
"Tuan, apa yang sudah Anda lakukan?" Rere menghempas tangan Pedro dengan kasar.
Pedro memperbaiki jas nya. Wajah lelaki itu merah, tak hanya salah tingkah.
"Tidak. Jangan lupa besok kamu masuk kerja," jawab Pedro asal dan tampak santai saja.
Rere memincingkan matanya kesal. Apa tadi dia bilang hanya ingin mengingatkan masuk kerja besok? Tetapi tadi lelaki itu malah berulah dan membuat makan malam nya gagal bersama calon suaminya.
"Yakin hanya itu?" Rere memincingkan matanya curiga. "Bukan karena merindukan saya?" Masih sempat-sempatnya Rere bercanda ditengah perasaan nya yang kesal bukan main.
"Kamu pikir, bagian mana dari diri kamu yang akan membuat saya rindu?" kilah Pedro menyembunyikan perasaan nya didepan Rere. Tadi dia memang emosi ketika tahu bahwa Rere jalan dengan laki-laki lain. Oh, Pedro takkan ikhlas kalau Rere sampai lepas.
"Ayo ikut," ajak Pedro menarik tangan gadis tersebut.
"Mau kemana? Jangan tarik-tarik," gerutu Rere
"Diam!" hardik Pedro.
Pedro membuka pintu mobil agar gadis itu masuk kedalam sana. Rere menatap Pedro jenggah, gadis itu terus saja mengomel dengan berbagai ocehan.
Rere menggerutu sepanjang jalan, kesal, geram dan juga malu karena menjadi tontonan banyak pengunjung di restaurant.
"Kamu senang 'kan diperebutkan seperti tadi?" tuding Pedro memincingkan matanya pada Rere
"Saya senang atau tidak bukan urusan Anda, Tuan. Yang pasti Anda cemburu," ketus Rere melipat kedua tangannya didada. Ditengah kekesalan nya gadis itu masih sempat-sempatnya meledek Pedro.
"Cih, percaya diri," cibir Pedro, padahal dia memang cemburu. "Memang benar kalau Ricard yang dijodohkan sama kamu?" Pedro memincingkan matanya curiga.
"Kalau iya kenapa?" Rere melirik kearah Pedro.
"Kita langsung kerumah orang tua kamu," ucap Pedro tegas mempercepat kelajuan mobilnya.
Sejak Rere menjadi sekretaris nya, hidup Pedro menjadi berwarna. Apalagi setiap hari diselingi dengan perdebatan dan pertengkaran kecil antara dua orang berbeda usia tersebut.
"Mau apa, Tuan?" tanya Rere heran. Dia saja belum pernah pulang kerumah sejak kabur beberapa bulan yang lalu.
"Mau melamar kamu," jawab Pedro singkat padat dan jelas.
__ADS_1
"Ck, tidak mau. Saya sudah di jodohkan sama Kak Ricard. Jadi saya akan menikah calon suami saya," tolak Rere melipat kedua tangannya didada.
Rere terkejut ketika Pedro tiba-tiba menghentikan mobilnya.
"Ada apa, Tuan?" tanya Rere gugup, gadis itu bergidik ngeri saat melihat tatapan mematikan Pedro padanya.
Pedro menurunkan bangku tempat duduk Rere. Hingga membuat gadis tersebut gugup bukan main, wajah nya merah.
"Tu-tuan."
Jantung Rere berdegup kencang ketika Pedro mendekatinya dan berada diatas nya. Gadis itu menelan salivanya susah payah. Kenapa pria itu berubah menyeramkan seperti ini?
"Dengarkan saya gadis kecil. Kamu itu milik saya, tidak ada Ricard di antara kita. Saya tidak akan membiarkan kamu direbut oleh siapapun," ucap Pedro mengusap lembut wajah mulus Rere. Bulu-bulu halus yang tumbuh di bagian wajah gadis itu, membuat kecantikan Rere bertambah kali lipat.
"Cih, jangan asal mencap orang, Tuan. Bagaimana bisa saya menjadi milik Anda? Jangan ngadi-ngadi." Rere memalingkan wajahnya. Tak bisa dipungkiri jika di lihat dari dekat wajah Pedro sangat tampan, walau sudah bekas.
"Tentu saja kamu milik saya, sejak kamu mencium saya waktu itu. Kamu sudah sah menjadi milik saya," ucap Pedro penuh penekanan.
