Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Kembali


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Pedho masih memeluk Leona dengan tangis yang tak mereda. Dia naik keatas brangkar sang wanita. Tanpa peduli apapun.


"Sayang," lirih Pedho.


Pedho mengelus kepala sang kekasih dengan lembut. Sedangkan oksigen Leona sudah dilepaskan. Namun selang-selang yang lainnya masih mengalir. Karena ketika para dokter ingin melepaskannya Pedho langsung berteriak dan mengatakan bahwa Leona-nya hanya tertidur.


"Sayang, kalau tertidur begini wajahmu jelek sekali. Ayolah bangun. Ayo bangun Sayang, biar cantik kembali," celetuk Pedho terkekeh. Dia seperti orang gila.


Semua orang yang didalam ruangan Leona hanya bisa menyaksikan sambil saling bertangisan. Juliet tersungkur dilantai dengan Abraham yang memeluk tubuh lemah nya. Dia seperti orang gila yang seloyoran seraya memukul-mukul kepalanya berulang kali.


"Sayang, kamu bilang ingin menikah denganku? Kamu bilang ingin punya anak dariku, tapi kenapa kamu malah memejamkan matamu?" Pedho mengusap wajah dingin Leona dengan kekehan tapi air mata mengalir deras.


"Kenapa tubuhmu dingin Sayang? Pasti kamu rindu aku peluk 'kan? Biar aku peluk saja ya. Kamu pasti akan nyenyak jika tidur dalam pelukan kekasih tampanmu ini," ucap Pedho lagi memeluk tubuh kaku Leona dengan erat.


"Kenapa masih dingin Sayang? Padahal aku sudah memelukmu. Kenapa bisa badanmu sedingin ini ya?" Tangannya mengusap kepala plontos Leona. Rambut yang dulu dia banggakan sebagai mahkota, ini tak terlihat ada.


"Permisi Tuan kami akan melepaskan selang-selang ditubuh Nona Leona. Kami juga akan memandikannya," ucap seorang perawat hati-hati dan sedikit takut karena melihat sorot mata Pedho yang tajam


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa harus dilepaskan? Leona-ku hanya tertidur. Menjauh lah, aku nanti yang akan memandikan nya ketika dia bangun," tolak Pedho dengan tangan yang mengibas. Dia mengeratkan pelukannya pada tubuh kaku yang kini tak lagi bisa bergerak. Dia takut jika para dokter dan perawat merebut sang kekasih dari nya.


"Sayang, kamu dengar kan? Mereka jahat sekali ingin melepaskan selang ditubuh mu. Dan apa katanya tadi, ingin memandikan mu. Enak saja, takkan kubiarkan siapapun melihat tubuhmu Sayang selain aku," adu Pedho tidak terima. Walau kenyataan nya dia pun tak pernah memandikan Leona. Dia menjaga wanita itu sepenuh hati jiwa dan raganya.


"Ayo Sayang bangun. Biar aku saja yang memandikan mu ya?" Pedho terus berbicara dengan kekasih hatinya,


"Leona," lirih Pedho. Bisakah jangan bercanda, Sayang. Aku, aku tidak bisa tanpa mu. Aku sudah menyiapkan pesta pernikahan kita seperti yang kamu impikan. Ayo bangun, aku akan mewujudkan mimpimu," ucap Pedho lagi, air matanya berjatuhan dan mengenai wajah Leona.


"Apa kamu mau bubur ayam? Aku akan memasak nya untukmu, Sayang! Tapi dengan syarat matamu harus terbuka, jangan terpejam begini. Aku tidak suka melihatnya," lelaki itu menoel-noel hidung Leona sambil tertawa pelan seperti orang gila. Hal yang selalu suka dia lakukan adalah mencubit hidung Leona karena dia gemas pada wanita tersebut.


"Hentikan Pedho. Leona sudah meninggalkan. Ikhlaskan dia!" hardik Abraham yang sudah tak sanggup melihat Pedro seperti orang gila berbicara dengan tubuh kaku Leona.


"Apa yang Paman katakan? Leona-ku masih hidup. Dia hanya tertidur. Dia hanya lelah," sentak Pedho menggema. Abraham terkejut bukan main mendengar teriakkan dari calon menantunya itu.


Tit tit tit tit tit

__ADS_1


Layar monitor yang masih terhubung jantung Leona kembali berbunyi.


"Dokter."


