Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Kembali lah


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Leona POV


Saat aku membuka mata, aku terheran ketika mendapati diriku berada disebuah tempat yang asing namun indah. Tempat ini belum pernah kulihat sebelumnya. Tidak ada orang disana selain aku. Tempat yang nyawa sekali, tempat yang membuatku ingin berlama-lama disini.


Sejenak aku tersadar, kenapa tubuhku tidak sakit lagi. Perutku juga tidak lagi membesar, apa aku sudah melahirkan? Lalu dimana bayi-bayiku? Aku mencari seperti orang yang kehilangan hartanya. Aku juga bingung bagaimana aku bisa ada disini?


Tubuhku tidak sakit, perutku tidak membuncit dan rambutku juga sudah tumbuh lagi. Tapi kenapa aku ada disini? Bukankah terakhir kali aku berada dirumah dirumah bersama suamiku, kami bercerai banyak hal tentang mimpi dan angan di masa depan.


Aku berdiri dari duduk ku, seraya memperhatikan bunga yang memekar di taman. Disini benar-benar nyaman, indah dan memukau. Hatiku seketika tenang bersama sapuan angin yang melayangkan rambut panjangku.


Entah kapan rambutku tumbuh, hampir satu tahun aku mengindap kanker yang menggerogoti tubuhku. Hingga membuat semua rambut ku rontok tak bersisa.


"Nak."


Aku segera menoleh ketika ada yang memanggil namaku. Kening ku berkerut heran, melihat orang asing yang sebelumnya belum pernah ku temui.


"Anda siapa?" tanya ku menelisik wanita paruh baya tersebut.


Dia malah tersenyum lalu duduk di sampingku. Aku sedikit bergeser karena merasa tidak nyaman, apalagi tatapan nya tak biasa.


"Jangan takut, saya bukan orang jahat," ucapnya.


Aku mengangguk dan beroh-ria saja. Dia memang tidak kelihatan jahat, hanya aku saja yang terlalu sensitif.


"Saya datang kesini untuk menemui kamu," ucap nya sembari tersenyum hangat.

__ADS_1


Dia memakai pakaian putih. Wajah nya bersih dan juga terawat. Rambut nya panjang menjuntai ke belakang dan dia seperti malaikat di novel fantasi yang pernah ku baca.


"Mau apa?" tanyaku menelisik.


"Kembalilah," ucapnya.


Aku semakin heran, apa maksud dia kembali? Disini nyaman dan aku tidak mau kembali.


"Aku nyaman disini. Tempat nya dingin dan menyejukkan hati. Aku tidak mau kembali," tolak ku.


"Belum saatnya kamu berada ditempat ini, Nak," sahutnya lagi. "Kasihan suami dan anak-anak mu yang masih membutuhkan sosok kamu," ucap nya lagi.


Aku tersadar, suami? Anak? Ya di mana anak-anak ku? Bukankah aku melahirkan bayi kembar tiga? Kak Pedho juga tidak ada. Aku menelisik sekitar ku, tak ada apa-apa. Selain bunga-bunga mekar yang harum mewangi.


"Dimana suami dan anak-anak ku?" tanyaku berdiri sambil mencari.


Setiba kejap wanita itu menghilang seperti di dunia sihir. Bahkan jejak langkah nya pun tak terlihat.


Aku semakin kebingungan dimana jalan kembali? Aku tidak tahu. Disini tidak ada siapa-siapa selain aku dan bunga-bunga yang bertebaran ditaman.


Aku berlutut ditanah dalam kebingungan. Siapa yang tak bingung jika disuruh kembali tetapi tidak tahu jalan.


"Hiks hiks hiks, aku di mana?" seperti anak kecil aku menangis segugukan diatas tanah.


Sampai aku melihat tangan munggil dan kecil mengulurkan tangannya padaku. Aku mendongakkan kepalaku dengan simbahan air mata.


Seorang pria kecil tengah tersenyum hangat menatapku. Tangannya masih terulur meminta kusambut dengan sabar.

__ADS_1


Aku mengulurkan tanganku juga menyambut tangan munggil itu.


“Mommy."


Siapa yang memanggilku Mommy? Aku kembali mengarahkan pandanganku kearah suara itu. Dua bocah kecil berusia lima tahun berjalan kearahku sambil tersenyum hangat.


Aku baru menyadari jika wajah mereka mirip dan mungkinkah mereka kembar? Salah satu diantaranya adalah seorang gadis kecil dan saatku menatap setiap inci wajahnya, kenapa mirip sekali denganku? Bahkan duplikat wajah kecilku, melekat padanya. Lalu ku tatap kedua bocah laki-laki yang memiliki wajah mirip itu. Astaga, kenapa wajahnya sangat mirip dengan suamiku, Pedho Pannetha?


“Mommy."


Ketiganya memanggilku secara bersamaan. Anehnya hatiku menghangat saat mendengar panggilan itu, ya Tuhan apa aku sudah menjadi seorang mommy? Kenapa rasanya bahagia sekali?


Mataku berkaca-kaca ketika mulut kecil itu memanggilku mommy.


“Siapa kalian Nak? Apa yang kalian lakukan disini?” tanyaku lembut sambil berjongkok dan menyamakan tingginya dengan mereka.


Ya Tuhan kenapa wajah mereka sangat mirip dengan Kak Pedho. Jantungku juga berdebar hebat saat ku sentuh wajah mereka, dan seketika hatiku menghangat merasakan nyaman dan bahagia yang tidak bisa ku ungkapkan lewat tulisan atau lukisan.


“Mayu cempuy Mommy," ucap gadis kecil tersebut, dia memegang boneka Teddy Bear kesayangan ku.


Aku terkekeh mendengar jawaban gadis kecil itu yang tidak bisa menyebut huruf T dengan benar.


“Ayo Mommy," ajak mereka mengandeng tanganku. Meskipun bingung aku mengikuti saja. Entah kemana bocah-bocah itu akan membawaku pergi.


Anehnya kenapa aku mau saja dan malah ada bahagia yang menyelimuti hatiku. Apalagi saat mereka memanggilku dengan panggilan Mommy.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2