Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Menolak


__ADS_3

**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**


Pedro masih duduk di kursinya sambil menatap punggung istrinya yang keluar dari pintu. Tubuh nya melemas seketika ketika Leona meminta berpisah.


"Aku tidak mau berpisah dengan Leona," tolak Pedro keras. "Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Leona," ucapnya


Pedro adalah lelaki egois. Ia mencintai Tasya tapi ia tak bisa melepaskan Leona. Padahal ia tak mencintai istrinya itu, entah apa yang membuatnya bertahan? Apakah perasaan nya mulai nyaman setelah sekian tahun pernikahan? Atau kah ia tidak sanggup melepas Leona karena sudah terbiasa bersama.


"Aku tidak akan melepaskan mu Leona. Kamu milikku," Pedro mengucapakan kata-kata itu dengan enteng seolah selama ini ia memperlakukan Leona selayaknya seorang suami memperlakukan istrinya.


Pedro berdiri dari duduknya. Lelaki itu menyeka air matanya dengan kasar. Kenapa sangat sakit ketika Leona mengucapkan kata pisah? Jika dulu ia begitu ingin berpisah dengan wanita itu. Maka berbeda sekarang, ia seperti tak ingin Leona pergi dari hidupnya. Pedro tidak tahu apa alasan dia tak bisa melepaskan Leona. Yang jelas hatinya berat berpisah dengan istrinya.


Pedro masuk kedalam mobilnya. Ia menjalankan mobil itu dengan pelan sambil menangis didalam mobil. Untung saja Tasya sudah berangkat duluan sehingga ia tak perlu berpura-pura didepan wanita itu.


"Leona," lirih nya.


Drt drt drt drt drt


Ponsel berdering. Pedro mengangkat panggilan yang masuk kedalam ponselnya.


"Ada apa Tasya?" tanya Pedro lelah.


Entah kenapa Pedro semakin tak suka dengan sifat Tasya yang posesif dan suka mengatur dirinya. Pahala Tasya adalah wanita lemah lembut yang selalu memahami nya. Tapi semakin kesini sifat wanita itu semakin terlihat.


"Baik," lalu mematikan sambungan.


"Apa ini ada hubungannya dengan Kak Pedho, sehingga Leona meminta pisah sama aku?" gumam Pedro berdialog sendiri didalam mobil.


Sampai dirumah sakit lelaki itu langsung turun, Tasya meminta nya kesana. Entah apa yang ingin kekasihnya itu bicarakan.


"Sayang," Tasya langsung memeluk Pedro saat lelaki itu masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


"Ada apa Tasya?" Pedro melepaskan pelukan Tasya dan duduk di sofa. "Ada apa kamu memanggil ku kesini?" tanyanya. Wajah Pedro tampak lelah. Padahal ini masih pagi, harusnya ia berwajah ceria seperti biasa setiap kali menemui Tasya.


"Pedro, bagaimana? Apa kamu dan Leona akan bercerai?" seru Tasya sambil duduk dan memeluk lengan lelaki itu.


Pedro menatap Tasya. "Kenapa kamu ingin sekali aku dan Leona berpisah?" tanya Pedro menatap Tasya curiga.


Tasya terkekeh. "Kamu jangan lupa Sayang. Bukankah kamu bilang, kalau kamu dan Leona berpisah. Maka kamu akan menikahi ku?" Tasya mengusap dada Pedro menggoda lelaki itu.


Pedro terdiam. Ia memang pernah mengatakan itu. Bahkan, sebelumnya ia yang meminta Leona pergi dari hidupnya dan berhenti mencintainya. Tapi Pedro tidak tahu kenapa perasaan nya malah berbalik. Kenapa ia merasa tak sanggup melepaskan wanita itu.


"Maaf aku tidak bisa berpisah dengan Leona," jawab Pedro.


"What's?" sontak pelukkan Tasya terlepas. "Pedro, maksud kamu apa? Kamu tidak bisa pisah dari Leona, alasannya apa? Bukankah kamu yang ingin pisah dari dia, lalu sekarang kenapa malah tidak mau?" tanya Tasya tak mengerti. "Pedro, ayolah jangan bercanda. Kamu pisah sama Leona dan kita bisa menikah," ucap Tasya. Impiannya adalah bersanding dengan Pedro, lalu menjadi nyonya besar keluarga Pannetha.


"Tidak semudah itu Tasya. Aku tidak bisa melepaskan Leona," jawab Pedro.


"Alasannya apa?" Tasya menatap Pedro kecewa. "Jangan bilang kamu sudah jatuh cinta sama Leona?" Tasya memincingkan matanya curiga. Tanpa Pedro sadari bahwa tangan wanita itu terkepal.


