Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Sahabat


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺 🌺🌺🌺🌺


Yuna turun dari mobil nya. Ia sudah panik karena beberapa hari Leona tak ada kabar. Dihubungi ponselnya tidak aktif.


"Bik, dimana Leona?" tanya pada Bik Lian.


"Ada dikamar nya Non," jawab Bik Lian.


"Terima kasih Bik,"


Yuna melenggang menuju kamar Leona. Saat ia hendak masuk kedalam kamar sahabat nya itu tak sengaja ia berpapasan dengan Pedro yang kebetulan keluar dari kamarnya. Yuna menatap Pedro sinis. Dia gemes sendiri pada Leona yang masih mau mempertahankan lelaki tak tahu diri itu.


"Yun,"


Namun Yuna malah masuk kedalam kamar Leona. Siksaan batin yang Pedro berikan pada istrinya, lama-lama akan melahirkan kebencian.


"Na," panggil Yuna.


Tampak Leona terbaring di ranjang. Matanya terpejam kaku. Yuna berjalan menghampiri ranjang sahabat nya itu. Ia tak tahu apa yang terjadi pada Leona. Tapi ia tahu jika sahabatnya ini sedang tak baik-baik saja.


"Na," Yuna duduk dibibir ranjang sambil mengusap tangan Leona. "Tangan kamu panas banget Na?" Yuna panik.


Merasakan usapan lembut di tangannya. Leona membuka matanya dan ia terkejut ketika melihat Yuna.


"Yun," sontak wanita itu terduduk.


"Na," Yuna memeluk Leona sambil menangis. "Kamu kemana saja? Aku panik. Aku mencari kamu kemana-mana," ucap Yuna sambil terisak. Ia takut terjadi sesuatu ada Leona. Ia tidak mau Leona kenapa-kenapa.


Leona tersenyum sambil melepaskan pelukan nya. Yuna tak hanya sahabat tapi juga saudara yang selalu menemani kegundahan Leona saat ia masalah


"Aku tidak apa-apa Yun," Leona tersenyum hangat. "Kamu mau kesini kenapa tidak bilang?" sambungnya.


"Na, apa sebenarnya yang terjadi? Kemana kamu selama tiga hari ini? Ponsel kamu tidak aktif. Kamu juga tidak ada dirumah. Jawab Na," cecar Yuna. Ia tahu bahwa Leona sedang menyembunyikan sesuatu padanya.


Leona menghela nafas panjang. Haruskah ia menceritakan tentang kondisi nya pada Yuna. Tapi ia takut sahabat nya akan khawatir.


"Na, aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari aku. Aku mohon ceritakanlah Na. Siapa tahu aku bisa bantu kamu. Atau ini masalah Pedro?" Yuna mengenggam tangan Leona.

__ADS_1


Leona tersenyum hangat. Dititik tak berdaya kehidupan nya, ia masih memiliki sahabat yang peduli pada dirinya.


Leona membuka nakas nya. Lalu mengeluarkan amplop berwarna putih dan berlogo rumah sakit "Putra Hospital'


"Ini," Leona memberikan amplop itu pada Yuna. Setidaknya setelah Yuna tahu ia memiliki teman yang siap menemani nya.


"Apa ini?" Yuna mengambil amplop itu lalu membuka isinya.


Yuna membaca tintah yang tertuang didalam kertas putih ini. Wanita itu menutup mulut tak percaya, ia membaca berulang kali dengan teliti.


"Sarkoma Jaringan Lunak?" air mata Yuna luruh.


Leona mengangguk dan tersenyum. Walau sebenarnya senyum itu adalah ketakutan nya menghadapi kematian. Ia manusia biasa. Ia sangat takut sekali menghadap sang pencipta. Dosanya masih terlalu banyak.


"Leona," tangis Yuna semakin pecah ia memeluk Leona semakin erat dan erat. "Kenapa kamu tidak menceritakan ini padaku Na?" ucap Yuna.


"Aku tidak mau kamu khawatir," Leona mengusap punggung sahabat nya. "Jangan khawatir. Aku baik-baik saja," ucapnya. Meski Leona tahu perlahan tubuhnya akan menyerah pada penyakit ini.


"Hiks hiks hiks. Leona," tak peduli. Yuna menangis sepuasnya. Ia takut. Sangat takut. Leona adalah sahabat terbaik yang pernah Yuna miliki ia takkan sanggup kehilangan sahabat nya ini.


Leona memejamkan matanya. Menangis? Iya menangis takkan membuat tubuhnya membaik bukan? Percuma menangis hanya membuat air mata saja.


