Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Persidangan


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Leona menghela nafas panjang. Hari ini adalah hari persidangan perceraian nya dengan Pedro.


Sejenak Leona mengenang kembali kehidupan rumah tangganya. Sejak awal pernikahan kehidupan nya dan Pedro memang sudah bermasalah. Suaminya itu dengan blak-blakan mengatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Leona.


"Leona," Yuna mengusap bahu sahabat nya itu. "Semua akan baik-baik aja," ucap nya menenangkan sambil memberikan kekuatan lewat usapan di bahu Leona.


"Cintaku berakhir disini yaa Yun?" Leona tersenyum miris. "Aku tak pernah menyangka jika aku akan seberani ini melepaskan Pedro." Terdengar helaan nafas panjang dari mulut wanita itu


"Ini yang terbaik Na. Aku tahu ini sulit buat kamu, apalagi melepaskan seseorang yang begitu di cintai. Tapi perlahan kamu bisa melepaskan semua perasaan kamu sama Pedro. Aku yakin kamu bisa," Leona memeluk lengan Yuna sambil menyenderkan kepalanya dengan lelah.


"Na, sudah siap?" tanya Luiz pada adiknya.


Leona bangkit dari bahu Yuna. Lalu mengangguk dengan senyum. Dia sudah siap melepaskan sang suami.


Luiz dan Pedho sudah menunggu dari tadi. Kedua pria itu bekerja sama untuk membantu Leona dan tidak membiarkan wanita itu berjalan sendirian. Apalagi Pedho, sudah menyiapkan pengacara untuk membantu lancarnya persidangan ini.


"Iya Kak," jawab wanita itu berdiri dari duduknya.


Leona deg-degan. Setelah ini, status nya akan benar-benar janda muda tanpa anak. Rasanya tidak percaya saja jika pernikahan nya berakhir dimeja hijau.


"Ayo,"


Keempat orang itu keluar dari rumah mewah Luiz. Leona mengenakan dress berwarna peach selutut. Ada wig di kepalanya yang sengaja di pasang oleh Yuna. Wajahnya mulus tanpa jerawat ataupun komedo.


Keempatnya masuk kedalam mobil Pedho. Pedho menyetir dengan Yuna yang duduk disampingnya. Sementara Leona dan Luiz duduk dibangku penumpang. Tangan Luiz mengusap kepala Leona yang bersandar di bahunya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Luiz. "Ada yang sakit?" sambungnya.


"Tidak Kak. Parfum Kakak wangi sekali, aku suka," wanita itu mengendus-enduskan hidung di dada Luiz.


Sampai dikantor Pengadilan Agama mereka turun dari sana. Leona di bantu oleh Luiz karena kondisi wanita itu kembali menurun. Leona menatap gedung tinggi tersebut. Tak di sangka pernikahan yang dia dambakan berakhir di kantor ini.


"Kamu tenang yaa. Semua akan baik-baik saja," ucap Pedho membantu Leona berjalan.


"Iya Kak," Leona memaksakan senyum dibibir pucatnya.


Mereka masuk kedalam. Disana para hakim sudah berkumpul. Ada Pedro yang sudah duduk dikursi sidang. Ada Anjani dan Alexander serta Tasya yang tak peduli saat dirinya diusir.


Anjani menatap Leona yang masuk bersama Luiz dan Pedho, dibelakang nya ada Yuna yang juga mengekor. Wanita paruh baya itu hanya bisa menitikkan air mata nya. Sejujurnya, ia tidak siap kehilangan Leona sebagai menantu kesayangan nya. Namun, apalah yang bisa ia lakukan. Tidak ada, selain mencoba ikhlas atas apa yang sudah menimpa rumah tangga putranya.

__ADS_1


Tanpa sadar Pedro berdiri dari duduknya. Ia menatap Leona dengan hati yang hancur. Haruskah ia melepaskan Leona sekarang? Bagaimana dengan hatinya? Ia sudah mencintai wanita itu! Kenapa tak ada satu kesempatan pun untuk ia kembali memperbaiki hubungan mereka yang hancur?


Leona duduk disamping Pedro. Wajah wanita itu begitu dingin. Dia sama sekali tak menyapa Pedro seperti biasanya. Dia tidak marah atau benci. Ia hanya ingin terbiasa tanpa Pedro. Dengan wajah dingin nya bisa membuat Pedro membencinya.


"Leona,"


Leona menoleh kearah Pedro yang memanggil namanya. Lama ia menatap lelaki yang sebenarnya lagi akan menjadi mantan suaminya ini.


"Iya Pedro?" Leona memaksakan senyum


Pedro terpaku melihat senyum Leona. Pesona wanita ini bertambah dengan kelipatan saat ia tersenyum manis seperti tadi.


"Apa kabar kamu, Leona?" tanya Pedro menatap dalam wanita tersebut. Bolehkah Pedro memeluk Leona? Bolehkah ia memberontak agar wanita ini tak jadi menceraikan dia? Dia tidak sanggup untuk kehilangan senyum wanita manis ini.


