
Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
"Ayu, tolong buatkan tamu kita minuman ya. Jangan lupa cemilannya!" suruh Leona pada pengawalnya.
"Baik Nona," sahut Ayu lalu segera melaksanakan perintah Leona.
Yuna menatap Tessa dari ujung kaki sampai ujung rambut. Yuna mencurigai sifat Tessa yang seperti tak biasa. Seperti pernah melihat wanita ini, tapi dimana dan siapa?
"Silahkan di nikmati Nona,"
Ayu meletakkan tiga gelas jus diatas meja bersama beberapa cemilan.
"Minum Kak," ucap Leona.
Tessa mengangguk, dengan anggun nya ia mengambil gelas tersebut lalu menyeruput isinya.
"Kamu siapa ya?" tanya Yuna dengan tatapan menyelidik melihat Tessa.
"Saya Tessa." Dia mengulurkan tangannya pada Yuna untuk berkenalan.
"Yuna," ketus Yuna tanpa menyambut uluran tangan Tessa. "Sorry, tangan saya lagi di kasih cat, takut lecet," seru Yuna memincingkan matanya tak suka.
Leona menahan tawa saat Yuna memperlakukannya Tessa seperti itu. Sahabatnya ini memang ada-ada saja.
"Kakak, ada apa kesini?" tanya Leona lembut. Padahal ia sudah merasakan aura tak nyaman dengan kedatangan Tessa. Pasti ini bersangkutan dengan Pedho, lelaki yang baru saja menjadi kekasihnya
Tessa tampak menyesap jus dalam gelas sebelum ia menjawab pertanyaan Leona.
"Tidak. Hanya ingin bertanya gaun yang Anda unggah di media sosial. Saya tertarik untuk membelinya," jawab Tessa. Padahal bukan itu tujuannya. Dia datang kesini untuk memberi ancaman agar Leona menjauhi Pedho.
__ADS_1
"Oh gaun itu ya Kak. Maaf ya Kak, gaun itu tidak di jual. Itu dari kekasih saya untuk persiapan ulang tahun saya bulan depan," jawab Leona dengan senyum simpul dan tak lupa wajahnya dibuat sepolos mungkin.
"Kekasih Anda sangat baik, Nona," puji Tessa tapi tangannya terkepal kuat.
"Iya Kak. Dia sangat mencintai saya," jawab Leona.
"Kalau boleh tahu siapa kekasih Anda, Nona?" tanya Tessa seolah penasaran padahal hatinya sudah panas.
"Kak Pedho, Kak. Mantan kekasih Kakak," jawab Leona dengan bangga.
Leona tahu jika Tessa berusaha menghancurkan hubungan nya dan Pedho. Tidak masalah Leona akan hadapi dengan cara berkelas. Berbeda dulu, jika ia lemah saat menghadapi Tasya karena Pedro tidak mencintainya. Sekarang, kekasih hatinya itu sangat mencintainya. Maka dia takkan memberikan celah untuk Tessa masuk kedalam hubungan mereka.
"Pedho?" ulang Tessa memasang wajah penasaran. "Pedho kekasih Anda, Nona?" tanya nya.
"Iya Kak," jawab Leona mengangguk sambil mencomot cemilan yang di siapkan Ayu.
"Dari mana Anda tahu Nona, kalau saya adalah mantan kekasih Pedho?" tanya Tessa Kali ini ia cukup penasaran dari mana Leona tahu bahwa dia adalah mantan dari lelaki yang sekarang menjalin hubungan dengan Leona.
"Apa kamu tahu kalau saya dan Pedho dulu sangat dekat?" tanya Tessa tersenyum manis tapi itu adalah senyuman mengejek.
"Tidak Kak. 'Kan waktu itu aku belum kenal Kakak dan Kak Pedho," jawab Leona polos.
"Prufttt," Yuna menutup nya menahan tawa.
Wajah Tessa merah menahan amarah. Namun, ia tahan. Ia tak boleh gegabah. Tujuan nya datang kesini adalah untuk memanas-manasi Leona agar menjauhi Pedho. Dia harus berhasil karena dia tidak akan rela melihat Pedho dan Leona bahagia di atas penderitaan nya yang sedang patah hati.
"Kami melakukan hubungan badan," jelas Tessa tidak tahu malu.
