertemu dengan kakaknya. Luiz adalah sandaran ternyaman bagi Leona.


.


.


.


"Kamu suka Leona?" Andika melirik Pedho. Lelaki itu tampak terdiam ketika mendengar pertanyaan sahabat nya.


"Pedho," panggil Andika sekali lagi.


"Ehem, ya begitulah," Pedho tak dapat menyembunyikan perasaan nya.


Mereka berdua sedang menuju kediaman Luiz karena baru saja Yuna menghubungi keduanya jika Luiz sudah tiba ke Indonesia. Setelah ini, Andika akan menjadwalkan pengobatan terapi untuk Leona. Sebab kondisi wanita itu semakin hari semakin menurun, bisa-bisa Leona lumpuh akibat kemoterapi yang masuk ke beberapa tulangnya.


"Sudah lama?" Andika melirik Pedho.


"Sejak pertama bertemu dengannya. Aku menyesal karena telah membiarkan Pedro menikahi Leona. Jika saja aku tahu ini akan terasa, aku takkan biarkan ini terjadi," ucap Pedho penuh penyesalan. "Leona akan berpisah dengan Pedro. Aku tidak tahu, apakah sedih atau bahagia. Yang jelas, jika perpisahan itu terjadi, aku adalah orang pertama yang akan mengambil Leona," Pedho menatap Andika serius.


Andika mengangguk paham. Dia pun sadar bahwa dirinya takkan pantas untuk Leona. Jika Andika boleh jujur, sejak pertama melihat wanita itu dirumah sakit, hati Andika sudah jatuh pada Leona. Apalagi wanita itu sering sekali masuk televisi dalam acara-acara talk show. Membuat Andika menganggumi sosok Dewi Yunani itu.


Pedho dan Andika turun ketika sudah sampai di rumah keluarga Abraham.


"Pedho. Andika," sapa Luiz.


"Luiz," ketiga pria itu saling bercengkrama.


Luiz adalah teman sekolah Pedho dan Andika. Ketiga pria itu seangkatan dan seusia. Ketika lulus dari sekolah menengah atas ketiga nya memilih jalan sendiri. Luiz melanjutkan pendidikan nya di Oxford Inggris dan mengambil ilmu kedokteran. Sedangkan Pedho, memilih Harvard university sebagai kampus untuk dia mengemban ilmu. Dan Andika tetap bertahan di Indonesia mengambil kuliah kedokteran. Ketiganya jarang bertemu lantaran Luiz yang jarang pulang.

__ADS_1


"Na, bagaimana keputusan kamu?" tanya Pedho menatap Leona yang duduk disamping Luiz sambil memeluk erat lengan Kakaknya.


"Aku akan berpisah dari Pedro Kak," jawab Leona yakin dengan keputusan nya.


Luiz menatap adiknya. Dia memang belum tahu masalah rumah tangga Pedro dan Leona. Leona tak pernah menceritakan masalah rumah tangga mereka. Adiknya itu terkesan menutup diri jika masalah rumah tangganya.


"Maksud kamu Na?" tanya Luiz menatap adiknya penuh selidik.


"Luiz," Pedho mendesah pelan.


"Leona tak baik-baik saja selama menikah dengan Pedro," sambung Andika.


"Maksud kalian?" tanya Luiz masih tak mengerti.


"Leona di_"


"Kak biar aku yang jelaskan," potong Leona.


"Ada apa Na?" Luiz menatap wajah sendu adiknya. "Apa yang terjadi antara kamu dan Pedro? Kenapa kamu ingin pisah dari dia?" cecar Luiz


"Kak," Leona tak mampu menahan lelehan bening dipipinya. "Selama ini pernikahan ku dan Pedro tidak baik-baik saja Kak," sebenarnya ini pertama kali nya Leona menceritakan keretakan rumah tangga nya dan Pedro. Selama ini dia selalu menyembunyikan identitas hubungan mereka.


"Kenapa? Ayo katakan pada Kakak," Luiz menyeka air mata Leona.


"Kak," Leona menceritakan kehidupan rumah tangga nya dan Pedro selama lima tahun ini.


Tangan Luiz terkepal kuat. Rahangnya mengeras dan wajahnya memerah.


"Brengsek," hardik Luiz.


"Kakak," Leona memeluk Kakaknya. Ia takut jika melihat Luiz marah. Luiz tidak mampu menahan emosi nya. Bisa-bisa dia membunuh Pedro.


"Kamu harus pisah sama dia. Kakak tidak akan biarkan dia menyakiti mu lagi," ucap Luiz. Hati kakak mana yang takkan sakit jika adiknya diperlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri.


"Tapi aku mencintai Pedro Kak," adu Leona.


Luiz menggeleng. "Kamu tidak pantas mencintai lelaki seperti itu. Di luar sana masih banyak laki-laki yang bisa menerima kamu pada adanya," ucap Luiz mengusap punggung adiknya.

__ADS_1


Pedho menatap Leona kasihan. Setiap kali melihat Leona menangis seperti itu, emosinya selalu meluap. Seperti yang Luiz rasakan, Pedho tak terima dengan perbuatan Pedro. Meski pun Pedro adalah adiknya sendiri. Ia tidak suka adiknya yang bersikap semena-mena dengan Leona.


Bersambung....


__ADS_2