Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
02. Pedro & Rere


__ADS_3

Rere mondar-mandir didalam kamar kost Shella. Gadis cantik tampak bingung dengan sesekali menggigit ujung kukunya seolah sedang berpikir keras.


"Ck, sampai kapan kamu akan bolak-balik seperti setrika begitu?" singgung Shella


"Sampai menara Eiffel pindah ke Indonesia," jawab Rere asal.


Gadis itu duduk dibibir ranjang lalu menghela berat. Dia tampak frustasi dengan mengusap wajah nya dengan kasar.


"Kenapa sih?" tanya Shella geleng-geleng kepala. "Seperti di kejar hantu saja," singgung Rere.


"Hm, itu pria yang di jodohkan sama aku akan datang kesini, mau jemput makan malam," jelas Rere.


"What's? Serius kamu?" pekik Shella terkejut.


"Dua rius," sahut Rere memutar bola matanya malas.


"Kenapa belum siap-siap?" tanya Shella tak habis pikir.


"Shella, aku tidak mau. Buat apa siap-siap?" tolak Rere melipat kedua tangannya didada.


Rere juga masih kesal karena Pedro mengambil ciuman pertama nya dengan paksa. Pokoknya dia sedang kesal dengan boss nya yang berstatus duda tersebut, apalagi Pedro sesuka hati mengatakan kalau Rere adalah milik nya. Sejak kapan dia menjadi milik lelaki itu?


"Re, ayo cepat. Biar aku dandani." Shella menarik tangan gadis itu.


"Ihhh, Shella aku tidak mau," tolak Rere memberontak. Mana mau dia dijodohkan dengan pria yang bahkan belum dia lihat sama sekali wujudnya seperti apa?


"Setidaknya kamu ketemu dia dulu Rere. Kalau memang tidak suka ya sudah jangan dilanjutkan," jelas Shella mendudukkan gadis itu di kursi meja rias.


Rere tampak cemberut dengan bibir menggerecut kesal. Shella ini sama saja seperti kedua orang tua nya yang suka menjodohkan nya dengan orang lain. Padahal dia masih muda, masih kuliah. Harusnya dia fokus kuliah saja bukan malah sibuk memikirkan suami.


Shella merias wajah gadis cantik tersebut. Rere memiliki bola mata yang indah bibir seksi serta alis tebal, hidung nya mancung dengan pipi chubby yang tetap menampilkan batang hidung nya yang berdiri dengan tegak.


"Kamu itu cantik Rere, kalau pandai make up," ucap Shella.


Bukan Rere tak pandai makeup hanya saja dia tidak suka yang namanya makeup. Menurut Rere itu terlalu merepotkan, dia gadis tomboy yang selalu simple dan tidak mau ribet.


"Pakai ini." Shella memberikan satu gaun pada Rere.

__ADS_1


"Shell, aku tidak biasa pakai yang seperti ini," protes Rere tidak mau mengambil gaun tersebut.


"Biasakan," sergah Shella.


Mau tak mau, Rere terpaksa memakai gaun itu. Rere menangisi nasib hidupnya yang seperti ini. Niat hati ingin hidup bebas tanpa fasilitas dari kedua orang tua nya. Eh Pedro malah tahu siapa dirinya dan akhirnya dia di kontrak bekerja seumur hidup dengan lelaki tersebut. Jadi Rere akan jadi sekretaris Pedro seumur hidup sampai dia tak mampu bekerja. Pedro tak mau Rere pergi meninggalkan nya jadi lelaki itu dengan sengaja mengikat gadis kecil yang sudah diam-diam masuk kedalam hatinya.


"Ya ampun Re, kamu cantik sekali," puji Shella terkagum-kagum melihat kecantikan gadis tersebut.


"B saja," sahut Rere malas.


Gadis itu menggerutu menatap pantulan dirinya didepan cermin. Dia memang cantik tetapi kenapa rasanya ini bukan dirinya. Apalagi dengan make up yang menempel di wajahnya membuat gadis tersebut jauh berbeda dari penampilan biasanya.


Tin tin tin tin


Suara klakson mobil terdengar dari luar. Rere menghela nafas panjang, itu pasti calon suaminya. Tadi memang dia sudah dihubungi oleh kedua orang tua nya bahwa sebentar lagi mereka akan menikah.


"Itu calon suami mu sudah datang," goda Shella menahan tawa.


