Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Tertangkap


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


Dua orang berbeda jenis kelamin dan usia tersebut, keluar dari bandara dengan langkah angkuh dan juga sombong. Keduanya mengenakan kacamata dengan warna yang sama.


Setelah menyusun rencana matang untuk menghancurkan orang yang sama, kedua manusia tersebut kembali ke Indonesia dengan satu tujuan. Yaitu, menghancurkan Leona.


Adam dan Tessa, ya mereka rela melakukan operasi wajah demi mengelabui Pedho. Agar keberadaan keduanya tidak bisa dilacak.


"Apa wajah ku sudah mirip Leona?" tanya Tessa pada Adam.


"Sangat, Sayang. Tidak sia-sia kita melakukan operasi," sahut Adam.


Sedangkan Adam mengubah wajahnya menjadi Pedro. Keduanya berniat membuat Pedho cemburu dengan mengira bahwa Adam dan Tessa adalah Pedro dan Leona.


Keduanya masuk kedalam mobil yang sudah datang menjemput. Senyuman licik tergambar jelas di sudut bibir mereka. Rencana menghancurkan dan membalaskan dendam sudah didepan mata. Sebentar lagi, Leona akan kehilangan Pedho. Ya, Pedho akan salah paham dan saat itulah lelaki yang di cintai oleh Leona pergi meninggalkan wanita tersebut.


"Tunggu, kita mau kemana Pak? Ini bukan jalan menuju apartemen saya?" tanya Tessa heran saat mobil yang mereka kendarai malah berbalik arah.


"Kamu bisa menyetir tidak?" hardik Adam.


"Adam ini bagaimana? Kenapa kita malah berputar arah?" tanya Tessa panik.


"Tenang Tessa," ucap Adam menenangkan. "Cepat putar arah, atau saya akan meledakkan kepala, Anda," ancam Adam menodongkan senjatanya dikepala sang supir.


Namun sang supir malah tenang-tenang saja, hingga mobil yang ditumpangi Adam dan Tessa berhenti tepat disebuah bangunan mewah.


"Adam." Tessa ketakutan.


"Cepat kalian keluar!" bentak salah satu pria berbaju hitam yang membuka pintu mobil mereka.


"Siapa kalian?" tanya Adam dengan suara setengah berteriak.


"Kami tidak meminta Anda bertanya. Cepat keluar!" hardik salah satu nya lagi.


Sang supir turun dari mobil, lalu menarik tangan Tessa dengan kasar sehingga membuat wanita itu terjatuh ditanah.


"Awww." Tessa meringgis kesakitan. "Siapa kalian?" tanya Tessa dengan wajah kesakitan apalagi lutut nya luka akibat mengenai kerikil.


"Bawa mereka masuk!" titah salah satu nya.


"Baik," sahut ketiga anak buah tersebut.


"Lepaskan!" pekik Adam memberontak. "Berani-beraninya kalian mencari masalah dengan ku. Kalian tidak tahu siapa aku?" sentak nya berusaha melepaskan tangannya yang di pinting oleh salah pria berbaju hitam tersebut.


"Adam hiks hiks." Tessa menangis ketakutan. Tangannya terasa ngilu akibat cengkraman dari mereka.


Adam tak bisa berbuat apa-apa. Apa pergerakan mereka sudah di ketahui oleh anak buah Pedho? Tapi Adam dan Tessa sudah menghilangkan jejak, kenungkin mereka di temukan itu sedikit. Akan tetapi, kenapa mereka bisa tertangkap?

__ADS_1


Adam dan Tessa di bawa masuk kedalam gedung tua. Gedung yang sudah berumur puluhan tahun, terbukti dari beberapa rumput liar yang tumbuh disekitar nya, serta sarang laba-laba yang menempel ditiang-tiang bangunan.


Brakkkkkkkkkkkkkk


"Ini mereka, Tuan."


Keempat pria berbaju hitam itu mendorong tubuh Adam dan Tessa hingga tersungkur ditanah. Tangan keduanya sengaja di ikat agar tidak bisa berbuat macam-macam.


"Kerja yang bagus," ucap pria yang duduk dikursi itu seraya menatap Adam dan Tessa dengan senyuman miring.


"Pedho," gumam Tessa.


Ya, lelaki itu adalah Pedho. Dia hujan pria yang bisa dikelabui. Diam-diam dia mengirim orang untuk mengawasi pergerakan Adam dan Tessa, tentu nya dengan hati-hati sehingga kedua rubah licik itu tidak tahu.


Pedho sampai menggeleng salut, ketika Adam dan Tessa nekad mengubah wajah menjadi Pedro dan Leona, hanya demi membalaskan dendam mereka.