"Aku tidak punya alasan apapun. Aku hanya tidak bisa berpisah dari Leona. Itu saja," sahut Pedro. Ia memang tak memiliki alasan apapun. Yang jelas dia tidak bisa melepaskan Leona.


"Aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran kamu Pedro. Aku, aku kecewa," ungkap Tasya.


Pedro menghembuskan nafasnya kasar. Lelaki itu menatap kekasihnya lalu mendalam Tasya dan mengambil tangan Tasya.


"Tasya, aku mohon mengertilah. Aku benar-benar belum siap berpisah dengan Leona. Aku tidak punya alasan apa-apa," Pedro mengenggam tangan Tasya. "Untuk kali ini mengertilah, please," mohon Pedro.


"Tapi sampai kapan Pedro? Kapan kamu memberikan aku kejelasan dalam hubungan ini? Kita menjalin hubungan sudah lebih dari 8 tahun, bahkan sebelum kamu menikah dengan Leona. Sampai sekarang, kamu malah mendiamkan aku seperti ini. Menyuruhku menunggu dan menunggu. Aku lelah Pedro. Aku lelah," ungkap Tasya mengungkapkan isi hatinya. Air mata wanita itu menetes di pipinya. Tak mudah bagi Tasya melihat Pedro tinggal satu rumah dengan Leona, meski mereka pisah ranjang. Tapi tetap hati Tasya tak baik-baik saja.


Pedro terdiam. Dia juga bingung apa yang harus ia katakan untuk menjawab pertanyaan Tasya. Hatinya saat ini bimbang dan ragu.


"Bersabarlah. Tunggu aku sebentar lagi," mohon Pedro.

__ADS_1


Tasya menepis tangan Pedro. Wanita itu berdiri dari duduknya. Ia menyeka air matanya dengan kasar.


"Kalau kamu tidak bisa lepaskan Leona. Lepaskan saja aku,"


Deg


Pedro sontak langsung berdiri saat mendengar ucapan Tasya. Ia menggeleng beberapa kali.


"Lepaskan saja aku Pedro. Bersatulah dengan Leona," meski hatinya pedih. Tapi ia terpaksa mengatakan hal yang sebenarnya tak ingin ia katakan sama sekali.


Pedro memeluk wanita itu dari belakang. "Aku mohon jangan katakan pisah Tasya. Aku mohon. Aku tidak bisa kehilangan kamu. Aku mencintai kamu Tasya. Sangat mencintai kamu. Tolong mengertilah posisi ku saat ini," ucap Pedro.


Tasya memutar bola matanya malas. Lalu apa mau lelaki ini. Melepaskan istrinya tidak bisa. Melepaskan kekasih nya pun tak bisa.


"Lalu apa yang kamu mau?" Tasya melepaskan pelukan Pedro dan berbalik melihat lelaki itu.


"Aku mau kita tetap seperti ini. Aku mau kamu bersabar sedikit dan menunggu aku," Pedro mengusap pipi lembut Tasya.


Tasya tampak mengangguk. Meski ini bukan yang dia inginkan.


"Baik. Aku tunggu. Tapi tidak bisa lama Pedro. Kamu harus pilih antara aku dan Leona," ucap Tasya tegas.


Pedro mengangguk dan kembali memeluk wanita itu. Pelukan Tasya sangat nyaman. Hangat dan membuat hatinya tenang. Bagaimana bisa ia melepaskan dan kehilangan wanita yang ada didalam pelukkan nya ini? Pedro takkan bisa.


Tasya membalas pelukan Pedro dengan mengusap punggung Pedro. Tatapan wanita itu lurus kedepan. Tak ada yang tahu apa yang ada dipikiran nya.


"Terima kasih Sayang, sudah mengerti. Aku mencintaimu," ucap Pedro tulus.


"Aku juga mencintaimu Sayang," balas Tasya.


Tasya mengusap bibir seksi milik Pedro. Lalu wanita itu menempelkan bibirnya dengan bibir Pedro. Pedro pun membalas ciuman hangat keduanya.

__ADS_1


Pedro tak pernah menyentuh Tasya diluar batas selain ciuman. Entah kenapa ia takut merusak wanita yang dia cintai ini. Ia tak mau masa depan Tasya hancur. Ia ingin mengambil hak nya ketika Tasya sudah menjadi istrinya. Meski terkadang Tasya menggodanya namun iman lelaki itu tak goyah sama sekali.


Bersambung....


__ADS_2