Rere mendelik, sejak kapan dia mencium lelaki ini?
"Jangan memutar balikkan fakta, Tuan. Anda lah yang sudah mencium saya. Kenapa malah saya yang mencium Anda?" protes Rere tidak terima. Bayangan ciuman itu malah terngiang dikepala Rere, sialnya dia malah membalas ciuman Pedro seolah dia pun menginginkan hal yang sama.
"Ck, itu ke_"
Cup
Mata Rere membulat sempurna ketika Pedro membungkam bibirnya dengan ciuman hangat.
Gadis itu terdiam. Tidak menolak namun tidak juga membalas, dia malah menatap mata Pedro yang terpejam sambil ******* bibirnya. Kenapa jantungnya seolah ingin terlepas dan berpindah tempat.
Melihat Rere yang diam saja, Pedro mengigit bibir bawah gadis itu agar membuka mulutnya. Otomatis mulut Rere terbuka. Hal tersebut tak di sia-siakan oleh Pedro, dia menyesap bibir manis Rere. Bibir ini adalah milik nya, tidak ada yang boleh mengambil bibir ini darinya.
Rere memejamkan matanya dan membalas ciuman Pedro, tangannya menempel didada bidang lelaki itu. Pedro tersenyum simpul, tak sia-sia dia mengajari gadis polos Iki berciuman ternyata Rere sudah pandai membalas ciuman nya.
.
.
__ADS_1
.
Ricard menghela nafas panjang. Lelaki itu mengusap wajahnya dengan kasar.
"Tidak. Aku tidak akan mengalah, Rere adalah milikku," tegas Ricard.
"Kak," panggil seseorang.
"Shella," gumam Ricard.
Shella berjalan dengan cepat kearah Ricardo. Shella adalah gadis suruhan Ricard yang ditugaskan untuk menjaga Rere. Dia takut terjadi sesuatu pada Rere.
Shella sudah lama tahu jika lelaki yang dijodohkan dengan Rere adalah Ricard. Sebab itulah dia mau menampung hidup Rere selama ini.
"Rere mana Kak?" tanya Shella sambil duduk dikursi depan Ricard.
Ricard menggeleng dengan lemah, "Rere pulang dengan Tuan Pedro," jawab Ricard lemah
"Pulang dengan Tuan Pedro?" tanya Shella tampak terkejut.
"Apa benar Tuan Pedro dan Rere memiliki hubungan?" tanya Ricard menatap Shella.
Shella menggeleng. Selama ini Rere tidak pernah menceritakan tentang hubungan nya dan Pedro.
"Aku tidak tahu Kak, Rere tidak pernah mengatakan apapun padaku," jelas Shella.
Ricard memejamkan matanya sejenak. Sudah lama dia menunggu Rere. Haruskah cinta nya berakhir sampai disini? Haruskah dia melepaskan Rere begitu saja setelah menunggu belasan tahun lamanya?
"Kak," panggil Shella menggenggam tangan lelaki itu. " Kakak baik-baik saja?" tanya Shella tersenyum hangat pada lelaki tersebut.
"Tidak ada orang yang baik-baik saja saat sedang patah hati Shell," sahut Ricard.
Ricard menatap sedih makanan yang dia pesan diatas meja. Semua makanan itu kesukaan Rere. Tetapi gadis itu malah meninggalkan nya.
"Kalau memang Rere jodoh Kakak, aku yakin kok dia akan kembali ke pelukan Kakak," ucap Shella menenangkan lelaki tersebut.
Begitu indahnya hidup Rere. Terlahir dari keluarga kaya. Di cintai oleh dua lelaki hebat yang kaya raya dan tampan. Sedangkan dirinya sungguh miris.
__ADS_1
Ricard melenggang pergi meninggalkan Shella. Padahal tadi dia ingin memberikan kejutan pada Rere bahwa orang yang dijodohkan dengan gadis tersebut adalah dirinya. Tetapi hatinya langsung di patahkan dengan sebuah kenyataan, bahwa ada laki-laki lain yang juga mencintai gadis pujaannya itu. Ricard patah hati karena dia sudah menunggu Rere sekian tahun lamanya.
Shella menatap punggung Ricard yang menjauh. Gadis itu tersenyum miris, memikirkan hidupnya yang berbeda dari orang lain. Andai saja dia seperti Rere pasti dia juga bahagia.