Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
06. Pedro & Rere (Wedding)


__ADS_3

Rere menatap pantulan dirinya didepan cermin. Ia hampir tak percaya jika ini adalah dia. Ia seperti putri di kerajaan dongeng.


Mahkota tertanam di atas kepalanya. Rambutnya sengaja di gerai indah menjuntai sampai bahu. Dari kecil, gadis ini tidak suka rambut panjang. Jadi ia akan memangkas rambutnya jika sudah melewati bahu.


Gaun indah yang harganya mencapai ratusan juta itu juga membungkus tubuh rampingnya. Rere memiliki bentuk tubuh yang ideal. Sehingga gaun itu pas di tubuhnya.


Gadis tersebut menghela nafas panjang. Rasanya masih tak percaya jika lelaki yang menjadi teman nya bertengkar setiap hari itu ternyata adalah jodohnya. Rere masih ingat ketika pertama kali dia di interview, gadis itu harus berpura-pura menjadi orang miskin agar diterima oleh sang boss. Dia sudah merancang masa depannya, bekerja keras lalu setelah wisuda dia bisa hidup lebih baik dengan uang nya sendiri. Tanpa meminta pada kedua orangtuanya yang kaya. Namun, lagi-lagi siapa yang menyangka jika hal tersebut justru membawanya pada titik ini.


Rere menghindari perjodohan karena tidak mau menikah muda terlebih dengan lelaki yang bahkan belum pernah dia lihat sama sekali. Ternyata lelaki itu adalah Ricard, pria yang dulu sering menjaganya ketika dia masih kecil. Namun, semua perasaan itu justru hilang. Getaran rasa yang seharusnya ada, malah hilang bak ditelan bumi dengan adanya kehadiran Pedro di hidup Rere.


"Kamu cantik sekali Sayang," puji Metha memuji kecantikan anak perempuan nya ini yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri.


"Mommy." Rere memeluk Metha dengan manja.


Rere berjalan diatas karpet merah, tangannya di gandeng oleh Miller sang ayah. Hari ini ia menjelma menjadi putri di kerajaan cintanya bersama lelaki yang dia juluki Mr. Bawel yang suka mengomel dan marah-marah.


Semua mata tertuju padanya. Para teman-teman kampus nya menganggumi sosok yang selama ini di sembunyikan melalui sikap tomboi nya dan hari ini gadis tomboi itu telah keluar dari kandangnya.


Suara kamera juga mengiringi langkah kaki nya menuju kebahagiaan. Wajah nya ditutup dengan cadar, meski begitu sama sekali tak mengurangi kadar kecantikan dari wajah Rere. Ia sangat cantik bak Dewi Yunani.


Tatapan Pedro tak beralih dari calon istrinya itu. Jantung sudah berdisko didalam sana, seperti ingin keluar melihat secara langsung betapa cantik nya calon istri dari pengusaha ternama ini.


Pedro pun sama seperti Rere tak menyangka jika hatinya bisa tersangkut pada gadis itu. Bahkan Pedro sudah memutuskan takkan pernah jatuh cinta lagi sebab nama Leona masih bersemayam dengan nyaman di hatinya. Tetapi Rere mampu menggeser posisi mantan istrinya tersebut.


"Pedro." Miller menyerahkan tangan Rere. "Jaga dia untuk Daddy. Kamu adalah pengganti Daddy," sambil menepuk pundak calon menantu nya itu.


"Terima kasih Dad," sahut Pedro mengenggam tangan Rere.


Acara pemberkatan di mulai dengan janji suci yang mereka ucapkan didepan Tuhan dan para saksi yang hadir untuk meramaikan acara pernikahan mewah antara Pedro dan Rere.


Ini bukan pernikahan pertama Pedro, tetapi dia sangat gugup apalagi banyak orang yang menghadiri pesta tersebut.


Pedro membuka cadar yang menutupi wajah istrinya itu. Matanya berkaca-kaca, ia seorang tak percaya jika ini adalah istri nya, istri kecilnya.

__ADS_1


Lelaki itu mengecup kening sang istri. Ciuman bahagia yang ia sematkan untuk Rere. Rere memejamkan matanya meresapi hangatnya bibir Pedro yang menempel di dahi nya. Tanpa sadar air mata gadis itu menetes, ia seperti berada didalam dunia dongeng yang di persunting oleh pangeran tampan. Tetapi ini bukan pangeran, ini boss menyebalkan yang akhirnya menjadi suami dan akan jadi ayah dari anak-anak kelak.


Acara berlangsung mewah. Banyak tamu terhormat yang berdatangan. Termasuk teman-teman sekampus dengan Rere. Awalnya semua teman-teman kampus Chika terkejut saat mendapat surat undangan dari gadis itu. Selama ini Rere di kenal sebagai gadis yang urakan dan tomboi, kasus yang Rere buat di kampus sudah tak terhitung banyaknya. Siapa sangka jika ia yang lebih dulu mendahului para senior dan teman-teman nya. Usia nya masih muda. Sifatnya juga masih kekanak-kanakan. Namun sebenarnya itu adalah cara Rere untuk menutupi identitas asli dirinya agar tak mudah ditindas oleh orang lain.


