
Aku bertahan karena menanti kedatangan mu. Kuatkan aku demi menyambut mu. Pegang tanganku saat aku merasa lelah, aku ingin bersamamu untuk waktu yang lama.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹
Kemoterapi atau kemo bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan sel kanker yang bersarang dalam tubuh. Meski pengobatan ini dapat mencegah sel kanker atau tumor, kemoterapi juga memiliki efek samping yang tidak sedikit.
Jenis pengobatan kemoterapi yang diberikan akan tergantung pada jenis, lokasi, stadium, penyebaran sel kanker dan tumor dan kondisi kesehatan pasien tumor.
Efek samping yang ditumbulkan dari kemoterapi juga berbeda-beda, yaitu ada yang bersifat ringan dan ada juga yang memerlukan penanganan khusus dari dokter.
Leona sudah berada diruang kemoterapi. Beberapa selang mengalir dibagian tubuhnya, seperti tangan, dada dan ada juga oksigen yang menempel dihidung wanita yang telah mendapat gelar janda tersebut.
Leona ditemani oleh Pedho, karena tidak boleh ada lebih dari satu orang yang menjaga nya itu akan menganggu konsentrasi pasien.
Pedho mengenggam tangan wanita yang telah mendiami hatinya tersebut. Sedangkan Leona, matanya sudah terpejam sejak tadi karena pengaruh obat bius. Dokter sengaja memberikan obat bius kepada Leona. Karena kali ini mereka melakukan kemoterapi dengan suntikan hormon pada urat nadinya, dimana itu menimbulkan sakit yang luar biasa.
Andika memilih pengobatan suntik, karena kondisi Leona yang semakin menurun.
Selang darah juga mengalir ditangan Leona. Tubuh Leona seperti disiksa oleh alat-alat medis itu dan membuat Pedho menitikkan air mata menyaksikan jarum suntik dan alat-alat tersebut menyiksa tubuh wanita yang begitu ia cintai.
Obat kemoterapi disuntikan pada bagian otot atau lapisan lemak. Misalnya lengan paha atau perut. Andika menyuntikan obat itu melalui otot paha Leona.
"Bagaimana Dik?" tanya Pedho menatap wajah Leona yang terlelap dengan nyaman.
Andika menghela nafas, "Kita akan lihat proses nya, ini tidak lama. Memang sedikit menyakiti Leona akan tetapi dia akan lebih baik nanti," jelas Andika
Saat ini hanya ada Pedho dan Andika serta beberapa perawat yang ikut bersama Andika untuk membantu dia melakukan tugasnya, agar kemoterapi Leona kali ini berhasil.
"Kemoterapi ini akan membantu memperkecil ukuran tumor kanker dan meringankan rasa sakit," sambung Andika.
"Mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh lain,"
__ADS_1
"Menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan mencegah kekambuhan kanker,"
"Lalu apakah menyembuhkan?" tanya Pedho dia masih menatap Leona yang terpejam. Dentingan alat pendeteksi jantung mengema diruangan itu.
Andika menghela nafas, "Kita hanya bisa menyerahkan pada Tuhan, Ped," sahut Andika
"Ada beberapa metode pengobatan kemoterapi, dan semoga saja ini tidak berbahaya untuk Leona," tutur Andika.
Andika menjelaskan beberapa metode kemoterapi yang akan akan dijalani oleh Leona. Dan apa-apa saja resiko bagi tubuh wanita tersebut.
Pedho terdiam mendengar penjelasan Andika. Sebagai orang yang awam tentang ilmu kedokteran tentu saja tak mengerti. Namun Pedho yakin, bahwa metode-metode itu akan menyakiti Leona namun cara itu adalah satu-satunya untuk mengangkat penyakitnya yang bersarang ditubuh sang wanita.
"Leona." Pedho mengenggam tangan wanita yang tengah terbaring diatas brangkar tersebut, "Kamu harus kuat. Aku akan selalu menemani mu," Pedho mengelus kepala wanita kesayangan nya ini.