"Pedho, apa yang mau kamu lakukan?" tanya Tessa panik, sebab dia tahu siapa Pedho.


"Tidak banyak. Mungkin hanya memberi hukuman kecil padamu, karena dengan percaya dirinya memakai wajah istriku," ucap Pedho tersenyum miring. Sebenarnya lelaki itu sangat marah, dia tak suka wajah istrinya di gunakan seperti itu. Apalagi untuk membalaskan dendam.


"Kamu....." Pedho menatap Adam tajam. "Lelaki brengsek yang tidak tahu diri," ledek nya.


Pedho berdiri dari duduknya. Dia memasukkan kedua tangan disaku celana kiri dan kanan. Dia tampak tenang, seolah tak terusik dengan wajah ketakutan Adam dan Tessa.


"Cih, bukankah kamu yang paling brengsek, Pedho? Kamu membiarkan Leona terjebak dalam pernikahan dengan adikmu sendiri," ucap Adam tersenyum licik.


"Hahaha, aku tahu apa yang ada dipikiran mu, Pedho." Adam tertawa menggelora.


"Itu terserah padamu dan aku tidak peduli," sahut Pedho.


Pedho berjongkok menyamakan tingginya dengan Adam. Dia melihat licik wajah Adam yang benar-benar mirip Pedho. Adam rela melakukan kegilaan, agar bisa membalaskan rasa sakitnya pada Leona.


"Adam Wijaya," ucap Pedho penuh penekanan.


"Dari mana kamu tahu namaku?" tanya Adam dengan keringat dingin yang mengucur di dahinya.


"Aku tahu dari mana, itu tidak penting. Aku akan menghancurkan keluarga mu. Aku akan menghabisi keturunan mu. Aku takkan biarkan satu pun anggota keluarga mu yang bernafas di muka bumi ini," ucap Pedho tersenyum devil.


"Kamu mencari masalah dengan orang yang salah." Dia tersenyum mengejek.


Lalu Pedho beralih pada Tessa. Sial, wanita ini benar-benar mirip istrinya. Kecanggihan teknologi telah mengubah wajah Tessa menjadi wajah Leona. Sangat mirip, Pedho saja bisa terkecoh. Untungnya, dia cepat menemukan keberadaan Tessa. Kalau tidak, pasti dirinya akan ditipu oleh wanita iblis ini.


"Pedho, aku mohon maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengganggumu dan Leona lagi," ucap Tessa memohon dengan keringat dingin yang mengucur di dahi nya.


"Memaafkan mu?" ulang Pedho dengan senyuman mengejek. "Ide bagus," ledeknya sambil berdiri.


"Ricard," panggil nya pada sang asisten

__ADS_1


"Ini Tuan," sahut Ricard sambil memberikan belati pada Pedho.


Tubuh Adam dan Tessa bergetar hebat ketika melihat benda di tangan Pedho.


"Tenang, aku tidak akan membunuh kalian. Aku hanya akan memberikan sedikit saja menu pembuka sebelum kalian mendekam dipenjara," tekan Pedho.


Lelaki itu kembali berjongkok menatap wajah dua mangsa didepan nya. Dia tidak bisa memaafkan orang yang menyakiti sang istri. Tak peduli, jika dia harus berdosa. Asal hidup istrinya tenang.


"Mana tangan mu, Tessa?" Pedho menengadahkan tangannya.


"Jangan Pedho," tolak Tessa menggeleng.


"Buka ikatannya!" titah Pedho.


Salah satu anak buah Pedho membuka ikatan tali ditangan Tessa. pergelangan tangan wanita itu memerah akibat kuatnya tali.


Sretttttttttttttttttt


Pedho mengiris telapak tangan wanita itu.


"Arghhhhhhhhhhhhh."


"Arghhhhhhhhhhhhh."


Tessa berteriak histeris sambil kesakitan. Darah mengalir dengan deras dibagian telapak tangannya hingga berjatuhan di tanah.


"Kurung dia!" titah Pedho.


"Baik Tuan," sahut dua anak buah Pedho.


Tessa diseret dengan paksa oleh dua orang anak buah Pedho, tanpa peduli dengan terikan wanita tersebut.


Adam ketakutan bukan main, apalagi melihat tatapan devil Pedho padanya.


Sretttttttttttttttttt


Sretttttttttttttttttt


Pedho menurihkan belati tersebut diwajah Adam. Mencoret-coret nya seperti sedang menggambar diatas keras.


"Arghhhhhhhhhhhhh."


"Arghhhhhhhhhhhhh."


Adam berguling-guling ditanah dengan terikan menggerikkan. Sedangkan tangannya masih diikat.


"Ricard, bereskan!" perintah Pedho memberikan belati yang berlumuran darah itu pada Ricard.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2