Ingin rasanya Yuna menjambak wajah pelakor yang satu ini. Saat Yuna hendak menyumpal mulut Tessa dengan ucapan yang menyakitkan, Leona malah menahan sahabat nya itu. Pelakor tidak bisa dilawan dengan cara yang keras.
__ADS_1
"Tidak masalah Kak. Itu masa lalu Kak Pedho. Kalau sudah sama aku ceritanya beda lagi," jawab Leona. Jujur saja hatinya sedikit sakit mendengar cerita Tessa. Benarkah Pedho pernah berhubungan badan dengan Tessa? Kalaupun hal itu benar, tidak masalah untuk Leona. Setiap orang memiliki masa lalu yang berbeda-beda.
"Kamu tidak keberatan menerima masa lalu Pedho? Apa kamu tidak merasa rugi mendapatkan lelaki yang sudah tidak perjaka?" tanya Tessa dengan senyuman halus nya dan berharap semua ucapannya bisa menjadi api pertengkaran antara Pedho dan Leona.
"Aku janda Kak," jawab Leona tersenyum. "Apa bedanya?" sambungnya. "Kami sama-sama bekas orang di masa lalu. Tapi kamu sama-sama untuk saling memperbaiki satu sama lain," jelas Leona membalas dengan senyuman.
Jika Yuna sudah emosi dan ingin mencakar wajah Tessa. Berbeda dengan Leona. Ia tetap tenang dan santai menjawab bentuk pertanyaan apapun dari Tessa.
Sebelumnya Pedho sudah memberitahu Leona bahwa akan ada yang mencoba memprovokasi hubungan mereka berdua. Pedho sudah mewanti-wanti bahwa Tessa akan berbuat nekad. Dan apa yang Pedho pikirkan benar-benar terjadi sekarang.
"Baguslah kalau begitu," sahut Tessa asal. Tapi tidak dengan hatinya. Dia terus memikirkan cara untuk membuat hati Leona panas.
"Apa Pedho mengatakan jika kami pernah memiliki anak sebelum nya?" tanya Tessa lagi. Wajahnya tetap tenang seakan ia tidak sengaja mengucapkan kata-kata pedas itu.
Deg
Jantung Leona berdenyut hati. Tapi dia tidak mau kalah. Dia yakin Pedho tidak seperti itu orangnya. Pedho adalah lelaki baik yang jauh berbeda dengan mantan suami nya, Pedro.
"Tidak pernah Kak. Lagian aku tidak pernah ingin tahu masa lalu Kak Pedho. Bagiku apapun masa lalu nya, asal dia tidak mengulangi nya lagi. Aku tidak mempermasalahkan itu," jawab Leona tegas.
"Apakah kedatangan Anda kesini hanya ingin mengatakan hal tidak bermutu ini, Nona?" tanya Yuna sinis. Yuna menatap Tessa dengan tatapan jijik nya. Jika dilihat dari cara Tessa berpakaian sudah pasti dia wanita tidak benar yang sering dipakai para lelaki hidung belang, seperti Tasya.
"Maaf Nona. Kalau ucapan saya menyinggung Anda. Saya sama sekali tidak bermaksud mengungkit masa lalu Pedho dengan saya. Saya hanya ingin Anda tahu, agar Anda berhati-hati pada laki-laki seperti Pedho," jelas Tessa tersenyum.
"Kak Pedho lelaki baik, Kak. Saya yakin dia tidak akan melakukan itu selagi saya tidak menyerahkan tubuh saya. Lelaki tidak akan terpancing birahi jika perempuan tidak memancing. Mungkin dulu Kakak yang menggoda Kak Pedho sehingga kalian melakukan hubungan badan," jelas Leona setengah kesal. Hati wanita mana yang takkan sakit saat seorang mantan dari kekasih hati nya malah mengungkit masa lalu yang tak seharusnya dia tahu.
"Lelaki baik-baik tidak akan tergoda," ketus Tessa.
"Kak Pedho lelaki normal. Wajar ia tergoda. Kecuali dia lekong mungkin dia akan menyimpang," celetuk Leona tersenyum tanpa dosa.
__ADS_1
Tessa merenggut kesal. Niat hati ingin memanas-manasi Leona eh malah ia yang diledek oleh wanita itu. Tessa berpamitan pada Leona dan Yuna setelah dia kalah telak oleh ucapan Leona.
Bersambung.....