Cinta Setelah Penyesalan

Cinta Setelah Penyesalan
Gadis ceroboh


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


Rere gadis cantik berusia 19 tahun. Dia sudah siap dengan pakaian kantor nya dan rapi. Tak lupa dia menatap bangga rantang nasi ditangannya. Gadis cantik itu tersenyum senang, akhirnya dia bisa masak meski semalam belajar hingga dapur kost Shella berantakkan karena dirinya.


"Aku berangkat dulu, Shell," ucapnya menyambar tasnya dan tak lupa sepatu yang menghiasi kakinya.


"Berangkat kemana?" tanya Shella pura-pura ketus. Gadis yang berstatus mahasiswa tersebut sedang menempelkan bedak diwajahnya.


"Cari suami. Kali saja ada CEO kaya melintir yang hartanya tidak akan habis sampai tujuh turunan, delapan tanjakkan, sembilan belok-belok ehh pas tikungan malah menabrak pohon!" seru Rere sambil memasang sepatu nya.


Shella mendelik seraya menggelengkan kepalanya. Meski dia kesal karena Rere yang ceroboh, namun sebenarnya dia sangat menyanyangi sahabat nya tersebut. Hanya saja sayang, kenapa Rere malah kabur dari rumah hanya karena alasan perjodohan?


"Kamu berangkat naik apa?" tanya Shella melihat sahabatnya itu.


"Ojek online," jawab Rere singkat padat dan jelas.


"Kenapa tidak naik taksi saja?" tanya Shella heran. Orang kaya seperti Rere pastinya jarang naik motor.


"Hemat ongkos, Shell. Kamu tahu 'kan aku belum gajian. Ini saja pakai uang tabungan ku ehh salah uang Kak Seno maksud nya. Nanti aku ganti kalau sudah gajian," jawab Rere sambil menenteng rantang nasi ditangannya.


"Hmm, katanya tidak mau pakai uang orang tua. Lah itu malah pakai uang kakak sendiri," sindir Shella memutar bola matanya malas.


"Ralat, Kak Seno itu Kakak ku. Bukan orang tua ku," sergah Rere. "Ya sudah aku berangkat dulu, bye bye cinta. Cup....."


Satu.... Dua... Tiga...


"Rere," teriak Shella kesal saat gadis itu mengecup pipinya.


Rere keluar dari kamar sambil tertawa terpingkal-pingkal. Dia memang suka mengerjai sahabatnya tersenyum. Tak jarang mereka dianggap penyuka sesama jenis hanya karena Rere yang suka mencium pipi Shella.


"Kurang asem itu anak," gerutu Shella mengusap pipinya yang sedikit merah akibat lipstik Rere yang menempel.


Rere berjalan keluar dengan bangga. Para anak kost melihat gadis itu dengan sirik. Anak-anak kost yang tinggal disana adalah teman kampus Rere dan Shella. Mereka tak menyukai Rere karena gadis itu di incar oleh ketua BEM. Namun sayang rasa tidak suka mereka hanya disimpan dalam hati saja. Kalau sampai Rere tahu sudah pasti mereka-mereka itu akan jadi kotajm amukkan dari gadis tomboy tersebut.


Rere naik keatas motor. Gadis ini walau anak orang kaya tetapi tidak gengsi. Dia seperti sudah biasa dengan hal-hal tersebut.


Gadis itu turun dari motor ketika sudah sampai disebuah gedung pencakar langit.

__ADS_1


"Terima kasih Kang, ini ongkosnya. Kembaliannya ambil saja," ucapnya sambil menyerahkan helm kepada supir ojek tersebut.


"Ck, kembalian dari mana. Ini malah kurang, Neng," protes Kang Ojek.


"Yaellah Kang, diskon sedikit lah. Kan saya cantik anggap saja, itu bonusnya karena Akang bisa mengonceng gadis cantik seperti saya," ucap Rere sambil mengibaskan rambut nya dengan bangga bahwa dia cantik.


"Alah, saya tidak perlu kecantikan kamu, Neng. Cepat sini sisa nya, ini masih kurang," ucap Kang Ojek.


Rere merenggut kesal. Susah sekali hidup diluar ruang. Apa-apa dia harus bayar sendiri. Namun, gadis itu takkan menyerah. Dia harus buktikan bahwa dia bisa tanpa fasilitas kedua orang tua nya.