Luiz dan Andika maju serta beberapa dokter yang bertugas menangani Leona. Pedho turun dari ranjang jantungnya berdegup dan tangannya bergetar hebat. Apakah Leona masih hidup??


Tit tit tit tit tit tit


"Dok, jantung pasien kembali berdetak," ucap salah satu perawat


"Tambahkan tekanannya!" perintah Luiz


"Baik Dok,"


Luiz kembali memeriksa adiknya. Sedangkan Andika mengontrol tekanan jantung Leona. Dilayar monitor tampak garis-garis bengkok tak beraturan.


"Cek darahnya,"


"Baik Dok,"


Kembali para dokter yang tadinya terdiam kini disibukkan. Aliran darah, detak jantung, dan alat pernapasan nya.


Luiz tersungkur dilantai dengan isakkan tangis, begitu juga dengan Andika. Tak menyangka jika Tuhan masih memberikan Leona kesempatan hidup yang kedua kalinya.


"Luiz, apa yang terjadi pada Leona?" tanya Pedho menatap alat-alat di tubuh Leona yang kembali berkerja. Apakah dugaannya benar jika Leona masih hidup?


Luiz berdiri dan langsung memeluk Pedho dengan tangis.


"Dia kembali Ped. Leona kita hidup lagi".


Pedho melepaskan pelukannya. Menatap Luiz dengan penuh selidik. Dia masih belum sadar dari keterkejutannya.


"M-maksud mu?" tanya nya yang masih tak mengerti


"Leona kembali hidup. Dia mengalami mati suri," jelas Luiz

__ADS_1


Pedho tak bisa berkata-kata. Dia langsung tersungkur dilantai menangis sejadi-jadinya dengan tangan yang menutup wajah.


"Leona,"


Juliet bangkit dari lantai lalu berhambur memeluk Leona di ranjang. Begitu juga dengan Yuna yang dari tadi menangis.


'Terima kasih sudah kembali, Leona . Kamu adalah cahaya ditengah-tengah kami. Jika kamu menghilang, maka hanya kegelapan yang menyelimuti hidup kami,' batin Andika menyeka air matanya.


Semua orang bernafas lega setelah tadi sempat merasakan panas luar biasa. Sakit. Ketakutan. Hingga mereka harus berperang dengan perasaan mereka sendiri.


Luiz juga memeluk kaki Eidra. Pria itu menangis dengan hebat meluapkan semua perasaan dan emosinya. Begitu juga dengan Abraham. Ketiga orang itu kompak menangis meluapkan perasaan takut dan juga emasi yang mengendap.


Pedho menghampiri kekasihnya. Oksigen kembali dipasang dihidung Leona. Tubuhnya yang tadi pucat dan kaku, kini kembali melembut dan sedikit merah, artinya darahnya kembali mengalir seperti biasa.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks,"


Pedho meluapkan semua rasa syukur dengan tangis. Dia sudah merasa takkan mampu hidup jika kekasihnya benar-benar hilang, dia juga akan menghilang dari dunia ini. Leona sangat berarti bagi Pedho, setiap hembusan nafasnya hanya untuk Leona.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks,"


"Kau membuatku panik Sayang. Bercandamu tidak lucu. Kumohon jangan ulangi lagi. Dunia ku bisa hancur jika kau sampai menghilang,"


**Bersambung....


Yeiiiiiiiiiiiiiiiii pasti ada yang udah maki-maki author nihh kenapa Leona bisa meninggal.


Cieee yang kena prank🤣 Author kan suka yang suka jahil itu🤭 Gpp sesekali kerjain para readers😂🤣


Jangan marah yooo, jangan juga berhenti ikutin cerita Author. Masih ada kejutan lagi yang mau author kasih buat kalian hehehehe.


Kok mati suri Thor? Iya emang masih suri. Mati suri bukan hanya didunia novel lho, bahkan didunia nyata juga sering terjadi. Dikampung author aja pernah ada yang mati suri, bahkan jenazah nya udah dimandiin ehh hidup lagi sampai sekarang sehat2 aja....


Okehhh ikutin terus kisah Pedho dan Leona yaa.. Apakah Leona akan sembuh? Bagaimana dengan rencana Tessa? Apa Pedro akan bertemu dengan mantan istrinya tersebut? Yuk kita lanjut.....


Jangan lupa tanda cinta buat author....

__ADS_1


Love kalian banyak-banyak....


LoveUsomuch ❤️**


__ADS_2