"Kamu tidak boleh pergi Leona. Kamu tidak boleh pergi. Kamu tidak boleh meninggalkan aku. Kamu sahabat ku Leona," ucap Yuna sambil terisak.


Leona tersenyum ia memegang tangan Yuna yang menempel ditangannya.


"Aku juga tidak ingin pergi Yun. Tapi aku tidak bisa melawan kematian. Jika tiba saat nya penyakit ini membunuh ku, aku yakin semua adalah rencana dari Tuhan," jawab Leona. Ia pun terisak. Padahal tadi dia sudah kuat.


Yuna menggeleng. "Aku tidak mau kehilangan mu. Aku berjanji akan membantu kamu melewati ini. Aku akan cari dokter dan obat terbaik supaya kamu sembuh Na," sanggah Yuna, sampai kapanpun ia tidak bisa tanpa sahabat nya itu.


"Terima kasih Yun, sudah menemani aku," Leona tersenyum. "Semoga aku bisa bertahan lebih lama," ucapnya tersenyum kecut, ia tak yakin bisa hidup lebih lama.


"Na," rambut Leona berjatuhan di punggungnya dan tersangkut di jari-jari Yuna.


"Tiga hari yang lalu, aku dirawat dirumah sakit. Aku menjalani kemoterapi pertama. Maaf tidak memberitahu mu,"


Hati Yuna teriris sakit. Bagaimana bisa ia tidak tahu sahabat nya sakit separah ini. Padahal ia selalu bersama Leona setiap hari. Tapi ia lalai sampai-sampai tidak tahu apa yang Leona alami

__ADS_1


"Maafkan aku Leona. Harusnya aku berada disamping tapi aku_"


"Stttttttttttttt. Sudah jangan di bahas lagi ya Yun. Aku tidak apa-apa," sergah Leona meletakkan jarinya di bibir Yuna.


"Apa Pedro tahu?" tanya Yuna memperbaiki rambut Leona yang sedikit berantakan.


Leona menggeleng. "Dia tidak perlu tahu. Ia tahu pun itu takkan mengubah segalanya," Leona tersenyum miris. Bagaimana pun ia berusaha untuk tak mencintai Pedro tetap saja hatinya terpaut untuk lelaki itu.


"Na, kalau kamu memang sudah tidak tahan. Aku mendukung kamu untuk pisah sama Pedro," Yuna mengenggam tangan Leona. "Aku yakin kamu bisa Na. Kamu tidak sendirian. Ada aku," lontar Yuna.


"Aku tidak bisa Yun. Papa dan Mama akan terluka jika kami berpisah. Kalau memang aku dan Pedro tidak berjodoh. Suatu saat nanti, perpisahan itu pasti akan terjadi. Aku, ingin menikmati rasa sakit ini," terang Leona.


Yuna merasa salut dan kagum dengan keteguhan hati Leona. Ia rela menyiksa dirinya sendiri demi kedua mertua nya.


Leona sangat menyanyangi Anjani dan Alexander, karena kedua mertuanya itu sudah seperti orang tua kandung yang tulus menyanyangi Leona.


Leona mencoba memejamkan matanya. Ia sadar. Rasa sakit ini adalah buah kebodohan nya sendiri. Tidak ada luka yang datang, jika saja cinta tidak ia biarkan terpendam. Ia cinta pada Pedro, tetapi ia benci ketakutan yang selalu datang didadanya. Hingga akhir nya ia dihempaskan oleh banyak kenyataan bahwa cinta tidak seharusnya jatuh kepada orang yang salah. Namun, ia sendiri pun belum siap menjemput perpisahan bersama Pedro. Ia butuh waktu, ruang yang kosong untuk menepi sejenak.


Andika, Pedho dan Yuna meminta menyerah saja dan meninggalkan Pedro. Tapi bagaimana dengan kedua orang tua dan mertuanya. Pernikahan ini terjadi karena keinginan dan kesepakatan antara orang tua nya dan orang tua Pedro.


Bersambung...


Jangan lupa follow akun baru ku. Ramaikan masih sepi, heee


FB ; Fitriani Yuri Kwo


IG : _fitrianiyurikwon_


TikTok: @fitrianiyuri...


Selamat malam semua...


Author mau mengucapkan Taqabalallahu Minna Wa Minkum Taqabalallahu siyya yaa Kariim Mohon maaf Lahir dan Batin


Selamat hari Raya 'Idul Fitri 1444 H bagi yang meramaikannya besok dan selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1444 H bagi yang berumat muslim..πŸ™β€οΈ


Semoga sukacita Rahmadhan melimpah atas kita semua...β€οΈπŸ€—

__ADS_1


Terima kasih untuk kebersamaan nya selama bulan suci ini..


__ADS_2