Riana Antoinette, gadis berusia 19 tahun. Seorang putri dari pasangan ternama, Miller dan Metha. Dia memang nakal. Namun begitu lah caranya melindungi diri dari kejamnya dunia luar. Dia gadis keras kepala yang tidak suka di atur. Namun jika dia sudah berhasil di luluhkan, ia memiliki empati yang kuat terhadap orang-orang yang ada didekatnya.


Banyak yang hadir diacara pernikahan Pedro dan Rere.


Tampak disana ada Pedho dan juga Leona bersama ketiga anaknya. Ada Andika dan Yuna, wanita itu tengah menggandung besar sehingga perut nya tampak membesar. Ada Tasya dan Ben serta Luiz yang masih betah dengan kesendirian nya.


Alexander dan Anjani sangat bahagia karena akhirnya, Pedro tidak terjebak dengan perasaan di masa lalunya. Dia sudah menemukan bahagianya bersama gadis kecil bernama Rere.


.


.


.


"Saya bantu buka baju kamu," ucap Pedro


"Ehhh jangan, Tuan," tolak Rere langsung menahan tangan Pedro. "Malu," ucapnya dengan pipi merah merona.


Pedro tersenyum manis. Ia perlahan melepaskan mahkota yang tertanam dikepala istrinya. Dia juga membantu melepaskan jepit rambut yang di gunakan untuk menata bagian atas rambut Rere.


"Tuan." Rere gugup.


"Jangan panggil saya Tuan. Saya adalah suami kamu," ucap Pedro.


"Lalu saya harus panggil apa?" tanya Rere bingung.


"Terserah, asal jangan Tuan," jawab Pedro.


"Ya sudah, aku panggil Mas saja bagaimana? Terlihat manis 'kan?" seru Rere

__ADS_1


Pedro mengangguk setuju. Itu adalah panggilan manis yang menurut nya unik. Pedro tak menyangka jika panggilan itu kini di sematkan padanya.


Pedro mengusap bibir ranum Rere yang masih dilapisi oleh lipstik, ia menelan salivanya susah payah. Dalam hati ia sudah membayangkan ******* bibir ini dan menyesap rasa manis disana.


Sementara Rere menahan perasaannya yang ketar-ketir. Kata orang malam pertama itu sakit, rasanya Rere ingin kabur tapi tidak mungkin.


Pedro memiringkan kepalanya dan mengecup bibir Rere dengan mata terpejam. Meski awalnya terkejut, namun wanita itu membalas dengan naluri saja. Ia tak pernah berciuman sebelum nya. Pedro adalah laki-laki pertama dan akan menjadi laki-laki terakhir yang menyentuhnya.


Ciuman yang awalnya lembut. Kini mulai menuntut. Tangan Pedro membuka resleting gaun istrinya.


Rere seperti merasakan sengatan listrik yang belum pernah ia rasakan. Rasa aneh yang menggoda. Nalurinya berkata berhenti tetapi tubuhnya tak bisa menolak. Apalagi sentuhan Pedro benar-benar lembut tanpa ada paksaan. Ini pertama kali. Sedikit aneh, tetapi Rere akan berusaha melayani Pedro. Meski dalam hati ia belum siap.


Pedro membaringkan istrinya tanpa melepaskan panggutan mereka. Ia naik keatas ranjang dan menindih tubuh wanita itu. Pedro melepaskan panggutan nya. Ia menatap wajah merah Pedro.


"Bolehkah?" pintanya penuh harap.


"Katanya sakit?" Rere mengigit bibirnya takut.


"Aku akan melakukan nya dengan lembut." Pedro mengecup kening Rere


Rere pasrah, mau menolak tidak mungkin. Mereka sudah terlanjur tak memakai apapun. Entah kapan pakaian itu terlepas dari tubuh keduanya. Terbuai dalam belaian Pedro, Rere seperti sedang terbang ke langit tinggi.


"Aku akan memasuki nya pelan. Tahan yaaa?" bisik Pedro menggoda.


Rere mengangguk dengan mata terpejam. Ia tak berani menatap wajah sang suami.


Lalu terjadilah malam pertama yang indah bagi sepasang penggantin yang sudah saling mencintai itu.


"Terima kasih Istri Kecil ku. Sudah menjaga nya untuk ku. Semoga dia segera hadir disini," ucap Pedro menguap perut polos istri nya.


Pedro mengecup kening Rere lalu menarik wanita itu kedalam pelukannya. Keduanya terlelap tanpa mandi karena kelelahan setelah olahraga ranjang.


**T A M A T**

__ADS_1


__ADS_2