Andika ikut merasakan sakit melihat kondisi Leona. Dia sudah menganggap Leona sebagai adiknya sendiri. Meski dulu ia sempat memiliki rasa pada Leona. Dengan segera Andika menepis semua perasaan nya karena ia tahu hati Leona takkan berpaut padanya.
"Kita harus memberi dukungan untuk Leona," ucap Andika menatap Leona yang terpejam. Kepala plontos wanita itu terlihat jelas saat ia membuka rambut yang menutupi kepala polosnya.
Andika mengangguk, "Aku akan berusaha semampu ku, Pedh. Kita sama-sama berjuang untuknya," sahut Andika.
.
.
.
.
Diluar ruangan, Yuna terus saja merenggek menangis dan ketakutan jika tetap sesuatu pada sahabatnya itu. Leona adalah sahabat baik Yuna. Sahabat satu-satunya yang selalu paham pada perasaan yang Yuna rasakan.
"Leona, hiks." Yuna terisak
__ADS_1
Bagaimana pun tak ada orang yang baik-baik saja saat melihat orang yang dia sayang terbaring lemah tak berdaya diatas ranjang.
"Sttt, jangan menangis terus. Leona wnaita yang kuat dia pasti bisa melewati ini," ucap Luiz berusaha menenangkan Yuna yang menangis di dalam pelukannya. Padahal dia juga sebenarnya rapuh dan tak baik-baik saja. Leona segalanya untuk Luiz. Ia tidak bisa membiarkan adiknya itu menderita kesakitan seperti ini.
"Aku takut kehilangan Leona, Kak. Dia segalanya untuk ku," ucap Yuna menangis segugukan sambil memeluk Luiz. Yuna tanpa sadar memeluk lelaki yang dia sukai ini.
'Bukan hanya kamu yang takut Yun. Kakak juga sama,' batin Luiz hanya bisa menangis dalam hati
Keduanya saling memeluk dan menguatkan. Sambil menunggu diruang tunggu. Ada Ricard juga disana yang tengah menunggu dengan sabar.
.
.
.
.
Pedro menatap kosong kearah jendela ruangannya. Mengingat wajah dingin Leona tadi, membuat ia merasa seperti lelaki paling menyedihkan didunia.
"Aku menyesal telah menyia-nyiakan mu Leona. Aku menyesal telah menyakitimu. Bolehkah berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. Aku mencintaimu, Leona. Sangat," lirih Pedro dengan memejamkan matanya. Menikmati rasa perih yang menjalar disana.
Ada beberapa hal dari jatuh cinta yang akhirnya membuat seseorang kewalahan. Terutama ketika harus melupakan seseorang yang kini masih menjadi bagian terpenting dari hati nya.
"Tidak. Aku tidak boleh menyerah. Aku harus mendapatkan Leona kembali. Harus," ucap Pedro tegas pada dirinya sendiri. Ia begitu yakin jika hati Leona masih sepenuh nya menjadi milik Pedro. Padahal ia lupa bagaimana dulu ia membunuh hati wanita itu hingga layu lalu mati dan tergelatak begitu saja.
Pedro beranjak dari duduknya. Ia mengambil kunci mobil, ponsel dan dompet yang terletak diatas meja. Ia harus kembali menemui ibu nya dan meminta saran apa yang harus ia lakukan setelah ini.
Pedro bersyukur, Anjani masih mendukung nya mendapatkan hati Leona. Meski kemungkinan untuk kembali bersama sangat tipis, tapi Pedro yakin jika cinta sejati akan kembali pada hati yang tepat.
Pedro yakin jika Leona akan menjadi cinta sejatinya. Karena ia mencintai wanita tersebut. Hati mereka masih saling terikat. Jadi, masih ada harapan untuk rujuk zn kembali bersama. Semoga saja, semesta memihak padanya dan memberi ia ruang untuk bahagia kali ini. Ia takkan sia-siakan Leona lagi. Ia akan tebus semua kesalahan yang telah dia lakukan pada mantan istrinya itu.
__ADS_1
**Bersambung..... **