"Baik Pedro," sahut Leona singkat tanpa bertanya kembali.


Tasya mendengus kesal saat melihat Pedro dan Leona berbicara begitu dekat. Dia tidak akan membiarkan Pedro kembali lagi pada Leona. Dia akan melakukan berbagai cara agar kedua orang itu tetap terpisah.


"Baiklah sidang akan dimulai," ucap hakim


"Saudari Leona Juliet mengugat cerai. Saudara Leon Pedro Pannetha atas tuduhan menjalin hubungan dengan wanita lain," ucap sang hakim memulai persidangan.


"Itu tidak benar Pak Hakim," kilah kuasa hukum Pedro


"Silahkan Pak,"


Wahyu berdiri dengan sebuah map ditangannya.


Sementara Luiz dan Pedho tersenyum penuh kemenangan. Pedro sudah berpikir dia menang, dia tidak tahu saja siapa yang dia hadapi.


Pedro mulai panik. Dia takut tidak bisa memenangkan persidangan ini dan tidak memiliki kesempatan untuk kembali pada Leona.


"Sejak pertama menikah Tuan Pedro tidak pernah menganggap Nona Leona,"


"Kedua, Tuan Pedro dengan terang-terangan menjalin hubungan bersama wanita lain, bernama Nona Tasya di depan istrinya,"


"Kami punya beberapa bukti dokumentasi".


Wahyu menujukkan layar iPad nya pada para hakim. Disana semua kejadian terekam dengan jelas.


Hakim mengangguk setelah melihat rekaman itu. Berarti data yang diberikan oleh Hermansyah adalah sabotase.

__ADS_1


"Pak Hakim," Hermansyah angkat tangan.


"Semua yang dituduhkan oleh Pak Wahyu tidak benar. Nona Leona tidak keberatan saat suaminya menjalin hubungan dengan Tasya. Lantas dimana salahnya?"


Hati Leona kembali berdenyut sakit. Istri mana yang tidak keberatan melihat suaminya menjalin hubungan dengan wanita lain? Walau diberi apapun takkan ada wanita yang mau dipoligami dan diduakan hatinya.


"Apa anda punya bukti Pak?" Wahyu menatap Hermansyah. "Perlu Anda ketahui, tidak ada wanita yang rela suaminya menjalin hubungan dengan wanita lain," sambung Wahyu


Namun Hermansyah terdiam, dia melihat kearah Pedro yang sudah kikuk. Wajahnya memanas menahan amarah. Tangannya terkepal begitu kuat.


"Berdasarkan rekaman yang saya lihat. Bahwa yang dikatakan Pak Wahyu adalah kebenaran. Jadi saya memutuskan...,"


Leona memejamkan matanya. Tangannya meremas dengan kuat ujung gauj yang dia pakai.


"Sidang perceraian antara Tuan Pedro dengan Nona Leona telah di sah kan,"


Tok tok tok


Leona menghela nafas lega. Bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Ia takut jika Pedro menahan nya.


Pedro berdiri dari duduknya dan menghampiri hakim


"Pak Hakim tolong, jangan lanjutkan perceraian ini. Saya tidak mau berpisah dari Leona. Saya menyesal Pak Hakim tolong saya. Saya tidak bisa kehilangan istri saya. Saya mencintainya. Saya mohon Pak," ucap Pedro dengan permohonan sambil berlutut di kaki para hakim.


Tasya menatap benci Leona. Wanita itu telah merebut lelaki yang dia miliki. Lihat saja nanti. Ia akan buat Leona menderita jika sampai Pedro menolaknya lagi.


"Pak, tolong kabulkan permohonan saya. Perceraian ini tidak boleh terjadi," tolak Pedro.


"Pak Hakim silahkan lanjutkan. Kami dari kuasa hukum Leona tetap ingin melanjutkan sidang perceraian ini," ucap Wahyu.


"Leona aku mohon. Berikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku yakin kita bisa bahagia Leona. Kamu ingin punya anak kan? Suatu saat kita pasti punya anak. Kumohon jangan pergi leona," Pedro bersujud sambil memeluk kaki wanita itu dengan isakkan tangis.


Anjani ikut menangis. Jangankan Pedro yang takkan patah hati. Dia saja merasakan sakit nya kehilangan Leona.


Leona menggeleng. Keputusan nya sudah bulat. Melepaskan Pedro memang bukan sesuatu yang baik dalam hidup Leona. Namun, ia tak bisa bertahan dengan cinta yang malah membunuh mati perasaan nya.


"Maaf Pedro, kisah kita cukup sampai disini. Kita jalani saja kehidupan masing-masing seperti sebelum kita bertemu dan menikah," ucap Leona menatap Pedro. Saat mengatakan kalimat menyakitkan itu dia menahan perih didalam dadanya.


"Tapi Le_"


"Tuan Pedro, tolong kembali ke kursi anda," perintah hakim.

__ADS_1


Pedro menyeka air matanya dengan punggung tangan. Lalu kembali duduk disamping Leona.


**Bersambung... **


__ADS_2