Padahal Shella ingin seperti Rere, tidak hanya kaya dan pintar tetapi juga memiliki nasib hidup yang baik. Sangat jauh berbeda dengan Rere yang hidupnya selalu terjamin.


"Sudah, cepat sana keluar. Jangan banyak protes," ucap Shella setengah mendorong tubuh Rere.


"Sabar Oneng, aku belum pasang sepatu," gerutu Rere.


"Pakai heels, Re," ucap Shella meletakan sepasang heels di depan kaki Rere.


"Tidak mau," tolak Rere. "Bisa-bisa aku tidak bisa berjalan nanti memakai sepatu aneh itu," ujar Rere.


"Ck, tidak cocok dengan baju mu dodol. Cepat pakai ini," sergah Shella mendorong kening sahabat nya dengan gemes.


"Awww, kejam." Rere mengusap keningnya.


"Makanya cepat pakai!" suruh Shella. Lama-lama kesabaran Shella seolah habis karena Rere yang selalu membuat darah naik.


Terpaksa Rere memakai sepatu tinggi tersebut, beberapa kali gadis itu hampir terjatuh. Dirinya memang jarang menggunakan sepatu setinggi itu, bahkan hampir tidak pernah. Jadi wajar kalau dia canggung dan tampak kesusahan.


"Cepat sana," suruh Shella.

__ADS_1


"Aku bisa sendiri," ketus Rere menyambar tas nya.


Gadis itu berjalan keluar dari kamar kost Shella. Tampak beberapa anak kost terpesona dengan kecantikan Rere gadis ini biasanya tampil tomboy dan suka memakai baju kedodoran, kini menjelma bak bidadari yang turun dari khayangan. Warna kulit Rere yang putih kontras dengan gaun yang dia pakai. Rambut hitamnya tergerai indah dengan satu jepit rambut ala-ala Korea dikepalanya.


Rere berjalan sambil terseok-seok. Mulut gadis itu komat-kamit seperti dukun baca mantra dan menyumpahi Shella yang memaksa nya memakai heels tersebut.


Seorang lelaki tampan keluar dari mobil ketika melihat calon istrinya berjalan kearah mobilnya.


Sejenak Rere terdiam menatap lelaki itu, kesadarannya seolah hilang begitu saja. Lelaki itu, ahh lelaki itu adalah lelaki yang pernah dia temui beberapa waktu yang lalu dan Rere kenal. Sejak diusia belia dia pernah diasuh dan bahkan dirawat oleh lelaki tersebut.


"Kak Ricard," gumam Rere.


Lelaki itu berjalan dengan senyuman manis dibagian bibirnya. Tak dia sangka gadis yang dulu sering dia mandikan kini telah tumbuh menjadi gadis yang cantik.


"Kak Ricard," gumam Rere sekali lagi seolah tak percaya.


"Hai Re," sapa Ricard.


"K-ka-kak," balas Rere dengan nada gugup nya.


'Kalau dari awal aku tahu Kak Ricard yang dijodohkan sama aku. Aku tidak akan main kabur-kaburan. Rugi kali aku mendinginkan lelaki tampan ini,' batin Rere


"Sudah siap?" Ricard mengulurkan tangannya pada Rere.


"Iya Kak," sahut Rere menyambut uluran tangan Ricard.


Keduanya masuk kedalam mobil. Rere tersenyum malu dan kesem-kesem tidak jelas. Betapa tampannya lelaki yang di jodohkan dengan nya ini, walau sedikit dingin dan irit bicara tetapi mampu menggetarkan sebagian jiwanya.


"Kak, apa Kakak yang dijodohkan sama aku?" tanya Rere melirik lelaki tersebut.


"Iya Re. Katanya kamu kabur karena tidak mau dijodohkan?" ucap Ricard


"Hehe, maaf Kak. Aku kira siapa Kak," jawab Rere cenggesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Ricard adalah asisten Pedho yang dulu sempat mengabdikan diri cukup lama pada tuan-nya tersebut. Namun, setelah Pedho menikahi Leona. Ricard memutuskan kembali ke tempat asalnya. Dia seorang pria kaya yang sengaja menyamar menjadi pria miskin demi menunggu Rere tumbuh dewasa.


Orang tua Ricard dan Rere bersahabat sejak remaja. Jadi mereka berniat menjodohkan Ricard dan Rere.

__ADS_1


__ADS_2