"Ini Kang, dasar pelit," cibir Rere kembali memberikan uang berwarna hijau dan ungu masing-masing satu lembar.


"Bukan pelit Neng, tapi sesuai tarif ojek nya," jelas Kang Ojek terkekeh. "Sudahlah Neng, saya permisi dulu. Semangat kerjanya," pamitnya sambil tertawa pelan.


Rere memutar bola matanya malas. Lalu gadis itu berjalan masuk dengan menghentakkan kakinya kesal.


Para karyawan menatap gadis itu aneh. Namun, tak ada yang mau menegur mereka.


Rere masuk kedalam lift, mulutnya komat-kamit seperti dukun baca mantra. Dia masih saja menyumpahi tukang ojek tadi. Padahal yang salah dia sendiri karena bayar kurang dari tarif yang seharusnya.


Gadis itu menuju ruangan Pedro. Sebelumnya dia menghela nafas panjang. Seumur hidupnya dia belum pernah bekerja, boro-boro mencari uang setiap hari dia hanya menghamburkan uang saja.


Rere masuk pelan dan berharap Pedro belum datang. Sialnya, kenapa dia ruangannya harus satu dengan boss nya itu. Biasanya meja sekretaris di depan ruangan boss ini malah terbalik.


"Sel_"


"Astaga," pekik gadis itu.


Tak sengaja Rere menabrak dada Pedro yang sudah berdiri didepan nya.


"Kenapa terlambat?" tanya Pedro menatap gadis itu tajam


"Heh, maaf Tuan tadi saya sedang menyiapkan sarapan untuk Anda," jawab Rere menampilkan senyuman manisnya.


"Mana sarapan untuk saya?" Pedro melirik gadis itu yang tidak membawa apa-apa selain tas kerjanya.


"In_" Rere terdiam sejenak. "Astaga, kenapa bisa lupa?" Dia menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Mana?" tanya Pedro melipat kedua tangannya didada. Yakinkah dia menjadikan Rere sekretaris nya?


Alasan Pedro memilih Rere menjadi sekretaris nya karena gadis ini pemberani dan penampilan nya tdisn mencolok meski terkesan tomboy. Kedua Rere tidak tergila-gila pada nya seperti wanita lainnya contoh para karyawan. Apalagi semua orang sudah tahu status nya sebagai duda tanpa anak.


"Maaf Tuan, bekal nya ketinggalan di motor Kang Ojol," jawab Rere mencari alasan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Keasyikan berdebat dengan tukang ojek tadi dia sampai lupa, jika bekalnya dia simpan di gantungan motor.


"Ketinggalan atau memang kamu tidak buat sarapan untuk saya?" tuding Pedro menatap Rere curiga.


"Tidak ingat Tuan, bukan lupa," sahut Rere.


"Apa bedanya tidak ingat dengan lupa?" tanya Pedro heran.


"Beda tulisannya, Tuan," jawab Rere.


"Sudahlah, kamu ini baru pertama masuk saja sudah berulah. Cepat pesankan saya sarapan pagi," suruh Pedro kembali duduk di mejanya. Kenapa dia meminta Ben menyiapkan meja Rere diruangan, supaya dia bisa memantau kinerja gadis tersebut.


"Pesan di mana, Tuan?" tanya Rere bingung.


"Pesan di apotik," jawab Pedro kesal.


"Lho, memang apotik ada jual makanan Tuan?" Gadis itu tampak berpikir, setahunya apotik menjual obat. Entah dia yang polos atau memang pura-pura bodoh.


"Riana Antoinette, kamu mau sa_"


"Baik Tuan segera saya pesan," potong Rere, jangan sampai gajinya di potong karena dia baru masuk kerja.


"Bagus," ucap Pedro. "Setelah kamu belikan saya sarapan, buatkan saya kopi dengan gula dua sendok teh, kopi satu sendok dan gelas yang bersih dari noda kotoran!" perintah Pedro.


"Seperti detergent saja yang bersih dari noda kotoran," cibir gadis itu pelan dengan mulut kombat.


"Apa kamu bilang?" tanya Pedro menatap Rere tajam


"Saya bilang, Tuan tampan sekali hari ini," jawab Rere asal.


"Saya memang tampan. Awas kamu jatuh cinta nanti sama saya," ucap Pedro memperbaiki jasnya. Dipuji seperti itu saja sudah berhasil membuatnya salah tingkah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2